Sebuah bisnis bisa saja punya banyak pesanan, tetapi tetap kesulitan menjalankan operasional kalau uang dari pelanggan belum diterima. Di saat yang sama, perusahaan tetap perlu membayar gaji, membeli bahan baku, membayar sewa, dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.
Kondisi seperti ini berkaitan erat dengan working capital atau modal kerja. Pengelolaannya penting supaya kegiatan bisnis tetap berjalan tanpa terganggu oleh masalah arus kas.
Baca juga: Apa Itu Aset? Kenali Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya
Apa itu Working Capital
Working capital adalah modal yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis sehari-hari. Dalam perhitungan sederhana, working capital diperoleh dari selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar.
Rumusnya: Working Capital = Aset Lancar − Kewajiban Lancar
Aset lancar bisa berupa kas, piutang usaha, dan persediaan. Sementara kewajiban lancar mencakup utang atau kewajiban yang perlu dibayar dalam jangka pendek.
Jadi, working capital bukan hanya uang tunai yang tersedia di rekening. Aset dan kewajiban yang berkaitan dengan kegiatan jangka pendek bisnis juga ikut diperhitungkan.
Kenapa Working Capital Penting bagi Bisnis?
Ada beberapa alasan kenapa modal kerja perlu diperhatikan sejak awal.
1. Membiayai kebutuhan operasional
Bisnis membutuhkan dana untuk membayar berbagai kebutuhan rutin, mulai dari gaji, sewa tempat, listrik, bahan baku, sampai biaya pengiriman.
2. Menjaga bisnis tetap berjalan saat pembayaran belum masuk
Misalnya, sebuah perusahaan menjual produk kepada pelanggan dengan tempo pembayaran 30 hari. Selama menunggu pembayaran tersebut, operasional bisnis tetap harus berjalan.
Modal kerja membantu menyediakan ruang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Membantu memenuhi pesanan
Pesanan dalam jumlah besar bisa menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan. Namun, supplier mungkin membutuhkan dana lebih dulu untuk membeli bahan atau menyediakan stok.
Tanpa perencanaan modal kerja yang cukup, peningkatan pesanan justru bisa memberikan tekanan pada arus kas.
4. Membantu mengatur arus kas
Dengan mengetahui kebutuhan modal kerja, pemilik bisnis bisa memperkirakan kapan dana dibutuhkan dan kapan pemasukan diperkirakan diterima.
Cara Menghitung Working Capital
Rumus working capital sebenarnya cukup sederhana.
Working Capital = Aset Lancar − Kewajiban Lancar
Contohnya, sebuah usaha memiliki:
- Kas Rp50 juta
- Piutang usaha Rp30 juta
- Persediaan Rp20 juta
Total aset lancarnya adalah Rp100 juta.
Di sisi lain, usaha tersebut memiliki:
- Utang supplier Rp40 juta
- Utang jangka pendek Rp20 juta
Total kewajiban lancarnya menjadi Rp60 juta.
Maka:
Rp100 juta − Rp60 juta = Rp40 juta
Artinya, working capital usaha tersebut adalah Rp40 juta.
Angka ini bisa menjadi salah satu gambaran mengenai posisi keuangan jangka pendek bisnis. Namun, angka working capital tidak sebaiknya dilihat sendirian karena kondisi tiap jenis usaha dan siklus bisnis bisa berbeda.
Apa Itu Net Working Capital?
Istilah net working capital juga cukup sering digunakan dalam pembahasan keuangan.
Dalam pengertian dasar, net working capital merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar. Dengan kata lain, rumusnya sama: Net Working Capital = Aset Lancar − Kewajiban Lancar
Karena itu, istilah working capital dan net working capital sering digunakan untuk menjelaskan posisi modal kerja bersih suatu bisnis.
Baca juga: Cara Dapatkan Modal Pinjaman agar Bikin Bisnismu Terus Berkembang
Apa Arti Working Capital Positif dan Negatif?
Kalau aset lancar lebih besar daripada kewajiban lancar, bisnis memiliki working capital positif.
Sebaliknya, kalau kewajiban lancar lebih besar daripada aset lancar, hasilnya menjadi working capital negatif.
Working capital positif secara sederhana menunjukkan adanya selisih aset lancar setelah dikurangi kewajiban lancar. Namun, bukan berarti angka positif otomatis menunjukkan bisnis dalam kondisi baik. Begitu juga working capital negatif tidak selalu bisa dinilai tanpa melihat konteks bisnisnya.
Siklus pembayaran dan penerimaan uang setiap industri bisa berbeda. Karena itu, kondisi modal kerja sebaiknya dilihat bersama dengan arus kas, perputaran persediaan, piutang, dan kewajiban bisnis lainnya.
Cara Mengelola Working Capital
Setelah mengetahui jumlah modal kerja, langkah berikutnya adalah memastikan penggunaannya tetap terkontrol.
1. Percepat penagihan piutang
Semakin lama pelanggan membayar, semakin lama pula uang tertahan di piutang. Buat jadwal penagihan dan pastikan pelanggan mengetahui tanggal jatuh tempo.
2. Jangan menumpuk persediaan
Stok yang terlalu banyak membuat dana tertahan dalam barang. Persediaan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan penjualan.
3. Atur pembayaran kepada supplier
Kalau memungkinkan, negosiasikan tempo pembayaran yang sesuai dengan siklus pemasukan bisnis. Hal ini dapat membantu menjaga arus kas tetap tersedia.
4. Pantau arus kas secara rutin
Jangan hanya melihat omzet. Perhatikan juga kapan uang masuk dan kapan pembayaran harus dilakukan.
5. Pisahkan kebutuhan operasional dan pengeluaran lainnya
Dengan pembagian yang jelas, lebih mudah mengetahui berapa dana yang benar-benar tersedia untuk menjalankan bisnis.
Baca juga: Apa Itu Modal Kerja? Arti, Fungsi, dan Cara Mengelolanya
Bagaimana Kalau Working Capital Tidak Mencukupi?
Kebutuhan modal kerja bisa meningkat ketika bisnis sedang berkembang, mendapatkan pesanan besar, atau harus menunggu pembayaran dari pelanggan dalam waktu tertentu.
Kalau kebutuhan tersebut bersifat produktif dan bisnis membutuhkan tambahan dana, Kredit Modal Kerja bisa menjadi salah satu opsi pembiayaan yang dipertimbangkan.
Bank Saqu menyediakan Kredit Modal Kerja untuk kebutuhan modal kerja usaha produktif, dengan tenor maksimal satu tahun dan pengajuan mulai dari Rp100 juta, dengan plafon akhir berdasarkan hasil analisis kredit.
Pembiayaan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis untuk mengembalikannya. Jadi, jangan mengambil dana lebih besar hanya karena fasilitasnya tersedia.
Pengelolaan modal kerja yang baik pada akhirnya bukan cuma soal punya dana lebih banyak. Yang tidak kalah penting adalah memastikan uang tersedia pada saat bisnis memang membutuhkannya.
Yuk, download Bank Saqu dan kenali berbagai solusi perbankan untuk mendukung kebutuhan finansial bisnis. Kalau usahamu membutuhkan tambahan modal untuk kebutuhan operasional yang produktif, Kredit Modal Kerja Bank Saqu juga bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.






