Hi Warga,
Pinjaman daring bisa menjadi salah satu pilihan ketika ada kebutuhan dana yang perlu dipenuhi tanpa datang langsung ke kantor cabang. Prosesnya dilakukan secara digital, mulai dari pengajuan sampai informasi mengenai pembayaran.
Namun, jangan cuma ingin tahu berapa limit yang bisa di dapat saja. Sebab, sebaiknya sebelumnya mengajukan ada beberapa hal yang justru lebih penting untuk dicek. Mulai dari siapa penyedianya, berapa total kewajibannya, sampai apa yang terjadi kalau pembayaran terlambat.
Berikut tujuh hal yang sebaiknya kamu perhatikan.
Baca juga: Cara Mengajukan Pinjaman Karyawan Swasta dengan Mudah
1. Pastikan Siapa yang Menyediakan
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek identitas dan legalitas penyedia pinjaman.
Jangan memilih hanya karena melihat iklan dengan kata-kata seperti “cair cepat” atau “syarat mudah”. Cari tahu nama perusahaan yang berada di balik layanan tersebut dan periksa statusnya di OJK.
Untuk layanan Pinjaman Daring (Pindar), OJK memiliki daftar penyelenggara yang telah mendapatkan izin. Pengecekan ini penting karena layanan yang tidak berizin berada di luar pengawasan OJK.
Kalau informasi mengenai perusahaan, alamat, atau status izinnya saja tidak jelas, sebaiknya jangan terburu-buru memasukkan data pribadi.
2. Jangan Terpaku pada Angka Bunga
Bunga memang penting, tetapi angka yang tercantum di iklan belum tentu memberikan gambaran lengkap mengenai biaya pinjaman.
Perhatikan bagaimana bunga tersebut dihitung dan berapa lama pinjaman akan berjalan. Cek juga apakah ada komponen biaya lain yang harus dibayarkan.
OJK telah menetapkan batas maksimum manfaat ekonomi untuk penyelenggara Pindar berdasarkan jenis dan tenor pendanaan. Ketentuannya dapat berbeda sesuai kategori pendanaan yang digunakan. (ojk.go.id)
Jadi, daripada hanya membandingkan tulisan “bunga mulai dari...”, lebih baik lihat berapa total kewajiban sampai pinjaman selesai.
3. Hitung Uang yang Benar-Benar Kamu Butuhkan
Sebelum mengajukan, tentukan dulu kebutuhan dan nominalnya.
Misalnya, kamu membutuhkan Rp4 juta untuk membayar biaya tertentu. Jangan langsung mengambil Rp10 juta hanya karena limit yang tersedia memungkinkan.
Dana yang lebih besar berarti kewajiban pembayaran juga ikut bertambah. Apalagi kalau sebagian dana akhirnya tidak digunakan.
Cara paling sederhana adalah membuat angka kebutuhan terlebih dahulu, kemudian mencari fasilitas yang sesuai. Bukan sebaliknya, melihat limit yang tersedia lalu menentukan berapa banyak uang yang ingin dipinjam.
4. Lihat Jadwal Bayarnya, Bukan Cuma Cicilannya
Cicilan bulanan yang terlihat ringan belum tentu berarti pinjamannya paling sesuai.
Perhatikan berapa lama kamu harus membayar dan kapan tanggal pembayarannya. Setelah itu, cocokkan dengan pemasukan rutin.
Contohnya, cicilan Rp1 juta mungkin terasa masih aman kalau pemasukan bulanan cukup longgar. Tetapi kalau pada bulan yang sama ada cicilan kendaraan, kartu kredit, atau kebutuhan rumah tangga lainnya, perhitungannya tentu berbeda.
Jadi, lihat cicilan sebagai bagian dari seluruh pengeluaran bulanan, bukan angka yang berdiri sendiri.
5. Baca Bagian yang Jarang Dibaca
Ada satu bagian yang sering dilewati ketika orang sedang buru-buru membutuhkan dana: syarat dan ketentuan.
Padahal, informasi penting justru bisa berada di sana.
Cek bagaimana ketentuan pembayaran, biaya keterlambatan, pelunasan lebih awal, dan kondisi lain yang mungkin terjadi selama pinjaman berlangsung.
Kamu tidak harus membaca seluruh dokumen sambil menghafalnya. Setidaknya, cari bagian yang menjelaskan berapa kewajibanmu dan apa konsekuensinya jika terjadi perubahan kondisi.
6. Cari Tahu Bagaimana Penagihan Dilakukan
Sebelum meminjam, ada baiknya memahami prosedur penagihan apabila pembayaran mengalami keterlambatan.
Penyelenggara yang legal memiliki ketentuan mengenai penagihan dan perlindungan konsumen yang harus dipatuhi. OJK juga mengatur penyelenggaraan Pindar, termasuk aspek perlindungan konsumen dan perilaku penyelenggara.
Informasi seperti ini memang tidak terlalu menarik dibandingkan promo pencairan cepat. Tapi justru perlu diketahui sebelum mengambil keputusan.
7. Jangan Sembarangan Memberikan Data Pribadi
Pengajuan pinjaman secara digital tentu membutuhkan data untuk proses verifikasi. Karena itu, perhatikan aplikasi atau website tempat kamu memasukkan informasi pribadi.
Pastikan kamu mengetahui siapa penyedianya, untuk apa data digunakan, dan apakah layanan tersebut resmi.
Jangan mengirimkan foto identitas, informasi rekening, kode OTP, atau data sensitif lainnya kepada pihak yang menghubungi secara pribadi tanpa kejelasan identitas.
Kalau penawarannya datang melalui WhatsApp atau SMS dan meminta data sebelum kamu mengetahui perusahaan di baliknya, sebaiknya berhati-hati.
Pinjaman Daring Tidak Selalu Jadi Pilihan untuk Semua Kebutuhan
Kemudahan pengajuan bukan berarti pinjaman harus digunakan setiap kali membutuhkan uang.
Coba lihat dulu kebutuhan tersebut. Kalau masih bisa dipenuhi dari tabungan atau ditunda sampai dana tersedia, mungkin tidak perlu menambah kewajiban baru.
Sebaliknya, kalau memang membutuhkan tambahan dana, pastikan jumlah yang diambil sesuai kebutuhan dan pembayaran bulanannya masih bisa ditanggung tanpa mengganggu pengeluaran utama.
Intinya bukan sekadar bisa mendapatkan pinjaman atau tidak, tetapi apakah pinjaman tersebut masuk akal untuk kondisi keuanganmu.
Baca juga: Jangan Terjebak dan Salah Pilih Pinjaman Bunga Rendah, Cek Tipsnya!
Butuh Dana Tambahan? Coba Saku Kredit Bank Saqu
Selain pinjaman daring, ada juga fasilitas kredit digital dari perbankan yang bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan tertentu.
Salah satunya Saku Kredit Bank Saqu. Fasilitas ini tersedia melalui aplikasi Bank Saqu dan memiliki limit awal hingga Rp30 juta, dengan pilihan tenor sampai 24 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Saku Kredit juga memiliki beberapa pilihan penggunaan, termasuk Pinjaman Tunai, Bayar Nanti, dan Cicil. Detail biaya, bunga, tenor, serta ketentuan masing-masing fitur dapat dilihat sebelum digunakan.
Kalau membutuhkan dana tambahan, jangan hanya membandingkan seberapa cepat uang bisa diterima. Perhatikan juga total kewajiban dan kemampuan membayarnya.
Yuk, download Bank Saqu dan ajukan Saku Kredit untuk berbagai kebutuhanmu. Cek limit, bunga, tenor, dan ketentuannya terlebih dahulu, lalu pilih jumlah kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar.






