Rekening bisnis adalah rekening bank khusus untuk menampung pemasukan dan pengeluaran usaha, serta terpisah dari rekening pribadi pemiliknya.
Dengan rekening bisnis, semua hasil penjualan, pembayaran ke pemasok, gaji karyawan, dan biaya operasional akan tercatat secara terpisah. Jadi, kamu pun akan mudah memantau arus kas dan mengetahui kondisi keuangan bisnis.
Pasalnya, masih banyak pemilik usaha yang menggunakan satu rekening untuk semua keperluan. Namun, begitu transaksi harian melonjak sampai puluhan kali, catatan keuangan akan semakin rumit dan sulit dibaca.
Artikel ini membahas pengertian rekening bisnis beserta manfaat, jenis, syarat, cara membuka, dan saldo minimal yang umumnya diminta bank.
BACA JUGA: 15 Ide Bisnis Modal Kecil Untung Besar, Cocok untuk Pemula
Apa Itu Rekening Bisnis dan Bedanya dengan Rekening Pribadi
Rekening bisnis adalah produk simpanan bank untuk kegiatan usaha, baik oleh pelaku usaha perorangan maupun badan usaha, seperti CV dan PT.
Nama yang tercantum di rekening bisa berupa nama usaha atau nama pemilik, tergantung bentuk legalitas yang kamu miliki saat mengajukan pembukaan.
Perbedaannya dengan rekening pribadi ada di fungsi dan fasilitasnya. Rekening pribadi untuk kebutuhan sehari-hari punya limit transfer harian yang relatif kecil.
Sementara itu, rekening bisnis menyediakan limit transaksi yang lebih besar, laporan rekening koran bulanan, dan fitur pendukung, seperti transfer massal dan virtual account untuk menerima pembayaran pelanggan.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan juga mengatur pengelolaan rekening giro dan tabungan di bank umum lewat POJK Nomor 24 Tahun 2025. Tujuannya agar prosedur pembukaan, penutupan, dan pengaktifan kembali rekening seragam antarbank.
Risiko Jika Keuangan Usaha/Bisnis Masih Menggunakan Rekening Pribadi
Ada baiknya, kamu perlu mengetahui dampak ketika satu rekening dipakai untuk dua kepentingan. Berikut beberapa risikonya.
- Laba bersih sulit dihitung karena pemasukan dari penjualan bercampur dengan transfer keluarga, cashback, atau pencairan pinjaman pribadi.
- Rekening koran sulit dipakai sebagai dokumen pendukung ketika kamu mengajukan pinjaman modal, sebab analis kredit tidak bisa memisahkan perputaran usaha dari pengeluaran rumah tangga.
- Perhitungan pajak berpotensi meleset karena dana pribadi ikut terbaca sebagai omzet usaha.
- Pembagian hasil dengan rekan usaha menjadi sulit diverifikasi apabila dana ditampung di rekening atas nama satu orang saja.
Manfaat Rekening Bisnis untuk Usaha Kamu
Setelah risikonya jelas, manfaat rekening bisnis akan mudah dipahami. Sebab, sebagian besar manfaat itu, pada intinya adalah pemisahan dana. Berikut rinciannya.
1. Arus Kas Usaha Terbaca di Satu Tempat
Semua dana masuk dan keluar yang berkaitan dengan usaha tercatat di satu rekening. Alhasil, kamu bisa melihat sisa kas kapan saja tanpa menghitung manual.
Dengan demikian, keputusan untuk menambah stok, menunda pembelian alat, atau menahan pengeluaran bisa diambil berdasarkan angka yang kamu lihat hari itu juga.
2. Pembukuan dan Pelaporan Pajak Semakin Rapi
Mutasi rekening bisnis bisa langsung dipakai sebagai dasar pencatatan bulanan. Artinya, proses tutup buku dan penyusunan laporan pajak akan lebih cepat, serta risiko salah catat akibat transaksi pribadi yang terselip akan berkurang.
3. Kepercayaan Pelanggan dan Pemasok akan Mudah Didapat
Ketika kamu mengirim invoice dengan nomor rekening atas nama usaha, pihak pembeli akan melihat identitas yang sama antara dokumen tagihan dan tujuan transfer.
Sebaliknya, invoice atas nama pribadi membuat calon mitra mungkin saja menunda pembayaran, karena harus mengonfirmasi ulang.
4. Peluang Pengajuan Pinjaman Modal Lebih Terbuka
Bank meminta rekening koran usaha tiga sampai enam bulan terakhir ketika kamu mengajukan kredit modal kerja.
Jika mutasi usaha sudah terpisah sejak awal, dokumen itu tinggal kamu unduh atau minta ke bank, tanpa perlu menjelaskan satu per satu transaksi mana yang berasal dari penjualan.
5. Pembagian Peran Keuangan yang Jelas
Usaha yang dijalankan bersama rekan membutuhkan kejelasan tentang siapa yang menyetor, siapa yang menarik, serta berapa dana yang tersisa.
Sementara itu, rekening bisnis merupakan satu sumber catatan yang bisa dilihat oleh semua pihak, sehingga perselisihan soal angka akan mudah terselesaikan.
Jenis Rekening Bisnis yang Biasa Dipakai Pelaku Usaha
Tidak semua usaha membutuhkan jenis rekening yang sama. Berikut jenis-jenisnya.
1. Tabungan Bisnis
Tabungan bisnis ideal untuk pelaku UMKM dan usaha perorangan yang transaksinya harian dengan nominal menengah.
Fiturnya mirip tabungan biasa, hanya saja dilengkapi limit transfer yang besar dan akses mobile banking untuk mencatat pemasukan.
2. Giro
Giro adalah simpanan yang penarikannya dilakukan lewat cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau pemindahbukuan.
Jenis ini dipakai oleh badan usaha yang rutin membayar pemasok dengan nominal besar, sebab pembayaran bisa dilakukan tanpa membawa uang tunai.
3. Rekening dengan Fitur Penerimaan Pembayaran
Sebagian bank menyediakan rekening usaha yang terhubung dengan virtual account atau QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Dengan fitur tersebut, setiap pelanggan membayar ke nomor atau kode yang berbeda. Jadi, kamu bisa mencocokkan pembayaran dengan pesanan, tanpa mengecek nama pengirim satu per satu.
Apa Saja Syarat untuk Membuka Rekening Bisnis?
Syarat pembukaan tergantung bentuk usaha yang kamu jalankan. Untuk usaha perorangan yang belum berbadan hukum, dokumen yang biasa diminta adalah:
- KTP atau paspor pemilik usaha.
- NPWP pribadi.
- Nomor Induk Berusaha atau izin usaha lain yang masih berlaku.
- Setoran awal sesuai ketentuan bank.
Sementara itu, usaha berbentuk PT, CV, yayasan, atau koperasi perlu melengkapi dokumen berikut:
- KTP atau paspor pengurus yang berwenang mewakili perusahaan.
- NPWP badan usaha.
- Akta pendirian beserta akta perubahan terakhir apabila ada.
- Surat keputusan pengesahan dari Kemenkumham.
- Nomor Induk Berusaha atau izin operasional lainnya.
- Surat kuasa pengelolaan rekening jika pembukaan diwakilkan.
Bagaimana Cara Membuka Rekening Bisnis?
Prosesnya tidak jauh berbeda dengan pembukaan rekening pada umumnya, asalkan dokumen legalitas sudah lengkap. Ikuti langkah-langkah berikut.
- Tentukan jenis rekening yang sesuai dengan volume transaksi usaha kamu, apakah tabungan bisnis atau giro.
- Bandingkan biaya administrasi bulanan, saldo minimum, dan limit transfer antarbank yang kamu pertimbangkan.
- Siapkan dokumen legalitas sesuai bentuk usaha, lalu pastikan masa berlakunya belum habis.
- Ajukan pembukaan lewat aplikasi bank atau datang ke kantor cabang untuk produk yang mensyaratkan verifikasi tatap muka seperti giro.
- Lakukan setoran awal sesuai ketentuan, kemudian simpan nomor rekening untuk dicantumkan di invoice dan katalog penjualan.
- Pindahkan transaksi usaha secara bertahap ke rekening baru, lalu hentikan pemakaian rekening pribadi untuk pembayaran yang berkaitan dengan usaha.
Berapa Saldo Minimal untuk Rekening Bisnis?
Besarnya saldo minimal ditentukan masing-masing bank, sehingga angkanya berbeda antarproduk.
Rekening giro badan usaha di bank konvensional umumnya meminta setoran awal dan saldo mengendap yang lebih besar daripada tabungan bisnis.
Sementara itu, sebagian bank digital menawarkan tabungan usaha tanpa saldo minimum dan tanpa biaya administrasi bulanan.
Sebelum memutuskan, cek terlebih dahulu saldo mengendap dan biaya administrasinya. Dana mengendap yang terlalu besar akan mengunci modal kerja kamu, yang mungkin uang tersebut bisa dipakai untuk membeli stok.
Selain itu, pastikan bank pilihanmu merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan, karena simpanan nasabah dijamin sampai Rp2 miliar per nasabah per bank.
BACA JUGA: 10 Ide Jualan Online yang Laku Setiap Hari dan Banyak Dicari
Yuk, Mulai Pisahkan Keuangan Usahamu dengan Saku Utama dari Bank Saqu!
Memisahkan dana usaha tidak perlu menunggu omzet besar atau legalitas lengkap, sebab kamu bisa memulainya dari satu rekening yang khusus menampung hasil penjualan.
Begitu pemasukan usaha punya tempatnya sendiri, pencatatan harian dan perhitungan laba akan jauh lebih mudah.
Jika kamu sedang mencari rekening yang mudah dibuka lewat aplikasi, pertimbangkan Saku Utama dari Bank Saqu.
Saku Utama otomatis aktif setelah proses pembukaan akun selesai, menampung dana yang masuk dari bank lain, dan bisa kamu alokasikan ke Saku-Saku lain sesuai pos kebutuhan usaha.
Yuk, buka Saku Utama sekarang, lalu mulai rapikan keuangan usaha kamu lewat aplikasi!
Referensi
Otoritas Jasa Keuangan. POJK Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum. Diakses dari https://ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/POJK-24-Tahun-2025-Pengelolaan-Rekening-pada-Bank-Umum/POJK%2024%20Tahun%202025%20Pengelolaan%20Rekening%20pada%20Bank%20Umum.pdf






