Inspirasi Warga

Biaya Liburan ke Thailand: Rincian Budget yang Perlu Disiapkan

19 Okt 2026

thumbnail

Thailand menjadi salah satu destinasi luar negeri yang menarik untuk liburan karena menawarkan kuliner, wisata, shopping, hingga berbagai pengalaman kota dengan pilihan budget yang cukup beragam. Karena itu, mengetahui biaya liburan ke Thailand sejak awal penting supaya kamu bisa menentukan berapa dana yang perlu disiapkan untuk tiket pesawat, tempat tinggal, makan, transportasi, wisata, dan belanja.

Bangkok biasanya menjadi pilihan pertama bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Thailand. Selain Bangkok, ada juga Phuket, Chiang Mai, Pattaya, hingga Krabi yang bisa dipilih sesuai jenis liburan. Namun, kalau sudah terbang cukup jauh dari Indonesia, rasanya sayang kalau hanya tinggal beberapa hari.

Untuk itu, simulasi kali ini menggunakan durasi 7 hari 6 malam. Dengan durasi tersebut, kamu punya cukup waktu untuk menikmati Thailand tanpa harus membuat itinerary terlalu padat.

Baca Juga: Biaya Hidup di Jakarta: Pengeluaran dan Cara Mengaturnya

Biaya Liburan ke Thailand Selama 7 Hari

Untuk perjalanan tujuh hari, budget bisa sangat berbeda tergantung gaya traveling. Backpacker yang menginap di hostel, menggunakan transportasi umum, dan lebih sering makan street food tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan wisatawan yang memilih hotel bintang tiga atau empat, restoran, dan transportasi online.

Berikut simulasi budget untuk perjalanan Jakarta–Bangkok pulang-pergi selama 7 hari 6 malam:

Komponen PengeluaranBackpackerSantai
Tiket pesawat pulang-pergiRp3–4 jutaRp4–6,5 juta
Penginapan 6 malamRp600 ribu–Rp1,2 jutaRp2,5–4,5 juta
Makan & jajan 7 hariRp1–1,5 jutaRp2–3,5 juta
Transportasi lokalRp350–500 ribuRp600 ribu–Rp1 juta
Tiket wisata & hiburanRp300 ribuRp1–2 juta
Internet & asuransiRp200 ribuRp250 ribu
Belanja & oleh-olehRp1 jutaRp2 juta
SubtotalRp6,45–9,7 jutaRp12,35–19,75 juta
Dana kontingensi 10%Rp645–970 ribuRp1,24–1,98 juta
Total dana disiapkan±Rp7,1–10,7 juta±Rp13,6–21,7 juta

Sebagai patokan sederhana, kamu bisa menyiapkan sekitar Rp8–11 juta untuk backpacker atau Rp14–22 juta untuk travelling santai.

Angka tersebut sudah memasukkan tiket pesawat, akomodasi, makan, transportasi, wisata, internet dan asuransi, serta alokasi belanja atau oleh-oleh. Dana kontingensi 10% juga sudah dihitung.

Kalau ingin mencoba restoran yang lebih fancy, siapkan tambahan sekitar Rp1 juta atau lebih di luar total tersebut. Pos ini bersifat opsional karena tidak semua orang ingin mengalokasikan budget khusus untuk pengalaman kuliner premium.

1. Tiket Pesawat Pulang-Pergi

Untuk berjaga-jaga, kamu bisa mengalokasikan sekitar Rp5 juta untuk tiket pesawat pulang-pergi dari Indonesia ke Thailand.

Namun, jangan langsung menganggap Rp5 juta sebagai harga wajib jika kamu mendapatkan tiket dengan harga promo, harga tiket bisa jadi jauh lebih murah.  Tiket sekali jalan pada periode atau promo tertentu bahkan bisa berada di kisaran Rp1,9 juta atau lebih murah, sehingga harga pulang-pergi bisa lebih rendah dari alokasi awal.

Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah memilih penerbangan ekonomi tanpa bagasi saat berangkat. Kalau barang bawaan memungkinkan, tidak perlu membawa terlalu banyak barang dari Indonesia.

Justru saat pulang, kamu kemungkinan membutuhkan ruang lebih banyak.

Thailand terkenal dengan pilihan pakaian yang lucu dan beragam. Produk kosmetik dan body care Thailand juga banyak diminati. Karena itu, sebagian kebutuhan harian atau daily necessities bisa dibeli setelah tiba di Thailand.

Untuk penerbangan pulang, kamu bisa mempertimbangkan tiket ekonomi yang sudah termasuk bagasi. Dengan begitu, bagasi yang dibayar lebih banyak digunakan untuk membawa barang yang memang kamu beli selama perjalanan.

2. Penginapan Selama 6 Malam

Karena perjalanan berlangsung selama tujuh hari, alokasikan budget untuk enam malam penginapan.

Untuk tipe backpacker, hostel atau capsule hotel bisa berada di kisaran Rp600 ribu–Rp1,2 juta untuk enam malam. Sementara itu, wisatawan dengan gaya santai dapat mengalokasikan sekitar Rp2,5–4,5 juta untuk hotel bintang tiga atau empat.

Lokasi juga penting. Area seperti Pratunam, Siam, dan Sukhumvit bisa menjadi pilihan karena memiliki akses ke kawasan wisata, shopping, dan transportasi umum. Sebisa mungkin pilih akomodasi yang dekat dengan BTS Skytrain atau MRT agar perjalanan lebih praktis dan tidak terlalu bergantung pada taksi saat menghadapi kemacetan di Bangkok.

Ada juga hal menarik jika kamu berencana tinggal lebih lama.

Di Bangkok, selain hotel, terdapat pilihan housing yang sistem sewanya lebih mirip kos atau apartemen. Untuk masa tinggal yang lebih panjang, harga per malam secara efektif dapat menjadi lebih murah. Sebagai gambaran, ada housing bulanan yang bisa berada di kisaran Rp5 juta per bulan, tergantung area, periode, dan fasilitas. Beberapa bahkan sudah dilengkapi dengan mesin cuci.

Artinya, kalau memang ingin tinggal di Bangkok dalam jangka waktu lebih panjang, jangan hanya membandingkan harga hotel per malam. Coba lihat juga pilihan akomodasi mingguan atau bulanan.

3. Budget Makan Selama di Thailand

Thailand adalah salah satu destinasi yang menarik untuk eksplorasi kuliner. Kamu bisa menemukan street food dengan harga relatif terjangkau sampai restoran kelas atas.

Untuk travelling santai, alokasikan sekitar Rp500 ribu per hari untuk makan dan jajan. Jika kamu ingin lebih hemat, kamu bisa berkunjung untuk makan di stall pinggir jalan yang menyediakan makanan dengan harga mulai Rp30.000 jika dirupiahkan. 

Jika tinggal selama tujuh hari, siapkan Rp3,5 juta untuk makan di Thailand.

Kalau ingin mencoba restoran yang lebih fancy, siapkan tambahan sekitar Rp1 juta atau lebih di luar budget utama. Thailand memiliki banyak pilihan restoran berkualitas tinggi, termasuk restoran yang masuk dalam berbagai panduan Michelin.

Dengan memisahkan budget harian dan budget kuliner fancy, kamu bisa mencoba pengalaman makan yang lebih mahal tanpa mengganggu anggaran utama.

4. Transportasi Lokal

Untuk berkeliling Bangkok, wisatawan dapat menggunakan BTS Skytrain, MRT, bus, taksi, maupun transportasi online.

Tipe backpacker bisa mengalokasikan sekitar Rp350–500 ribu dengan lebih banyak menggunakan BTS, MRT, dan bus.

Sementara itu, jika kamu termasuk dalam tipe santai, kamu dapat menyiapkan sekitar Rp600 ribu–Rp1 juta jika ingin lebih sering menggunakan Grab, Bolt, atau taksi.

Supaya biaya transportasi tidak membengkak, kelompokkan destinasi berdasarkan lokasi. Misalnya, destinasi yang berada di kawasan yang sama dikunjungi pada hari yang sama.

5. Tiket Wisata dan Hiburan

Anggaran wisata di Thailand sangat bergantung pada destinasi yang dipilih.

Untuk backpacker yang lebih banyak mengunjungi kuil dan kawasan kota, sekitar Rp300 ribu dapat dialokasikan untuk tiket wisata.

Sementara itu, tipe santai dapat menyiapkan sekitar Rp1–2 juta untuk berbagai atraksi seperti Grand Palace, Mahanakhon SkyWalk, river cruise, museum, atau aktivitas berbayar lainnya.

Tidak semua kegiatan harus berbayar. Kombinasikan atraksi berbayar dengan eksplorasi pasar, kawasan kota, taman, dan tempat lain yang bisa dikunjungi dengan biaya rendah.

6. Internet dan Asuransi Perjalanan

Internet akan cukup penting selama berada di Thailand, terutama untuk menggunakan peta, transportasi online, mencari restoran, dan berkomunikasi.

Siapkan sekitar Rp200 ribu untuk kebutuhan internet dan asuransi pada skenario backpacker, atau sekitar Rp250 ribu untuk skenario santai.

Besarnya biaya tentu dapat berbeda, tergantung pada paket eSIM, operator, serta jenis perlindungan perjalanan yang dipilih.

7. Belanja dan Oleh-Oleh

Belanja sebaiknya dipisahkan dari anggaran wajib agar tidak mengganggu kebutuhan utama. Namun, karena Thailand terkenal dengan pilihan pakaian, kosmetik, body care, makanan, aksesori, dan barang sehari-hari, pos ini tetap perlu diperhitungkan kalau memang sudah punya rencana shopping.

Dalam simulasi ini, alokasikan sekitar Rp1 juta untuk backpacker dan Rp2 juta untuk tipe santai.

Salah satu strategi yang cukup praktis adalah membawa barang sesedikit mungkin dari Indonesia. Selain mengurangi barang bawaan, kamu juga memiliki ruang lebih untuk membawa hasil belanja saat pulang.

8. Siapkan Dana Kontingensi 10%

Setelah seluruh kebutuhan utama dihitung, siapkan sekitar 10% dari subtotal sebagai dana kontingensi.

Untuk skenario backpacker, subtotal kebutuhan berada di kisaran Rp6,45–9,7 juta. Artinya, dana kontingensi yang perlu disiapkan sekitar Rp645 ribu–Rp970 ribu.

Sementara itu, skenario santai memiliki subtotal sekitar Rp12,35–19,75 juta, sehingga dana kontingensinya sekitar Rp1,24–1,98 juta.

Dana ini dapat digunakan jika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan, seperti perubahan transportasi, kebutuhan kesehatan, tambahan bagasi, perubahan akomodasi, atau pengeluaran mendadak lainnya.

Dana tersebut tidak harus digunakan. Kalau perjalanan berjalan lancar, uang yang tersisa dapat dibawa pulang dan dikembalikan ke tabungan.

Baca Juga: Biaya Hidup di Bandung: Estimasi Pengeluaran & Tips Menghemat

Tips Penting Sebelum Liburan ke Thailand

Selain menghitung budget, ada beberapa hal praktis yang sebaiknya diperhatikan sebelum berangkat.

  1. Pilih lokasi hotel strategis. Area seperti Pratunam, Siam, dan Sukhumvit bisa menjadi pertimbangan, terutama jika kamu ingin mudah mengakses BTS Skytrain atau MRT. Akses transportasi umum dapat membantu menghemat waktu dan mengurangi ketergantungan pada taksi.
  2. Pesan tiket pesawat lebih awal. Bandingkan harga beberapa tanggal sebelum menentukan jadwal keberangkatan. Kalau mendapatkan promo, budget tiket pulang-pergi bisa jauh lebih rendah daripada alokasi Rp5 juta.
  3. Atur strategi bagasi. Kalau memungkinkan, berangkat dengan tiket ekonomi tanpa bagasi dan pulang menggunakan tiket yang sudah termasuk bagasi. Thailand punya banyak pilihan pakaian, kosmetik, body care, dan kebutuhan harian yang mungkin justru ingin kamu beli di sana. 
  4. Siapkan uang tunai dalam Baht. Pembayaran digital memang semakin umum di Bangkok, tetapi street food, pasar malam, kios kecil, dan beberapa transportasi masih dapat membutuhkan uang tunai. Karena itu, tetap sediakan sebagian uang dalam mata uang Baht (THB). 
  5. Periksa dokumen perjalanan sebelum berangkat. Untuk pemegang paspor Indonesia, saat ini bisa masuk ke Thailand selama 30 hari. Pastikan kamu sudah mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC) secara online sebelum kedatangan supaya perjalananmu lebih cepat.

Untuk perjalanan Jakarta–Bangkok selama tujuh hari enam malam, kamu bisa menyiapkan sekitar Rp8–11 juta untuk backpacker dan sekitar Rp14–22 juta untuk liburan santai. Angka tersebut sudah mencakup tiket pesawat, akomodasi, makan, transportasi, wisata, internet dan asuransi, belanja atau oleh-oleh, serta dana kontingensi 10%. Jika ingin mencoba restoran fancy atau pengalaman kuliner premium, siapkan tambahan sekitar Rp1 juta atau lebih. Jadi, sebelum booking tiket dan hotel, pastikan biaya liburan ke Thailand sudah disesuaikan dengan gaya traveling dan kemampuan finansialmu.

Jika membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan perjalanan yang sudah direncanakan, kamu juga dapat mempertimbangkan Saku Kredit dari Bank Saqu dengan limit hingga Rp30 juta dan pilihan tenor cicilan hingga 24 bulan. Kamu bisa memilih metode cicil ataupun bayar nanti, sesuaikan dengan kebutuhanmu.

Yuk download Bank Saqu untuk ajukan Saku Kredit sekarang.

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.