Penggunaan layanan keuangan seperti KPR, kartu kredit, pinjaman online resmi, hingga pembiayaan kendaraan semakin meningkat di Indonesia. Namun, tidak semua pengguna kredit memahami risiko dan konsekuensi jika tidak disiplin dalam pembayaran sehingga harus melakukan pemutihan BI Checking.
Padahal, saat memiliki kredit bermasalah atau memiliki skor kredit rendah akan tercatat dalam sistem BI Checking atau yang sekarang dikenal sebagai SLIK OJK.
Ketika seseorang punya riwayat pembayaran yang buruk, permohonan kredit baru biasanya akan ditolak. Bahkan, ada kasus seseorang yang finansialnya sudah stabil bertahun-tahun tetapi masih kesulitan mengajukan kredit karena “rekam jejak buruk di masa lalu”.
Nah, kondisi inilah yang membuat istilah pemutihan BI Checking semakin populer dicari tahu oleh banyak orang. Namun, pertanyaannya adalah:
- Apa itu pemutihan BI Checking?
- Apakah benar ada pemutihan resmi?
- Siapa yang perlu melakukannya?
- Bagaimana cara memperbaiki skor kredit agar kembali dipercaya lembaga keuangan?
Yuk, cari tahu jawabannya dalam rangkuman di bawah ini!
Apa Itu Pemutihan BI Checking?
Istilah pemutihan BI Checking sebenarnya bukan istilah resmi dari regulator, melainkan sebutan masyarakat untuk proses perbaikan status kredit agar catatan di sistem BI Checking atau SLIK OJK kembali menunjukkan status lancar.
Secara teknis, pemutihan BI Checking berarti proses memperbaiki rekam jejak kredit seseorang yang sebelumnya memiliki catatan:
- Tunggakan cicilan
- Riwayat kredit macet
- Keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari
- Penutupan kredit dengan sisa hutan
- Skor kredit 3, 4, atau 5 dalam kategori risiko
Penting untuk dicatat:
Tidak ada penghapusan data kredit dalam sistem. Data kredit tetap ada, tetapi statusnya bisa diperbaiki menjadi lebih baik jika utang dilunasi atau direstrukturisasi.
Jadi, "pemutihan" bukan berarti rekam jejak dihapus begitu saja, tetapi statusnya diperbarui menjadi lebih layak secara kredit.
Siapa yang Perlu Melakukan Pemutihan BI Checking?
Tidak semua peminjam perlu melakukan proses pemulihan skor kredit ini. Biasanya, pemutihan BI Checking diperlukan oleh orang-orang yang mengalami situasi berikut:
1. Pernah Menunggak Kredit di Masa Lalu
Kalau kamu pernah:
- Telat bayar cicilan selama berbulan-bulan
- Menunggak hingga ditagih collection agency
- Memiliki pinjaman yang tidak diselesaikan
Maka status kreditmu kemungkinan sudah masuk kategori macet atau diragukan.
2. Pernah Menutup Kredit saat Masih Ada Sisa Kewajiban
Dalam dunia perbankan, ini dikenal sebagai write-off. Meskipun bank menghentikan penagihan aktif, status debitur tetap buruk di SLIK.
Debitur dengan kondisi ini hampir pasti ditolak ketika mencoba mengajukan pinjaman baru, bahkan meskipun kondisi finansial sudah jauh lebih baik.
3. Ditolak saat Mengajukan Kredit Baru
Kalau kamu pernah mengalami situasi seperti:
- Ditolak KPR tanpa penjelasan panjang
- Tidak mendapatkan persetujuan kartu kredit
- Limit pinjaman online resmi sangat kecil atau turun drastis
Ini tanda skor kreditmu tidak sehat, dan pemutihan BI Checking bisa jadi solusi.
4. Ingin Mengajukan Kredit Besar (KPR, KKB, Modal Usaha)
Beberapa orang baru sadar skor kreditnya buruk ketika ingin mengajukan kredit bernilai besar seperti rumah atau mobil. Di tahap ini, memperbaiki skor kredit menjadi sangat penting.
Bagaimana Cara Memperbaiki BI Checking atau SLIK OJK?
Karena pemutihan BI Checking bukan proses instan, diperlukan strategi yang jelas dan langkah terstruktur agar skor kredit membaik. Berikut cara paling efektif untuk melakukannya:
1. Cek Status Kredit Melalui SLIK OJK
Langkah pertama adalah mengetahui posisi skor kredit saat ini. Kamu bisa cek melalui:
- Kantor OJK
- Sistem online resmi seperti SLIK OJK digital (di beberapa daerah)
- Bank atau lembaga pembiayaan tertentu
Dari laporan ini kamu akan tahu:
- Kredit mana yang bermasalah
- Berapa sisa tagihan
- Bagaimana riwayat pembayaran sebelumnya
- Ini penting sebagai dasar langkah pemulihan.
2. Lunasi Tunggakan Sebisa Mungkin
Kalau masih ada utang yang menunggak, langkah terbaik adalah:
- Melunasi langsung jika mampu
- Minta keringanan denda
- Ajukan negosiasi penawaran pelunasan (settlement)
Semakin cepat dilunasi, semakin cepat status kredit diperbarui. Jangan sampai kamu membiarkan utang tak dibayar. Apalagi di tahun 2025 ini menurut CNBC Indonesia, banyak debitur pinjaman online di bawah 19 tahun yang memiliki kredit macet.
3. Ajukan Restrukturisasi Kredit
Jika sulit melunasi sekaligus, kamu bisa mengajukan opsi restrukturisasi, misalnya:
- Memperpanjang tenor
- Menurunkan bunga
- Mengubah skema cicilan
Intinya adalah untuk tetap membayar sesuai kesepakatan baru dan jangan pernah melupakan kewajiban untuk melunasinya.
4. Jangan Tutup Akses Kredit Setelah Pulih
Banyak orang ingin “bebas dari kredit” setelah selesai restrukturisasi. Padahal, justru memiliki kredit aktif dan membayarnya tepat waktu akan membantu menaikkan skor lebih cepat.
Contohnya:
- Kartu kredit limit kecil
- Paylater bunga rendah (legal dan terdaftar OJK)
- Pinjaman kecil dengan cicilan pendek
Tunjukkan bahwa kamu kini peminjam yang bertanggung jawab sehingga skor kredit bisa lebih cepat naiknya.
5. Gunakan Kredit dengan Bijak dan Disiplin
Beberapa tips menjaga rekam jejak tetap sehat:
- Bayar cicilan sebelum jatuh tempo
- Gunakan maksimal 30% dari limit kredit
- Jangan mengajukan pinjaman terlalu sering
- Selalu pantau skor kredit setiap 6–12 bulan
Semakin stabil perilaku pembayaranmu, semakin baik skor kreditmu.
Berapa Lama Proses Pemutihan BI Checking?
Ini tergantung kondisinya:
| Kondisi | Perkiraan Waktu Perbaikan |
| Kredit telat < 90 hari | 1–3 bulan |
| Tunggakan yang sudah dilunasi | 3–6 bulan |
| Kredit restrukturisasi aktif | 6–12 bulan |
| Kredit write-off | 1–2 tahun setelah penyelesaian |
Semakin cepat kamu memperbaiki, semakin cepat skor kembali naik.
Pemutihan BI Checking pada dasarnya adalah proses memperbaiki catatan kredit agar kembali dinilai baik oleh lembaga keuangan.
Ini penting bagi siapa pun yang pernah memiliki riwayat kredit buruk dan ingin kembali mengakses fasilitas keuangan seperti KPR, pinjaman usaha, atau kartu kredit.
Prosesnya tidak instan, tetapi sangat mungkin dilakukan jika kamu mengetahui status kredit dan menyelesaikan tunggakan dengan baik. Jika sudah pulih, pastikan untuk menggunakan kredit secara bertanggung jawab.
Nah, jika kamu sedang membutuhkan dana karena ada kebutuhan yang mendesak, tak ada salahnya untuk mengajukan pinjaman di Saku Kredit. Produk pinjaman dari Bank Saqu ini tak ada biaya tersembunyi, sehingga kamu tak perlu khawatir ada tambahan biaya lainnya.
Sudah diawasi oleh OJK sehingga pasti aman. Jadi, jangan ragu lagi untuk mencoba Saku Kredit dari Bank Saqu, ya!





