Jadi Solopreneur

Apa Itu Modal Kerja? Arti, Fungsi, dan Cara Mengelolanya

22 Sep 2026

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu,

Bisnis sudah berjalan, pesanan mulai bertambah, tapi uang di rekening terasa cepat berkurang.

Bukan berarti bisnis sedang rugi. Bisa jadi, sebagian dana sedang berputar untuk membeli stok, membayar supplier, menggaji karyawan, atau menutup biaya operasional sebelum pembayaran dari pelanggan masuk.

Dana yang digunakan untuk kebutuhan seperti inilah yang disebut modal kerja.

Buat pelaku usaha, modal kerja penting karena bisnis membutuhkan dana yang terus berputar agar kegiatan sehari-hari tetap berjalan.

Baca juga: Butuh Modal Usaha? Begini Cara Dapat Pinjaman Tanpa Jaminan, Cair Cepat!

Apa Itu Modal Kerja?

Modal kerja adalah dana yang digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional bisnis sehari-hari.

Kebutuhannya bisa berupa pembelian bahan baku, stok barang, pembayaran gaji, listrik, internet, transportasi, hingga biaya operasional lainnya.

Sederhananya, modal kerja membantu bisnis tetap berjalan sambil menunggu pendapatan dari penjualan masuk.

Modal kerja berbeda dengan dana untuk membeli aset jangka panjang. Pembelian mesin produksi atau kendaraan operasional lebih berkaitan dengan investasi bisnis. Sementara membeli bahan baku untuk memenuhi pesanan termasuk kebutuhan modal kerja.

Apa Fungsi Modal Kerja?

Modal kerja punya beberapa fungsi penting dalam operasional bisnis.

1. Membiayai kebutuhan sehari-hari

Bisnis tetap membutuhkan pengeluaran meskipun pemasukan belum diterima. Modal kerja membantu membiayai kebutuhan rutin tersebut.

2. Menjaga ketersediaan stok

Bisnis dagang membutuhkan dana untuk membeli persediaan. Kalau stok kosong, kesempatan mendapatkan penjualan juga bisa ikut hilang.

3. Menjaga arus kas

Pemasukan dan pengeluaran bisnis tidak selalu terjadi bersamaan. Pelanggan bisa membayar 30 atau 60 hari setelah barang dikirim, sementara supplier perlu dibayar lebih cepat.

Modal kerja membantu mengisi jeda tersebut.

4. Mendukung pertumbuhan bisnis

Ketika pesanan meningkat, kebutuhan modal kerja biasanya ikut naik. Bisnis membutuhkan dana tambahan untuk membeli lebih banyak bahan, menambah stok, atau memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Contoh Modal Kerja

Penggunaan modal kerja berbeda-beda tergantung jenis bisnis.

Bisnis kuliner membutuhkan dana untuk membeli bahan makanan, kemasan, membayar tenaga kerja, dan biaya operasional dapur.

Bisnis retail menggunakan modal kerja untuk membeli stok barang sebelum dijual kembali.

Sementara bisnis jasa bisa menggunakannya untuk membayar karyawan, software, pemasaran, transportasi, dan kebutuhan operasional lainnya.

Cara Menghitung Kebutuhan Modal Kerja

Kebutuhan modal kerja setiap bisnis tentu berbeda. Salah satu cara sederhana adalah menghitung total pengeluaran operasional dalam periode tertentu.

Sebagai gambaran, sebuah usaha membutuhkan:

  • Bahan baku dan stok: Rp20 juta 
  • Gaji: Rp10 juta 
  • Operasional: Rp5 juta 
  • Pengeluaran lainnya: Rp5 juta 

Total kebutuhan operasionalnya mencapai sekitar Rp40 juta per bulan.

Namun, angka tersebut belum tentu menjadi jumlah modal kerja yang harus tersedia. Kamu juga perlu melihat kapan pelanggan membayar dan kapan kewajiban kepada supplier harus dilunasi.

Karena itu, pencatatan cash flow menjadi penting. Dengan begitu, kamu bisa melihat kapan bisnis berpotensi kekurangan dana meskipun penjualan sedang bagus.

Cara Mengelola Modal Kerja

1. Pisahkan uang bisnis dan pribadi

Gunakan rekening berbeda agar pemasukan dan pengeluaran usaha lebih mudah dipantau.

2. Pantau arus kas

Catat uang yang masuk dan keluar secara rutin. Jangan hanya melihat omzet atau saldo rekening.

3. Kelola stok

Hindari membeli persediaan terlalu banyak jika belum dibutuhkan. Stok yang menumpuk berarti ada dana bisnis yang tertahan dalam bentuk barang.

4. Perhatikan piutang

Kalau pelanggan menggunakan sistem pembayaran tempo, catat tanggal jatuh tempo dan lakukan penagihan sesuai kesepakatan.

5. Siapkan dana cadangan

Bisnis bisa menghadapi kenaikan harga bahan, pesanan mendadak, atau kebutuhan operasional yang tidak terduga. Dana cadangan dapat membantu menghadapi kondisi tersebut.

Baca juga: Pinjaman Jangka Pendek: Arti, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Saat Modal Kerja Kurang, Apa Solusinya?

Kebutuhan modal kerja biasanya meningkat ketika bisnis sedang tumbuh. Pesanan bertambah, tetapi pembayaran pelanggan belum masuk. Pada kondisi seperti ini, tambahan pembiayaan bisa menjadi salah satu pilihan.

Kredit Modal Kerja Bank Saqu merupakan pinjaman jangka pendek dengan tenor maksimal satu tahun untuk membiayai kebutuhan modal kerja usaha produktif. Jumlah pinjaman yang dapat diajukan mulai dari Rp100 juta, sementara plafon maksimal disesuaikan dengan hasil analisis kredit. 

Saat ini, Kredit Modal Kerja Bank Saqu memiliki suku bunga efektif sekitar 11% per tahun, provisi 1% per tahun, dan biaya administrasi Rp1 juta. Ketentuan tersebut dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku. 

Mulai dari Aplikasi Bank Saqu

Kalau kamu sedang mengembangkan usaha dan ingin mempelajari pilihan pembiayaan dari Bank Saqu, kamu bisa mulai dengan men-download aplikasi Bank Saqu dan membuka rekening.

Setelah menjadi nasabah, kamu bisa mengakses berbagai layanan perbankan Bank Saqu sesuai dengan kriteria dan ketentuan masing-masing produk.

Perlu diingat, pengajuan Kredit Modal Kerja tetap melalui proses analisis kredit dan memenuhi persyaratan yang berlaku. Jadi, pastikan jumlah pembiayaan yang diambil memang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan bisnis untuk membayarnya.

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.