Kalau direncanakan dengan benar, tabungan umroh bisa disiapkan dalam waktu satu tahun. Bukan cuma buat yang gajinya besar, tapi juga buat kamu yang penghasilannya masih terbatas.
Artikel ini dibuat buat kamu yang masih awam soal keuangan dan ingin mulai menyiapkan tabungan umroh dengan cara yang masuk akal. Simak sampai selesai, ya!
Kenapa Tabungan Umroh Perlu Disiapkan dari Sekarang?
Biaya umroh dari Indonesia rata-rata berada di kisaran Rp25 juta sampai Rp35 juta, tergantung paket dan waktu keberangkatan. Angka ini memang terasa besar kalau dilihat sekaligus. Tapi ceritanya akan beda kalau dipecah jadi target bulanan.
Contoh sederhananya:
- Target biaya umroh: Rp30 juta
- Waktu persiapan: 12 bulan
- Target tabungan per bulan: sekitar Rp2,5 juta
Kelihatannya berat di awal, tapi sebenarnya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Yang penting, kamu tahu arahnya dan mulai dari sekarang.
Cara Mengumpulkan Tabungan Umroh
Berikut ini ada beberapa cara mengumpulkan tabungan umroh:
1. Tentukan Target Umroh yang Jelas dan Realistis
Langkah paling awal dalam menyiapkan tabungan umroh adalah punya target yang jelas. Kedengarannya sepele, tapi justru ini yang sering dilewatkan.
Banyak orang ingin umroh, tapi tidak pernah benar-benar menentukan kapan. Akhirnya, niatnya ada, tapi tabungannya jalan di tempat.
Coba tentukan:
- Tahun dan perkiraan bulan keberangkatan
- Mau ambil paket reguler atau plus
- Berangkat sendiri atau bersama keluarga
2. Cari Tahu Gambaran Biaya Umroh Sejak Awal
Banyak orang malas menghitung karena takut kaget. Padahal, justru dengan tahu gambaran biayanya dari awal, kamu bisa menyusun rencana dengan lebih tenang dan masuk akal.
Secara umum, biaya umroh biasanya mencakup beberapa komponen utama, seperti:
- Paket perjalanan dari travel umroh
- Tiket pesawat dan hotel
- Visa dan dokumen perjalanan
- Vaksin meningitis
- Perlengkapan ibadah
- Uang saku selama di Tanah Suci
Biaya umroh bisa berbeda-beda tergantung musim keberangkatan dan tingkat kepadatan jamaah. Umroh di luar musim ramai biasanya cenderung lebih terjangkau dan suasananya juga lebih nyaman.
Dengan mengetahui gambaran biaya ini, kamu bisa menyusun tabungan umroh secara realistis. Bukan berdasarkan perkiraan kasar, tapi berdasarkan kebutuhan yang memang akan kamu hadapi.
3. Pisahkan Tabungan Umroh dari Uang Sehari-hari
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah mencampur tabungan umroh dengan uang belanja. Awalnya niat menabung, tapi karena dananya ada di satu rekening yang sama, lama-lama kepakai juga untuk keperluan lain.
Solusi paling aman adalah memisahkan tabungan umroh dari uang sehari-hari. Kamu bisa:
- Membuat rekening khusus tabungan umroh
- Tidak menggabungkannya dengan rekening gaji
- Tidak terlalu sering mengecek saldonya
Anggap uang tabungan umroh ini bukan milik kamu untuk sekarang. Uang ini punya tujuan yang lebih besar dan sebaiknya tidak disentuh kecuali untuk kebutuhan umroh.
4. Biasakan Nabung di Awal
Kalau nunggu sisa, biasanya nggak pernah ada sisanya. Karena itu, menabung harus dilakukan di awal.
Begitu gaji masuk:
- Sisihkan dulu tabungan umroh
- Baru atur kebutuhan bulanan
- Sisanya boleh dipakai
Cara ini jauh lebih efektif dan bikin tabungan umroh tetap jalan meski pengeluaran bulanan cukup padat.
5. Gunakan Autodebet Supaya Nggak Lupa Nabung
Kalau kamu termasuk orang yang sering lupa menabung atau gampang tergoda belanja, fitur autodebet bisa sangat membantu. Dengan autodebet, uang tabungan umroh akan otomatis dipindahkan setiap bulan.
Keuntungannya:
- Uang langsung masuk ke tabungan umroh
- Kamu tidak perlu mengingat tanggal menabung
- Risiko lupa jadi jauh lebih kecil
Pelan-pelan, kebiasaan ini bikin proses menabung terasa lebih ringan dan tidak terasa membebani.
6. Kurangi Pengeluaran Kecil
Nabung umroh bukan berarti hidup jadi serba pelit. Tapi ada pengeluaran kecil yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa bikin hidup terasa berat.
Contoh sederhana:
- Ngopi tiap hari jadi beberapa kali seminggu
- Jajan online karena promo
- Langganan aplikasi yang jarang dipakai
Penghematan kecil ini bisa dialihkan ke tabungan umroh. Dalam setahun, jumlahnya bisa cukup besar.
7. Cari Tambahan Penghasilan Jika Memungkinkan
Kalau target tabungan umroh terasa berat, kamu bisa cari pemasukan tambahan. Nggak harus besar, yang penting rutin. Beberapa opsi yang cukup realistis:
- Freelance sesuai kemampuan
- Jual barang yang jarang dipakai
- Usaha kecil-kecilan online
- Jastip saat ada kesempatan
Anggap penghasilan tambahan ini sebagai jalan pintas yang halal dan masuk akal buat mempercepat tabungan umroh.
8. Jangan Simpan Tabungan Umroh dalam Bentuk Tunai
Menyimpan uang tunai terlihat praktis, tapi risikonya besar. Mulai dari hilang, kepakai tanpa sadar, sampai nilainya tergerus inflasi.
Melansir data dari World Bank, inflasi membuat nilai uang terus menurun dari tahun ke tahun. Artinya, menyimpan uang di tempat yang aman dan terpisah jauh lebih bijak.
Tabungan umroh sebaiknya:
- Aman
- Mudah dipantau
- Tidak gampang diambil
9. Jaga Niat dan Konsistensi Selama Proses Menabung
Menyiapkan tabungan umroh bukan cuma soal angka, tapi juga soal niat dan konsistensi. Ada masa capek, ada kondisi darurat, ada godaan buat berhenti.
Di titik ini, ingat lagi:
- Kenapa kamu ingin umroh
- Untuk siapa perjalanan ini
- Apa maknanya buat hidupmu
Dengan perencanaan yang rapi dan kebiasaan yang konsisten, tabungan umroh dalam waktu satu tahun bukan hal mustahil.
Selama targetnya jelas dan caranya sesuai dengan kondisi keuangan kamu, prosesnya akan terasa lebih ringan dan masuk akal.
Biar makin praktis, kamu juga bisa manfaatkan layanan perbankan digital yang memudahkan pengelolaan tabungan.
Lewat aplikasi Bank Saqu, kamu bisa memisahkan tabungan umroh dari uang harian, mengatur alokasi dana, dan memantau progres tabungan kapan saja tanpa ribet.
Kalau kamu ingin mulai lebih rapi dan terarah dari sekarang, yuk, unduh aplikasinya via App Store atau Google Play Store sekarang juga!





