Saku 101

Pengertian Dana Darurat, Tips Mempersiapkannya, dan Jumlah Idealnya

24 Feb 2025

thumbnail

Dana darurat adalah uang simpanan yang dapat kamu siapkan khusus untuk menghadapi situasi mendesak. Simpanan ini bisa jadi penyelamat kamu di saat genting, lho! 

Makanya, penting banget untuk tahu cara mempersiapkan dan mengelola dana darurat dengan benar. 

Kalau sekarang kamu belum punya dana darurat, jangan khawatir. Kamu bisa mulai dari sekarang, kok. 

Yuk, baca artikel ini sampai habis buat mengetahui bagaimana cara menyiapkannya yang efektif. 

Apakah yang Dimaksud Dana Darurat?

Dana darurat adalah uang simpanan yang khusus kamu siapkan buat hal-hal mendesak. Misalnya, tiba-tiba kena PHK, kendaraan rusak, atau ada keperluan medis mendadak. 

Ini tuh beda dari tabungan biasa, ya. 

Kalau tabungan, biasanya buat hal-hal yang sudah direncanakan seperti liburan atau beli gadget baru. 

Namun, dana darurat ini dipakai cuma kalau kepepet banget. Misalnya, gaji belum turun tapi harus bayar sesuatu yang penting.

Punya dana darurat itu penting banget biar kamu nggak stres kalau ada hal tak terduga. Jadi, keuangan tetap aman, hidup juga lebih tenang.

Berdasarkan laporan OECD/INFE 2020, hampir setengah dari penduduk Indonesia (46%) hanya bisa bertahan selama seminggu dalam situasi krisis.

Sementara 18% lainnya mampu bertahan selama satu bulan, 5,8% dapat bertahan hingga tiga bulan, dan 8,6% sanggup bertahan lebih dari enam bulan. Sisa 21,6% mengaku tidak tahu.

Apa Bedanya Dana Darurat dan Tabungan?

Dana darurat adalah uang cadangan untuk hal mendesak. Walaupun keduanya sama-sama berupa uang yang disimpan, tapi mereka punya tujuan yang beda banget. 

Nah, berikut ini adalah perbedaan dari dana darurat dan tabungan:

1. Tujuan

  • Dana darurat: Khusus untuk keadaan darurat.
  • Tabungan: Biasanya buat kebutuhan yang direncanakan, seperti liburan atau barang impian.

2. Aksesibilitas

  • Dana darurat: Harus gampang banget dicairkan, misalnya lewat rekening tabungan.
  • Tabungan: Kadang ada syarat pencairan, kayak deposito yang harus nunggu tenor selesai.

3. Jumlah

  • Dana darurat: Biasanya lebih besar, minimal cukup buat kebutuhan 3–6 bulan.
  • Tabungan: Jumlahnya fleksibel, tergantung rencana kamu.

Berapa Idealnya Minimum Dana Darurat?

Setiap orang tentu berbeda-beda, tapi idealnya adalah sebagai berikut:

  • Belum menikah: 3–4 kali pengeluaran bulanan.
  • Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Keluarga dengan anak: 9–12 kali pengeluaran bulanan.

Misalnya, pengeluaran bulanan kamu Rp5 juta. Kalau kamu masih single, idealnya kamu punya dana darurat Rp15 juta-Rp20 juta. Kalau udah punya anak, targetkan sampai Rp60 juta.

Menurut survey Goodstats, 70% orang dewasa di Indonesia nggak punya dana darurat yang cukup. Jadi, jangan sampai kamu masuk statistik ini, ya!

Tips Mempersiapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah salah satu cara untuk menjaga stabilitas keuangan. Nggak perlu langsung besar, kok. Mulai dari kecil aja yang penting konsisten. 

1. Hitung kebutuhan bulananmu

Catat semua pengeluaran bulanan kamu, mulai dari sewa rumah, listrik, makanan, sampai transportasi. Dari sini, kamu bisa tahu berapa target dana darurat yang harus disiapkan.

2. Mulai dari jumlah kecil

Jangan stres kalau belum bisa langsung menyisihkan banyak uang. Mulai saja dari 5-10% penghasilan bulananmu. Pokoknya yang penting konsisten.

3. Otomatisasi penyimpanan 

Manfaatkan fitur transfer otomatis di bank. Jadi, setiap kali gajian, sebagian uang langsung dipindahkan ke rekening dana darurat. Selain praktis, cara ini juga bikin kamu nggak tergoda untuk memakai uang tersebut.

4. Manfaatkan pendapatan tambahan 

Kalau dapat bonus, THR, atau penghasilan sampingan, coba deh alokasikan sebagian uang tersebut untuk mempercepat pengumpulan dana darurat.

5. Kurangi pengeluaran nggak penting

Coba evaluasi lagi kebiasaan belanjamu. Misalnya, mengurangi jajan kopi kekinian atau langganan streaming yang jarang kamu pakai.

Di mana Dana Darurat Sebaiknya Disimpan?

Dana darurat adalah simpanan yang bisa digunakan untuk biaya mendesak. Oleh karena itu, simpan dana darurat di tempat yang aman dan gampang diakses. 

Berikut ini beberapa opsi yang bisa kamu pertimbangkan:

  1. Rekening Tabungan
  • Plus: Gampang dicairkan kapan aja.
  • Minus: Bunga kecil banget.
  1. Deposito Jangka Pendek
  • Plus: Bunga lebih tinggi dari tabungan biasa.
  • Minus: Harus nunggu tenor selesai buat dicairkan.
  1. Reksa Dana Pasar Uang
  • Plus: Imbal hasil lebih besar dari deposito.
  • Minus: Ada risiko kecil meskipun relatif aman.

Pastikan kamu pilih tempat penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensimu, ya. Kalau kamu tipe orang yang sering impulsif, mungkin lebih baik simpan di rekening terpisah yang nggak terhubung sama kartu ATM.

Sekarang, kamu sudah paham kan betapa pentingnya dana darurat dan bagaimana cara menyiapkannya? 

Agar kamu bisa lebih mudah mengelola dana darurat dan keuangan lainnya, yuk buka akun di Bank Saqu sekarang juga! Prosesnya cepat, cuma butuh 1-2 klik, dan rekeningmu langsung aktif.

Kamu juga bisa coba Tabungmatic untuk menabung otomatis atau Busposito yang bikin investasi jadi seru dan menguntungkan. 

Ayo, download aplikasi Bank Saqu di Android dan iOS sekarang!