Lari menjadi salah satu olahraga yang semakin populer karena bisa dilakukan secara mandiri maupun bersama komunitas. Salah satu tantangan yang menarik bagi pelari adalah mengikuti maraton. Lari maraton adalah olahraga lari jarak jauh dengan jarak resmi 42,195 kilometer yang membutuhkan persiapan fisik, mental, dan finansial.
Bagi pemula, mengikuti event lari tidak harus langsung dimulai dari jarak penuh. Kamu bisa mencoba kategori 5K atau 10K sebelum meningkatkan jarak secara bertahap. Selain menjadi ajang olahraga, event lari juga bisa menjadi kesempatan untuk bertemu komunitas baru dan menjelajahi berbagai kota.
Lantas, apa itu maraton, bagaimana cara mengikutinya, dan berapa biaya yang perlu disiapkan? Simak penjelasan berikut sebelum mendaftar ke event pilihanmu.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop untuk Kerja, Bisa Dicicil Tanpa Ribet
Apa Itu Maraton?
Maraton adalah kompetisi lari jarak jauh yang diikuti oleh banyak orang, dengan jarak resmi 42,195 kilometer. Jarak ini berbeda dari kategori setengah maraton (half marathon) yang menempuh 21,0975 kilometer, serta kategori 5K dan 10K yang lebih ramah bagi pelari pemula.
Maraton membutuhkan daya tahan tubuh, pengaturan kecepatan atau pace, strategi hidrasi, dan latihan yang konsisten. Karena jaraknya panjang, pelari umumnya perlu mengikuti program latihan selama beberapa bulan sebelum mengikuti perlombaan.
Meski demikian, tidak semua event lari mengharuskan peserta mengikuti kategori maraton penuh. Banyak penyelenggara menyediakan beberapa pilihan jarak agar peserta dapat menyesuaikan tantangan dengan kemampuan masing-masing.
Rekomendasi Event Maraton di Indonesia
Indonesia memiliki berbagai event lari yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari perlombaan di pusat kota hingga rute yang melewati pemandangan alam. Berikut beberapa event yang bisa masuk dalam daftar pertimbangan.
1. Jakarta Running Festival
Jakarta Running Festival merupakan salah satu event lari di ibu kota yang menawarkan berbagai kategori jarak. Peserta dapat mempertimbangkan kategori yang tersedia sesuai kemampuan dan target latihan. Kamu bisa mencoba ikut event ini jika ingin merasakan suasana lari di ibukota.
2. Bali Marathon
Bali menjadi destinasi menarik bagi pelari yang ingin menggabungkan olahraga dan perjalanan. Event maraton di Bali menawarkan pengalaman berlari dengan suasana dan karakter rute yang berbeda dari perkotaan. Sebelum mendaftar, periksa kategori jarak, kondisi rute, serta jadwal resmi penyelenggaraan.
3. Borobudur Marathon
Borobudur Marathon adalah salah satu ajang lari yang menarik perhatian pelari domestik maupun internasional. Selain tantangan olahraga, peserta dapat menikmati suasana kawasan sekitar Borobudur. Periksa kategori dan persyaratan peserta pada edisi yang ingin diikuti karena ketentuan dapat berubah. Event ini diadakan di Magelang, Jawa Tengah.
4. Pocari Sweat Run Indonesia
Pocari Sweat Run Indonesia menjadi pilihan bagi pelari yang ingin mengikuti event dengan berbagai kategori jarak, bergantung pada format penyelenggaraan setiap edisi. Event ini juga dapat menjadi alternatif bagi peserta yang ingin memulai pengalaman mengikuti lomba lari bersama komunitas.
Ada berbagai kategori lari yang ada di event, mulai dari 5K, 10K, 21K dan full maraton (42K). Jangan salah pilih kategori. Pastikan kamu memeriksa situs resmi penyelenggara untuk mengetahui tanggal, kategori, biaya pendaftaran, dan kuota peserta terbaru.
Cara Ikut Maraton untuk Pemula
Jika ingin mengikuti perlombaan untuk pertama kalinya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar persiapan lebih terarah.
1. Tentukan kategori jarak
Pilih jarak yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan fisik. Jika belum terbiasa berlari, kategori 5K bisa menjadi langkah awal. Setelah daya tahan meningkat, kamu dapat mencoba 10K, setengah maraton, kemudian maraton penuh.
2. Buat jadwal latihan
Latihan maraton umumnya membutuhkan persiapan beberapa bulan, tergantung pada kondisi awal dan pengalaman berlari. Program latihan dapat mencakup lari jarak pendek, lari jarak jauh secara bertahap, latihan kekuatan, dan hari istirahat. Tingkatkan beban latihan secara bertahap untuk membantu mengurangi risiko cedera.
3. Daftar melalui kanal resmi
Setelah memilih event, kunjungi situs resmi penyelenggara untuk mengecek jadwal pendaftaran, biaya, kategori, dan persyaratan peserta. Isi data dengan benar dan simpan bukti pembayaran serta konfirmasi pendaftaran.
4. Siapkan perlengkapan lari
Kenakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki. Sesuaikan dengan kebutuhan latihan. Jangan lupa untuk mengenakan pakaian yang nyaman, serta kaus kaki yang tidak mudah membuat kulit lecet. Untuk latihan jarak jauh, kamu juga bisa mempertimbangkan sabuk lari atau perlengkapan hidrasi sesuai kebutuhan.
5. Susun strategi saat perlombaan
Jangan memulai dengan kecepatan yang terlalu tinggi. Atur pace sesuai kemampuan, ikuti petunjuk penyelenggara mengenai titik hidrasi, dan kenali batas tubuh. Jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, kurangi intensitas atau berhenti dan cari bantuan medis bila diperlukan.
Estimasi Biaya Pendaftaran dan Persiapan Maraton
Biaya mengikuti maraton tidak hanya berasal dari tiket pendaftaran. Jika event berlangsung di luar kota, kamu perlu menghitung biaya transportasi dan akomodasi.
Berikut estimasi pengeluaran sebagai gambaran awal:
Kebutuhan | Estimasi Biaya |
Pendaftaran 5K–10K | Rp150.000–Rp500.000 |
Pendaftaran setengah maraton | Rp300.000–Rp900.000 |
Pendaftaran maraton penuh | Rp500.000–Rp1.500.000 atau lebih |
Sepatu lari | Rp350.000–Rp2.500.000 atau lebih |
Pakaian dan kaus kaki lari | Rp300.000–Rp1.000.000 |
Nutrisi dan kebutuhan latihan | Rp100.000–Rp500.000 |
Transportasi dan akomodasi | Rp500.000–Rp3.000.000 atau lebih |
Angka di atas merupakan estimasi perencanaan, bukan tarif resmi event tertentu. Biaya maraton tergantung penyelenggara, periode pendaftaran, merek perlengkapan, kota tujuan, dan durasi perjalanan.
Jika hanya mengikuti event lokal dan sudah memiliki perlengkapan, pengeluaran bisa jauh lebih rendah. Sebaliknya, mengikuti maraton di luar kota dapat membutuhkan anggaran beberapa juta rupiah, terutama jika harus membeli perlengkapan baru dan menginap.
Tips Menghemat Budget untuk Ikut Maraton
Ada beberapa cara untuk mengendalikan pengeluaran tanpa mengorbankan kebutuhan latihan.
- Daftar lebih awal: Periksa periode pendaftaran awal (early bird) karena biaya pendaftaran pada tahap awal terkadang lebih terjangkau.
- Gunakan perlengkapan yang sudah dimiliki: Tidak perlu membeli semua perlengkapan baru jika barang yang ada masih layak dan sesuai kebutuhan.
- Rencanakan perjalanan: Pesan transportasi dan akomodasi lebih awal jika jadwal event sudah pasti.
- Tentukan prioritas: Utamakan sepatu yang sesuai, program latihan, serta kebutuhan dasar dibandingkan aksesori yang belum diperlukan.
- Siapkan dana khusus: Sisihkan uang secara berkala agar biaya pendaftaran dan persiapan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Biaya Hidup di Jakarta: Pengeluaran dan Cara Mengaturnya
Ikut Maraton dengan Perencanaan Finansial yang Matang
Mengikuti maraton dapat menjadi pengalaman yang berkesan, tetapi persiapan fisik dan keuangan perlu berjalan beriringan. Mulailah dari kategori yang sesuai dengan kemampuan, pilih event secara cermat, dan hitung seluruh kebutuhan sebelum mendaftar.
Jika kamu ingin mengatur pengeluaran untuk perlengkapan atau kebutuhan persiapan lari, Saku Kredit dari Bank Saqu bisa dipertimbangkan sebagai salah satu opsi pembiayaan sesuai ketentuan produk. Saku Kredit menawarkan cicilan hingga 24 bulan, dengan limit gabungan Saku Kredit dan pinjaman tunai hingga Rp30 juta.
Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa mempersiapkan lari maraton secara lebih terarah tanpa mengabaikan kesehatan finansial.






