Asupan Warga

Mau Buat Portofolio Investasi yang Menguntungkan? Cek Cara Menyusunnya

15 Jan 2026

thumbnail

Di era modern ini, mengelola keuangan bukan sekadar menabung, tetapi juga memastikan dana yang dimiliki bisa tumbuh lewat berbagai instrumen investasi. Salah satu konsep penting yang harus dipahami adalah portofolio investasi.

Dengan portofolio yang tepat, kamu bisa menyeimbangkan risiko dan imbal hasil, sekaligus mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun panjang.

Perlu diingat, portofolio investasi bukan hanya untuk investor berpengalaman atau mereka yang memiliki modal besar. Bahkan pemula bisa memulai dengan memahami prinsip diversifikasi, risiko, dan alokasi aset.

Makanya, untuk bantu warga Bank Saqu dalam menyusun strategi investasi yang sesuai profil risiko dan tujuan finansial, pelajari definisi, jenis, tujuan, dan cara menyusunnya agar investasi berjalan optimal.

Definisi Portofolio Investasi

Portofolio investasi adalah kumpulan aset keuangan yang dimiliki seorang investor, seperti saham, obligasi, reksa dana, deposito, hingga instrumen alternatif. Tujuannya adalah memaksimalkan keuntungan sekaligus mengelola risiko.

Melansir Vanguard, alih-alih menaruh seluruh dana di satu instrumen, portofolio memungkinkan dana tersebar sehingga potensi kerugian bisa diminimalkan.

Secara sederhana, portofolio bisa diibaratkan sebagai “keranjang investasi” yang berisi berbagai jenis aset. Semakin beragam isinya, semakin baik perlindungan terhadap risiko pasar. Misalnya, jika saham sedang turun, obligasi atau deposito bisa menyeimbangkan kerugian sementara. Selain itu, portofolio membantu investor lebih disiplin, karena ada struktur yang jelas mengenai alokasi aset.

Jenis Portofolio Investasi

Portofolio investasi bisa dibedakan berdasarkan tujuan, profil risiko, dan jenis aset yang dipilih. Beberapa jenis yang umum antara lain:

1. Portofolio konservatif

Memprioritaskan keamanan modal dengan risiko rendah. Biasanya terdiri dari obligasi, deposito, atau instrumen pasar uang. Cocok untuk pemula atau mereka yang mendekati tujuan finansial jangka pendek.

2. Portofolio moderat

Menyediakan keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil. Kombinasi antara saham, obligasi, dan reksa dana moderat biasanya dipilih.

3. Portofolio agresif

Fokus pada pertumbuhan modal jangka panjang dengan risiko tinggi. Mayoritas aset berupa saham atau instrumen dengan volatilitas tinggi. Cocok untuk investor muda yang punya horizon investasi panjang.

4. Portofolio tematik atau spesifik

Berfokus pada sektor atau tema tertentu, misalnya teknologi, energi terbarukan, atau pasar internasional. Strategi ini bisa mendatangkan imbal hasil tinggi tapi juga membawa risiko lebih besar.

Selain jenis portofolio berdasarkan risiko, investor juga bisa menyesuaikan portofolio sesuai dengan tujuan finansial, misalnya dana pendidikan, dana pensiun, atau dana darurat. Kombinasi tujuan dan profil risiko akan menentukan jenis portofolio yang ideal.

Tujuan Membuat Portofolio Investasi

Menyusun portofolio investasi bukan sekadar “menyimpan uang” di berbagai instrumen. Ada beberapa tujuan strategis:

1. Diversifikasi risiko

Dengan memiliki aset yang berbeda, potensi kerugian di satu instrumen bisa ditutupi oleh keuntungan instrumen lain.

2. Mengoptimalkan imbal hasil

Portofolio yang seimbang memungkinkan potensi keuntungan lebih tinggi dibanding menaruh semua dana di satu jenis investasi.

3. Menyesuaikan dengan tujuan finansial

Misalnya untuk dana pendidikan anak, membeli rumah, atau persiapan pensiun. Alokasi aset bisa disesuaikan dengan horizon waktu masing-masing tujuan.

4. Mengelola volatilitas pasar

Portofolio yang terdiversifikasi akan lebih stabil ketika pasar mengalami fluktuasi ekstrem.

Selain itu, tujuan lain yang sering terlupakan adalah efisiensi pajak. Dengan portofolio yang terencana, investor bisa meminimalkan pajak atas capital gain atau dividen dari beberapa aset.

Cara Menyusun Portofolio Investasi

Menyusun portofolio investasi membutuhkan strategi yang tepat. Berikut langkah-langkahnya, melansir Gotrade:

1. Tentukan tujuan investasi

Apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang? Tujuan ini akan menentukan jenis aset yang dipilih.

2. Kenali profil risiko

Apakah kamu investor konservatif, moderat, atau agresif? Semakin tinggi toleransi risiko, semakin banyak alokasi ke saham atau aset berisiko tinggi.

3. Pilih jenis aset

Saham, obligasi, reksa dana, deposito, atau kombinasi di antaranya. Pastikan setiap aset sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

4. Diversifikasi portofolio

Jangan menaruh seluruh dana di satu jenis investasi. Sebar di beberapa instrumen agar risiko bisa diminimalkan.

5. Tentukan proporsi alokasi

Misalnya 50% saham, 30% obligasi, 20% deposito. Proporsi ini bisa disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi pasar.

6. Evaluasi secara berkala

Pasar selalu berubah. Lakukan review portofolio minimal setiap 6–12 bulan untuk menyesuaikan alokasi aset jika diperlukan.

7. Gunakan instrumen tambahan

Deposito reguler bisa menjadi bagian dari portofolio untuk menyeimbangkan risiko, sekaligus memberikan bunga stabil.

Kesalahan Umum Saat Menyusun Portofolio Investasi

Selain memahami cara menyusun portofolio, penting juga mengenali kesalahan yang sering dilakukan pemula:

1. Tidak melakukan diversifikasi

Menaruh seluruh dana di satu instrumen meningkatkan risiko kerugian besar jika pasar turun.

2. Mengabaikan horizon investasi

Investasi jangka pendek membutuhkan instrumen berbeda dari jangka panjang. Salah memilih bisa membuat tujuan tidak tercapai.

3. Tidak mengevaluasi secara berkala

Pasar berubah, tetapi banyak investor malas menyesuaikan alokasi aset sehingga portofolio menjadi tidak seimbang.

4. Mengikuti tren pasar tanpa analisis

Membeli saham atau reksa dana hanya karena populer dapat meningkatkan risiko kerugian.

Mengenali kesalahan ini membantu investor membuat portofolio lebih matang, aman, dan sesuai dengan tujuan finansial.

Menyusun portofolio investasi yang tepat adalah kunci untuk mencapai tujuan finansial dengan aman dan terukur. Diversifikasi aset, pemilihan instrumen sesuai profil risiko, dan evaluasi berkala membuat investasi lebih optimal.

Kalau kamu ingin mulai investasi dengan cara yang mudah dan aman, Deposito Reguler Bank Saqu bisa jadi pilihan. Mulai dari Rp1 juta, dengan bunga tinggi, kamu bisa menumbuhkan dana untuk masa depan sekaligus melengkapi portofolio investasi.

Klik di sini untuk download aplikasinya dan mulai investasi!