Jepang menjadi salah satu destinasi liburan favorit wisatawan Indonesia. Mulai dari menikmati suasana Tokyo, melihat Gunung Fuji, hingga menjelajahi Kyoto, ada banyak pengalaman menarik yang bisa masuk ke dalam rencana perjalanan. Namun, sebelum berangkat, kamu perlu memahami persyaratan dokumen perjalanan, termasuk visa Jepang.
Kabar baiknya, tidak semua pemegang paspor Indonesia perlu mengajukan visa reguler. Pemegang e-paspor Indonesia bisa menikmati fasilitas bebas visa untuk kunjungan singkat setelah melakukan registrasi visa waiver. Sementara itu, pemegang paspor biasa tetap perlu mengajukan visa kunjungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain dokumen perjalanan, persiapan finansial juga tidak kalah penting. Kamu perlu menyiapkan bukti kemampuan keuangan, termasuk rekening koran atau laporan transaksi rekening selama tiga bulan terakhir.
Lantas, berapa biaya visa Jepang 2026, apa saja syaratnya, dan berapa saldo rekening yang sebaiknya disiapkan? Simak panduan lengkapnya berikut ini!
BACA JUGA: Biaya Liburan ke Jepang 2026: Budget dan Persiapannya
Apakah ke Jepang Perlu Visa? Kenali Perbedaan E-Paspor dan Paspor Biasa
Jawabannya tergantung pada jenis paspor yang kamu miliki. Pemerintah Jepang memberikan fasilitas bebas visa dengan sistem registrasi pra-keberangkatan bagi pemegang e-paspor Indonesia yang memenuhi ketentuan.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Jepang mengenai pembebasan visa kunjungan singkat, fasilitas ini berlaku untuk pemegang e-paspor Indonesia yang sudah melakukan registrasi sesuai standar ICAO.
Berikut perbedaannya:
1. Pemegang e-paspor Indonesia
Jika kamu memiliki e-paspor dengan logo chip di bagian sampul, kamu bisa mengajukan registrasi visa waiver sebelum keberangkatan.
Beberapa ketentuannya meliputi:
- Memiliki e-paspor Indonesia yang memenuhi standar ICAO.
- Tujuan perjalanan untuk kunjungan singkat, seperti wisata, bisnis, atau kunjungan keluarga.
- Melakukan registrasi visa waiver sebelum keberangkatan.
- Durasi kunjungan maksimal 15 hari.
Registrasi berlaku selama tiga tahun atau sampai masa berlaku paspor berakhir, mana yang lebih dahulu. Pastikan registrasi sudah disetujui sebelum melakukan perjalanan.
2. Pemegang paspor biasa
Jika kamu masih menggunakan paspor biasa atau non-elektronik, kamu perlu mengajukan visa kunjungan sementara (Temporary Visitor Visa) untuk keperluan wisata.
Jenis visa yang bisa diajukan antara lain:
- Single Entry: Digunakan untuk satu kali kunjungan ke Jepang.
- Multiple Entry: Memungkinkan beberapa kali kunjungan selama masa berlaku visa dan sesuai ketentuan yang diberikan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa menentukan jalur pengajuan yang sesuai sebelum mulai mempersiapkan dokumen.
Berapa Biaya Visa Jepang 2026?
Salah satu hal yang perlu diperhitungkan sebelum liburan adalah biaya visa Jepang. Berdasarkan pengumuman Kedutaan Besar Jepang di Indonesia mengenai perubahan biaya visa, tarif baru berlaku mulai 1 Juli 2026.
Berikut rincian biaya penerbitan visa reguler:
| Jenis Visa | Biaya Visa |
| Single Entry | Rp1.650.000 |
| Multiple Entry | Rp3.330.000 |
Selain biaya penerbitan visa, pengajuan melalui Japan Visa Application Centre (JVAC) dikenakan biaya layanan VFS Global. Untuk paspor biasa, biaya layanan yang tercantum pada pusat aplikasi adalah Rp290.000 per aplikasi.
Dengan demikian, estimasi total biaya pengajuan menjadi:
- Single Entry: Rp1.940.000.
- Multiple Entry: Rp3.620.000.
Sementara itu, pemegang e-paspor yang mengajukan registrasi visa waiver melalui JVAC dikenakan biaya layanan sebesar Rp195.000 tanpa biaya penerbitan visa reguler.
Informasi biaya layanan dapat diperiksa melalui situs resmi VFS Global – Japan Visa Application Centre.
Perlu diperhatikan bahwa biaya tersebut belum termasuk layanan tambahan opsional, seperti pengiriman paspor melalui kurir atau layanan lainnya.
Berapa Minimal Saldo Rekening untuk Visa Jepang?
Selain biaya pengajuan, pertanyaan yang sering muncul adalah berapa minimal saldo rekening untuk mengajukan visa Jepang?
Pada dasarnya, Kedutaan Jepang tidak menetapkan satu nominal saldo minimum yang berlaku untuk semua pemohon visa wisata. Penilaian kecukupan dana dilakukan dengan mempertimbangkan rencana perjalanan, durasi kunjungan, dan kemampuan finansial pemohon.
Meski begitu, untuk membantu perencanaan keuangan, kamu bisa menggunakan estimasi saldo Rp20 juta–Rp25 juta sebagai gambaran dana yang disiapkan untuk perjalanan selama tujuh hari.
Nominal tersebut merupakan rekomendasi perencanaan, bukan saldo minimum resmi atau jaminan visa akan disetujui.
BACA JUGA: Biaya Liburan ke Thailand: Rincian Budget yang Perlu Disiapkan
Mengapa Rekening Koran 3 Bulan Terakhir Penting?
Dalam proses pengajuan visa Jepang, bukti keuangan menjadi salah satu dokumen pendukung yang perlu disiapkan.
Berdasarkan persyaratan visa wisata Kedutaan Besar Jepang, pemohon perlu melampirkan fotokopi bukti keuangan, seperti rekening koran atau buku tabungan selama tiga bulan terakhir.
Dokumen ini membantu pihak Kedutaan memahami kondisi keuangan pemohon, termasuk:
- Identitas pemilik rekening.
- Saldo yang tersedia.
- Riwayat pemasukan dan pengeluaran.
- Konsistensi aktivitas transaksi.
Karena itu, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan dana perjalanan jauh-jauh hari. Hindari memasukkan dana dalam jumlah besar secara mendadak hanya untuk memperbesar saldo menjelang pengajuan visa tanpa dapat menjelaskan sumber dananya.
Jika terdapat pemasukan tambahan, pastikan kamu memiliki bukti yang dapat menjelaskan asal dana tersebut.
Contoh Perencanaan Saldo untuk Liburan 7 Hari
Supaya lebih mudah, berikut contoh perencanaan dana untuk perjalanan selama tujuh hari ke Jepang.
| Kebutuhan | Estimasi Dana |
| Tiket pesawat pulang-pergi | Rp6.000.000 |
| Akomodasi 6 malam | Rp4.000.000 |
| Makan dan minum | Rp2.500.000 |
| Transportasi lokal | Rp1.500.000 |
| Wisata dan hiburan | Rp2.000.000 |
| Belanja dan kebutuhan tambahan | Rp3.000.000 |
| Dana cadangan | Rp3.000.000 |
| Total | Rp22.000.000 |
Dari simulasi tersebut, kamu bisa melihat bahwa kebutuhan dana perjalanan tujuh hari dapat mencapai sekitar Rp22 juta.
Namun, angka ini bisa berbeda tergantung musim perjalanan, kota yang dikunjungi, pilihan akomodasi, dan gaya liburan masing-masing.
Syarat Visa Jepang 2026 dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
Setelah mempersiapkan dana, langkah berikutnya adalah melengkapi dokumen pengajuan.
Untuk visa kunjungan wisata dengan biaya sendiri, berikut beberapa dokumen yang umumnya perlu disiapkan sesuai checklist resmi pengajuan visa wisata Kedutaan Besar Jepang.
1. Paspor asli
Siapkan paspor yang masih berlaku dan memiliki halaman kosong untuk keperluan visa. Lampirkan juga dokumen sesuai ketentuan checklist pengajuan.
2. Formulir aplikasi visa dan pasfoto
Isi formulir permohonan visa menggunakan data yang benar dan sesuai dengan identitas pada paspor.
Siapkan satu lembar pasfoto terbaru dengan ukuran 3,5 x 4,5 cm. Foto sebaiknya diambil dalam enam bulan terakhir dengan wajah terlihat jelas dan latar belakang polos.
3. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
Siapkan dokumen identitas sesuai ketentuan pusat aplikasi visa tempat kamu mengajukan permohonan.
4. Rekening koran atau bukti keuangan
Lampirkan fotokopi rekening koran atau buku tabungan yang menunjukkan transaksi tiga bulan terakhir.
Pastikan dokumen memuat nama pemilik rekening, nama bank, saldo, serta informasi transaksi yang dapat dibaca dengan jelas.
Jika perjalanan dibiayai oleh orang lain, dokumen pendukung dari pihak penjamin dan bukti hubungan dengan penjamin dapat diperlukan.
5. Itinerary perjalanan
Buat jadwal perjalanan harian selama berada di Jepang. Cantumkan kota yang dikunjungi, tempat wisata, serta informasi penginapan.
Misalnya, jika kamu berencana menghabiskan tujuh hari di Jepang, itinerary bisa dibagi menjadi beberapa hari di Tokyo, Kyoto, dan Osaka.
Pastikan jadwal perjalanan realistis dan sesuai dengan durasi kunjungan.
6. Bukti pemesanan tiket pesawat pulang-pergi
Siapkan bukti reservasi penerbangan yang menunjukkan jadwal keberangkatan dari Indonesia dan kepulangan dari Jepang.
Pastikan dokumen mencantumkan nama penumpang serta tanggal masuk dan keluar Jepang.
7. Informasi akomodasi atau hotel
Cantumkan detail hotel atau penginapan dalam itinerary, termasuk alamat dan nomor telepon jika diminta dalam checklist.
Informasi ini membantu memperjelas rencana perjalanan selama berada di Jepang.
Perlu diperhatikan bahwa dokumen tambahan seperti surat keterangan kerja atau dokumen pendukung lainnya dapat diperlukan sesuai status dan kondisi pemohon. Persyaratan akhir sebaiknya selalu mengikuti checklist terbaru berdasarkan jenis permohonanmu.
Di Mana Mengajukan Visa Jepang?
Untuk pemegang paspor biasa, pengajuan visa Jepang di Indonesia dilakukan melalui Japan Visa Application Centre (JVAC), yang dikelola oleh VFS Global sebagai mitra resmi Kedutaan Besar Jepang.
Terdapat beberapa pusat aplikasi visa yang melayani pemohon berdasarkan wilayah domisili sesuai KTP.
Berdasarkan informasi wilayah yurisdiksi resmi VFS Global, berikut pembagian wilayah pengajuannya:
| Pusat Aplikasi | Wilayah Yurisdiksi |
| Jakarta | DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung |
| Surabaya | Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan |
| Bali | Bali, NTB, dan NTT |
| Medan | Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau |
| Makassar | Sulawesi, Maluku, dan Papua |
Secara umum, proses pengajuannya meliputi:
- Periksa jenis visa dan persyaratan dokumen melalui situs resmi VFS Global.
- Pilih pusat aplikasi visa sesuai wilayah domisili.
- Buat janji temu jika diperlukan.
- Datang ke JVAC untuk menyerahkan dokumen dan melakukan pembayaran.
- Tunggu proses pemeriksaan dan keputusan permohonan.
- Ambil paspor atau ikuti prosedur pengembalian dokumen yang tersedia.
Proses penerbitan visa reguler membutuhkan minimal lima hari kerja setelah dokumen diterima. Namun, prosesnya dapat berlangsung lebih lama apabila diperlukan pemeriksaan atau dokumen tambahan.
Karena itu, sebaiknya ajukan permohonan jauh sebelum tanggal keberangkatan agar persiapan perjalanan tidak terburu-buru.
BACA JUGA: Biaya Hidup di Jakarta: Pengeluaran dan Cara Mengaturnya
Tips Menyiapkan Dana dan Rekening untuk Pengajuan Visa Jepang
Selain melengkapi dokumen perjalanan, kamu juga bisa mulai mengatur keuangan sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Tentukan target dana perjalanan
Hitung estimasi kebutuhan tiket, penginapan, transportasi, makan, dan aktivitas selama di Jepang. Tambahkan dana cadangan untuk mengantisipasi pengeluaran tidak terduga.
2. Sisihkan uang secara rutin
Daripada mengumpulkan seluruh dana menjelang keberangkatan, biasakan menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan.
Misalnya, jika target dana perjalanan Rp24 juta dan kamu memiliki waktu 12 bulan, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp2 juta setiap bulan.
3. Pisahkan dana liburan dari kebutuhan sehari-hari
Memisahkan dana perjalanan dapat membantu kamu memantau perkembangan tabungan tanpa mengganggu anggaran bulanan.
4. Periksa riwayat transaksi rekening
Pastikan kamu memiliki catatan transaksi yang jelas dan dapat menjelaskan sumber pemasukan. Hal ini akan membantu ketika perlu menyiapkan rekening koran untuk pengajuan visa.
5. Unduh e-statement untuk melengkapi dokumen
Jika bank menyediakan layanan laporan keuangan digital, manfaatkan fitur tersebut untuk mendapatkan riwayat transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Pastikan periode laporan yang dibutuhkan sudah tersedia dan sesuai dengan persyaratan pengajuan visa.
Persiapkan Dana Liburan Jepang Lebih Terencana dengan Saku Utama Bank Saqu
Mengurus visa Jepang bukan hanya tentang melengkapi dokumen perjalanan, tetapi juga memastikan kondisi finansial sudah dipersiapkan dengan baik.
Mulai dari menentukan target dana, menyisihkan penghasilan secara konsisten, hingga memastikan riwayat transaksi rekening tersedia saat dibutuhkan.
Untuk membantu mengelola dana perjalanan, kamu bisa memanfaatkan Saku Utama dari Bank Saqu.
Saku Utama merupakan rekening utama yang aktif setelah proses pembukaan rekening digital selesai. Kamu bisa menerima dana dari rekening bank lain, melakukan transfer, serta mengalokasikan uang ke Saku lainnya sesuai kebutuhan.
Selain itu, Bank Saqu juga menyediakan fitur e-statement yang bisa dilihat dan diunduh langsung melalui aplikasi. Laporan keuangan ini memuat riwayat transaksi dalam periode bulanan sehingga dapat membantu kamu mempersiapkan dokumen keuangan ketika diperlukan.
E-statement dapat dilihat dan diunduh melalui aplikasi. E-statement untuk suatu bulan akan tersedia pada bulan berikutnya.
Perlu diingat, e-statement merupakan laporan transaksi dan bukan jaminan bahwa dokumen tersebut otomatis memenuhi seluruh persyaratan administrasi visa. Pastikan format dan dokumen yang diserahkan mengikuti ketentuan Kedutaan Jepang.
Yuk, mulai kelola dana perjalanan secara konsisten di Saku Utama Bank Saqu. Dengan persiapan finansial yang lebih terencana, rencana liburan dan pengajuan visa Jepang bisa kamu persiapkan dengan lebih matang!






