Hi Warga Bank Saqu,
Bandung masih menjadi salah satu kota favorit untuk kuliah, bekerja, maupun sekadar mencari suasana baru. Selain punya banyak pilihan kampus dan tempat kerja, Bandung juga terkenal dengan pilihan kuliner, tempat nongkrong, dan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di waktu luang.
Tapi, sebelum memutuskan untuk tinggal di Kota Kembang, ada satu hal yang nggak kalah penting untuk dipersiapkan: biaya hidup di Bandung.
Menurut ANTARA, mahasiswa yang tinggal di Bandung perlu memperhitungkan beberapa pengeluaran utama, seperti tempat tinggal, makan, transportasi, hingga hiburan. Dalam estimasi yang dipublikasikan pada 2024, biaya kos disebut mulai dari sekitar Rp500 ribu per bulan, sedangkan kebutuhan makan sekitar Rp50 ribu per hari.
Sementara itu, estimasi terbaru Rumah123 mencatat biaya hidup per orang di Bandung sekitar Rp1,61 juta per bulan, berdasarkan data konsumsi rumah tangga dan belum termasuk cicilan atau pembelian properti. Rumah123 juga mencatat kisaran sewa kos sekitar Rp1 juta–Rp3 juta per bulan.
Nah, dari angka tersebut, sebenarnya berapa budget yang perlu disiapkan untuk tinggal di Bandung? Yuk, kita bahas!
Baca Juga:E-Budgeting: Fungsi, Tujuan, dan Keunggulannya
Berapa Biaya Hidup di Bandung per Bulan?
Nggak ada satu angka pasti yang bisa menjadi patokan untuk semua orang.
Biaya hidup seseorang yang tinggal sendiri di kos tentu akan berbeda dengan keluarga yang menyewa rumah. Begitu juga dengan mahasiswa yang lebih sering makan di warung dibandingkan pekerja yang rutin makan di restoran atau kafe.
Jadi, saat menghitung biaya hidup di Bandung per bulan, kamu perlu melihat beberapa komponen utama, seperti:
- Tempat tinggal
- Makan dan kebutuhan sehari-hari
- Transportasi
- Pulsa dan internet
- Hiburan
- Kebutuhan lainnya
- Tabungan atau dana cadangan
Sebagai gambaran, data Rumah123 memperkirakan kebutuhan hidup per orang di Bandung sebesar Rp1,61 juta per bulan. Namun, angka tersebut merupakan estimasi pengeluaran konsumsi dan tidak bisa langsung dianggap sebagai total budget hidup seseorang yang harus membayar kos, terutama karena biaya tempat tinggal dapat menambah pengeluaran secara signifikan.
Makanya, kalau kamu sedang merencanakan pindah ke Bandung, lebih baik membuat budget berdasarkan kebutuhanmu sendiri.
Rincian Biaya Hidup di Bandung
1. Biaya Tempat Tinggal
Tempat tinggal biasanya menjadi salah satu pengeluaran terbesar, terutama kalau kamu merantau.
Pilihan tempat tinggal di Bandung cukup beragam, mulai dari kos, kontrakan, sampai apartemen. Berdasarkan data Rumah123, kisaran sewa kos di Bandung berada di sekitar Rp1 juta–Rp3 juta per bulan, sedangkan sewa apartemen sekitar Rp3 juta–Rp8 juta per bulan.
Sementara itu, kos untuk mahasiswa di Bandung tersedia mulai dari sekitar Rp500 ribu per bulan, tergantung fasilitas dan lokasi.
Nah, jangan cuma mencari tempat tinggal berdasarkan harga paling murah, ya.
Pertimbangkan juga jaraknya dari kampus atau kantor. Kos yang sedikit lebih mahal tetapi dekat dengan tempat aktivitas bisa saja lebih hemat kalau kamu jadi mengeluarkan lebih sedikit uang untuk transportasi setiap bulan.
2. Biaya Makan
Setelah tempat tinggal, kebutuhan makan juga perlu masuk ke dalam perhitungan.
Kebutuhan makan mahasiswa di Bandung bisa mencapai sekitar Rp50 ribu per hari, sementara harga makanan di warung sederhana berada di kisaran Rp15 ribu–Rp20 ribu per porsi berdasarkan estimasi yang mereka gunakan.
Kalau kamu menggunakan budget Rp50 ribu per hari, misalnya, berarti perlu menyiapkan sekitar Rp1,5 juta per bulan untuk makan.
Tentu angka tersebut bisa berbeda. Kalau lebih sering memasak sendiri, membawa bekal, atau memilih tempat makan yang lebih terjangkau, pengeluaran bisa ditekan.
Sebaliknya, kalau hampir setiap hari makan di restoran atau pesan makanan online, budget makan bisa jauh lebih besar.
3. Biaya Transportasi
Jangan lupa memasukkan biaya transportasi ke dalam budget bulanan.
Kebutuhannya bisa berbeda-beda tergantung tempat tinggal dan aktivitas. Kalau kamu tinggal dekat kantor atau kampus, mungkin cukup menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki untuk beberapa perjalanan.
Sebaliknya, kalau lokasi tempat tinggal cukup jauh, biaya transportasi online, kendaraan pribadi, bahan bakar, atau parkir bisa menjadi pengeluaran tambahan.
Karena itu, saat memilih tempat tinggal, coba hitung biaya kos + transportasi, bukan hanya harga kosnya.
4. Pulsa dan Internet
Di zaman sekarang, internet sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari.
Mulai dari komunikasi, kuliah, bekerja, hingga hiburan, semuanya membutuhkan koneksi internet.
Jadi, jangan lupa siapkan budget untuk pulsa, paket data, atau Wi-Fi. Besarnya tentu tergantung kebutuhan dan provider yang digunakan.
5. Hiburan dan Nongkrong
Nah, ini yang kadang suka nggak terasa.
Bandung punya banyak pilihan tempat nongkrong, kafe, restoran, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata. Kalau nggak dibatasi, pengeluaran untuk hiburan bisa dengan mudah mengganggu budget kebutuhan utama.
Bukan berarti kamu nggak boleh nongkrong, kok.
Coba tentukan saja budget hiburan khusus setiap bulan. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati waktu bersama teman tanpa perlu khawatir uang untuk kebutuhan utama ikut terpakai.
6. Kebutuhan Lainnya
Selain pengeluaran rutin, kamu juga perlu menyiapkan uang untuk kebutuhan yang datang sewaktu-waktu.
Misalnya:
- Laundry
- Toiletries
- Obat-obatan
- Perlengkapan kuliah atau kerja
- Pulsa tambahan
- Keperluan mendadak
- Kebutuhan rumah tangga
Masing-masing memang terlihat kecil. Tapi kalau dikumpulkan dalam satu bulan, jumlahnya bisa cukup terasa.
Karena itu, sebaiknya jangan membuat budget terlalu pas-pasan.
Contoh Budget Bulanan Tinggal di Bandung
Biar lebih gampang membayangkannya, misalnya kamu tinggal sendiri di Bandung dan memilih gaya hidup yang cukup sederhana.
Untuk tempat tinggal, kamu bisa menyiapkan sekitar Rp1,5 juta per bulan untuk kos. Kemudian, budget makan sekitar Rp1,5 juta, transportasi Rp400 ribu, pulsa dan internet Rp200 ribu, hiburan Rp300 ribu, serta kebutuhan lainnya sekitar Rp300 ribu.
Kalau dijumlahkan, totalnya sekitar Rp4,2 juta per bulan.
Tapi, angka tersebut hanya ilustrasi, ya. Pengeluaran sebenarnya bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung lokasi kos, pilihan tempat makan, transportasi yang digunakan, dan gaya hidup masing-masing.
Supaya lebih aman, kamu juga bisa menambahkan dana cadangan di luar budget bulanan. Jadi, kalau tiba-tiba ada kebutuhan yang nggak direncanakan, tabungan utama nggak perlu ikut terkuras.
Tips Menghemat Biaya Hidup di Bandung
Sudah tahu kira-kira pengeluarannya? Sekarang waktunya cari cara supaya budget nggak jebol.
Buat Budget Bulanan
Sebelum bulan dimulai, coba tentukan berapa uang yang boleh digunakan untuk makan, transportasi, hiburan, dan kebutuhan lainnya.
Dengan begitu, kamu punya batas pengeluaran yang lebih jelas.
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Ngopi di kafe atau jalan-jalan tentu boleh. Tapi kalau dilakukan terlalu sering, pengeluaran kecil tersebut bisa menumpuk.
Coba bedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya ingin dibeli.
Pilih Tempat Tinggal Secara Strategis
Jangan hanya melihat harga kos.
Pertimbangkan juga jaraknya dari kantor, kampus, tempat makan, atau transportasi umum. Lokasi yang strategis bisa membantu mengurangi pengeluaran transportasi.
Masak atau Bawa Bekal
Kalau memungkinkan, memasak sendiri atau membawa bekal beberapa kali dalam seminggu bisa membantu menghemat biaya makan.
Nggak harus setiap hari. Mengurangi frekuensi makan di luar saja sudah bisa membuat perbedaan pada pengeluaran bulanan.
Sisihkan Uang di Awal
Ini salah satu kebiasaan yang penting.
Daripada menunggu uang tersisa di akhir bulan, coba langsung pisahkan sebagian uang untuk ditabung setelah menerima penghasilan.
Dengan begitu, tabungan nggak cuma mengandalkan “kalau ada sisa”.
Baca Juga: 7 Aplikasi Budgeting Terbaik untuk Pemula
Yuk, Siapkan Saku Khusus untuk Nabung
Setelah tahu estimasi biaya hidup di Bandung, sekarang saatnya mulai membuat perencanaan keuangan berdasarkan tujuan.
Misalnya kamu berencana pindah ke Bandung tahun depan. Kamu bisa mulai menyiapkan dana untuk kos, biaya pindahan, kebutuhan sehari-hari, atau dana darurat dari sekarang.
Nah, supaya uang untuk masing-masing tujuan nggak tercampur, kamu bisa menggunakan Saku Nabung dari Bank Saqu.
Di Saku Nabung, kamu bisa membuat beberapa Saku sesuai tujuan menabung. Bahkan, kamu bisa membuat hingga 20 Saku dan memberikan nama serta ikon yang berbeda untuk masing-masingSaku.
Misalnya:
- Saku Kos Bandung untuk mengumpulkan biaya tempat tinggal.
- Saku Dana Darurat untuk menghadapi kebutuhan yang nggak terduga.
- Saku Liburan untuk menikmati Bandung tanpa mengganggu uang kebutuhan sehari-hari.
Atau, kalau kamu memang sedang merencanakan pindah, bisa juga membuat Saku Pindah ke Bandung dan menentukan target dana yang ingin dikumpulkan.
Menariknya, Saku Nabung saat ini memberikan bunga 3% p.a*. sesuai ketentuan yang berlaku. Penyesuaian bunga tersebut berlaku mulai 1 Agustus 2026.
Jadi, sambil mempersiapkan biaya hidup, kamu juga bisa mulai membangun kebiasaan menabung berdasarkan tujuan.
Yuk, mulai atur uangmu dan buat Saku Nabung sesuai kebutuhanmu!
Pelajari Saku Nabung Bank Saqu
*Bunga dan ketentuan Saku Nabung mengikuti syarat dan ketentuan Bank Saqu yang berlaku.






