Saku 101

Kenali Jenis Pinjaman dan Strategi Memilih yang Sesuai Budget

30 Jun 2026

thumbnail

Pinjaman adalah salah satu bantuan finansial saat tabungan belum mencukupi. Setiap jenis pinjaman punya syarat, bunga, dan tenor yang berbeda. 

Namun, bila kamu mengajukan pinjaman tanpa mengerti perbedaannya, pembayaran cicilan bisa memberatkan di kemudian hari.

Artikel ini membahas jenis pinjaman di bank dan cara memilihnya sesuai budget. Yuk, simak sampai akhir!

BACA JUGA: Apa Itu Peer to Peer Lending? Cek Panduan Lengkap untuk Pemula

Apa Itu Pinjaman

Pinjaman adalah dana yang kamu terima dari bank atau lembaga keuangan dengan kewajiban mengembalikannya. Pengembalian dilakukan dalam jangka waktu tertentu beserta bunga sesuai kesepakatan. 

Di Indonesia, kegiatan pinjam-meminjam ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena diawasi OJK, proses pinjaman di lembaga resmi cenderung aman dan transparan.

Jenis Pinjaman yang Ada di Bank

Jenis pinjaman bisa kamu bedakan dari ada atau tidaknya jaminan, tujuan pemakaian, dan jangka waktunya. Agar mudah dipahami, berikut ini jenis-jenis pinjaman beserta cirinya masing-masing.

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA adalah pinjaman yang tidak meminta jaminan apa pun. Bank menilai kelayakan kamu dari penghasilan dan riwayat kredit. 

Karena tanpa jaminan, bunga KTA cenderung tinggi daripada pinjaman beragunan. Plafonnya juga relatif kecil dan pencairannya tergolong cepat.

Dana KTA bisa diajukan untuk kebutuhan mendadak, seperti biaya pendidikan atau renovasi kecil. 

2. Kredit Multiguna

Kredit multiguna perlu menyerahkan jaminan, seperti sertifikat rumah atau BPKB kendaraan. Karena ada jaminan, plafon yang kamu dapat relatif lebih besar. Bunganya pun lebih rendah dibanding KTA. 

Nah, kamu bisa memanfaatkan dana ini untuk keperluan usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, kebutuhan medis, atau pernikahan.

3. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR adalah pinjaman khusus untuk membeli rumah. Bank biasanya membiayai 70%- 90% harga rumah. Sisanya kamu bayar sebagai uang muka. 

Tenor KPR pun relatif panjang, bisa mencapai 15-20 tahun. Dengan tenor sepanjang itu, cicilan bulanan menjadi lebih ringan.

4. Kredit Kendaraan Bermotor

Kredit kendaraan bisa dimanfaatkan saat ingin membeli mobil atau motor. Kamu bisa memilih uang muka rendah atau cicilan bulanan yang kecil. 

Setelah itu, kendaraan bisa langsung kamu pakai sebelum lunas. Bahkan, beberapa penyedia menambahkan bonus seperti layanan darurat 24 jam.

5. Kredit Modal Usaha

Pinjaman modal usaha ditujukan untuk membiayai bisnis. Contohnya, menambah stok barang, membeli mesin, atau memperluas tempat usaha. 

Salah satu yang populer adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah. Hal ini karena bunga KUR-nya lebih rendah. Syaratnya pun terbilang mudah dibanding kredit komersial. 

Jika usaha kamu masuk kategori UMKM, jenis ini layak kamu pertimbangkan.

6. Kartu Kredit

Kartu kredit adalah pinjaman tidak langsung untuk transaksi sehari-hari. Kamu membayar belanja memakai dana talangan dari penerbit kartu. 

Tagihan bisa kamu lunasi sekaligus atau dengan cicilan. Beberapa kartu kredit menawarkan promo, seperti diskon dan cashback.

7. Pinjaman Online Berizin OJK

Pinjaman online cair lewat aplikasi tanpa perlu datang ke kantor. Dana bisa masuk ke rekening dalam hitungan jam. Namun, nominalnya terbatas, terutama saat kamu meminjam pertama kali. 

Selain itu, pilih platform yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar terhindar dari pinjaman ilegal. OJK membatasi bunga dan biaya harian maksimal 0,8%.

Nah, salah satu pinjaman yang berizin dan diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan LPS adalah Saku Kredit dari Bank Saqu

Saku Kredit punya proses pengajuan 100% digital tanpa perlu tatap muka. Limit yang diberikan sangat fleksibel sampai Rp30 juta dan bisa langsung cair ke rekening. Bunganya pun transparan dan sesuai regulasi.

Jenis Pinjaman Berdasarkan Jangka Waktu

Selain dari jaminan dan tujuannya, kamu bisa melihat pinjaman dari sisi jangka waktu pengembalian, antara lain:

1. Pinjaman Jangka Pendek

Pinjaman jangka pendek punya tenor sekitar satu tahun. Cicilan per bulannya relatif besar, karena waktu pelunasannya singkat.

2. Pinjaman Jangka Menengah

Tenor pinjaman jangka menengah berkisar tiga tahun. Biasanya, nominalnya di bawah Rp100 juta.

3. Pinjaman Jangka Panjang

Pinjaman jangka panjang punya tenor 5-30 tahun. Nah, KPR termasuk dalam kategori ini.

Strategi Memilih Pinjaman Sesuai Budget

Setelah mengenal jenis-jenisnya, kamu perlu menyesuaikan pinjaman sesuai kondisi keuangan. Beberapa langkah berikut ini bisa dipertimbangkan.

  • Hitung kemampuan cicilan. Batasi total cicilan maksimal 30% dari penghasilan bulanan kamu.
  • Sesuaikan tenor. Tenor panjang membuat cicilan ringan, tetapi total bunga menjadi lebih besar.
  • Bandingkan bunga dan biaya. Cek suku bunga, biaya admin, dan denda sebelum kamu memutuskan.
  • Periksa legalitas. Pastikan lembaga sudah berizin dan diawasi OJK lewat kontak 157.
  • Baca kontrak. Pahami hak dan kewajiban kamu sebelum menandatangani perjanjian.

BACA JUGA: Kenali Rekening Bersama: Kelebihan, Cara Kerja, dan Tips Memulainya

Yuk, Pertimbangkan Pinjaman Fleksibel dari Saku Kredit Bank Saqu!

Itulah jenis-jenis pinjaman yang perlu diketahui. Nah, salah satu pinjaman yang bisa dipertimbangkan adalah Saku Kredit dari Bank Saqu. Pinjamannya ringan, tidak ada biaya tersembunyi, dan transparan!

Kamu bisa menarik pinjaman dengan limit awal mulai dari Rp500.000 sampai Rp30.000.000 dan dana langsung cair.  Selain itu, transaksi QRIS pun bisa kamu cicil sampai 24 bulan. 

Yuk, daftar Saku Kredit sekarang!