Hi Warga Bank Saqu,
Pernah merasa uang baru masuk, tapi belum sampai pertengahan bulan sudah mulai bingung, “Kok tinggal segini, ya?”
Bisa jadi bukan karena penghasilanmu kurang, tapi karena belum punya gambaran yang jelas soal ke mana saja uang digunakan.
Nah, di sinilah budgeting bisa membantu. Dengan budgeting, kamu bisa merencanakan pengeluaran sebelum uangnya habis. Sekarang, proses tersebut juga bisa dilakukan secara digital atau yang dikenal dengan istilah e-budgeting.
Baca juga: Jangan Mulai Menabung kalau Belum Tahu 5 Metode Budgeting Populer Ini
Secara umum, e-budgeting merupakan proses penyusunan dan pengelolaan anggaran dengan memanfaatkan teknologi digital. Konsep ini banyak digunakan oleh perusahaan maupun organisasi untuk membuat, memantau, dan mengevaluasi anggaran.
Tapi, prinsipnya juga bisa kamu terapkan untuk mengatur keuangan pribadi.
Lalu, e-budgeting adalah apa sebenarnya? Apa manfaatnya, dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, kita bahas.
E-Budgeting Adalah Apa?
Sederhananya, e-budgeting adalah cara menyusun dan mengelola anggaran menggunakan perangkat atau sistem digital.
Kalau dulu kamu mungkin mencatat pemasukan dan pengeluaran di buku catatan, sekarang proses tersebut bisa dilakukan menggunakan spreadsheet, aplikasi keuangan, atau fitur digital yang membantu mengatur uang.
Tujuannya tetap sama, kamu punya gambaran tentang kondisi keuangan dan bisa menentukan bagaimana uang akan digunakan.
Baca juga: 7 Aplikasi Budgeting Terbaik untuk Pemula
Misalnya, setiap bulan kamu menerima gaji. Daripada langsung menggunakan uang tersebut untuk berbagai kebutuhan, kamu bisa membuat rencana terlebih dahulu.
Berapa yang perlu disiapkan untuk tagihan? Berapa yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari? Berapa yang ingin disimpan untuk liburan atau dana darurat?
Dengan begitu, kamu nggak sekadar melihat saldo rekening, tapi juga punya rencana untuk uang yang ada di dalamnya.
Apa Fungsi E-Budgeting?
Pada dasarnya, e-budgeting membantu membuat proses budgeting menjadi lebih teratur dan mudah dipantau.
Membantu Merencanakan Pengeluaran
Punya budget membuat kamu bisa menentukan batas pengeluaran sebelum mulai berbelanja.
Misalnya, kamu menetapkan Rp1,5 juta untuk kebutuhan makan selama sebulan. Ketika sudah tahu batasnya, kamu bisa menyesuaikan pilihan makanan dan frekuensi makan di luar supaya pengeluaran tetap berada di dalam budget.
Hal yang sama bisa diterapkan untuk transportasi, hiburan, belanja, dan kebutuhan lainnya.
Membantu Melihat Pola Pengeluaran
Pernah merasa nggak banyak belanja, tapi setelah dicek ternyata uang cukup banyak habis untuk pesan makanan atau nongkrong?
Dengan mencatat pengeluaran secara rutin, pola seperti ini jadi lebih mudah terlihat.
Kamu bisa mengetahui kategori mana yang paling banyak menghabiskan uang dan kemudian menentukan apakah pengeluaran tersebut memang masih sesuai dengan kondisi keuanganmu.
Memudahkan Evaluasi
Budgeting juga bukan sesuatu yang harus dibuat sekali lalu dilupakan.
Justru, setelah beberapa waktu, kamu bisa melihat kembali apakah anggaran yang dibuat sudah sesuai dengan kenyataan.
Misalnya, kamu selalu menghabiskan lebih banyak uang untuk transportasi daripada yang direncanakan. Dari situ, kamu bisa mengevaluasi penyebabnya dan menyesuaikan budget bulan berikutnya.
Jadi, budgeting bukan tentang membatasi diri terus-menerus, tetapi membantu kamu membuat keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Apa Manfaat E-Budgeting untuk Keuangan Pribadi?
Kalau dilakukan secara konsisten, e-budgeting bisa membantu kamu punya kontrol yang lebih baik terhadap uang.
Salah satunya adalah membuat pengeluaran terasa lebih terarah. Kamu tahu berapa uang yang tersedia dan kebutuhan apa saja yang perlu diprioritaskan.
Budgeting juga bisa membantu mengurangi pengeluaran yang sebenarnya nggak terlalu diperlukan. Bukan berarti kamu harus berhenti jajan, nongkrong, atau belanja. Kamu hanya perlu tahu kapan pengeluaran tersebut masih aman dilakukan.
Yang nggak kalah penting, budgeting bisa membantu kamu menyiapkan uang untuk tujuan tertentu.
Misalnya, kamu ingin liburan akhir tahun. Daripada baru memikirkan dananya ketika waktunya sudah dekat, kamu bisa memasukkannya ke dalam rencana keuangan sejak jauh-jauh hari.
Dengan begitu, target terasa lebih ringan karena kamu sudah mempersiapkannya secara bertahap.
Bagaimana Cara Membuat E-Budgeting?
Nggak perlu langsung membuat sistem yang rumit.
Kamu bisa mulai dengan melihat berapa pemasukan yang diterima setiap bulan. Setelah itu, catat pengeluaran rutin yang memang harus dibayar, seperti tempat tinggal, tagihan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari.
Dari sana, kamu bisa melihat berapa uang yang masih tersedia untuk kebutuhan lain.
Jangan lupa, masukkan juga tujuan keuangan ke dalam perencanaan. Misalnya kamu sedang menyiapkan dana darurat, ingin membeli gadget, atau punya rencana liburan.
Baca juga: Budget Rumah Tangga: Panduan Cerdas Agar Pengeluaran Lebih Terarah dan Finansial Tetap Aman
Hal yang sering terjadi adalah menabung hanya dari uang yang tersisa setelah semua kebutuhan selesai. Padahal, kalau menunggu sisa, belum tentu masih ada uang yang bisa disimpan.
Karena itu, lebih baik menentukan nominal yang ingin disisihkan sejak awal.
Setelah berjalan satu bulan, coba lihat kembali hasilnya. Apakah budget yang dibuat terlalu kecil? Ada pengeluaran yang ternyata lebih besar dari perkiraan? Atau justru ada pos yang bisa dikurangi?
Dari situ, kamu bisa memperbaiki budget untuk bulan berikutnya.
E-Budgeting Nggak Harus Ribet
Nah, ini yang sering bikin orang malas mulai budgeting.
Begitu mendengar istilah e-budgeting, mungkin yang kebayang adalah spreadsheet penuh angka atau catatan pengeluaran yang harus diperbarui setiap saat. Padahal, kamu bisa mulai dari cara yang sederhana.
Coba lihat pemasukan bulananmu, lalu tentukan dulu pengeluaran apa saja yang memang harus dibayar. Setelah itu, lihat berapa banyak uang yang biasanya habis untuk kebutuhan sehari-hari dan berapa yang masih bisa disisihkan untuk rencana ke depan.
Misalnya, setiap bulan kamu punya target untuk liburan, membeli gadget baru, atau menyiapkan dana darurat. Masukkan juga tujuan tersebut ke dalam perencanaan sejak awal, bukan menunggu sampai ada uang yang tersisa.
Baca juga: 11 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Realistis dan Efektif
Kamu juga nggak harus langsung mencatat semuanya secara detail. Mulai dengan mencatat pengeluaran yang paling besar atau paling sering dilakukan. Setelah beberapa bulan, kamu akan mulai melihat pola pengeluaranmu sendiri dan bisa menentukan bagian mana yang perlu dikurangi.
Intinya, budgeting bukan soal membuat perhitungan yang sempurna. Yang penting kamu punya gambaran jelas tentang kondisi keuanganmu dan tahu apa yang ingin dicapai.
Punya Target Keuangan? Coba Gunakan Set Target
Setelah punya gambaran mengenai pemasukan dan pengeluaran, langkah berikutnya adalah menentukan apa yang ingin kamu capai.
Misalnya, kamu ingin mengumpulkan Rp6 juta untuk liburan dalam enam bulan. Daripada hanya menyimpan keinginan tersebut di kepala, kamu bisa membuat target yang lebih jelas.
Nah, Set Target dari Bank Saqu bisa membantu kamu membuat target dana di Saku Nabung. Kamu bisa menentukan nominal dana yang ingin dicapai, tanggal target, serta frekuensi dan jumlah uang yang ingin ditabung.
Kalau ingin lebih praktis, kamu juga bisa mengaktifkan Nabung Terjadwal. Fitur ini memungkinkan dana dipindahkan secara otomatis dari Saku yang kamu pilih ke Saku Nabung sesuai jadwal dan nominal yang sudah ditentukan.
Kamu juga bisa memantau perkembangan tabungan dalam bentuk persentase. Jadi, nggak perlu menebak-nebak sudah seberapa dekat dengan targetmu.
Misalnya, kamu ingin punya dana Rp12 juta untuk liburan tahun depan. Kamu bisa membuat target tersebut dan menentukan berapa nominal yang perlu ditabung secara rutin.
Yuk, bikin target keuanganmu lebih jelas dengan Set Target Bank Saqu.
*Simulasi pada fitur Set Target merupakan perkiraan dan bukan jaminan target akan tercapai. Pencapaian target tetap bergantung pada konsistensi menabung dan ketersediaan dana.






