Saku 101

8 Cara Menyimpan Dana Darurat dengan Bijak untuk Masa Depan

23 Jun 2026

thumbnail

Dana darurat adalah salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan dana darurat menjadi langkah penting agar kondisi keuangan tetap aman dalam berbagai situasi.

Pada dasarnya, membangun dana darurat tidak harus dimulai dengan nominal besar. Satu hal yang paling penting adalah mengetahui target dengan tepat, menyimpannya di tempat yang aman dan mudah diakses, serta dilakukan secara konsisten.

Lantas, bagaimana cara menyimpan dana darurat yang tepat tanpa mengganggu cashflow? Simak informasinya dalam artikel ini!

BACA JUGA: Pengertian Dana Darurat, Tips Mempersiapkannya, dan Jumlah Idealnya

Mengapa Penting untuk Memiliki Dana Darurat?

Dana darurat adalah sejumlah uang yang disiapkan khusus untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga tanpa harus mengganggu tabungan tujuan lain atau menjual investasi jangka panjang. 

Dana ini berfungsi sebagai perlindungan finansial ketika terjadi kondisi mendesak. Beberapa kondisi yang biasanya membutuhkan dana darurat antara lain:

  • Kehilangan pekerjaan
  • Biaya pengobatan mendadak
  • Perbaikan rumah atau kendaraan
  • Bencana alam
  • Kebutuhan keluarga yang tidak direncanakan

Dengan memiliki dana darurat, kamu tidak perlu berutang atau mencairkan investasi yang mungkin sedang mengalami penurunan nilai saat dibutuhkan.

Cara Menghitung Dana Darurat

Secara umum, cara menghitung dana darurat yang paling umum adalah mengalikan total pengeluaran bulanan dengan jumlah bulan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga dan tanggungan. Berikut adalah rumus yang sering digunakan.

Dana Darurat = Pengeluaran Bulanan x Jumlah Bulan Cadangan

Agar semakin mudah dipahami, di bawah ini adalah panduan ideal yang umum digunakan dalam menghitung dana darurat.

  • Lajang: Sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah Tanpa Anak: Sebesar 6 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah dengan 1 Anak: Sebesar 9 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah dengan 2 Anak atau Lebih: Sebesar 12 kali pengeluaran bulanan

Misalnya, pengeluaran rutinmu sebesar Rp5.000.000 per bulan dan kamu masih lajang, maka target simpanan dana daruratmu adalah sebesar Rp15.000.000 hingga Rp30.000.000.

Cara Menyimpan Dana Darurat yang Benar

Jika kamu berencana mengumpulkan dana darurat dalam waktu dekat, berikut ini adalah beberapa cara yang perlu dilakukan.

1. Tentukan Jumlah Dana Darurat yang Dibutuhkan

Cara menyimpan dana darurat yang pertama adalah menentukan jumlah dana darurat yang harus kamu kumpulkan. Kamu bisa menggunakan panduan di atas sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan menentukan jumlahnya sejak awal, maka kamu akan memiliki target yang jelas.

2. Pisahkan dari Rekening Harian

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur dana darurat dengan rekening operasional sehari-hari. Akibatnya, saldo dana darurat bisa berkurang tanpa disadari karena digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Oleh karena itu, buat rekening atau kantong tabungan khusus agar dana tetap terjaga.

3. Pilih Tempat yang Likuid

Likuid berarti dana dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan. Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain tabungan, deposito jangka pendek, dan reksa dana pasar uang. Prioritas utama pemilihannya tetap pada kemudahan pencairan dan keamanan dana.

4. Hindari Instrumen Berisiko Tinggi

Dana darurat sebaiknya tidak ditempatkan pada instrumen yang nilainya berfluktuasi tajam, seperti saham, kripto, dan reksa dana saham. Sebab, ketika kondisi darurat terjadi, kamu bisa saja terpaksa menjual aset pada harga yang sedang turun.

5. Gunakan Sistem Otomatis

Jika memungkinkan, aktifkan fitur auto transfer setiap tanggal gajian. Dengan cara ini, dana darurat akan terkumpul secara konsisten tanpa bergantung pada disiplin manual setiap bulan.

6. Jangan Gunakan Dana Darurat untuk Hal Konsumtif

Cara menyimpan dana darurat selanjutnya adalah tidak menggunakan dana tersebut untuk hal konsumtif. Hal ini memang kerap jadi tantangan terbesar yang kerap dihadapi banyak orang.

Namun, perlu diketahui bahwa belanja gadget baru, liburan, atau diskon besar-besaran di e-commerce bukan menjadi alasan untuk mencairkan dana darurat. Sebab, dana darurat hanya digunakan ketika kehilangan pekerjaan, ada kebutuhan medis mendesak, atau kondisi tak terduga lain yang mengancam keberlangsungan hidup.

7. Evaluasi Secara Berkala

Tak jarang, kebutuhan dana darurat akan berubah seiring waktu. Misalnya, kamu menikah, punya anak, ataupun pengeluaran bulanan yang bertambah.

Jika hal ini terjadi, maka jumlah dana darurat yang kamu butuhkan juga akan bertambah. Oleh karena itu, penting buatmu untuk melakukan evaluasi setidaknya setahun sekali.

Apabila pengeluaran bulanan meningkat, kamu perlu menambahkan setoran bulanan untuk mencapai jumlah yang ideal. Dengan begitu, dana daruratmu akan selalu relevan dengan kebutuhan hidup.

8. Jaga Nilai Dana dari Inflasi

Menjaga nilai dana dari inflasi adalah cara menyimpan dana darurat yang terakhir. Meski prioritas utama dana darurat adalah keamanan dan likuiditas, kamu tetap harus mempertimbangkan inflasi.

Jangan sampai nilai dana darurat yang kamu kumpulkan justru terus berkurang karena hanya disimpan di tabungan dengan suku bunga sangat rendah. Adapun salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah menempatkan sebagian dana darurat di reksa dana pasar uang yang relatif aman dan memberi imbal hasil lebih baik.

Cara Mengumpulkan Dana Darurat Lebih Cepat

Beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan dana darurat lebih cepat adalah sebagai berikut.

  • Tetapkan Target Bertahap: Jangan langsung fokus pada angka besar, kamu bisa memecah target utama agar terasa lebih ringan dan realistis. Misalnya, Rp5.000.000 pertama, kemudian bertambah menjadi Rp10.000.000 dan seterusnya.
  • Sisihkan 10-20% dari Penghasilan: Alokasikan sebagian penghasilan secara konsisten untuk membangun dana darurat. Persentase ini dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
  • Gunakan Bonus atau THR: Dana tambahan, seperti bonus tahunan, insentif, atau THR, bisa mempercepat pencapaian target dana darurat.
  • Kurangi Pengeluaran yang Tidak Menjadi Prioritas: Evaluasi pengeluaran bulanan dan identifikasi biaya yang dapat dikurangi sementara sampai target dana darurat tercapai.

BACA JUGA: Pinjaman Dana Darurat Tak Selalu Aman, Tetap Waspada dan Pakai 7 Tips Ini

Kelola Dana Darurat Kamu untuk Keuangan yang Lebih Aman Bersama Bank Saqu

Itu dia panduan cara menyimpan dana darurat yang bisa menjadi langkah awal bagimu untuk membangun fondasi keuangan lebih kuat. Dengan menghitung kebutuhan sesuai kondisi keluarga, memisahkan dana dari rekening harian, serta menyimpannya di tempat yang aman dan mudah diakses, kamu dapat menghadapi berbagai situasi tak terduga dengan lebih tenang.

Untuk membantu pengelolaan dana yang lebih terstruktur, kamu bisa memanfaatkan fitur Saku dari Bank Saqu. Fitur ini akan memudahkanmu dalam mengatur dan menyimpan dana sesuai tujuan finansial, termasuk dana darurat. 

Terlebih lagi, di Bank Saqu, kamu bisa membuat hingga 18 Saku berbeda agar pengelolaan keuanganmu menjadi lebih praktis dan terorganisir.

Yuk, mulai bangun dana daruratmu dari sekarang bersama Bank Saqu dan wujudkan kondisi finansial yang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan!