Saku 101

Apa Itu Low Budget? Kenali Arti dan Tips Mengelolanya

04 Sep 2026

thumbnail

Hi Warga Bank Saqu,

Pernah nggak sih kamu bilang, “Pengen liburan, tapi low budget aja deh,” atau “Ada rekomendasi tempat makan yang low budget nggak?”

Istilah low budget memang makin sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Mulai dari liburan, makan, belanja, sampai gaya hidup. Tapi sebenarnya, low budget artinya apa?

Low budget secara harfiah berarti anggaran yang terbatas. Dalam konteks gaya hidup, istilah ini merujuk pada cara menekan pengeluaran tanpa harus mengorbankan kualitas hidup. Contohnya bisa dengan memasak sendiri, memilih hiburan gratis, atau memanfaatkan promo saat berbelanja.

Baca juga: Metode Budgeting 50/30/20: Prinsip dan Cara Melakukan dengan Benar

Jadi, low budget bukan berarti harus selalu mencari yang paling murah atau nggak boleh menikmati hidup. Justru, konsepnya lebih dekat dengan bagaimana kamu menggunakan uang yang ada dengan lebih bijak.

Yuk, kenalan lebih jauh dengan arti low budget dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari!

Low Budget Artinya Apa?

Secara sederhana, low budget artinya menggunakan anggaran yang terbatas untuk mendapatkan sesuatu yang tetap sesuai kebutuhan.

Misalnya, kamu ingin liburan. Bukan berarti karena budget terbatas kamu harus membatalkan rencana tersebut. Kamu bisa memilih penginapan yang lebih terjangkau, menggunakan transportasi umum, mencari tempat wisata dengan tiket murah atau gratis, dan menentukan batas pengeluaran untuk makan.

Begitu juga ketika ingin membeli sesuatu.

Daripada langsung membeli barang yang paling mahal, kamu bisa mencari alternatif yang kualitasnya sesuai kebutuhan tetapi harganya lebih masuk akal.

Jadi, low budget sebenarnya bukan soal “punya uang sedikit”, melainkan bagaimana kamu menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial.

Low Budget Bukan Berarti Pelit

Nah, ini yang sering salah dipahami. Menjalani gaya hidup low budget bukan berarti kamu harus menolak semua ajakan nongkrong, selalu memilih barang termurah, atau menghilangkan semua pengeluaran untuk hiburan.

Kalau dilakukan dengan tepat, kamu tetap bisa melakukan hal-hal yang kamu sukai. Misalnya, biasanya kamu menghabiskan Rp200 ribu setiap kali nongkrong. Sekarang, kamu memilih tempat yang lebih terjangkau dengan budget Rp100 ribu. Kamu tetap bisa ketemu teman, ngobrol, dan menikmati waktu bersama tanpa mengeluarkan uang sebanyak sebelumnya.

Baca juga: Pengeluaran Membengkak? Ini Cara Mengatur Keuangan saat Biaya Hidup Naik

Bedanya ada pada cara memilih dan menentukan prioritas. Low budget juga bukan berarti harus selalu mencari harga paling murah. Kalau barang yang sedikit lebih mahal ternyata lebih awet dan memang kamu butuhkan, membeli barang tersebut bisa saja justru lebih masuk akal.

Kenapa Gaya Hidup Low Budget Bisa Menarik?

Salah satu manfaatnya adalah kamu jadi lebih sadar terhadap pengeluaran.

Sering kali, uang habis bukan karena satu pembelian besar, tapi dari banyak pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali.

Pesan makanan beberapa kali seminggu, beli kopi, checkout barang yang sedang diskon, atau tiba-tiba ikut nongkrong. Satu per satu mungkin terasa biasa saja. Tapi ketika dikumpulkan, jumlahnya bisa lumayan.

Dengan menerapkan gaya hidup low budget, kamu jadi lebih terbiasa bertanya sebelum mengeluarkan uang, “Ini memang perlu atau cuma lagi pengin?” Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu kamu berpikir sebentar sebelum melakukan pembelian.

Selain itu, uang yang berhasil dihemat bisa dialihkan untuk tujuan lain. Misalnya, ditabung untuk liburan, dana darurat, pendidikan, atau membeli sesuatu yang memang sudah kamu incar.

Cara Menjalani Hidup Low Budget Tanpa Merasa Tersiksa

Nggak perlu mengubah gaya hidup secara drastis. Mulai dari hal-hal yang paling gampang dilakukan.

Coba Lihat Lagi Pengeluaran yang Sering Berulang

Coba buka catatan transaksi atau mutasi rekening selama sebulan terakhir.

Perhatikan pengeluaran yang muncul berkali-kali. Bisa jadi ada beberapa hal yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Pengeluaran Kecil yang Diam-diam Bikin Boros, Kamu Sadar Nggak?

Misalnya, kamu terlalu sering menggunakan layanan pesan-antar. Kalau beberapa kali dalam seminggu diganti dengan makan di rumah atau membawa bekal, selisihnya bisa lumayan.

Dari sini, kamu bisa menemukan sendiri bagian mana yang paling mudah untuk dihemat.

Cari Alternatif yang Lebih Terjangkau

Punya kebutuhan tertentu bukan berarti harus selalu memilih opsi yang paling mahal.

Mau olahraga? Nggak harus selalu membership gym. Mau jalan-jalan? Nggak harus selalu ke tempat wisata dengan tiket mahal. Mau makan enak? Banyak juga warung atau tempat makan yang harganya bersahabat.

Terpenting, alternatif tersebut tetap memenuhi kebutuhanmu dan nggak membuat kamu merasa sedang menghukum diri sendiri.

Manfaatkan Promo dengan Bijak

Promo, diskon, atau cashback memang bisa membantu menghemat pengeluaran. Tapi hati-hati, jangan sampai promo malah membuat kamu membeli sesuatu yang sebenarnya nggak dibutuhkan.

“Diskon 50%” tetap berarti kamu mengeluarkan uang kalau barang tersebut sebenarnya nggak ada dalam rencana belanja. Jadi, manfaatkan promo untuk kebutuhan yang memang sudah ingin atau perlu kamu beli.

Low Budget Bisa Membantu Mencapai Target Keuangan

Nah, ini bagian yang sering terlupakan. Uang yang berhasil kamu hemat sebenarnya bukan cuma “uang yang nggak jadi keluar”. Kamu bisa mengalihkannya untuk sesuatu yang lebih penting.

Misalnya, kamu biasanya menghabiskan Rp500 ribu untuk nongkrong dalam sebulan. Setelah mengatur ulang pengeluaran, kamu berhasil menekan budget menjadi Rp300 ribu.

Ada Rp200 ribu yang bisa dialihkan ke tabungan. Kalau dilakukan selama satu tahun, jumlahnya bisa mencapai Rp2,4 juta.

Memang bukan angka yang langsung mengubah hidup. Tapi kalau dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil seperti ini bisa membantu kamu mendekati target finansial yang lebih besar.

Punya Target? Jangan Cuma Mengandalkan Sisa Uang

Masalahnya, uang yang berhasil dihemat kadang tetap berakhir digunakan untuk hal lain. Akhirnya, target yang tadinya sudah dibuat malah nggak bergerak.

Kalau kamu punya tujuan yang spesifik, seperti liburan, membeli gadget, menyiapkan dana darurat, atau modal usaha, coba tentukan juga berapa uang yang ingin dikumpulkan dan kapan target tersebut ingin tercapai.

Nah, Bank Saqu punya fitur Set Target yang bisa membantu kamu membuat target tabungan di Saku Nabung.

Kamu bisa menentukan jumlah dana yang ingin dicapai dan tanggal targetnya. Kalau sudah ditentukan, sistem dapat membantu menghitung kebutuhan menabung berdasarkan target tersebut. 

Kamu juga bisa mengaktifkan Nabung Terjadwal, sehingga dana dialokasikan secara otomatis dari Saku yang kamu pilih sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Misalnya, kamu ingin mengumpulkan Rp6 juta untuk liburan dalam enam bulan. Daripada sekadar bilang “bulan ini harus nabung”, kamu bisa membuat target dan menentukan jadwal menabung yang sesuai dengan kondisi keuanganmu.

Progress-nya juga bisa dipantau, jadi kamu tahu sudah seberapa dekat dengan target. Yuk, download Bank Saqu dan mulai bikin target keuanganmu dengan Set Target!

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.