Inspirasi Warga

Biaya Listrik per kWh: Cara Menghitung Tagihan dengan Mudah

05 Okt 2026

thumbnail

Hi Warga, 

Pernah penasaran kenapa tagihan listrik bulan ini lebih besar dari biasanya? Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan melihat biaya listrik per kWh dan jumlah listrik yang digunakan.

kWh atau kilowatt-hour merupakan satuan energi listrik yang digunakan untuk menghitung konsumsi listrik. Semakin banyak listrik yang digunakan, semakin besar pula jumlah kWh yang tercatat.

Tapi, biaya listrik per kWh nggak sama untuk semua pelanggan. Tarifnya bergantung pada golongan pelanggan dan daya listrik yang digunakan.

Baca juga: 12 Cara Menghemat Listrik Saat Rumah Ditinggal Liburan

Berapa Biaya Listrik per kWh?

Untuk periode Juli–September 2026, pemerintah menetapkan tarif listrik tidak mengalami kenaikan. Untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi, tarif yang berlaku antara lain Rp1.352 per kWh untuk rumah tangga 900 VA-RTM, Rp1.444,70 per kWh untuk daya 1.300 VA dan 2.200 VA, serta Rp1.699,53 per kWh untuk daya 3.500–5.500 VA dan 6.600 VA ke atas. 

Sementara itu, pelanggan dengan golongan bisnis, industri, pemerintah, dan layanan khusus memiliki tarif yang berbeda. PLN menyediakan informasi tarif berdasarkan golongan pelanggan karena tarif listrik memang tidak menggunakan satu harga yang berlaku untuk semua pengguna. 

Jadi, saat mencari tahu berapa biaya listrik per kWh, kamu perlu mengetahui dulu golongan dan daya listrik di rumah.

Apa Itu kWh pada Tagihan Listrik?

kWh merupakan satuan yang menunjukkan jumlah energi listrik yang digunakan.

Sebagai gambaran sederhana, perangkat dengan daya 1.000 watt yang digunakan selama satu jam akan mengonsumsi sekitar 1 kWh. Kalau perangkat tersebut digunakan lebih singkat atau lebih lama, konsumsi energinya juga akan berubah.

Dalam pemakaian sehari-hari, jumlah kWh berasal dari berbagai perangkat di rumah, seperti AC, kulkas, televisi, mesin cuci, lampu, hingga perangkat elektronik lainnya.

Karena itu, dua rumah dengan daya listrik yang sama belum tentu memiliki tagihan yang sama. Pemakaian listrik masing-masing rumah bisa berbeda.

Cara Menghitung Biaya Listrik per kWh

Untuk mendapatkan gambaran sederhana mengenai biaya pemakaian listrik, kamu bisa menggunakan rumus:

Biaya listrik = jumlah pemakaian kWh × tarif listrik per kWh

Contohnya, sebuah rumah menggunakan listrik sebanyak 100 kWh dalam satu periode dan termasuk pelanggan dengan tarif Rp1.444,70 per kWh.

Perhitungannya: 100 kWh × Rp1.444,70 = Rp144.470

Jadi, biaya penggunaan listrik berdasarkan tarif tersebut sekitar Rp144.470.

Namun, angka ini merupakan simulasi biaya energi berdasarkan pemakaian dan tarif per kWh. Tagihan akhir yang dibayarkan pelanggan bisa memiliki komponen lain, sehingga nominalnya nggak selalu persis sama dengan hasil perkalian tersebut.

Kenapa Tagihan Listrik Bisa Berbeda Setiap Bulan?

Kalau tarif per kWh tetap, kenapa tagihan listrik bisa naik turun? Hal tersebut terkadang terjadi karena pemakaian listrik nggak selalu sama setiap bulan.

Misalnya, penggunaan AC meningkat karena cuaca lebih panas. Durasi menyalakan televisi bertambah karena lebih sering berada di rumah. Atau ada perangkat elektronik baru yang digunakan setiap hari.

Hal-hal ini bisa membuat konsumsi kWh meningkat.

Sebaliknya, kalau penggunaan perangkat elektronik dikurangi, jumlah kWh yang digunakan juga bisa turun dan tagihan menjadi lebih rendah.

Untuk pelanggan pascabayar, jumlah pemakaian dapat dilihat dari catatan penggunaan listrik. Sementara pelanggan prabayar bisa memantau sisa kWh pada meter listrik.

Cara Mengurangi Pemakaian Listrik di Rumah

Kalau ingin menjaga tagihan tetap terkendali, kamu nggak harus langsung mengurangi semua penggunaan listrik. Mulai dari perangkat yang paling sering digunakan.

  • Atur penggunaan AC. AC merupakan salah satu perangkat yang konsumsi listriknya bisa cukup besar. Gunakan suhu yang nyaman dan matikan ketika ruangan tidak digunakan.
  • Cabut perangkat yang nggak digunakan. Charger atau perangkat elektronik tertentu yang tetap terhubung ke listrik bisa menggunakan energi meskipun tidak sedang digunakan secara aktif.
  • Gunakan lampu seperlunya. Matikan lampu di ruangan yang sedang kosong dan manfaatkan cahaya alami pada siang hari.
  • Perhatikan perangkat dengan pemakaian tinggi. Kulkas, mesin cuci, pompa air, AC, dan perangkat elektronik lainnya dapat berkontribusi terhadap konsumsi listrik rumah.
  • Pantau pemakaian secara berkala. Dengan mengetahui pola konsumsi, kamu bisa lebih mudah melihat kebiasaan apa yang membuat penggunaan listrik meningkat.

Tarif Listrik Bisa Berubah

Biaya listrik per kWh nggak selalu menjadi angka yang berlaku selamanya. Untuk pelanggan nonsubsidi tertentu, PLN menerapkan mekanisme tariff adjustment yang mempertimbangkan beberapa indikator ekonomi, termasuk kurs rupiah, harga minyak mentah Indonesia atau ICP, dan inflasi. 

Karena itu, kalau sedang menghitung estimasi tagihan untuk periode mendatang, sebaiknya gunakan tarif yang berlaku pada periode tersebut. Informasi tarif terbaru dapat dicek melalui kanal resmi PLN.

Baca juga: 5 Cara Bayar Tagihan Listrik dengan Mudah, Bisa Lewat HP!

Bayar Tagihan Listrik dari Bank Saqu

Setelah mengetahui pemakaian dan perkiraan biaya listrik, jangan lupa menyelesaikan tagihannya tepat waktu.

Kamu bisa menggunakan Kirim & Bayar di Bank Saqu untuk berbagai kebutuhan transaksi. Lewat fitur ini, kamu bisa mengecek layanan pembayaran yang tersedia dan melakukan transaksi langsung dari aplikasi Bank Saqu.

Jadi, nggak perlu berpindah-pindah aplikasi ketika ingin menyelesaikan kebutuhan pembayaran sehari-hari.

Yuk, download Bank Saqu dan gunakan Kirim & Bayar untuk membantu berbagai kebutuhan transaksi harian dengan lebih praktis.

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.