Saku 101

Waspada Penipuan Transfer Bank! Kenali Ciri dan Modusnya

04 Agt 2026

thumbnail

Di era transaksi digital yang serba cepat, kemudahan transfer uang dalam hitungan detik ternyata juga membuka celah bagi para penipu. Modusnya kini makin canggih, mulai dari kirim bukti transfer palsu, pura-pura salah transfer, sampai menyamar sebagai petugas bank.

Jadi, penipuan transfer bank yang dimaksud adalah tindak kejahatan yang memanfaatkan proses transaksi perbankan untuk memperdaya korban, baik itu dengan memalsukan bukti transfer, memanipulasi psikologis, maupun mencuri data rekening. Kalau tidak waspada, kerugian yang timbul bisa dari nominal kecil sampai jutaan rupiah dalam sekali kejadian.

Buat warga Bank Saqu yang aktif bertransaksi online, artikel ini akan merangkum modus penipuan transfer bank yang paling umum, ciri-cirinya, dan cara melindungi diri. Yuk, simak sampai selesai supaya kamu selalu bertransaksi dengan aman!

BACA JUGA: 9 Jenis Penipuan Online dan Cara Menghindarinya

5 Modus Penipuan Transfer Bank yang Paling Sering Terjadi

Modus penipuan transfer bank memang banyak wujudnya. Akan tetapi, ada lima modus-modus utama yang perlu kamu kenali, seperti:

1. Bukti Transfer Palsu

Bukti transfer palsu adalah modus yang paling umum, terutama di transaksi jual-beli online. Penipu mengirim tangkapan layar bukti transfer yang sudah diedit, padahal dana tidak pernah masuk ke rekening kamu.

Kalau tidak cek mutasi lebih dulu, kamu bisa langsung kirim barang atau layanan sebelum sadar bahwa uangnya tidak ada.

Ciri bukti transfer palsu biasanya: font tidak konsisten, tulisan tidak rapi, nama bank typo, atau format file JPEG (bukan PDF resmi dari sistem mobile banking).

2. Pura-Pura Salah Transfer

Pura-pura salah transfer adalah ketika penipu mentransfer sejumlah uang ke rekening kamu, lalu menghubungi dan minta uang dikembalikan dengan alasan salah transfer.

Yang berbahaya, uang yang masuk itu bisa jadi berasal dari kejahatan lain (misalnya pinjaman online ilegal atas nama kamu yang datanya bocor). Kalau kamu kembalikan, kamu berpotensi terlibat pencucian uang dan tetap terjerat pinjol fiktif.

3. Social Engineering (Manipulasi Psikologis)

Penipu menyamar sebagai teman, keluarga, atau petugas bank yang butuh bantuan mendesak. Mereka memainkan emosi kamu (kasihan, panik, atau takut) supaya cepat transfer tanpa berpikir jernih.

Contoh yang paling sering terjadi adalah pesan WhatsApp "Mama lagi di rumah sakit, tolong transfer sekarang" dari nomor tidak dikenal.

4. Pencurian Data via OTP dan PIN

Penipu mengaku petugas bank dan meminta kode OTP, PIN, atau kata sandi kamu dengan berbagai alasan seperti "verifikasi akun" atau "aktifkan fitur baru".

Setelah dapat kode, mereka bisa langsung menguras rekening kamu. Ingat, bank resmi tidak pernah meminta OTP atau PIN lewat telepon atau pesan.

5. File APK Berkedok Bukti Transfer atau Undangan

Ini nih salah satu modus penipuan yang kerap menyasar banyak orang. Penipu mengirim file dengan ekstensi .apk yang menyamar sebagai bukti transfer, undangan digital, atau resi paket. Kalau di-install di smartphone Android kamu, aplikasi tersebut bisa mencuri akses mobile banking, kontak, hingga SMS kamu.

Selalu pastikan file yang diterima berformat gambar (JPEG/PNG) atau PDF, bukan APK.

Ciri-Ciri Umum Penipuan Transfer Bank

Selain modus di atas, waspadai beberapa juga red flag berikut:

  • Permintaan mendesak: Penipu selalu bikin situasi seolah butuh tindakan cepat supaya kamu tidak sempat berpikir jernih.
  • Menolak komunikasi langsung: Menolak diajak telepon atau video call, hanya mau berkomunikasi lewat pesan.
  • Nominal tidak wajar: Nominal terlalu besar atau ganjil yang tidak sesuai konteks transaksi.
  • Nomor tidak dikenal: Menghubungi dari nomor asing, bukan kontak resmi yang tersimpan.
  • Meminta pengembalian ke rekening berbeda: Kalau memang salah transfer sungguhan, prosedurnya lewat bank, bukan ke rekening pribadi lain.

Cara Melindungi Diri dari Penipuan Transfer Bank

Nah, kalau sudah paham berbagai modus penipuan yang sering dilancarkan terkait transfer bank, kira-kira apa yang bisa kamu lakukan untuk pencegahannya? Coba cek poin-poin di bawah ini.

  • Selalu cek mutasi rekening: Sebelum kirim barang atau layanan, buka aplikasi resmi bank untuk memastikan dana sudah masuk.
  • Jaga kerahasiaan data pribadi: Jangan pernah bagi PIN, kata sandi, atau kode OTP ke siapa pun, bahkan yang mengaku petugas bank.
  • Cek nomor rekening mencurigakan: Manfaatkan situs resmi CekRekening.id milik Kominfo untuk mengecek apakah rekening tersebut terindikasi tindak pidana.
  • Verifikasi lewat kanal resmi: Kalau ragu, hubungi contact center bank di nomor resmi (jangan pakai nomor yang dikirim penipu).
  • Jangan install file APK: Selalu waspadai file dengan ekstensi .apk dari nomor tidak dikenal, meski disamarkan sebagai bukti transfer atau undangan.
  • Tetap tenang: Jangan panik dan jangan buru-buru mengambil keputusan finansial. Beri diri kamu waktu untuk berpikir dan verifikasi.

BACA JUGA: Waspada Penipuan Digital, Lindungi Data dan Keuanganmu Sekarang!

Transaksi Lebih Aman dengan Bank Saqu!

Meski penipuan transfer bank bisa menyasar siapa saja, warga Bank Saqu bisa meminimalkan risikonya lewat fitur-fitur unggulan di aplikasi Bank Saqu.

Lewat Kirim & Bayar, kamu bisa menyimpan rekening tujuan yang sering ditransfer ke daftar Favorit, jadi tidak perlu ketik ulang nomor rekening setiap kali transaksi. Nama penerima juga otomatis muncul sebelum konfirmasi, memberikan lapisan verifikasi ekstra.

Selain itu, semua riwayat transaksi tercatat otomatis dan bisa dipantau kapan saja, jadi kamu bisa langsung aware kalau ada transaksi mencurigakan di rekening.

Kalau kamu curiga mengalami penipuan atau butuh bantuan, tim Contact Center Bank Saqu siap membantu lewat berbagai channel:

  • Telepon: 021-30003388
  • Email: dibantu@banksaqu.co.id
  • Instagram, Facebook, TikTok: @banksaqu
  • X (Twitter): @dibantubanksaqu

Yuk, download aplikasi Bank Saqu sekarang dan nikmati pengalaman transaksi perbankan yang lebih aman plus bantuan cepat kapan pun kamu butuh!

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.