Penghasilanmu bulan ini habis padahal tidak merasa belanja banyak? Bisa jadi, bukan soal boros, tapi soal belum tahu mana yang masuk kategori kebutuhan finansial dan mana yang sebenarnya bisa ditunda.
Banyak orang masih mencampur aduk antara kebutuhan dan keinginan dalam satu pos keuangan yang sama. Alhasil, anggaran bulanan sering jebol sebelum tanggal gajian berikutnya tiba.
Kalau kamu merasa relate, artikel ini hadir untuk bantu kamu memahami apa saja yang termasuk kebutuhan finansial dan bagaimana cara mengaturnya agar setiap rupiah punya tujuan yang jelas.
BACA JUGA: Pengeluaran Kecil yang Diam-diam Bikin Boros, Kamu Sadar Nggak?
Apa Itu Kebutuhan Finansial?
Kebutuhan finansial adalah semua pengeluaran untuk memastikan semua kebutuhan yang menunjang kehidupan berjalan dengan layak dan aman.
Tidak seperti keinginan yang sifatnya opsional, kebutuhan finansial adalah sesuatu yang wajib kamu penuhi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Sekali saja kebutuhan finansial tidak terpenuhi, maka konsekuensinya bisa mempengaruhi kestabilan hidup, mulai dari kesehatan terganggu, sampai kondisi finansial yang terganggu.
Apa Saja Kebutuhan Finansial yang Wajib Dipenuhi?
Bukan hanya biaya makan sehari-hari dan listrik. Berikut ini adalah jenis-jenis kebutuhan finansial yang paling umum:
1. Kebutuhan Dasar Hidup
Komponen pertama dari kebutuhan finansial adalah kebutuhan dasar hidup yang biasanya dialokasikan per bulan. Kebutuhan ini mencakup makanan, transportasi, listrik, air, dan tempat tinggal.
Karena sifatnya yang primer, jangan sampai pos ini terganggu, ya, supaya produktivitas dan kesehatanmu tidak ikut terdampak.
2. Biaya Kesehatan dan Proteksi
Biaya kesehatan bukan hanya soal bayar dokter saat sakit. Kebutuhan ini juga mencakup premi asuransi, medical check-up rutin, dan pengeluaran antisipatif lainnya.
Tanpa proteksi finansial yang memadai, satu kejadian tak terduga bisa menguras tabungan kamu dalam semalam.
3. Pendidikan dan Pengembangan Diri
Kebutuhan finansial di bidang pendidikan bukan hanya untuk membayar sekolah atau les anak, tapi juga untuk meningkatkan skill kamu sendiri.
Apalagi jika kamu adalah solopreneur atau freelance. Mengalokasikan dana khusus untuk kursus, pelatihan, atau sertifikasi bisa langsung berdampak pada potensi return yang cepat.
4. Dana Darurat
Salah satu pos yang sering terlewat dari daftar kebutuhan finansial adalah dana darurat. Padahal, dana ini akan menjadi penyelamat saat kamu terjebak dalam kondisi mendesak di luar rencana.
Dana darurat idealnya setara 3–6 kali pengeluaran bulanan untuk karyawan, dan 6–12 bulan untuk yang berpenghasilan tidak tetap. Kalau kamu siap dengan dana darurat, keadaan sesulit apapun tidak akan menyedot tabunganmu terlebih dulu.
5. Persiapan Masa Depan dan Hari Tua
Kondisi masa depan yang belum tentu stabil juga pelu kamu pikirkan. Untuk itu, kamu bisa siapkan dari sekarang dengan menyiapkan biaya pendidikan anak sampai dana pensiun
Nah, tabungan dan investasi adalah cara untuk memenuhi kebutuhan ini. Semakin awal kamu mulai menyisihkan dana, semakin ringan juga beban menyiapkan dana kedepannya.
Cara Mengatur Kebutuhan Finansial dengan Efektif
Setelah tahu apa saja yang termasuk kebutuhan finansial, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana pengelolaannya. Ada pendekatan unik yang bisa kamu coba.
1. Pakai Metode Pembagian 50 - 30 - 20
Sebelum membagi uang ke semua kebutuhan finansial yang kamu perlu penuhi, bagi dulu penghasilanmu dengan metode 50 - 30 - 20 untuk memisahkan mana uang untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan tabungan, seperti ini:
- 50% untuk kebutuhan: Tempat tinggal, makan, transportasi, dan tagihan
- 30% untuk keinginan: hiburan, makan di luar, dan belanja kebutuhan pendukung
- 20% untuk tabungan: dana darurat dan investasi
Misalnya, kamu adalah seorang karyawan yang berpenghasilan Rp6 juta per bulan, maka begini simulasinya:
- Kebutuhan: Rp6 juta x 50% = Rp3 juta
- Keinginan: Rp6 juta x 30% = Rp1,8 juta
- Tabungan: Rp6 juta x 20% = Rp1,2 juta
Jadi, tidak perlu khawatir. Meski ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, dengan menggunakan metode ini kamu tetap bisa menyisihkan sebagian uang untuk mendapatkan hal-hal yang kamu inginkan.
2. Pisahkan Pos Keuangan Kebutuhan
Cara paling efektif untuk membantu kamu tetap memenuhi semua kebutuhan finansial adalah dengan tidak mencampur semua uang dalam satu tempat.
Pisahkan pos untuk kebutuhan harian, dana darurat, dan kebutuhan lainnya ke tempat yang berbeda. Dengan pemisahan ini, kamu bisa langsung tahu berapa yang tersedia untuk masing-masing tujuan.
3. Evaluasi Pengeluaran Setiap Bulan
Penting tapi sering dilupakan. Padahal kamu hanya perlu meluangkan waktu 10–15 menit di akhir bulan untuk mengecek apakah pengeluaranmu di bulan itu sudah sesuai rencana atau belum.
Kalau kamu lakukan setiap bulan, semua pengeluaran yang sering jebol pasti jadi lebih mudah untuk dicek penyebabnya dan dicari solusinya supaya tidak terulang di bulan depan.
BACA JUGA: Pengeluaran Membengkak? Ini Cara Mengatur Keuangan saat Biaya Hidup Naik
Siap Buat Pos Keuangan yang Rapi? Coba Set Target Bersama Bank Saqu, Semua Kebutuhan Terpenuhi!
Memahami kebutuhan finansial adalah langkah awal yang membantu kamu mengetahui prioritas keuangan. Tapi, tanpa sistem pembagian yang tegas membuat semua rencana jadi sia-sia.
Untungnya, fitur Set Target di Bank Saqu bisa kamu manfaatkan dengan membuat tabungan yang terarah, mulai dari kebutuhan hidup, pendidikan, sampai liburan. Semua pos jadi dapat alokasi yang tepat waktu dengan Nabung Terjadwal, di mana fitur ini akan otomatis memindahkan dana sesuai jadwal yang kamu tentukan sendiri.
Apalagi dengan mengatur keuangan kamu di Set Target, uangmu bisa bertumbuh dengan berbunga 3,5% p.a., lho. Kebutuhan hidup tetap aman, tabunganmu diam-diam ikut cuan.
Yuk, buat langkah finansialmu punya arah yang jelas bersama Bank Saqu!





