Hi Warga,
Lari terlihat sederhana. Tinggal pakai sepatu, keluar rumah, lalu mulai bergerak. Namun, kalau baru ingin menjadikan lari sebagai rutinitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tubuh bisa beradaptasi dan aktivitas ini tetap menyenangkan.
Kesalahan yang cukup umum adalah langsung mengejar jarak atau kecepatan. Padahal, pemula justru lebih baik membangun kebiasaan secara bertahap.
Berikut beberapa tips lari untuk pemula yang bisa diterapkan sejak awal.
Baca juga: Cara Merealisasikan Gaya Hidup Sehat di Tahun 2026: Seimbang Fisik, Mental, dan Finansial
1. Mulai dari Jalan dan Lari
Kamu tidak harus langsung berlari tanpa berhenti. Coba kombinasikan jalan cepat dengan lari ringan. Contohnya, berjalan beberapa menit kemudian berlari selama satu sampai dua menit. Ulangi pola tersebut sesuai kemampuan.
Setelah stamina mulai terbentuk, durasi lari bisa ditambah dan waktu berjalan dikurangi. Cara ini lebih realistis dibandingkan langsung memaksakan target 5K ketika tubuh belum terbiasa.
2. Jangan Terlalu Mengejar Pace
Bagi pemula, kecepatan bukan prioritas utama. Gunakan intensitas yang masih memungkinkan kamu berbicara dalam kalimat pendek. Kalau baru beberapa menit sudah terengah-engah, kemungkinan kecepatannya terlalu tinggi.
Setelah terbiasa berlari secara rutin, kamu bisa mulai meningkatkan pace maupun jarak secara bertahap.
Konsisten berlari 20–30 menit dengan nyaman lebih baik daripada memaksakan pace cepat lalu berhenti latihan karena kelelahan.
3. Pilih Sepatu yang Sesuai
Sepatu menjadi salah satu perlengkapan yang layak diprioritaskan ketika mulai rutin lari. Tidak harus langsung membeli sepatu paling mahal. Cari sepatu yang memang dirancang untuk running, ukurannya pas, dan terasa nyaman digunakan.
Kalau baru mulai, perlengkapan dasar sebenarnya sudah cukup. Setelah rutinitas mulai terbentuk, kamu bisa mempertimbangkan running watch, earphone olahraga, atau perlengkapan lainnya sesuai kebutuhan.
4. Jangan Lewatkan Pemanasan
Sebelum berlari, luangkan waktu untuk mempersiapkan tubuh dengan aktivitas ringan. Kamu bisa mulai dengan berjalan santai dan melakukan gerakan mobilitas ringan.
Begitu selesai berlari, turunkan intensitas secara bertahap dan berikan tubuh waktu untuk recovery. Kalau muncul nyeri yang tidak biasa atau keluhan yang menetap, jangan memaksakan diri untuk terus berlari.
5. Perhatikan Hidrasi
Kebutuhan cairan juga perlu disesuaikan dengan durasi dan kondisi lingkungan.
Untuk lari singkat, kamu bisa memastikan tubuh sudah cukup terhidrasi sebelum dan setelah aktivitas. Kalau berlari lebih lama atau dalam kondisi panas, siapkan akses terhadap air selama perjalanan.
Jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk mulai memperhatikan kebutuhan cairan.
6. Fokus pada Durasi, Bukan Jarak
Target jarak terkadang membuat pemula terlalu memaksakan diri. Sebagai gantinya, coba tentukan target berdasarkan waktu. Kamu bisa memulai dengan 20–30 menit aktivitas, termasuk jalan dan lari.
Ketika sudah terbiasa, durasi bisa ditambah secara bertahap. Metode ini juga membuat latihan lebih fleksibel karena kemampuan setiap orang berbeda.
7. Beri Tubuh Waktu untuk Recovery
Tidak perlu langsung lari setiap hari. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terutama kalau sebelumnya jarang melakukan aktivitas fisik. Dua atau tiga sesi lari dalam seminggu bisa menjadi titik awal yang lebih realistis.
Jadikan recovery sebagai bagian dari latihan, bukan tanda bahwa kamu kurang rajin.
8. Buat Jadwal yang Bisa Dipertahankan
Daripada membuat target terlalu tinggi, pilih jadwal yang sesuai dengan rutinitas harian.
Misalnya, lari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan jadwal yang jelas, lari bisa menjadi kebiasaan, bukan aktivitas yang hanya dilakukan ketika sedang punya waktu.
Setelah konsisten, barulah kamu bisa menaikkan durasi, jarak, atau target lainnya.
Baca juga: Apa Itu Gaya Hidup Konsumtif? Ini Dampaknya pada Keuangan
Perlukah Membeli Banyak Perlengkapan Lari?
Tidak. Untuk memulai, kamu cukup memprioritaskan kebutuhan dasar seperti sepatu yang sesuai dan pakaian yang nyaman. Perlengkapan tambahan bisa dibeli ketika memang sudah dibutuhkan.
Ini juga penting dari sisi finansial. Jangan sampai baru mulai lari, tetapi langsung membeli banyak perlengkapan yang akhirnya jarang digunakan.
Kalau kamu memang ingin meningkatkan perlengkapan secara bertahap, buat dulu daftar prioritas dan masukkan pembeliannya ke dalam budget.
Kalau Butuh Perlengkapan Tambahan, Bisa Direncanakan
Ketika sudah mulai rutin, kebutuhan runner biasanya ikut berkembang. Kamu mungkin ingin mengganti sepatu, membeli running watch untuk memantau pace dan jarak, atau menambah perlengkapan lain untuk menunjang latihan.
Daripada membeli semuanya sekaligus, tentukan dulu mana yang memang paling dibutuhkan.
Untuk kebutuhan yang nilainya cukup besar, Saku Kredit Bank Saqu bisa menjadi salah satu opsi pembiayaan yang dapat dipertimbangkan.
Saku Kredit menyediakan limit awal Rp500 ribu hingga Rp30 juta, dengan pilihan tenor pinjaman 1–24 bulan. Fasilitasnya dapat digunakan untuk kebutuhan seperti pinjaman tunai, Bayar Nanti, maupun Cicil, sesuai ketentuan yang berlaku.
Contohnya, kalau kamu sudah rutin berlari dan membutuhkan running watch atau perlengkapan olahraga lain, kamu bisa mempertimbangkan apakah pembelian tersebut memang sudah masuk kebutuhan dan apakah cicilannya sesuai kemampuan membayar.
Sebelum menggunakan fasilitas Saku Kredit, tetap hitung total pembayaran, tenor, dan kewajiban bulanannya. Jangan membeli perlengkapan hanya karena tersedia fasilitas cicilan. Gunakan kredit ketika memang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuanganmu.
Baca juga: Sunrise Society Vol.1 Bank Saqu: Morning to Remember!
Mulai Lari secara Bertahap
Menjadi runner tidak harus dimulai dengan pace cepat, jarak jauh, atau perlengkapan lengkap. Mulai dengan durasi yang nyaman, pilih sepatu yang sesuai, perhatikan hidrasi dan recovery, lalu bangun rutinitas secara perlahan.
Ketika kebutuhan perlengkapan mulai berkembang, prioritaskan pembelian berdasarkan manfaatnya untuk latihan dan sesuaikan dengan budget.
Dengan begitu, olahraga tetap bisa berjalan tanpa membuat pengeluaran ikut berlari terlalu jauh.
Mau lebih mudah mengatur kebutuhan finansial untuk gaya hidup aktif? Download aplikasi Bank Saqu dan temukan berbagai solusi finansial dalam satu aplikasi.





