Hi, Warga Bank Saqu!
Pada era serba digital seperti sekarang, ancaman kejahatan siber bisa datang kapan saja, tanpa disadari, tapi berdampak besar.
Mulai dari phishing, penipuan online, hingga pencurian data pribadi. Inilah yang disebut sebagai “Hantu Cyber”, ancaman digital yang mengintai di balik layar.
Melihat tantangan ini, Bank Saqu menghadirkan kampanye “Serangan Hantu Cyber”, program edukasi keamanan digital yang dikemas secara kreatif, relevan, dan mudah dipahami.
Ancaman Digital Terus Meningkat
Berdasarkan berbagai laporan media dan lembaga keamanan siber, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan tingkat serangan digital yang tinggi.
Dikutip dari Tempo.co, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat adanya 3,64 miliar serangan siber atau anomali traffic sepanjang Januari-Juni 2025. Catatan ini bahkan hampir menyamai total anomali selama lima tahun terakhir.
Kompas.id pun mengungkapkan, berdasarkan data Hiya Global Call Threat Report Q1/2025, Indonesia menjadi negara dengan penerima panggilan spam terbanyak di Asia Pasifik.
Sementara itu, IDN Times, pernah menyebutkan, sebanyak 39% anak muda pernah menjadi korban penipuan daring.
Fakta ini menegaskan, keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Hantu Cyber: Edukasi dengan Pendekatan Storytelling

Melalui kampanye ini, Bank Saqu mempersonifikasikan ancaman siber sebagai “Hantu Cyber”, simbol dari penipuan, spam, dan serangan digital yang bisa muncul saat kita lengah.
Dengan pendekatan visual yang kuat dan storytelling bernuansa fun-horror, kampanye ini mengajak Warga untuk:
- Lebih sadar terhadap risiko penipuan siber
- Mengenali modus penipuan digital
- Membiasakan perilaku digital yang aman
- Selalu melindungi keamanan akun dan data pribadi
Didukung dengan berbagai konten edukatif yang akan dikemas singkat, menarik, dan mudah diakses di berbagai kanal digital, kampanye ini akan membantu kamu memahami risiko siber dengan cara yang ringan dan relevan.
Dengan begitu, edukasi keamanan digital tidak lagi terasa membosankan, tetapi hadir lebih dekat dengan keseharianmu.
Tips Menghindari Serangan Hantu Cyber
Lewat kampanye ini, Bank Saqu juga mengajak nasabah menerapkan kebiasaan aman berikut:
- Jangan klik link mencurigakan
- Pastikan domain dan sumber informasi resmi
- Jangan membagikan OTP, PIN, atau password
- Gunakan metode pembayaran resmi dan aman
- Aktifkan fitur keamanan di aplikasi
Langkah sederhana ini bisa mencegah risiko besar pada kemudian hari.
Komitmen Bank Saqu Menjaga Keamanan Nasabah
Kampanye “Serangan Hantu Cyber” ini menegaskan peran Bank Saqu sebagai mitra finansial yang tidak hanya menyediakan layanan perbankan digital, tetapi juga melindungi keamanan penggunanya. Karena di dunia digital, yang paling kuat bukan yang paling cepat, melainkan yang paling waspada.
Yuk, Berjuang Bersama Bank Saqu, lawan Hantu Cyber dan jaga keamanan finansialmu mulai dari sekarang!





