Hi Warga,
Memilih sekolah atau kampus bukan hanya soal kualitas pendidikan dan fasilitas. Biaya juga menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan sejak awal.
Besarnya biaya pendidikan bisa berbeda-beda, tergantung jenjang, sekolah atau kampus, program studi, hingga tahun ajaran. Karena itu, sebelum mendaftarkan anak atau melanjutkan pendidikan, penting untuk mengetahui biaya apa saja yang perlu disiapkan.
Biaya pendidikan nggak hanya uang pangkal
Saat mencari informasi tentang biaya masuk sekolah atau biaya masuk kuliah, jangan hanya melihat satu angka. Ada beberapa komponen yang mungkin perlu dibayarkan, seperti:
- Biaya pendaftaran
- Uang pangkal atau biaya pengembangan
- SPP atau biaya kuliah
- Biaya laboratorium
- Buku dan perlengkapan belajar
- Seragam
- Kegiatan sekolah atau kampus
- Biaya transportasi dan kebutuhan pendukung lainnya
Setiap sekolah dan kampus bisa memiliki struktur biaya yang berbeda.
Sebagai contoh, BINUS University untuk tahun akademik 2026/2027 mencantumkan beberapa komponen biaya untuk mahasiswa baru, termasuk biaya kuliah semester pertama, laboratorium, peralatan, dan DP3. Untuk sejumlah program di BINUS Kemanggisan, biaya kuliah semester pertama tercantum Rp27,3 juta, biaya laboratorium Rp3,25 juta, biaya peralatan Rp10,2 juta, dan DP3 Rp48 juta.
Sementara itu, biaya masuk sekolah juga bisa terdiri dari beberapa komponen. HighScope Indonesia, misalnya, mencantumkan biaya aplikasi dan asesmen sebesar Rp2 juta serta deposit Rp5 juta untuk beberapa proses penerimaan siswa tahun ajaran 2026/2027. Detail biaya pendidikan selanjutnya dapat berbeda berdasarkan jenjang dan program sekolah.
Karena biaya dapat berubah setiap tahun, selalu cek informasi terbaru dari sekolah atau kampus yang dituju sebelum membuat perhitungan.
Bagaimana cara menghitung biaya pendidikan?
Setelah mengetahui komponen biayanya, jangan berhenti di biaya masuk saja. Coba hitung seluruh kebutuhan yang mungkin muncul selama masa pendidikan.
Salah satu cara sederhananya adalah: Biaya awal + biaya rutin + perlengkapan + kebutuhan pendukung = estimasi kebutuhan pendidikan
Untuk sekolah, misalnya, biaya awal dapat berupa uang pangkal atau biaya pendaftaran. Setelah itu masih ada SPP, seragam, buku, kegiatan, dan transportasi.
Untuk kuliah, perhitungannya bisa mencakup biaya per semester, biaya praktikum atau laboratorium, perlengkapan, tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari.
Dengan menghitung sejak awal, kamu bisa mendapatkan gambaran dana yang perlu disiapkan, bukan hanya berapa uang yang harus dibayar saat pertama kali masuk.
Cara menyiapkan dana pendidikan
Setelah mengetahui perkiraan biaya, tentukan target dana dan kapan dana tersebut akan digunakan.
Kalau masih memiliki waktu beberapa tahun, dana pendidikan bisa disiapkan secara bertahap. Kamu bisa menentukan jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan dan memisahkannya dari uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Semakin awal mengetahui estimasi biaya, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mempersiapkan dananya.
Namun, perencanaan juga perlu mempertimbangkan kemungkinan biaya yang berubah. Karena itu, lakukan pengecekan kembali ketika sudah mendekati tahun ajaran atau periode pembayaran.
Siapkan dana pendidikan, antisipasi kebutuhan lain
Mempersiapkan biaya pendidikan sejak awal bisa membantu membuat pengeluaran lebih terencana. Namun, di tengah prosesnya, bisa saja muncul kebutuhan lain yang tidak masuk dalam perhitungan awal, seperti kebutuhan rumah tangga, perlengkapan belajar, biaya perjalanan, atau pengeluaran mendesak lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, Saku Kredit Bank Saqu bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial tersebut, tanpa harus mengganggu dana yang sudah dialokasikan untuk pendidikan.
Dengan Saku Kredit, kamu bisa mendapatkan limit kredit hingga Rp30 juta dengan pilihan tenor hingga 24 bulan, sesuai hasil persetujuan dan ketentuan yang berlaku.
Saku Kredit juga memiliki beberapa fitur yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti:
- Pinjam, untuk mendapatkan dana yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.
- Cicil Transaksi QRIS, untuk membagi pembayaran transaksi QRIS yang memenuhi ketentuan menjadi cicilan.
- Ubah Transaksi Menjadi Cicilan, untuk mengubah transaksi tertentu yang sudah dilakukan menjadi cicilan.
- Bayar Nanti, untuk melakukan pembayaran di kemudian hari sesuai ketentuan.
Dengan memahami pilihan fasilitas kredit yang tersedia, kamu bisa tetap menjaga dana yang sudah disiapkan untuk kebutuhan utama sekaligus memiliki alternatif ketika ada kebutuhan lain yang muncul.

