Menabung adalah kebiasaan yang perlu dipupuk sejak dini agar si kecil terbiasa. Terlebih saat ia mulai bersekolah, kamu bisa mengenalkan cara menabung anak sekolah dengan metode yang membuatnya semangat menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
Ada beragam cara untuk mengajak si kecil konsisten menabung. Artikel kali ini akan memberikankanmu beberapa cara menabung yang bisa langsung kamu terapkan di rumah bersama anak. Yuk, simak selengkapnya!
BACA JUGA: Bagaimana Cara Menabung untuk Pendidikan Anak? Ini Cara Simpel Biar Lebih Siap
Kenapa Menabung Penting Diajarkan ke Anak?
Menabung sejak sekolah membantu anak mengerti nilai uang dan membedakan kebutuhan dari keinginan. Anak jadi tidak mudah boros, karena ia hanya akan mendapatkan keinginannya setelah tabungan terkumpul.
Usia anak-anak juga lebih mudah untuk diajarkan menabung. Dengan wawasan yang masih terbatas, periode usia dini adalah momen paling tepat untuk menanamkan kebiasaan menabung, sebelum pola perilakunya makin sulit diubah.
Jika sudah terbiasa menabung, nominal menabungnya pun akan lebih besar seiring dewasa. Jadi, semakin dini orang tua mendampingi anak menabung, kebiasaan menabung anak akan terus berjalan dalam jangka panjang.
Cara Menabung Anak Sekolah yang Efektif
Cara menabung anak sekolah yang tepat dimulai dengan menentukan tujuan menabung, lalu lanjutkan ke tahap berikutnya sedikit demi sedikit. Berikut ini adalah beberapa caranya:
1. Ajak Anak Membuat Tujuan Menabung
Riset "The Impact of Strategies on Young Children’s Saving for The Future" membuktikan kalau mengajak anak membayangkan serunya memiliki barang impian dari tabungan membuat anak lebih semangat menabung. Kamu bisa bantu dengan menempelkan gambar barang incarannya di dekat celengan supaya anak konsisten menysihkan uang.
2. Pisahkan Kebutuhan dan Keinginan
Membedakan kebutuhan dan keinginan dengan pendekatan yang mudah dipahami membantu anak lebih jeli menilai uang. Kalau anak sudah tahu perbedaannya, keinginan menabungnya jadi lebih tinggi dibandingkan membeli barang yang ia mau.
3. Sisihkan Uang Saku Secara Rutin
Kalau kamu khawatir sisa uang saku terlalu sedikit untuk ditabung, coba ajarkan buat menyisihkan sebagian uang saku sebelum digunakan untuk kebutuhan sekolah dan jajan. Cara ini membantu target menabung lebih mudah tercapai.
4. Menabung di Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)
Selain celengan di rumah, kamu juga bisa ajarkan anak menabung di rekening tabungan pelajar seperti SimPel (Simpanan Pelajar) yang dicetuskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rekening SimPel tersedia di beberapa bank di Indonesia. Dalam Generic Model Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel IB), buka rekening SimPel hanya perlu setoran awal Rp5.000 di bank konvensional atau Rp1.000 di bank syariah.
Rekening juga bebas biaya administrasi, jadi tidak perlu khawatir tabungan anak akan berkurang. Dan yang paling penting, menabung di bank jadi lebih terawasi karena tarik tunai wajib didampingi oleh orang tua.
Cara Menabung 1 Juta per Bulan untuk Anak Sekolah
Mencapai tabungan Rp1 juta dalam satu bulan bukan hal yang sulit kalau cara menabung anak sekolah di atas sudah diterapkan.
Cara menabung Rp1 juta per bulan dimulai dari menyisihkan sekitar Rp33.000 per hari. Agar nominalnya genap Rp1 juta, coba skema berikut:
- Tanggal 1: Sisihkan Rp34.000 (khusus hari pertama).
- Tanggal 2 - 30: Sisihkan Rp33.000 per hari (29 hari x Rp33.000 = Rp957.000).
- Total terkumpul: Rp34.000 + Rp957.000 = Rp1.000.000.
Semakin besar uang saku yang disisihkan per harinya, tabungan juga akan lebih cepat terkumpul, bahkan sebelum tanggal 30.
Namun, untuk mengejar target tabungan satu juta per bulan, sesuaikan uang saku anak supaya kebutuhannya sehari-hari selama di sekolah juga tetap tercukupi.
Tips Menabung agar Anak Lebih Mudah Capai Target
Selain mencoba cara menabung Rp1 juta per bulan, kamu bisa membantu anak selama proses menabung dengan beberapa tips berikut:
- Siapkan anak bekal: Agar pengeluaran di kantin berkurang, kamu bisa bantu anak menyiapkan bekal makan dan minum dari rumah.
- Bantu anak mengurangi jajan: Ingatkan anak buat kurangi frekuensi beli camilan atau barang yang bisa ditunda. Lakukan dengan konsisten supaya uang yang tidak terpakai bisa disisihkan ke tabungan.
- Buat anggaran harian atau mingguan: Libatkan anak saat menyusun dan membagi uang harian agar ia semakin paham dengan pengaturan finansial dan disiplin memakai uang sakunya.
BACA JUGA: Biaya Sekolah Swasta: Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Wujudkan Target Tabungan Anak Lebih Cepat & Praktis dengan Tabungmatic Bank Saqu
Berbagai cara menabung anak sekolah di atas bisa mulai kamu praktikkan bersama anak mulai dari sekarang. Sebagai orang tua, pastikan selalu konsisten engingatkan dan mengajak anak menabung, agar kebiasaannya terus terbentuk.
Selain dipraktikkan di rumah, kamu juga bisa mendukung proses menabung lewat berbagai fitur dari Bank Saqu, seperti:
- Saku Nabung: Menabung sambil menikmati tabungan yang bertambah dari suku bunga kompetitif.
- Tabungmatic: Menabung otomatis dari transaksi harian, dimana setiap transaksi dibulatkan dan selisihnya masuk ke Saku Booster.
- Saku Kredit: Opsi untuk memenuhi kebutuhan tidak terduga ataupun kebutuhan pendidikan anak dengan limit Rp500 ribu sampai Rp30 juta.
Ketiga fitur ini bisa kamu kombinasikan sesuai kebutuhan, mulai dari menabung rutin sampai jaga-jaga untuk kebutuhan mendadak. Jadi, si kecil punya pegangan yang cukup saat nanti ia membutuhkan uang tabungannya.
Yuk, mulai atur strategi menabung yang paling pas untuk anak bersama Bank Saqu. Download aplikasi bank Saqu dan kelola semuanya hanya dari satu aplikasi!
Referensi
- Otoritas Jasa Keuangan. Generic Model Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel IB). 2020. Diakses dari https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Upaya-Meningkatkan-Inklusi-Keuangan-Melalui-Pembuatan-Generic-Model-Pembiayaan-Melawan-Rentenir-dan-Simpanan-Pelajar.aspx
- Bauer, I. M., & Wrosch, C. (2011). The impact of strategies on young children's saving for the future. Journal of Experimental Child Psychology.






