Banyak orang yang menjadikan Bali sebagai pilihan tempat tinggal, baik untuk menetap jangka panjang ataupun berkerja remote. Jika salah satu yang mempertimbangkan termasuk kamu, sebelum memutuskan pindah, penting untuk menghitung biaya hidup di Bali. Tujuannya agar pengeluaran sehari-hari tetap sesuai dengan kemampuan finansial.
Besarnya anggaran yang dibutuhkan bisa berbeda, tergantung kawasan tempat tinggal, kebiasaan makan, pilihan transportasi, dan aktivitas yang dilakukan.
BACA JUGA: Pengeluaran Membengkak? Ini Cara Mengatur Keuangan saat Biaya Hidup Naik
Berapa Biaya Hidup di Bali per Bulan?
Jika kamu memiliki gaya hidup hemat, kamu bisa menganggarkan antara Rp2.5 juta - Rp4 juta per bulan. Pengeluaran tergantung dengan gaya hidup. Jika kamu lebih sering makan di warung lokal dan membatasi pengeluaran hiburan, angka tersebut sudah cukup.
Sementara itu, tinggal di kawasan wisata dengan kebiasaan mengunjungi kafe, mengikuti kelas olahraga, atau menyewa hunian premium dapat membuat pengeluaran mencapai Rp10 juta–Rp15 juta atau lebih setiap bulan.
Angka tersebut merupakan gambaran awal, bukan patokan pasti. Biaya aktual dapat berubah berdasarkan lokasi, musim, kebutuhan pribadi, serta apakah biaya sewa sudah mencakup listrik, air, dan internet.
1. Biaya Tempat Tinggal
Akomodasi berupa tempat tinggal adalah komponen utama dalam anggaran bulananmu. Kamu bisa memilih sesuai dengan keinginan, mulai dari kamar kos sederhana, apartemen, atau villa.
Berikut perkiraan biaya yang bisa dijadikan acuan:
- Kos sederhana: Rp500 ribu–Rp1 juta per bulan.
- Kos eksklusif: mulai dari Rp1,4 juta per bulan.
- Apartemen atau vila di kawasan populer: sekitar Rp6 juta–Rp10 juta atau lebih per bulan.
Harga sewa sangat dipengaruhi oleh lokasi dan fasilitas. Hunian di kawasan wisata yang ramai biasanya membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan dengan tempat tinggal di area permukiman. Sebelum menyewa, periksa juga apakah harga sudah termasuk biaya utilitas dan apakah ada biaya tambahan untuk deposit atau perawatan.
2. Biaya Makan dan Minum
Pengeluaran makanan bergantung pada kebiasaan sehari-hari. Memilih warung lokal atau memasak sendiri dapat membantu menekan biaya, sedangkan makan di restoran dan kafe secara rutin membutuhkan anggaran lebih besar.
Sebagai gambaran, satu kali makan di warung lokal dapat menghabiskan sekitar Rp20 ribu–Rp50 ribu. Sementara itu, satu kali makan di kafe dengan menu Barat bisa mencapai Rp100 ribu–Rp250 ribu atau lebih.
Jika lebih sering memasak di tempat tinggal, anggaran belanja bahan makanan sekitar Rp1 juta–Rp1,5 juta per bulan bisa menjadi titik awal perencanaan. Sesuaikan nominalnya dengan frekuensi memasak, kebutuhan nutrisi, dan jumlah orang yang ditanggung.
Kamu juga bisa menentukan anggaran makan mingguan agar lebih mudah mengontrol pengeluaran tanpa harus mengurangi kebutuhan pokok.
3. Biaya Transportasi
Pilihan transportasi turut memengaruhi total pengeluaran. Bagi orang yang tinggal cukup jauh dari tempat kerja atau sering berpindah kawasan, biaya perjalanan perlu diperhitungkan sejak awal.
Salah satu pilihan yang umum dipertimbangkan adalah menyewa sepeda motor. Estimasi sewanya berkisar Rp700 ribu–Rp1,2 juta per bulan, belum termasuk bahan bakar, parkir, dan biaya perawatan jika dibebankan kepada penyewa.
Alternatif lainnya adalah menggunakan transportasi daring sesuai kebutuhan. Pilihan ini bisa lebih praktis untuk perjalanan sesekali, tetapi biaya akumulasinya perlu diperhatikan jika digunakan setiap hari.
Pertimbangkan jarak tempat tinggal ke kantor, kampus, atau lokasi aktivitas utama. Hunian yang sedikit lebih mahal tetapi dekat dengan tujuan harian belum tentu menghasilkan total pengeluaran yang lebih tinggi.
4. Biaya Listrik, Air, dan Internet
Selain uang sewa, jangan lupa menghitung kebutuhan rutin seperti listrik, air, dan internet. Perkiraan biayanya berkisar Rp100 ribu–Rp500 ribu per bulan, bergantung pada pemakaian, fasilitas, dan ketentuan tempat tinggal.
Untuk internet, siapkan perkiraan anggaran Rp300 ribu–Rp500 ribu per bulan apabila membutuhkan koneksi pribadi. Namun, nominalnya bisa berbeda sesuai penyedia layanan dan paket yang dipilih.
Jika bekerja dari rumah, koneksi internet yang stabil mungkin menjadi kebutuhan utama. Pastikan fasilitas yang ditawarkan pemilik hunian benar-benar sesuai dengan kebutuhan agar tidak muncul pengeluaran tambahan setelah pindah.
5. Biaya Hiburan dan Olahraga
Tinggal di Bali memberikan banyak pilihan kegiatan di luar rutinitas, mulai dari mengunjungi pantai hingga mengikuti kelas yoga atau berolahraga di pusat kebugaran. Meski menarik, aktivitas tersebut tetap perlu masuk ke dalam anggaran.
Sebagai contoh, biaya gym atau kelas yoga dapat berkisar Rp450 ribu–Rp2 juta per bulan, tergantung tempat, jenis kelas, dan paket keanggotaan. Pengeluaran untuk kafe, menonton acara, atau berwisata pada akhir pekan juga sebaiknya memiliki batas tersendiri.
Kamu tidak harus menghilangkan hiburan untuk menjaga keuangan tetap sehat. Menentukan anggaran rekreasi sejak awal justru membantu menikmati waktu luang tanpa mengganggu kebutuhan rutin dan tabungan.
Perbedaan Biaya Hidup di Berbagai Kawasan Bali
Selain gaya hidup, lokasi tempat tinggal menjadi faktor penting dalam menentukan anggaran.
- Canggu, Seminyak, dan Kuta menawarkan banyak pilihan tempat makan, hiburan, serta fasilitas untuk wisatawan dan pekerja jarak jauh. Namun, hunian di titik-titik populer dapat memerlukan anggaran lebih besar, terutama jika dekat pantai atau pusat aktivitas.
- Ubud dapat menjadi pilihan bagi orang yang mencari suasana yang lebih tenang dan dekat dengan alam. Meski begitu, biaya tinggal tetap bervariasi, khususnya di sekitar pusat wisata dan kawasan yang banyak diminati pengunjung.
- Uluwatu dan Bingin memiliki pantai serta pilihan penginapan yang menarik. Jika memilih tinggal di sini, perhitungkan pula jarak perjalanan menuju tempat kerja atau kebutuhan harian.
- Denpasar dan area permukiman di luar pusat wisata layak dipertimbangkan jika prioritasmu adalah memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan anggaran yang lebih terkendali. Tetap bandingkan harga sewa, akses transportasi, dan fasilitas di sekitar hunian sebelum menentukan pilihan.
Tips Mengatur Anggaran Bulanan Saat Tinggal di Bali
Supaya pengeluaran tidak membengkak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan.
- Tentukan batas pengeluaran sejak awal. Pisahkan anggaran untuk tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan, hiburan, dan tabungan.
- Cari tempat tinggal sesuai aktivitas utama. Pertimbangkan waktu perjalanan dan biaya transportasi, bukan hanya harga sewa.
- Batasi pengeluaran spontan. Tentukan anggaran khusus untuk nongkrong, belanja, atau aktivitas akhir pekan.
- Sisihkan tabungan secara teratur. Jangan hanya menabung dari sisa uang pada akhir bulan. Tentukan nominal yang ingin disimpan setelah menerima penghasilan.
- Evaluasi pengeluaran secara berkala. Catat transaksi selama beberapa minggu untuk melihat kategori yang paling banyak menyerap uang.
Perencanaan ini dapat membantu kamu mengetahui apakah penghasilan bulanan sudah mencukupi kebutuhan dan berapa banyak dana yang bisa dialokasikan untuk tujuan keuangan berikutnya.
BACA JUGA: Rincian Budget Liburan ke Bali 4 Hari Bersama Keluarga
Nabung Lebih Mudah dengan Set Target Bank Saqu
Mengelola pengeluaran sehari-hari akan terasa lebih mudah ketika kamu memiliki tujuan menabung yang jelas. Misalnya, kamu ingin mengumpulkan dana pindahan, menyiapkan biaya sewa beberapa bulan, atau membangun dana darurat sebelum menetap di Bali.
Set Target, fitur dari Bank Saqu, bisa menjadi andalan untuk membantu tabungan lebih terarah dan konsisten. Kamu dapat menetapkan tujuan tabungan, menentukan nominal yang ingin dicapai, dan mengatur jangka waktunya. Dengan tabungan terjadwal serta pemantauan progres, kamu bisa lebih mudah melihat perkembangan menuju target finansialmu. Kamu bisa download Bank Saqu, tersedia di Playstore dan Appstore atau klik di sini.
Yuk, mulai tentukan tujuan menabung dan susun rencana yang sesuai dengan kemampuanmu. Dengan anggaran yang terukur dan kebiasaan menyisihkan uang secara rutin, kamu bisa mempersiapkan kebutuhan pindah maupun menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih terencana. Pada akhirnya, memahami biaya hidup di Bali bukan hanya soal menghitung pengeluaran, tetapi juga memastikan kebutuhan saat ini dan tujuan keuangan masa depan tetap seimbang.






