Cara membersihkan BI Checking penting banget buat kamu yang pernah punya riwayat pinjaman bermasalah dan sekarang ingin memperbaiki skor kredit.
Kadang, tanpa sadar kita pernah telat bayar cicilan atau punya tunggakan kecil yang akhirnya bikin nama masuk daftar hitam.
Alhasil, pengajuan kartu kredit, KPR, atau pinjaman usaha bisa ditolak, meskipun kondisi keuangan kamu sekarang sudah jauh lebih stabil.
Buat kamu yang lagi berusaha memperbaiki reputasi finansial, tenang aja karena ada banyak cara untuk bersihin nama di BI Checking.
Yuk, bahas satu per satu langkahnya biar kamu bisa punya skor kredit yang sehat lagi.
Apa Itu BI Checking?
BI Checking itu semacam “rapor keuangan” yang isinya data riwayat kredit kamu. Mulai dari pinjaman bank, cicilan kendaraan, sampai kartu kredit.
Data ini diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui SLIK.
Setiap kali kamu mengajukan pinjaman, lembaga keuangan bakal cek dulu data BI Checking kamu.
Kalau catatannya jelek, alias kamu punya kolektibilitas macet (biasanya di level 4 atau 5), kemungkinan besar pengajuan kamu akan ditolak.
Buat kamu yang masih baru di dunia finansial, BI Checking ini berisi 5 kategori kolektibilitas:
- Lancar (1) – kamu selalu bayar tepat waktu.
- Dalam Perhatian Khusus (2) – ada sedikit keterlambatan, tapi belum parah.
- Kurang Lancar (3) – sering telat bayar.
- Diragukan (4) – tunggakan sudah lama, biasanya lebih dari 90 hari.
- Macet (5) – benar-benar gagal bayar.
Nah, kalau kamu ada di kategori 3 ke atas, itulah yang bikin skor kreditmu jelek. Tapi tenang, masih ada cara untuk memperbaikinya, kok.
Cara Membersihkan BI Checking yang Efektif
Berikut beberapa langkah cara membersihkan BI Checking yang bisa kamu lakukan biar skor kreditmu kembali baik.
1. Cek Data Kamu di SLIK OJK
Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah cek status kredit kamu di SLIK OJK. Cara daftarnya bisa dilakukan online lewat situs resmi OJK.
Kamu cukup isi formulir, unggah KTP (atau paspor untuk WNA), lalu tunggu verifikasi dari OJK. Setelah itu, kamu bakal dapat laporan kredit lengkap.
Dari situ kamu bisa tahu posisi kamu ada di level mana, utang mana yang belum lunas, dan lembaga keuangan mana yang melaporkan status kamu.
2. Lunasi Seluruh Tunggakan
Kalau kamu masih punya cicilan atau tagihan yang belum dibayar, ini prioritas utama.
Lembaga keuangan hanya akan memperbarui status kamu di sistem BI Checking kalau kamu sudah benar-benar melunasi semua kewajiban.
Setelah lunas, kamu bisa minta surat keterangan lunas dari bank atau lembaga pembiayaan, lalu simpan baik-baik.
Surat ini bisa jadi bukti kalau kamu sudah menyelesaikan kewajibanmu.
3. Hubungi Pihak Kreditur
Kalau kamu menemukan data yang salah di BI Checking, misalnya kamu sudah bayar tapi masih tercatat punya tunggakan, segera hubungi kreditur (bank atau lembaga pembiayaan) yang melaporkannya.
Kadang sistem OJK belum ter-update karena pelaporannya dilakukan tiap bulan. Jadi, nggak ada salahnya minta mereka memperbarui datanya lebih cepat.
Kamu juga bisa ajukan surat keberatan resmi ke OJK supaya datanya diperiksa ulang.
4. Bangun Riwayat Kredit Positif
Setelah nama kamu bersih, jangan langsung “bebas utang” terus males kredit lagi. Justru penting banget buat bangun riwayat kredit baru yang sehat.
Misalnya, kamu bisa ambil kartu kredit limit kecil atau kredit HP dengan tenor pendek, tapi pastikan kamu selalu bayar tepat waktu.
Dengan begitu, data BI Checking kamu akan terus memperlihatkan pola pembayaran yang baik, dan skor kreditmu perlahan naik lagi.
Menurut laporan dari FICO, perusahaan penilai kredit global, riwayat pembayaran tepat waktu berkontribusi sekitar 35% terhadap skor kredit seseorang.
5. Jangan Tutup Semua Akun Kredit
Banyak orang berpikir kalau menutup semua kartu kredit bisa meningkatkan skor, padahal sebaliknya.
Salah satu lembaga kredit terbesar di dunia, menutup akun kredit justru bisa menurunkan skor kamu, karena umur kredit yang panjang dan limit kredit aktif itu juga dinilai positif dalam sistem.
Jadi, biarkan saja satu atau dua akun tetap aktif, asal kamu bisa kelola dengan bijak.
6. Atur Keuangan Supaya Lebih Terkontrol
Nggak kalah penting, kamu juga perlu perbaiki kebiasaan keuangan.
Mulai dari bikin anggaran bulanan, pisahkan dana kebutuhan pokok dan cicilan, dan hindari godaan paylater atau pinjaman konsumtif yang nggak perlu.
Tips Tambahan agar Skor Kredit Tetap Bagus
- Bayar cicilan tepat waktu, sekecil apa pun nominalnya.
- Jaga rasio utang di bawah 30% dari penghasilan.
- Hindari pengajuan pinjaman bertubi-tubi. Setiap kali kamu mengajukan kredit, lembaga keuangan akan melakukan inquiry yang bisa menurunkan skor sementara.
- Gunakan kartu kredit dengan bijak. Jangan cuma bayar minimum payment.
Mengetahui cara membersihkan BI Checking bukan cuma penting buat memperbaiki skor kredit, tapi juga langkah awal untuk punya keuangan yang sehat.
Jadi, kalau sekarang nama kamu masih “kurang baik”, jangan sedih dulu. Dengan usaha dan disiplin, kamu bisa bersihin nama dan kembali dipercaya lembaga keuangan.
Nah, setelah skor kredit kamu mulai membaik, kamu bisa mulai lagi membangun keuangan dengan lebih sehat dan terencana.
Salah satu langkah bijak yang bisa dicoba adalah pakai Saku Kredit dari Bank Saqu.
Limit-nya fleksibel, prosesnya cepat, dan bisa jadi pilihan buat membantu kamu mengelola kebutuhan harian.
Yuk, jadi warga Bank Saqu dan nikmatin kemudahan mengatur keuangan dengan fitur Saku Kredit!





