Inspirasi Warga

Apa Itu Kebutuhan Sekunder? Ini Contoh dan Tips Mengelolanya

24 Agt 2026

thumbnail

Kebutuhan sekunder adalah jenis kebutuhan yang biasanya dipenuhi setelah memenuhi kebutuhan primer. Kebutuhan ini memang bukan kebutuhan pokok, tetapi tetap bisa menunjang kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan sekunder bisa muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa kebutuhan bahkan mungkin tidak dapat diprediksi karena warga Bank Saqu belum mengelolanya dengan baik.

Supaya warga Bank Saqu lebih paham cara mengatur kebutuhan, yuk pahami apa itu kebutuhan sekunder. Pelajari juga cara mengelolanya agar keuangan tetap teratur!

BACA JUGA: Apa Saja Macam-Macam Kebutuhan Manusia? Ketahui Faktor yang Mempengaruhinya

Apa Itu Kebutuhan Sekunder?

Menurut Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP., kebutuhan sekunder dipenuhi setelah kebutuhan primer dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan. Dengan kata lain, kebutuhan ini bukan penentu utama kelangsungan hidup, tetapi dapat menunjang kualitas hidup. 

Namun, kategori kebutuhan sekunder bisa berbeda pada setiap orang. Sesuatu yang dianggap sebagai kebutuhan sekunder oleh seseorang bisa menjadi kebutuhan yang penting bagi orang lain.

Misalnya, laptop mungkin menjadi kebutuhan sekunder bagi seseorang yang tidak memerlukan laptop untuk bekerja. Namun, bagi sebagian orang lainnya, laptop bisa menjadi kebutuhan yang utama.

Jadi, kebutuhan sekunder tidak hanya dinilai berdasarkan barangnya. Pertimbangkan juga kondisi dan kebutuhan yang diperlukan.

Contoh Kebutuhan Sekunder dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah memahami kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap, sekarang saatnya melihat contoh yang mungkin sering kamu temui.

1. Perabot Rumah Tambahan

Rak buku, meja kerja, karpet, atau dekorasi rumah dapat menjadi kebutuhan sekunder. Barang-barang ini bukan kebutuhan pokok, tetapi bisa membuat rumah terasa lebih nyaman dan mendukung aktivitas tertentu.

2. Perangkat Elektronik

Tablet, kamera, smartwatch, atau ponsel dengan spesifikasi lebih tinggi juga bisa termasuk kebutuhan sekunder. Terutama jika perangkat yang kamu miliki saat ini masih berfungsi dengan baik.

Namun, jika perangkat tersebut digunakan untuk pekerjaan utama, maka tidak lagi tergolong sebagai perangkat sekunder.

3. Pakaian Tambahan dan Aksesori

Pakaian tambahan, sepatu, tas, jam tangan, atau aksesori lainnya bisa menjadi kebutuhan sekunder. Kamu tetap membutuhkannya untuk menunjang aktivitas dan penampilan, tetapi jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Hiburan

Menonton film, berlangganan layanan hiburan, membeli buku, atau bermain gim juga dapat termasuk kebutuhan sekunder. Pengeluaran ini bisa menjadi bagian dari anggaran rekreasi selama tidak mengganggu kebutuhan utama.

5. Liburan

Liburan atau perjalanan wisata dapat menjadi kebutuhan sekunder karena bukan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Namun, kamu tetap boleh untuk mengalokasikan dana ini untuk hiburan.

6. Perlengkapan Hobi

Alat olahraga, perlengkapan fotografi, alat musik, atau perlengkapan hobi lainnya juga bisa termasuk kebutuhan sekunder. Perlengkapan tersebut digunakan hanya untuk aktivitas atau kepuasan pribadi saja.

Perbedaan Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier

Selain memahami apa itu kebutuhan sekunder, kamu juga perlu mengetahui perbedaannya dengan kebutuhan primer dan tersier yang dibahas Sadono Sukirno dalam buku Mikroekonomi: Teori Pengantar.

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Sementara itu, kebutuhan sekunder adalah berfungsi untuk melengkapi kebutuhan utama dan meningkatkan kenyamanan. Contohnya perabot tambahan, perangkat elektronik, hiburan, dan perlengkapan hobi.

Adapun kebutuhan tersier biasanya berkaitan dengan barang atau layanan yang bersifat mewah dan bukan prioritas. Contohnya kendaraan premium, perhiasan tertentu, atau barang bermerek dengan harga tinggi.

Namun, batas antara ketiga kebutuhan itu tidak selalu sama untuk setiap orang. Kondisi finansial, pekerjaan, lingkungan, dan kebutuhan pribadi dapat memengaruhi cara seseorang menentukan prioritas.

Tips Mengatur Pengeluaran untuk Kebutuhan Sekunder

Memenuhi kebutuhan sekunder tentu boleh, tetapi jangan sampai pengeluarannya membuat kebutuhan utama terabaikan. Supaya lebih teratur, coba terapkan beberapa tips berikut.

1. Dahulukan Kebutuhan Primer

Pastikan kebutuhan pokok, tagihan, dan kewajiban lainnya sudah dialokasikan sebelum menggunakan uang untuk kebutuhan sekunder.

2. Buat Anggaran Khusus

Tentukan batas dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan sekunder setiap bulan. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hal-hal yang diinginkan tanpa mengambil dana untuk kebutuhan lain.

3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kembali apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya sedang diinginkan. Kalau belum terlalu penting, kamu bisa menundanya.

4. Buat Skala Prioritas

Tidak semua kebutuhan sekunder harus dipenuhi sekaligus. Susun berdasarkan tingkat kepentingannya, lalu sesuaikan dengan kemampuan finansial.

5. Sisihkan Dana Sebelum Berbelanja

Kalau ingin membeli barang yang harganya cukup besar, kamu bisa menyiapkan dananya terlebih dahulu. Cara ini membuat pembelian lebih terencana dan membantu menghindari pengeluaran impulsif.

6. Evaluasi Pengeluaran

Luangkan waktu setiap bulan untuk melihat kembali pengeluaranmu. Dari sini, kamu bisa mengetahui apakah anggaran kebutuhan sekunder masih sesuai atau justru mulai terlalu besar.

Dengan memahami apa itu kebutuhan sekunder, kamu jadi bisa menentukan mana pengeluaran yang perlu diprioritaskan. Ingat! Memenuhi kebutuhan sekunder tetap boleh, asalkan dilakukan sesuai kemampuan dan rencana keuanganmu.

BACA JUGA: 7 Jenis Pengeluaran dan Cara Mengelolanya agar Tidak Boros!

Kelola Pengeluaran Kebutuhan Sekunder agar Lebih dengan Pakai Bank Saqu!

Memenuhi kebutuhan sekunder tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan utama. Kamu bisa membagi dana berdasarkan kategori agar lebih mudah memantau pengeluaran di setiap bulannya.

Bank Saqu menyediakan solusi untuk membantu warga Bank Saqu mengatur pengeluaran melalui Saku Transaksi. Kamu dapat memisahkan dana ke hingga 20 Saku serta memberi nama dan ikon Saku sesuai kebutuhan.

Kamu juga bisa menghubungkannya ke Kartu Debit Bank Saqu atau menggunakannya sebagai sumber dana QRIS. Dengan begitu, kamu bisa mengalokasikan dana untuk segala kebutuhan secara lebih terarah.

Atur pengeluaran bulananmu lebih efisien dengan download aplikasi Bank Saqu. Yuk, jadi bagian dari warga Bank Saqu!

Referensi:

  • Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP - EKONOMI PEMBANGUNAN: Teori dan Kajian Empirik Pembangunan Pedesaan
  • Sadono Sukirno - Mikroekonomi: Teori Pengantar
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.