Saku 101

Bagaimana Cara Menabung untuk Pendidikan Anak? Ini Cara Simpel Biar Lebih Siap

21 Apr 2026

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu, 

Biaya pendidikan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari uang pangkal, SPP, hingga kebutuhan penunjang seperti buku dan kegiatan sekolah, semuanya perlu dipersiapkan sejak dini.

Menurut data Badan Pusat Statistik, seperti dilansir Kompas.com, biaya pendidikan termasuk salah satu komponen pengeluaran rumah tangga yang terus mengalami kenaikan. Bahkan, beberapa studi perencanaan keuangan menyebutkan kenaikan biaya pendidikan bisa mencapai 10–15% per tahun.

Artinya, kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, kebutuhan ini bisa terasa semakin berat di masa depan.

Kenapa Menabung untuk Pendidikan Anak Perlu Dimulai Lebih Awal?

Semakin cepat kamu mulai, semakin ringan nominal yang perlu disisihkan.

Selain itu, kamu juga punya waktu untuk:

  • mengantisipasi kenaikan biaya pendidikan
  • menyesuaikan target jika kondisi keuangan berubah
  • membangun kebiasaan menabung secara konsisten

Dalam konsep Perencanaan Keuangan, waktu adalah faktor penting karena membantu kamu menyebarkan beban keuangan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting agar kamu segera menyiapkan dana pendidikan anak. 

Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Berikut ini adalah cara menyiapkan dana pendidikan anak yang bisa kamu lakukan: 

1. Tentukan Target Dana Pendidikan

Langkah pertama adalah mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan.

Kamu bisa mulai dari:

  • riset biaya sekolah saat ini
  • menentukan jenjang pendidikan yang ingin dipersiapkan
  • memperkirakan kenaikan biaya ke depan

Sebagai gambaran, jika biaya masuk sekolah saat ini Rp20 juta, dengan asumsi kenaikan 10% per tahun, dalam 5 tahun bisa meningkat signifikan.

Dengan target yang jelas, kamu bisa lebih mudah menentukan strategi menabung.

2. Hitung Kemampuan Menabung Bulanan

Setelah punya target, sesuaikan dengan kondisi keuangan kamu saat ini.

Menurut prinsip dasar dalam Perencanaan Keuangan, alokasi tabungan ideal biasanya berada di kisaran 10–20% dari penghasilan, tergantung kebutuhan masing-masing keluarga.

Tidak perlu memaksakan nominal besar di awal. Yang penting adalah konsistensi.

Baca juga: Apa Saja Macam-Macam Kebutuhan Manusia? Ketahui Faktor yang Mempengaruhinya

3. Pisahkan Tabungan Pendidikan dari Dana Lain

Salah satu penyebab gagalnya target tabungan adalah dana yang tercampur.

Tanpa pemisahan:

  • dana pendidikan bisa terpakai untuk kebutuhan lain
  • progres tabungan sulit dipantau

Untuk menghindari hal ini, kamu bisa memisahkan tabungan berdasarkan tujuan.

Kamu bisa menggunakan Saku dari Bank Saqu untuk memisahkan tabungan dan dana harian. Melalui produk Saku dari Bank Saqu ini, kamu dapat: 

  • membuat kantong khusus untuk dana pendidikan anak dengan Saku Nabung yang memberikan bunga sebesar 3,5% p.a. 
  • menetapkan target tabungan dengan fitur Set Target
  • mengatur dana agar tidak tercampur dengan kebutuhan harian

Dengan pendekatan ini, pengelolaan keuangan jadi lebih terstruktur.

4. Gunakan Metode Menabung di Awal

Banyak orang menabung dari sisa pengeluaran. Padahal, cara ini sering tidak efektif.

Pendekatan yang lebih disarankan adalah:

  • menyisihkan dana di awal saat menerima penghasilan
  • menganggap tabungan sebagai kebutuhan utama

Metode ini dikenal sebagai prinsip “pay yourself first” dalam perencanaan keuangan, yang terbukti membantu meningkatkan konsistensi menabung.

Baca juga: Ketahui Cara Investasi Reksadana buat Pemula biar Makin Untung!

5. Manfaatkan Sistem Digital untuk Membantu Konsistensi

Mengelola tabungan secara manual bisa menjadi tantangan, terutama ketika pengeluaran harian cukup banyak.

Dengan solusi perbankan dengan layanan digital seperti Bank Saqu, kamu bisa:

  • memantau perkembangan tabungan secara real-time
  • mengatur beberapa tujuan keuangan dalam satu aplikasi
  • menjaga disiplin tanpa harus mencatat secara manual

Hal ini sejalan dengan tren peningkatan penggunaan layanan keuangan digital di Indonesia menurut Otoritas Jasa Keuangan, yang mendorong masyarakat untuk mengelola keuangan secara lebih efisien.

6. Evaluasi dan Sesuaikan Secara Berkala

Perencanaan keuangan bukan sesuatu yang statis.

Kamu perlu melakukan evaluasi secara rutin:

  • apakah target masih relevan
  • apakah nominal tabungan perlu ditingkatkan
  • apakah ada pengeluaran yang bisa dioptimalkan

Dengan evaluasi berkala, kamu bisa memastikan rencana tetap sesuai dengan kondisi keuangan.

Menyiapkan Pendidikan Anak Bisa Dimulai dari Sekarang

Menabung untuk pendidikan anak bukan soal langsung besar, melainkan soal konsistensi dan strategi.

Dengan langkah yang tepat:

  • kamu punya target yang jelas
  • tabungan lebih terarah
  • beban finansial di masa depan bisa lebih ringan

Mulai dari sekarang, dengan cara yang paling realistis buat kamu. Karena semakin cepat dimulai, semakin besar dampaknya pada masa depan.