Hi Warga,
Saat musim hujan, salah satu masalah rumah yang paling sering muncul adalah atap bocor. Jika dibiarkan terlalu lama, kebocoran bisa merusak plafon, dinding, hingga struktur atap.
Karena itu penting untuk mengetahui biaya renovasi rumah akibat kebocoran, sehingga kamu bisa menyiapkan budget perbaikan sebelum kerusakan menjadi lebih besar.
Lalu, sebenarnya berapa biaya renovasi rumah karena atap bocor?
Estimasi Biaya Renovasi Rumah
Biaya renovasi rumah sangat tergantung pada tingkat kerusakan. Namun secara umum, perbaikan kebocoran biasanya terbagi dalam beberapa level berikut.
1. Perbaikan Genteng atau Titik Bocor
Jika kebocoran hanya terjadi pada beberapa bagian genteng yang bergeser atau retak, perbaikannya biasanya cukup sederhana.
Estimasi biaya: Rp500.000 – Rp2.000.000
Biaya ini biasanya mencakup penggantian genteng serta jasa tukang untuk memperbaiki posisi atap.
Menurut laporan detikProperti, perbaikan ringan pada area atap rumah bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah, tergantung jumlah genteng yang perlu diganti dan tingkat kesulitan pengerjaan.
2. Perbaikan Plafon yang Terkena Air
Jika kebocoran sudah merembes hingga plafon, biasanya plafon akan berubah warna, menggelembung, atau bahkan jebol.
Estimasi biaya: Rp1.500.000 – Rp5.000.000
Biaya tergantung pada luas plafon yang perlu diganti serta jenis material yang digunakan.
Liputan6 juga mencatat bahwa kerusakan plafon akibat kebocoran bisa meningkatkan biaya renovasi karena perlu mengganti material serta melakukan pengecatan ulang.
3. Waterproofing Atap
Jika rumah sering mengalami kebocoran saat hujan deras, biasanya diperlukan pelapisan waterproofing agar air tidak lagi merembes.
Estimasi biaya: Rp50.000 – Rp150.000 per meter persegi.
Waterproofing sering digunakan pada atap beton atau dak untuk memperpanjang daya tahan atap terhadap air hujan.
4. Renovasi Sebagian Atap Rumah
Jika kerusakan sudah cukup parah, misalnya struktur rangka atap atau banyak genteng yang rusak, renovasi sebagian atap mungkin diperlukan.
Estimasi biaya: Rp10 juta – Rp30 juta
Biaya ini biasanya mencakup:
- pembongkaran atap lama
- penggantian rangka atau genteng
- pemasangan kembali struktur atap
Contoh Simulasi Biaya Renovasi Rumah Bocor
Misalnya sebuah rumah mengalami kebocoran pada area ruang tamu seluas sekitar 3x4 meter.
Simulasi biaya kira-kira bisa seperti ini:
- Perbaikan genteng: Rp1.000.000
- Penggantian plafon: Rp2.500.000
- Waterproofing area bocor: Rp1.800.000
- Total estimasi biaya renovasi: Rp5.300.000
Tentu saja angka ini bisa berbeda tergantung kondisi rumah dan harga material di masing-masing daerah.
Kenapa Renovasi Rumah Perlu Budget Cadangan?
Satu hal yang sering terjadi saat renovasi rumah adalah munculnya kerusakan tambahan yang sebelumnya tidak terlihat.
Misalnya:
- rangka atap yang lapuk
- talang air rusak
- dinding yang ikut lembap
Karena itu banyak kontraktor menyarankan menyiapkan dana cadangan sekitar 10–20% dari total biaya renovasi untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan.
Dengan begitu, proses renovasi bisa berjalan lebih lancar tanpa membuat kondisi keuangan terasa berat.
Kalau Dana Renovasi Belum Siap, Apa Solusinya?
Tidak semua renovasi rumah bisa menunggu sampai tabungan terkumpul. Apalagi jika kebocoran sudah cukup parah dan berisiko merusak bagian rumah lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, sebagian orang memilih menggunakan solusi pembiayaan yang fleksibel agar renovasi bisa segera dilakukan.
Saku Kredit dari Bank Saqu bisa membantu menyediakan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan, termasuk renovasi rumah.
Dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor hingga 24 bulan, kamu bisa menyesuaikan cicilan dengan kondisi keuanganmu.
Jadi renovasi rumah bisa segera dilakukan, tanpa harus menguras tabungan sekaligus.





