Asupan Warga

Apa Itu Biaya Akomodasi Perjalanan dan Cara Mempersiapkannya? Ini Jawabannya

10 Des 2025

thumbnail

Mau pergi ke Bali, Bandung, atau bahkan Singapura, semuanya pasti butuh persiapan matang. Salah satu yang paling penting adalah biaya akomodasi.

Sering banget, orang baru sadar biaya akomodasinya besar setelah pulang liburan dan melihat saldo rekeningnya langsung drop. 

Makanya, tahu apa itu biaya akomodasi dan gimana cara menyiapkannya itu penting banget supaya perjalanan kamu tetap aman dan enggak keteteran.

Apa Itu Biaya Akomodasi?

Biaya akomodasi itu sebenarnya bukan cuma soal bayar hotel atau tempat menginap. Banyak orang mikirnya cuma itu, padahal cakupannya lebih luas.

Biaya akomodasi mencakup semua pengeluaran yang bikin perjalanan kamu nyaman dan berjalan lancar. Mulai dari tidur, makan, transportasi, sampai hal-hal kecil seperti laundry atau beli air minum yang entah kenapa selalu terasa lebih mahal saat traveling.

Secara umum, biaya akomodasi meliputi:

  • Penginapan (hotel, hostel, homestay, villa)
  • Transportasi (tiket pesawat, kereta, bensin, taksi, ojek online)
  • Konsumsi harian
  • Tiket tempat wisata
  • Biaya tak terduga (tip, laundry, kebutuhan mendadak)
  • Fasilitas pendukung lainnya selama perjalanan

Biaya akomodasi sering dianggap sebagai biaya utama dalam perjalanan. Wajar sih, karena biasanya porsinya bisa mencapai 30–50% dari total budget liburan.

Melansir Access, wisatawan internasional rata-rata menghabiskan seperempat sampai sepertiga total biaya perjalanan untuk akomodasi saja. Jadi wajar kalau bagian ini selalu jadi fokus utama dalam perencanaan liburan.

Kenapa Penting Memahami Biaya Akomodasi dari Awal?

Di usia 20–30-an, biasanya kamu sudah mulai mikir tentang tabungan, dana darurat, mungkin cicilan juga. Jadi buat liburan pun harus lebih terencana, supaya setelah balik, kamu tetap bisa hidup tenang.

Beberapa alasan kenapa memahami biaya akomodasi itu penting:

  • Kamu jadi tahu batas pengeluaran, jadi nggak kalap pas lihat makanan enak atau oleh-oleh lucu.
  • Bisa menghindari overbudget yang bikin sedih setelah pulang.
  • Kamu bisa cari promo dari jauh-jauh hari.
  • Liburan terasa lebih nyaman karena semua sudah dipersiapkan.

Selain itu, mempersiapkan biaya akomodasi itu semacam bentuk self-care. Kamu menjaga diri kamu biar tetap happy setelah liburan, bukan cuma saat liburan.

Jenis-Jenis Biaya Akomodasi yang Perlu Kamu Hitung

Supaya lebih jelas, kita bahas satu-satu, ya.

1. Penginapan

Nah, ini bagian yang paling kelihatan dan paling mudah dihitung. Pilihannya banyak mulai dari hotel mahal, hotel budget, apartemen harian, sampai hostel yang cocok buat backpacker.

Penginapan mengambil porsi terbesar dari biaya akomodasi, terutama kalau kamu liburan lebih dari dua malam.

2. Transportasi

Biaya ini bukan cuma tiket pergi-pulang, ya. Transportasi lokal juga termasuk.

Contohnya:

  • Ojek online dari hotel ke tempat wisata
  • Sewa motor atau mobil harian
  • Kereta lokal
  • Bus kota
  • Bensin kalau bawa kendaraan sendiri

Kadang, harga tiket pesawat hemat, tapi biaya transportasi lokal malah lebih mahal. Makanya penting banget riset lokasi penginapan.

3. Konsumsi

Biaya konsumsi adalah pengeluaran wajib yang sering diremehkan kita.

Makan dua atau tiga kali sehari, jajan, beli minuman, beli cemilan, dan beli kopi cantik buat upload Instagram. Kalau kamu tidak memasukkan konsumsi ke biaya akomodasi, bisa-bisa pengeluaran naik banyak banget.

4. Tiket Tempat Wisata

Apalagi kalau pergi ke kota yang banyak spot wisata. Harga tiket bisa bervariasi banget. Ada yang gratis, ada yang Rp20.000, ada juga yang bisa sampai Rp150.000-an.

5. Biaya Tambahan

Nah, kalau ini biasanya muncul tanpa direncanakan, seperti:

  • Laundry di hotel
  • Beli barang kecil karena ketinggalan (charger, obat, sandal)
  • Tip untuk staff hotel
  • Beli air minum harian
  • Hal-hal kecil ini kalau dikumpulkan bisa lumayan besar lho.

Cara Mempersiapkan Biaya Akomodasi Sebelum Liburan

Nah, ini bagian yang paling penting. Berikut  langkah-langkah yang gampang kamu ikuti.

1. Tentukan Destinasi dan Lama Liburan

Destinasi menentukan besarnya biaya akomodasi. Liburan 3 hari di Jogja tentu beda biayanya dengan 3 hari di Labuan Bajo.

Kalau tujuan sudah jelas, kamu lebih mudah menghitung estimasi.

2. Buat Rincian Biaya Akomodasi

Catat semuanya dari awal. Biar lebih gampang, kamu bisa bikin tabel kecil.

Contoh:

  • Hotel: Rp350.000/malam x 3 malam
  • Makan: Rp50.000 x 6 kali
  • Transportasi lokal: Rp15.000 x 8 rute
  • Tiket wisata: Rp150.000
  • Cadangan: Rp200.000

Dengan begitu, kamu bisa lihat totalnya secara jelas.

3. Bandingkan Harga di Beberapa Platform

Zaman sekarang, beda aplikasi beda harga. Ada yang kasih cashback, ada yang kasih diskon, ada yang kasih poin.

Jadi jangan langsung checkout di aplikasi pertama yang kamu buka.

Bandingin dulu, ya.

4. Cari Promo dan Manfaatkan Reward

Bank digital dan e-wallet di Indonesia sekarang banyak banget promonya. Misalnya:

  • Diskon hotel
  • Cashback makan
  • Promo transportasi online
  • Reward poin untuk potongan harga

Lumayan banget buat menghemat biaya akomodasi.

5. Siapkan Dana Cadangan

Idealnya 10–20% dari total biaya akomodasi. Karena kita nggak tahu apa yang bakal terjadi. Misalnya kamu jatuh, harus beli obat. Atau tiba-tiba mau laundry karena baju kotor semua.

Dana cadangan inilah yang bisa bikin kamu lebih tenang selama liburan.

6. Mulai Nabung dari Jauh Hari

Cara paling mudah adalah auto-debet ke tabungan khusus liburan. Misalnya Rp200.000 per minggu atau Rp30.000 per hari. Tanpa terasa kamu sudah punya modal buat jalan-jalan.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Menghitung Biaya Akomodasi

Biar kamu nggak kena jebakan yang sama, ini beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:

1. Fokus pada Hotel, Tapi Lupa Transportasi

Kadang hotel murah, tapi jauh dari pusat kota, jauh dari wisata, dan jauh dari mana-mana.

Akhirnya boros banget di transportasi.

2. Tidak Menghitung Konsumsi

Padahal makan itu wajib. Dan makan di tempat wisata cenderung lebih mahal.

3. Tidak Menyediakan Dana Cadangan

Nah, ini salah satu hal paling fatal. Karena hal kecil seperti beli charger bisa mengganggu budget.

4. Tidak Riset Harga Tiket Wisata

Beberapa tempat punya harga berbeda untuk weekday dan weekend.

Tips Menghemat Biaya Akomodasi

Kamu bisa coba beberapa cara ini:

  • Pilih penginapan yang dekat dengan transportasi umum.
  • Cari makan di warung lokal, bukan restoran fancy.
  • Riset harga di beberapa platform sebelum pesan apa pun.
  • Ajak teman liburan bareng supaya biaya akomodasi bisa dibagi.
  • Hindari liburan di high season kalau mau lebih hemat.

Kalau kamu lagi coba lebih disiplin soal keuangan, apalagi buat nyiapin liburan, percayalah: aplikasi yang tepat itu bakal jadi penyelamat banget.

Bank Saqu bisa bantu kamu atur budget harian, simpan uang khusus liburan, sampai pisahin pos-pos keuangan biar nggak kecampur.

Yuk, coba download aplikasi Bank Saqu di Android dan iOS sekarang!