Saku 101

Investasi Jangka Pendek: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

24 Jun 2026

thumbnail

Ketika memiliki target keuangan dalam waktu dekat, seperti liburan, membeli gadget baru, biaya pendidikan, dana pernikahan, atau dana darurat, tidak semua orang cocok menggunakan instrumen investasi jangka panjang. Dalam kondisi seperti ini, investasi jangka pendek bisa menjadi solusi yang lebih tepat.

Namun, agar hasilnya optimal, kamu perlu memahami jenis-jenis investasi jangka pendek, kelebihan, serta kesalahan berinvestasi yang perlu dihindari. Simak panduan lengkapnya di bawah ini!

BACA JUGA: 7 Jenis Instrumen Investasi yang Cocok Dicoba Anak Muda dan Tips Memulainya

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek adalah kegiatan menempatkan dana pada instrumen investasi dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam waktu relatif singkat, biasanya kurang dari tiga tahun. Instrumen ini umumnya menawarkan likuiditas tinggi dan risiko yang lebih terkendali dibanding investasi jangka panjang.

Berbeda dengan investasi jangka panjang yang berfokus pada pertumbuhan aset dalam kurun waktu bertahun-tahun, investasi jangka pendek lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan finansial yang sudah memiliki target waktu jelas.

Fokus utama investasi jangka pendek umumnya bukan mengejar keuntungan besar karena horizon waktunya yang lebih pendek. Namun, lebih untuk menjaga nilai uang sekaligus mendapatkan imbal hasil yang lebih baik dibanding tabungan biasa.

Mengapa Investasi Jangka Pendek Banyak Diminati?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang membuat investasi jangka pendek kini semakin diminati.

  • Likuiditas Tinggi: Sebagian besar instrumen investasi jangka pendek relatif mudah dicairkan saat dibutuhkan. Ini sangat membantu jika kamu memiliki kebutuhan dana mendadak.
  • Risiko Lebih Rendah: Dibandingkan saham atau aset berisiko tinggi lainnya, investasi jangka pendek umumnya lebih stabil sehingga cocok bagi investor konservatif.
  • Cocok untuk Pemula: Banyak instrumen investasi jangka pendek dapat dimulai dengan modal terjangkau sehingga cocok bagi kamu yang baru belajar berinvestasi.
  • Membantu Mencapai Target Keuangan: Jika kamu memiliki tujuan finansial dalam waktu 6 bulan hingga 3 tahun, investasi jangka pendek dapat membantu mengembangkan dana tanpa harus mengambil risiko besar.

BACA JUGA: Ketahui Cara Investasi Reksadana buat Pemula biar Makin Untung!

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Buat kamu yang tertarik untuk mencoba instrumen investasi jangka pendek, berikut beberapa pilihannya.

1. Deposito Berjangka

Deposito merupakan salah satu investasi jangka pendek yang paling aman karena menawarkan bunga tetap dan memiliki risiko yang relatif rendah. Pada deposito, dana disimpan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Beberapa keunggulan deposito berjangka antara lain bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa, risiko yang relatif rendah, dan imbal hasil lebih pasti sehingga cocok untuk investor konservatif.

Sayangnya, dana pada deposito berjangka tidak fleksibel selama masa tenor. Jika kamu mencairkan dana sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan penalti. Meski begitu, deposito tetap menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mengutamakan keamanan dana dibanding potensi keuntungan besar.

2. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang menginvestasikan dana pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Salah satu daya tarik yang membuat banyak orang tertarik berinvestasi di instrumen ini adalah modal awal relatif kecil dengan risiko relatif rendah.

Bukan cuma itu, likuiditas reksa dana pasar uang juga tinggi karena bisa dicairkan kapan saja. Jika kamu termasuk pemula yang belum paham soal saham, reksa dana pasar uang bisa jadi pilihan karena danamu akan dikelola oleh manajer investasi profesional, sehingga kamu tidak perlu bingung soal proses investasinya.

Menariknya, kini reksa dana pasar uang sering digunakan sebagai tempat penyimpanan dana darurat atau dana yang akan digunakan dalam waktu dekat. 

3. Obligasi Negara Jangka Pendek

Obligasi negara tenor pendek dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan keamanan sekaligus imbal hasil yang kompetitif. Instrumen investasi jangka pendek ini relatif aman karena dijamin oleh pemerintah.

Selain itu, obligasi negara jangka pendek juga memiliki return relatif stabil dengan risiko yang rendah. Sayangnya, instrumen investasi ini memiliki periode waktu tertentu dan likuiditasnya tergantung dari jenis obligasi.

4. Emas

Emas sering dianggap sebagai instrumen investasi yang fleksibel untuk jangka pendek hingga menengah. Hal ini karena emas mudah dibeli dan dijual kembali.

Nilainya juga cenderung dapat bertahan dalam jangka panjang, sehingga cocok sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Namun, kekurangannya adalah harga emas dapat berfluktuasi dalam jangka pendek dan tidak menghasilkan pendapatan pasif seperti bunga deposito.

5. Saham Dividen

Saham dividen adalah sebuah strategi di mana investor memiliki saham perusahaan yang secara rutin membayar dividen kepada pemegang saham. Dividen sendiri merupakan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan mereka.

Instrumen ini tentu bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin mencari pendapatan tetap, khususnya jika ingin mengandalkan dividen sebagai sumber penghasilan pensiun atau pendapatan pasif lainnya.

Akan tetapi, sebelum memilih saham dividen, penting buatmu melakukan riset mendalam, memahami saham yang dipilih, serta mempertimbangkan berbagai faktor risikonya.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Agar semakin paham tentang investasi jangka pendek, berikut ini adalah berbagai kelebihan dan kekurangannya.

1. Kelebihan

  • Dana lebih cepat berkembang dibanding tabungan biasa
  • Risiko cenderung lebih rendah dengan likuiditas tinggi
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka dekat
  • Ideal untuk pemula

2. Kekurangan

  • Potensi keuntungan lebih rendah dibanding investasi jangka panjang
  • Beberapa instrumen memiliki penalti pencairan
  • Return bisa terpengaruh kondisi pasar pada instrumen tertentu
  • Kurang optimal untuk tujuan keuangan jangka panjang

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Berinvestasi Jangka Pendek

Agar kamu bisa merasakan manfaatnya dengan lebih maksimal, berikut adalah kesalahan yang harus dihindari saat memulai investasi jangka pendek.

  • Mengabaikan Tujuan Investasi: Banyak orang memilih instrumen hanya karena imbal hasilnya tinggi tanpa mempertimbangkan tujuan keuangannya.
  • Tidak Memahami Risiko: Meski disebut investasi jangka pendek, setiap instrumen tetap memiliki risiko yang perlu dipahami.
  • Menaruh Seluruh Dana pada Satu Instrumen: Diversifikasi tetap penting untuk membantumu dalam mengelola risiko.
  • Terlalu Sering Mencairkan Investasi: Mencairkan dana sebelum target tercapai dapat mengurangi potensi keuntungan yang seharusnya diperoleh.

BACA JUGA: Apa Perbedaan Trading dan Investasi? Pahami Penjelasannya di Sini!

Wujudkan Target Keuangan Lebih Cepat dengan Deposito Reguler Bank Saqu

Investasi jangka pendek merupakan pilihan yang tepat bagi kamu yang ingin mencapai tujuan keuangan dalam waktu relatif singkat tanpa harus mengambil risiko yang terlalu besar. Dengan berbagai pilihan seperti deposito, reksa dana pasar uang, obligasi negara, emas, hingga saham dividen, kamu dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan, profil risiko, dan target finansial yang dimiliki.

Jika kamu mencari instrumen investasi jangka pendek yang aman, praktis, dan membantu mengembangkan dana secara optimal, Deposito Reguler Bank Saqu bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dengan proses pembukaan yang mudah melalui aplikasi, Deposito Reguler Bank Saqu memberikan suku bunga 5,50% hingga 6,25% per tahun dengan penempatan minimal Rp1.000.000 dan tenor hingga 12 bulan. Keunggulan ini tentu akan membantu kamu mempersiapkan berbagai tujuan keuangan dengan lebih terencana.

Mulai langkah investasimu sekarang bersama Bank Saqu dan buat uangmu bekerja lebih maksimal untuk masa depan sekarang juga!