Saku 101

Apa Itu Loan to Value (LTV)? Ini Penjelasannya dalam KPR dan Pinjaman

30 Jun 2026

thumbnail

Loan to Value (LTV) adalah rasio yang membandingkan jumlah pinjaman dengan nilai aset yang kamu jadikan jaminan. 

Bank memakai angka ini untuk menilai risiko sebelum menyetujui pinjaman. Artinya, semakin tinggi rasionya, semakin besar risiko yang ditanggung bank. 

Artikel ini menjelaskan arti LTV, cara menghitungnya, dan perannya dalam KPR.

BACA JUGA: Pinjaman Online Bunga Rendah: Tips Memilih dan Rekomendasinya

Apa Itu Loan to Value (LTV)?

Loan to Value (LTV) adalah rasio pinjaman terhadap nilai jaminan. Angka ini menunjukkan seberapa besar pinjaman yang kamu ambil dibandingkan nilai aset. Bank menghitungnya agar tahu berapa dana yang aman untuk dipinjamkan.

Misalnya, kamu mengambil pinjaman sebesar 75% dari harga rumah. Berarti, rasio LTV kamu adalah 75%. Sisanya, yaitu 25%, kamu tanggung lewat uang muka.

LTV berlaku untuk berbagai jenis pinjaman beragunan. Contohnya KPR, kredit kendaraan, dan kredit modal usaha. Karena rasio ini menentukan besaran pinjaman, kamu perlu memahaminya sebelum mengajukan kredit.

Bagaimana Cara Menghitung LTV?

Rumus LTV, yaitu membagi jumlah pinjaman dengan nilai aset, lalu mengalikannya dengan 100%.

Rumusnya seperti berikut.

LTV = (Jumlah pinjaman / Nilai aset) x 100%

Anggap kamu ingin membeli rumah seharga Rp400 juta. Kamu mengajukan pinjaman sebesar Rp250 juta ke bank. Perhitungannya menjadi (Rp250 juta / Rp400 juta) x 100%. Hasilnya adalah 62,5%.

Angka 62,5% berarti pinjaman kamu menutup 62,5% dari nilai rumah. Sisanya kamu bayar sebagai uang muka. Jika bank mengizinkan rasio tersebut, pengajuan kamu berpeluang disetujui.

Apa Itu LTV KPR?

LTV KPR adalah rasio yang dipakai bank untuk menilai pengajuan kredit pemilikan rumah. Di Indonesia, batas rasio ini diatur oleh Bank Indonesia. 

Aturan tersebut menjadi acuan bank saat menentukan plafon KPR. Umumnya rasio LTV untuk KPR berkisar antara 70%-90%.

Besaran LTV yang kamu peroleh tidak selalu sama. Beberapa hal ikut menentukan angkanya, mulai dari nilai rumah sampai riwayat kredit kamu. Berikut ini faktor yang memengaruhi rasio LTV dalam KPR.

1. Nilai Properti

Nilai rumah adalah dasar utama perhitungan LTV. Apabila nilai properti tinggi, rasio LTV cenderung lebih rendah. Bank menaksir nilai ini lewat lokasi, ukuran, dan kondisi bangunan.

2. Besar Uang Muka

Uang muka memengaruhi rasio LTV secara langsung. Jika kamu membayar uang muka lebih besar, rasio LTV menjadi lebih kecil. Biasanya, uang muka dihitung sebagai persentase dari harga rumah.

3. Jenis Properti

Jenis properti juga turut menentukan rasio yang diberikan. Rumah untuk tempat tinggal utama umumnya memperoleh LTV lebih rendah. Ini karena properti untuk investasi sering dinilai lebih berisiko oleh bank.

4. Riwayat Kredit

Bank memeriksa riwayat kredit kamu sebelum menetapkan rasio. Skor kredit dan beban utang juga ikut dipertimbangkan. Jika riwayat kreditmu baik, bank cenderung memberikan rasio yang lebih longgar.

Berapa Nilai LTV yang Baik?

Pada dasarnya, tidak ada rasio LTV yang bisa dianggap paling ideal untuk semua orang. Besaran LTV yang sesuai akan bergantung pada kondisi keuangan, kemampuan membayar cicilan, dan kebijakan masing-masing bank.

Meski demikian, rasio LTV yang lebih rendah menunjukkan bahwa kamu membayar uang muka (DP) yang lebih besar. Ini tentu bisa mengurangi jumlah pinjaman yang perlu diajukan, sehingga beban cicilan dan total bunga yang dibayarkan selama masa kredit berpotensi lebih ringan.

Sebaliknya, semakin tinggi rasio LTV, semakin besar pula porsi pinjaman dibandingkan nilai properti. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa cicilan KPR tetap sesuai dengan kemampuan finansial.

Selain itu, jika rasio LTV melebihi 100%, nilai pinjaman yang tersisa akan lebih besar daripada nilai properti yang dijaminkan. Kondisi ini dikenal sebagai negative equity atau underwater mortgage, yang bisa terjadi ketika harga properti turun secara signifikan, sedangkan saldo pinjaman masih lebih tinggi daripada nilai pasar properti.

Cara Menurunkan Rasio LTV

Rasio yang lebih rendah membuka peluang suku bunga yang lebih ringan. Berikut ini cara menurunkan rasio LTV yang bisa kamu tempuh.

  • Siapkan uang muka lebih besar sebelum mengajukan pinjaman, karena uang muka langsung menekan rasio LTV.
  • Bayar cicilan secara rutin, supaya sisa utang kamu terus mengecil.
  • Pilih properti yang harganya sesuai kemampuan, sehingga pinjaman tidak melebihi batas aman.
  • Lakukan pembayaran tambahan jika syarat kreditmu mengizinkan, agar utang berkurang lebih cepat.

BACA JUGA: Tips Memilih Pinjaman Kredit yang Cocok Buat Kamu

Butuh Dana Fleksibel Tanpa Repot Agunan? Coba Saku Kredit dari Bank Saqu!

Itulah penjelasan tentang Loan to Value (LTV). Dengan mengetahui cara kerja rasio ini, kamu bisa memperkirakan besarnya pinjaman yang bisa diajukan dan menyiapkan uang muka.

Namun, LTV biasanya memerlukan agunan, seperti KPR atau kredit kendaraan. Tidak semua kebutuhan dana menuntut agunan dan perhitungan LTV.

Untuk kebutuhan yang lebih kecil dan mendesak, kamu bisa memakai Saku Kredit dari Bank Saqu. Limit awal mulai dari Rp500.000 hingga Rp30 juta dan dana bisa langsung cair. 

Kamu juga bisa mencicil transaksi QRIS sampai 24 bulan atau menunda pembayaran ke bulan depan. Semua biayanya transparan tanpa potongan tersembunyi.

Daftar Saku Kredit sekarang dan atur pinjaman sesuai kebutuhanmu!