Inspirasi Warga

Biaya Liburan ke Jepang 2026: Budget dan Persiapannya

22 Okt 2026

thumbnail

Biaya liburan ke Jepang menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sebelum merencanakan perjalanan ke Negeri Sakura pada 2026. Untuk perjalanan selama 5–7 hari, anggaran awal bisa berkisar Rp9,6 juta hingga Rp36 juta per orang, bergantung pada pilihan tiket pesawat, penginapan, transportasi, tempat wisata, dan gaya perjalanan. Namun, total biaya dapat lebih tinggi jika Anda bepergian saat musim ramai atau memilih fasilitas yang lebih premium.

Selain menyiapkan dana untuk kebutuhan selama perjalanan, Anda juga perlu memperhitungkan biaya pembuatan visa, asuransi perjalanan, internet, serta pengeluaran tambahan untuk berbelanja. Dengan membuat estimasi sejak awal, Anda bisa menentukan prioritas perjalanan dan mengatur tabungan secara lebih terarah.

BACA JUGA: 7 Tips Menabung Anti Boncos untuk Persiapan Liburan yang Lebih Seru!

Rincian Biaya Liburan ke Jepang untuk 7 Hari 6 Malam

Agar anggaran lebih mudah dihitung, berikut perkiraan biaya perjalanan selama tujuh hari enam malam untuk satu orang. Nominal ini merupakan estimasi dan bisa berubah sesuai tanggal keberangkatan, nilai tukar, serta pilihan layanan.

1. Tiket Pesawat Pulang-Pergi

Tiket pesawat biasanya menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam perjalanan ke Jepang. Untuk rute Jakarta–Tokyo atau Jakarta–Osaka, harga tiket pulang-pergi dapat berkisar antara Rp6 juta hingga Rp15 juta.

Harga tiket cenderung lebih terjangkau ketika Anda memesan jauh-jauh hari dan memilih periode di luar musim liburan. Sebaliknya, perjalanan saat musim bunga sakura, libur panjang, atau akhir tahun umumnya membutuhkan anggaran lebih besar.

2. Akomodasi Selama Enam Malam

Pilihan penginapan dapat memengaruhi total anggaran secara signifikan. Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan kenyamanan, lokasi, dan fasilitas yang tersedia.

Berikut perkiraan biaya penginapan untuk enam malam:

  • Hostel atau hotel kapsul: Rp1,8 juta–Rp4,2 juta.
  • Hotel budget atau hotel bisnis: Rp4,8 juta–Rp9 juta.
  • Hotel bintang 3–4: Rp9 juta–Rp18 juta.

Menginap di dekat stasiun memang dapat memudahkan mobilitas, tetapi harganya belum tentu paling murah. Bandingkan harga penginapan dengan biaya transportasi yang mungkin timbul jika memilih lokasi lebih jauh dari pusat aktivitas.

3. Transportasi Lokal dan Antarkota

Selama berada di Jepang, Anda dapat menggunakan kereta, bus, atau kartu transportasi elektronik atau IC Card untuk berpindah tempat. Jika berencana mengunjungi beberapa kota, perjalanan antarkota menggunakan Shinkansen juga perlu masuk dalam perhitungan.

Siapkan sekitar Rp1,5 juta–Rp5 juta untuk transportasi lokal dan antarkota selama tujuh hari. Besarnya biaya bergantung pada jumlah perjalanan, jarak antarkota, serta jenis transportasi yang digunakan.

Sebaiknya susun rute perjalanan sebelum berangkat. Mengelompokkan tempat wisata berdasarkan wilayah dapat membantu mengurangi perjalanan bolak-balik dan pengeluaran transportasi yang tidak perlu.

4. Makan dan Minum

Biaya makan selama di Jepang bergantung pada pilihan tempat makan. Anda bisa menghemat dengan membeli makanan di minimarket atau konbini, mencoba restoran berantai, dan sesekali menikmati makanan lokal yang harganya relatif terjangkau.

Untuk perjalanan tujuh hari, anggaran makan dan minum dapat diperkirakan sekitar Rp1,5 juta–Rp3,5 juta per orang. Jika ingin mencoba restoran populer atau menikmati pengalaman bersantap khusus, siapkan dana tambahan.

5. Tiket Wisata dan Atraksi

Jepang memiliki banyak pilihan wisata, mulai dari kuil, taman, museum, hingga taman hiburan seperti Tokyo Disneyland dan Universal Studios Japan. Sebagian tempat dapat dikunjungi tanpa tiket masuk, sedangkan atraksi tertentu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Anggaran tiket wisata selama perjalanan dapat berkisar Rp500 ribu–Rp3,5 juta per orang. Tentukan tempat yang paling ingin dikunjungi terlebih dahulu, lalu periksa harga tiket dan sistem reservasinya sebelum berangkat.

6. Visa Jepang

Bagi pemegang paspor biasa yang perlu mengajukan visa, biaya pengurusannya harus dimasukkan ke dalam anggaran perjalanan. Tarif visa Jepang yang berlaku di Indonesia sejak 1 Juli 2026 hingga 31 Maret 2027 berdasarkan informasi yang diberikan adalah:

  • Visa single entry: Rp1.650.000.
  • Visa multiple entry: Rp3.330.000.

Pengajuan melalui Japan Visa Application Centre (JVAC) yang dikelola VFS Global juga dapat dikenai biaya layanan tambahan sekitar Rp290.000 per aplikasi. Dengan demikian, total perkiraan biaya visa single entry beserta biaya layanan tersebut menjadi Rp1.940.000.

Sementara itu, pemegang e-paspor Indonesia yang memenuhi persyaratan bebas visa dapat mengajukan visa waiver. Pendaftaran mandiri melalui sistem JAVES tidak dikenai biaya visa, sedangkan pendaftaran melalui JVAC dapat memiliki biaya layanan tersendiri.

Sebelum mengajukan permohonan, periksa kembali persyaratan dan tarif terbaru melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia atau VFS Global. Ketentuan dapat berubah, dan biaya yang berlaku bergantung pada jenis permohonan serta jalur pengajuan.

7. Asuransi Perjalanan dan Internet

Asuransi perjalanan dapat membantu memberikan perlindungan terhadap risiko tertentu selama perjalanan, sesuai manfaat dan ketentuan polis. Anda juga perlu menyiapkan koneksi internet melalui SIM card atau eSIM agar mudah mengakses peta, jadwal transportasi, dan informasi tempat wisata.

Untuk kedua kebutuhan tersebut, siapkan anggaran sekitar Rp500 ribu–Rp1 juta. Bandingkan manfaat asuransi dan paket internet sebelum membeli agar sesuai dengan durasi perjalanan.

8. Pajak dan Pengeluaran Tambahan

Selain kebutuhan utama, sisihkan dana untuk pengeluaran yang sering terlewat dari perencanaan. Contohnya adalah biaya penitipan koper, loker koin, isi ulang IC Card, oleh-oleh, dan kebutuhan mendadak.

Pajak keberangkatan internasional Jepang atau International Tourist Tax juga perlu diperhatikan. Informasi yang beredar menyebutkan adanya rencana kenaikan dari ¥1.000 menjadi ¥3.000 mulai Juli 2026. Karena penerapan dan mekanisme pemungutannya perlu dipastikan berdasarkan ketentuan resmi, periksa kembali informasi terbaru sebelum keberangkatan.

Tips Mengatur Budget Liburan ke Jepang agar Lebih Hemat

Setelah mengetahui komponen pengeluarannya, Anda bisa mulai menyusun strategi untuk menjaga anggaran tetap sesuai kemampuan.

1. Pilih Waktu Keberangkatan dengan Cermat

Hindari periode dengan permintaan perjalanan yang tinggi jika ingin mendapatkan harga tiket dan hotel yang lebih terjangkau. Bandingkan harga untuk beberapa tanggal keberangkatan dan pertimbangkan fleksibilitas jadwal.

Jika ingin melihat bunga sakura atau menikmati suasana musim tertentu, lakukan pemesanan lebih awal dan siapkan anggaran yang lebih besar.

2. Buat Itinerary Sebelum Berangkat

Susun daftar tempat yang ingin dikunjungi, kemudian kelompokkan berdasarkan wilayah. Cara ini dapat membantu Anda menghemat waktu sekaligus menekan biaya transportasi.

Periksa juga apakah tempat wisata membutuhkan reservasi atau tiket yang harus dibeli lebih awal. Dengan begitu, Anda bisa menghindari perubahan rencana yang berpotensi menambah pengeluaran.

3. Tentukan Anggaran Harian

Bagi anggaran berdasarkan kebutuhan, misalnya untuk makan, transportasi, tiket wisata, dan belanja. Tetapkan batas pengeluaran harian agar dana untuk satu kebutuhan tidak menghabiskan anggaran kebutuhan lainnya.

Jangan lupa menyisihkan dana cadangan untuk keperluan tak terduga. Besarnya dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tingkat kenyamanan yang Anda inginkan selama perjalanan.

4. Siapkan Uang Tunai dan Pembayaran Digital

Pembayaran nontunai semakin banyak digunakan di Jepang, tetapi uang tunai tetap berguna untuk beberapa transaksi. Misalnya, saat mengunjungi tempat makan lokal tertentu, menggunakan loker koin, atau membeli kebutuhan di lokasi yang belum menerima pembayaran digital.

Siapkan uang yen secukupnya dan gunakan metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan. Periksa pula biaya konversi mata uang atau transaksi luar negeri yang mungkin dikenakan oleh penyedia layanan pembayaran Anda.

5. Perhatikan Aturan Tax Free Terbaru

Jika berencana membeli barang selama di Jepang, pelajari ketentuan pembebasan pajak yang berlaku pada tanggal perjalanan. Informasi yang diberikan menyebutkan bahwa sistem tax free akan berubah mulai November 2026, dari mekanisme pembelian bebas pajak di toko menjadi pembayaran harga termasuk pajak terlebih dahulu, kemudian pengajuan pengembalian pajak sesuai prosedur.

Karena kebijakan tersebut dapat memengaruhi perencanaan belanja, periksa informasi resmi sebelum berangkat. Jangan memasukkan perkiraan pengembalian pajak sebagai dana yang pasti tersedia sebelum prosesnya selesai.

BACA JUGA: Solo Trip ke Luar Negeri: Alasan dan Tips Menyiapkan Budget untuk Kamu yang Pertama Coba

Cara Menabung untuk Mewujudkan Liburan ke Jepang

Mengetahui estimasi pengeluaran saja belum cukup. Anda juga perlu menyiapkan strategi menabung agar biaya perjalanan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari. Salah satu caranya adalah menentukan target dana, tenggat waktu, dan jumlah tabungan rutin sejak awal.

Misalnya, jika target dana perjalanan Anda Rp18 juta dan waktu persiapannya 12 bulan, Anda perlu mengumpulkan rata-rata Rp1,5 juta per bulan. Perhitungan ini belum memperhitungkan bunga, perubahan harga, atau pengeluaran tambahan, sehingga targetnya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Untuk membantu proses tersebut, Anda dapat memanfaatkan fitur Set Target dari Bank Saqu. Fitur ini membantu Anda menentukan target tabungan di Saku Nabung dan memantau progresnya sampai target tercapai.

Cara Menggunakan Fitur Set Target Bank Saqu

Berikut langkah-langkah untuk mengatur target tabungan:

  1. Buka aplikasi Bank Saqu. Masuk ke aplikasi, lalu buka halaman Saku.
  2. Pilih Saku Nabung. Tentukan Saku Nabung yang ingin digunakan untuk menyimpan dana liburan. Anda juga dapat membuat Saku baru jika diperlukan.
  3. Tekan Set Target. Pilih fitur Set Target pada Saku yang digunakan.
  4. Masukkan detail target. Tentukan nominal dana yang ingin dikumpulkan, tanggal pencapaian, serta frekuensi dan jumlah setoran rutin. Berdasarkan ketentuan fitur yang diberikan, target nominal harus lebih besar minimal Rp100.000 dibandingkan saldo yang sudah tersedia di Saku.
  5. Aktifkan Nabung Terjadwal jika diperlukan. Pilih sumber dana dan atur setoran otomatis sesuai jadwal yang Anda tentukan, sehingga Anda tidak perlu melakukan transfer secara manual setiap kali menabung.
  6. Pantau perkembangan tabungan. Periksa progres target melalui indikator pada halaman Saku. Anda juga dapat menyesuaikan target jika rencana perjalanan atau kondisi keuangan berubah.

Dengan target yang terukur dan setoran rutin, persiapan dana liburan dapat menjadi lebih terencana. Unduh aplikasi Bank Saqu untuk mencoba fitur Set Target dan mulai menyisihkan dana perjalanan secara bertahap.

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.