Asupan Warga

10 Usaha Sampingan Karyawan Tanpa Ganggu Kerja dan Menguntungkan untuk Dicoba

09 Des 2025

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu, 

Banyak karyawan mulai mempertimbangkan usaha sampingan sebagai cara menambah stabilitas keuangan. 

Situasi kerja yang semakin fleksibel, biaya hidup yang cenderung meningkat, dan kemudahan akses digital membuat pilihan usaha sampingan kini jauh lebih beragam dibanding beberapa tahun lalu. 

Namun di balik peluang tersebut, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjalankan usaha tanpa menurunkan performa di pekerjaan utama atau membuat tubuh kelelahan.

Untuk karyawan, usaha sampingan idealnya memiliki ritme kerja yang bisa menyesuaikan energi harian. Sebagian orang hanya punya waktu malam hari, sebagian lain memiliki slot waktu tertentu di akhir pekan. 

Ada pula yang ingin usaha yang sepenuhnya “pasif”. Apa pun pilihanmu, usaha sampingan yang tepat justru membantu kamu lebih stabil secara finansial tanpa mengorbankan kesehatan fisik dan mental.

Melansir ulasan dari Dealls, tren usaha sampingan di kalangan karyawan meningkat karena semakin banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan secara remote, fleksibel, dan tidak terikat waktu tertentu.

Banyak karyawan kini memilih usaha sampingan bukan saja untuk menambah pemasukan, tetapi juga untuk mengembangkan skill, mencari pengalaman baru, atau sekadar mengisi waktu kosong dengan kegiatan produktif.

Ciri Usaha Sampingan yang Cocok untuk Karyawan

Seorang karyawan tidak bisa memilih usaha sembarangan. Ada beberapa ciri penting yang membuat sebuah usaha benar-benar feasible:

  • Jam kerja fleksibel, tidak menuntut hadir pada jam tertentu.
  • Bisa dikerjakan dari rumah, tanpa mobilitas tinggi.
  • Modal kecil, sehingga tidak menjadi tekanan finansial.
  • Tidak harus standby seharian, cukup dikerjakan ketika luang.
  • Risiko operasional rendah, tidak butuh karyawan tambahan atau peralatan khusus.
  • Transaksi digital aman, terutama dari ancaman phishing yang semakin sering terjadi.

Dengan memahami kriteria ini, kamu dapat menilai apakah sebuah usaha cocok jangka panjang atau justru berpotensi mengganggu pekerjaan utama.

Ide Usaha Sampingan Karyawan

1. Freelance

Freelance menjadi pilihan yang paling fleksibel dan paling mudah disesuaikan dengan ritme kerja. Kamu bisa mengambil proyek desain sederhana, menulis caption atau artikel pendek, mengedit foto, atau membuat template presentasi. 

Banyak perusahaan dan UMKM mencari freelancer untuk proyek kecil dengan deadline ringan. Kamu bisa memilih proyek berdasarkan waktu luang dan energi yang kamu punya.

Karena pembayaran banyak dilakukan secara digital, pastikan kamu menggunakan layanan pembayaran yang aman dan tidak sembarangan memberikan data pribadi. Risiko terkait dompet digital rentan terjadi bila tidak berhati-hati.

2. Online Shop Dropship

Sistem dropship memungkinkan kamu menjual produk tanpa menstok barang. Kamu hanya bertugas mempromosikan produk, menerima pesanan, lalu supplier yang menangani pengiriman.

Produk yang populer meliputi skincare, aksesoris gadget, pakaian basic, atau barang rumah tangga ringan. Dropship cocok bagi karyawan yang ingin berdagang tetapi tidak ingin repot mengurus logistik.

Kamu juga bisa membalas chat pelanggan pada jam-jam tertentu tanpa harus online sepanjang hari. Dengan begitu, pekerjaan utama tetap aman dari distraksi.

3. Usaha Kuliner Pre-Order (PO)

Jika kamu punya minat di dunia kuliner, model pre-order sangat fleksibel. Sistem PO membuat kamu bisa menentukan jadwal produksi, misalnya setiap weekend atau di malam tertentu.

Produk seperti dessert box, snack rumahan, makanan beku, atau minuman literan sangat cocok untuk model ini. Karena produksinya sesuai permintaan, kamu bisa mengontrol jumlah pesanan agar usaha tetap berjalan tanpa mengganggu jam kerja.

4. Jasa Titip (Jastip)

Bagi karyawan yang sering bepergian atau rutin ke mall, jastip bisa menjadi pilihan tanpa modal besar. Pelanggan hanya perlu mengirim daftar barang yang ingin dibeli, dan kamu cukup membelikan serta mengambil fee. 

Usaha ini fleksibel, tidak menuntut jam khusus, dan cocok dijalankan sambil menjalani rutinitas harian.

5. Micro Task dan Micro Services

Layanan mikro seperti proofreading, membuat CV, transkripsi audio, perapian dokumen, atau mengedit konten singkat kini semakin banyak diminati. T

Tugas-tugas ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat (30–60 menit), sehingga aman bagi kamu yang hanya punya sedikit waktu setelah bekerja. Usaha seperti ini tidak memerlukan promosi besar, hanya perlu cukup konsisten dan menjaga kualitas.

6. Affiliate Marketing

Sistem affiliate mudah diikuti dan tidak memakan energi besar. Kamu cukup membagikan link produk atau layanan di media sosial, blog, atau grup pertemanan. Ketika ada yang membeli melalui link tersebut, kamu menerima komisi. Model ini cocok untuk karyawan yang ingin usaha pasif dan tidak ingin komitmen harian yang ketat.

7. Menjadi Admin Online Shop (Shift Malam)

Banyak UMKM membutuhkan admin tambahan di malam hari, terutama untuk membalas chat pelanggan. Tugasnya sederhana: menjawab pertanyaan, mencatat pesanan, dan memperbarui katalog produk. Karena jam kerjanya tidak bentrok dengan jam kantor, model ini cocok untuk karyawan dengan waktu luang di malam hari.

8. Optimalisasi Keuangan Berjangka Pendek

Tidak semua usaha sampingan berbentuk operasional. Beberapa karyawan memilih memaksimalkan dana melalui instrumen berjangka pendek yang memberikan imbal hasil menarik. Program seperti Busposito Kilat bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan dana dengan lebih stabil tanpa harus mengelola usaha setiap hari.

Model ini cocok untuk kamu yang ingin tetap produktif secara finansial tanpa aktivitas tambahan yang memakan energi.

9. Membuka Kelas Mini

Mengajar kelas online 1–2 jam menjadi opsi produktif bagi karyawan yang punya skill khusus. Kamu bisa mengajar Excel dasar, presentasi, fotografi pemula, penulisan, atau soft skill lain. Kelasnya ringan, tidak butuh banyak sesi, dan bisa dijadwalkan di akhir pekan.

10. Konsultan UMKM Skala Mini

Jika kamu berpengalaman dalam bidang tertentu, kamu bisa menawarkan konsultasi ringan kepada UMKM, seperti perapian harga menu, branding sederhana, perencanaan konten, atau audit media sosial. Durasi per sesi tidak panjang, dan pendapatannya cukup menjanjikan.

Menjalankan usaha sampingan memerlukan manajemen waktu yang baik. Pisahkan jam usaha dan jam istirahat agar tidak mengganggu produktivitas. Pencatatan keuangan juga penting agar modal usaha dan uang pribadi tidak bercampur. 

Selain itu, tingkatkan kewaspadaan saat bertransaksi digital karena risiko keamanan sering muncul pada aktivitas online.

Bank Saqu menyediakan fitur pengelolaan arus kas yang membantu kamu memantau pemasukan, modal, dan pengeluaran secara rapi. Kamu bisa download aplikasi Bank Saqu lewat Android dan iOS.