Jadi Solopreneur

6 Ide Jualan yang Laku di Rumah dengan Modal Terjangkau

21 Okt 2026

thumbnail

Banyak yang punya pertanyaan, kira-kira jualan apa yang laku di rumah? Kalau bisa yang modalnya rendah. Kamu bisa mencoba menjual camilan kemasan, minuman segar, gorengan, frozen food, jasa titip belanja, atau paket sayur siap masak. Pilihan usaha ini bisa dimulai dari rumah dengan menyesuaikan modal, keterampilan, dan kebutuhan calon pelanggan di sekitar tempat tinggalmu.

Agar peluang usaha lebih besar, pilih produk yang memiliki permintaan cukup stabil, bahan bakunya mudah diperoleh, dan biaya operasionalnya sesuai dengan anggaran. Kamu juga bisa memulai dalam skala kecil untuk menguji minat pembeli sebelum menambah stok atau memperluas variasi produk. Berikut enam ide jualan yang bisa kamu pertimbangkan.

BACA JUGA: 10 Usaha Modal Kecil yang Menguntungkan dan Cocok untuk Pemula

1. Camilan Kemasan dengan Berbagai Pilihan Rasa

Menjual camilan dalam kemasan kecil bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin memulai bisnis rumahan. Produk seperti makaroni pedas, basreng, keripik pisang, dan keripik singkong memiliki beragam pilihan rasa yang dapat disesuaikan dengan selera konsumen.

Salah satu cara memulainya adalah membeli camilan dari pemasok dalam jumlah besar, kemudian membaginya menjadi kemasan yang lebih kecil. Tambahkan label produk, informasi komposisi, dan desain kemasan yang menarik agar produk terlihat lebih profesional.

Keunggulan usaha ini:

  • Bisa dimulai dengan jumlah stok yang terbatas sesuai anggaran.
  • Produk relatif mudah disimpan jika dikemas dengan baik dan mengikuti petunjuk penyimpanan.
  • Penjualan dapat dilakukan melalui media sosial, marketplace, atau sistem titip jual di warung sekitar rumah.

Agar lebih mudah menarik perhatian pembeli, kamu bisa menawarkan beberapa varian, misalnya basreng daun jeruk, makaroni pedas, dan keripik singkong balado. Lakukan uji coba dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk mengetahui rasa yang paling diminati.

2. Minuman Segar dan Es Teh Jumbo

Kamu tinggal dekat dengan kawasan perkantoran? Minuman segar dan es teh jumbo bisa jadi pilihan. Kamu juga bisa menjual es coklat, hingga es kopi susu. 

Untuk memulai, kamu tidak harus langsung menyediakan banyak menu. Pilih dua atau tiga varian yang mudah dibuat agar pembelian bahan baku dan proses produksi lebih efisien.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan resep dengan takaran konsisten agar rasa minuman tidak berubah-ubah.
  • Hitung biaya teh, gula, susu, es batu, gelas, tutup, dan sedotan sebelum menentukan harga jual.
  • Pastikan air dan es yang digunakan aman serta peralatan produksi selalu bersih.

Kamu juga bisa menyediakan pilihan ukuran gelas, misalnya 16 oz dan 22 oz. Dengan begitu, pelanggan dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

3. Gorengan dan Jajanan Pasar

Gorengan dan jajanan tradisional termasuk produk yang bisa dijual dari rumah dengan menyasar pelanggan di lingkungan sekitar. Contohnya adalah bakwan, tahu isi, pisang crispy, risol mayo, klepon, dadar gulung, dan putu ayu.

Bahan baku untuk membuat produk tersebut umumnya tersedia di pasar tradisional atau toko bahan makanan. Kamu bisa memulai dengan satu atau dua jenis jajanan yang paling diminati calon pelanggan, kemudian menambah variasi setelah mengetahui pola permintaannya.

Agar produksi lebih terencana, pertimbangkan beberapa strategi berikut:

  • Mulai dari jumlah terbatas. Produksi sesuai perkiraan permintaan supaya tidak banyak makanan tersisa.
  • Tawarkan sistem pre-order. Kamu bisa menentukan sistem pre order h-1 atau h-2 tergantung kemampuanmu untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku. 
  • Jaga kualitas produk. Perhatikan kebersihan, kematangan, rasa, dan waktu penyajian.

Untuk memperluas pasar, kamu dapat menawarkan paket camilan untuk sarapan, teman minum teh, atau kudapan rapat kecil di lingkungan sekitar rumah.

4. Frozen Food Buatan Rumah

Frozen food bisa menjadi alternatif usaha bagi kamu yang ingin menawarkan makanan praktis untuk disimpan dan disajikan kapan saja. Produk yang dapat dipertimbangkan antara lain dimsum, siomay, tahu bakso, dan nugget buatan sendiri.

Model bisnis ini memungkinkan kamu memproduksi makanan berdasarkan pesanan atau menyediakan stok terbatas. Sistem pre-order dapat membantu memperkirakan jumlah produksi sehingga risiko kerugian akibat stok yang tidak terjual bisa ditekan.

Ada beberapa hal penting sebelum memulai usaha frozen food:

  1. Pilih resep yang memiliki kualitas rasa dan tekstur konsisten.
  2. Gunakan kemasan yang sesuai untuk penyimpanan beku.
  3. Sediakan fasilitas penyimpanan dengan suhu yang memadai dan terjaga.
  4. Pastikan kamu sudah mencantumkan petunjuk penyimpanan dan cara memasak produk dengan jelas. 

Jika modal masih terbatas, kamu bisa memulai dari satu produk andalan. Setelah permintaan mulai stabil, pertimbangkan untuk menambah variasi berdasarkan masukan pelanggan.

5. Jasa Titip Belanja Pasar Tradisional

Tidak semua usaha rumahan harus menjual produk yang diproduksi sendiri. Jasa titip belanja kebutuhan dapur juga dapat menjadi pilihan, terutama jika banyak tetangga memiliki kesibukan sehingga tidak sempat pergi ke pasar.

Kamu bisa menawarkan layanan pembelian sayuran, buah, ikan, daging, atau bumbu dapur berdasarkan daftar pesanan pelanggan. Pendapatan diperoleh dari biaya jasa yang disepakati, bukan semata-mata dari selisih harga barang.

Agar operasional lebih teratur, buat jadwal belanja tertentu, misalnya tiga kali seminggu. Kumpulkan pesanan sebelum berangkat ke pasar dan sepakati biaya jasa serta ongkos tambahan jika ada.

Usaha ini dapat dijalankan dengan modal barang yang relatif minim apabila pelanggan membayar uang muka atau menyediakan dana belanja terlebih dahulu. Namun, pastikan mekanisme pembayaran, pengembalian uang jika barang tidak tersedia, dan penggantian produk yang kualitasnya kurang baik sudah disepakati sejak awal.

6. Paket Sayur Siap Masak

Paket sayur siap masak atau vegetable meal kit menawarkan bahan makanan yang sudah disiapkan berdasarkan jenis masakan tertentu. Misalnya, satu paket berisi sayuran untuk sayur sop, sayur asem, atau capcay lengkap dengan bumbu yang dibutuhkan.

Konsep ini menyasar konsumen yang ingin memasak sendiri, tetapi memiliki waktu terbatas untuk mencuci, memotong, dan menyiapkan bahan. Produk bisa dijual dalam porsi satu hingga beberapa orang, menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

Untuk menjalankan usaha ini, perhatikan beberapa langkah berikut:

  • Pilih menu yang praktis. Mulai dengan dua atau tiga jenis paket yang bahan bakunya mudah diperoleh.
  • Tentukan ukuran porsi. Sesuaikan jumlah sayuran dengan kebutuhan rumah tangga agar harga jual tetap masuk akal.
  • Jaga kesegaran bahan. Simpan sayuran pada kondisi yang sesuai dan atur waktu pengemasan sedekat mungkin dengan jadwal pengiriman.
  • Gunakan sistem pesanan. Dengan mengetahui jumlah pesanan lebih awal, kamu bisa membeli bahan sesuai kebutuhan.

Kamu juga dapat menawarkan paket mingguan untuk pelanggan tetap. Pastikan setiap paket mencantumkan isi, berat atau jumlah bahan, serta petunjuk penyimpanan agar pelanggan mengetahui apa yang mereka beli.

Tips Memulai Usaha Rumahan agar Keuangan Lebih Teratur

Setelah menentukan produk yang ingin dijual, langkah berikutnya adalah mengelola modal dan pemasukan dengan disiplin. Usaha yang terlihat ramai belum tentu menghasilkan keuntungan jika pengeluaran tidak tercatat atau uang pribadi bercampur dengan uang bisnis.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:

1. Hitung modal dan biaya operasional

Catat pengeluaran untuk bahan baku, kemasan, peralatan, listrik, transportasi, dan biaya pemasaran. Perhitungan ini membantumu menentukan harga jual yang sesuai.

2. Pisahkan uang usaha dan uang pribadi

Hindari menggunakan seluruh hasil penjualan untuk kebutuhan pribadi. Sisihkan dana untuk membeli bahan baku kembali, membayar biaya operasional, dan mengembangkan usaha.

3. Evaluasi produk yang paling diminati

Catat jumlah penjualan, biaya, dan keuntungan setiap produk. Data ini dapat membantu menentukan produk mana yang layak dipertahankan atau dikembangkan.

4. Manfaatkan pemasaran digital

Gunakan WhatsApp, media sosial, atau marketplace untuk memperkenalkan produk. Foto yang jelas, informasi harga, dan cara pemesanan yang sederhana dapat membantu calon pelanggan mengambil keputusan.

5. Pantau arus kas secara rutin

Jangan hanya melihat total omzet. Perhatikan pula uang yang benar-benar diterima, tagihan yang belum dibayar, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk operasional berikutnya.

BACA JUGA: 15 Cara Bisnis Tanpa Modal, Cocok untuk Pemula

Kelola Transaksi Bisnis Rumahan dengan Bank Saqu

Menjalankan usaha dari rumah akan lebih terarah jika kamu membiasakan diri mencatat pemasukan dan mengatur pengeluaran sejak awal. Pengelolaan keuangan yang baik membantu kamu mengetahui berapa dana yang tersedia untuk belanja bahan baku, membayar kebutuhan operasional, dan mengembangkan bisnis.

Untuk membantu mengatur transaksi harian, kamu bisa mencoba Saku Transaksi dari Bank Saqu. Fitur ini dapat digunakan untuk kebutuhan pembayaran sehari-hari, seperti transfer antarbank, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, dan transaksi menggunakan QRIS sesuai ketentuan layanan yang berlaku.

Saku Transaksi juga dapat membantu memisahkan dana yang dialokasikan untuk pembayaran dan pengeluaran rutin dari dana yang disimpan untuk tujuan lain. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah memantau saldo yang tersedia untuk kebutuhan operasional usaha.

Yuk, install aplikasi Bank Saqu dan coba Saku Transaksi untuk membantu mengelola transaksi harianmu. Mulai dari usaha kecil di rumah, biasakan mengatur keuangan secara terencana agar kamu lebih siap mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya.

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.