Kalau kamu pernah telat membayar cicilan atau bahkan memiliki kredit macet, mungkin kamu pernah mendengar istilah pemutihan BI Checking. Tak sedikit orang yang mengira proses ini bisa menghapus riwayat kredit, sehingga pengajuan pinjaman atau kartu kredit kembali disetujui.
Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika kamu penasaran dengan apa itu pemutihan BI Checking, temukan informasinya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Apa itu Overlimit? Temukan Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Pemutihan BI Checking?
Pemutihan BI Checking adalah istilah yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan proses memperbaiki riwayat kredit seseorang yang sebelumnya memiliki tunggakan atau kredit bermasalah.
Namun, perlu kamu pahami bahwa pemutihan BI Checking bukanlah istilah resmi dari OJK. Saat ini, pengecekan riwayat kredit dilakukan melalui SLIK OJK, bukan lagi BI Checking seperti beberapa tahun lalu.
Dalam realitanya, pemutihan yang dimaksud bukan berarti data kredit kamu dihapus dari sistem.
Sebaliknya, data tersebut tetap tersimpan sebagai histori kredit, namun status kolektibilitasnya dapat berubah menjadi lebih baik setelah debitur:
- Melunasi seluruh tunggakan
- Menyelesaikan restrukturisasi kredit
- Kembali membayar cicilan tepat waktu sesuai kesepakatan
Dengan kata lain, tujuan pemutihan BI Checking adalah memperbaiki reputasi kredit agar peluang memperoleh pembiayaan kembali menjadi lebih besar.
Penyebab Skor BI Checking Menjadi Buruk
Riwayat kredit dapat memburuk jika kamu punya sering terlambat membayar utang. Selain itu, beberapa faktor penyebab lainnya antara lain:
- Kredit macet
- Menunggak lebih dari 90 hari
- Memiliki beberapa pinjaman yang gagal dibayar
- Mengabaikan tagihan kartu kredit
- Gagal memenuhi hasil restrukturisasi kredit
Dengan kata lain, semakin lama tunggakan terjadi, akan semakin tinggi tingkat kolektibilitas yang tercatat di SLIK.
Siapa yang Perlu Melakukan Pemutihan BI Checking?
Umumnya, orang-orang yang perlu melakukan pemutihan BI Checking adalah sebagai berikut.
- Pernah Mengalami Kredit Macet: Baik itu berupa pinjaman bank, KPR, KKB, pinjaman online legal, maupun kartu kredit.
- Pernah Menunggak Cicilan: Meski akhirnya lunas, riwayat keterlambatan tetap akan memengaruhi penilaian kredit.
- Pernah Ditolak saat Mengajukan Pinjaman: Penolakan pinjaman sering kali terjadi karena skor kredit kamu yang kurang baik.
- Berencana Mengajukan Kredit Besar: Misalnya, seperti KPR, kredit kendaraan, modal usaha, atau kredit multiguna.
Cara Memperbaiki BI Checking atau SLIK OJK
Banyak orang mencari cara memperbaiki BI Checking agar bisa kembali memperoleh akses pembiayaan. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu coba.
1. Cek Status Kredit Melalui SLIK OJK
Langkah pertama adalah mengetahui posisi skor kredit saat ini. Kamu bisa cek melalui kantor OJK, sistem online resmi seperti SLIK OJK digital, maupun bank atau lembaga pembiayaan tertentu.
Dari laporan ini, kamu akan mendapatkan informasi berupa kredit mana yang bermasalah, sisa tagihan, hingga riwayat pembayaran sebelumnya, di mana informasi ini penting karena akan digunakan sebagai dasar pemulihan.
2. Lunasi Tunggakan Sebisa Mungkin
Semakin cepat tunggakan diselesaikan, semakin cepat pula lembaga keuangan dapat memperbarui status kreditmu. Apabila belum mampu melunasi seluruhnya, kamu bisa berdiskusi dengan pihak pemberi pinjaman mengenai opsi pembayaran terbaik.
3. Ajukan Restrukturisasi Kredit
Jika sulit melunasi sekaligus, kamu bisa mengajukan opsi restrukturisasi. Misalnya, memperpanjang tenor, menurunkan bunga, atau mengubah skema cicilan.
Intinya adalah untuk tetap membayar sesuai kesepakatan baru dan jangan pernah melupakan kewajiban untuk melunasinya.
4. Jangan Tutup Akses Kredit Setelah Pulih
Banyak orang ingin "bebas dari kredit" setelah selesai restrukturisasi. Padahal jika kamu memiliki kredit aktif dan membayar tepat waktu, hal tersebut akan membantu menaikkan skor lebih cepat.
Artinya, penting untuk menunjukkan bahwa kamu kini peminjam yang bertanggung jawab sehingga skor kredit bisa lebih cepat naiknya.
5. Gunakan Kredit dengan Bijak dan Disiplin
Beberapa tips menjaga rekam jejak tetap sehat skor kredit antara lain:
- Bayar cicilan sebelum jatuh tempo
- Gunakan maksimal 30% dari limit kredit
- Jangan mengajukan pinjaman terlalu sering
- Selalu pantau skor kredit setiap 6-12 bulan
Semakin stabil perilaku pembayaranmu, semakin baik skor kreditmu.
BACA JUGA: Apa Itu Fixed Rate? Kenali Suku Bunga Tetap dalam Pinjaman
Cara Membersihkan BI Checking, Apakah Bisa?
Sebenarnya, tidak ada cara membersihkan BI Checking dengan menghapus riwayat kredit dari sistem. Sebab, data kredit akan tetap menjadi bagian dari histori keuangan debitur.
Jadi, yang bisa kamu lakukan adalah memperbaiki status kredit dengan cara pelunasan tunggakan, restrukturisasi, atau melakukan pembayaran dengan konsisten.
Dengan kata lain, jika kamu mencari cara membersihkan BI Checking, langkah yang tepat sebenarnya adalah cara memperbaiki BI Checking melalui pengelolaan kredit yang lebih sehat.
Berapa Lama Proses Pemutihan BI Checking?
Lama prosesnya bergantung pada kondisi masing-masing debitur.
Setelah kewajiban diselesaikan, pihak bank atau perusahaan pembiayaan akan memperbarui data ke SLIK OJK melalui pelaporan rutin. Sebagai gambaran, berikut kondisi setiap kolektibilitas.
Kolektibilitas | Kondisi | Estimasi Pemulihan |
| KOL 1 | Lancar | Tidak perlu pemutihan |
| KOL 2 | Tunggakan 1-90 hari | Setelah tunggakan dilunasi dan data diperbarui oleh kreditur |
| KOL 3 | Tunggakan 91-120 hari | Membutuhkan pelunasan atau restrukturisasi sebelum status membaik |
| KOL 4 | Tunggakan 121-180 hari | Memerlukan waktu lebih lama karena riwayat kredit sudah tergolong berat |
| KOL 5 | Kredit macet >180 hari | Wajib menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum status dapat diperbarui |
Apakah Pemutihan BI Checking Bisa Dipercepat?
Sebenarnya proses pemutihan BI Checking bisa dipercepat jika kamu segera menyelesaikan kewajiban kredit.
Akan tetapi, pembaruan data tetap mengikuti proses pelaporan dari lembaga keuangan kepada SLIK OJK. Secara umum, terdapat dua kondisi yang sering dipahami masyarakat sebagai pemutihan, yaitu:
1. Pemutihan Melalui Pelunasan
Pemutihan melalui pelunasan adalah cara paling efektif memperbaiki skor kredit. Setelah seluruh lunas atau restrukturisasi berjalan lancar, kreditur akan memperbarui status pembayaran, sehingga kolektibilitas dapat membaik.
2. Pemutihan Alami
Sebagian orang mengira bahwa riwayat kredit akan hilang sendiri jika dibiarkan selama bertahun-tahun. Faktanya, riwayat kredit tidak otomatis terhapus hanya karena menunggu.
Jika masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan, informasi tersebut tetap akan menjadi pertimbangan dalam penilaian kredit. Oleh karena itu, pelunasan tetap menjadi langkah terbaik dibanding hanya berharap pemutihan terjadi secara otomatis.
BACA JUGA: Jangan Tertipu Pinjol Bodong, Ini Cara dan Tips Aman Ajukan Pinjaman Online
Jangan Ragu Ajukan Saku Kredit dari Bank Saku untuk Kebutuhan Mendesakmu
Pada dasarnya, pemutihan BI Checking adalah proses memperbaiki catatan kredit agar kembali dinilai baik oleh lembaga keuangan.
Ini penting bagi siapa pun yang pernah memiliki riwayat kredit buruk dan ingin kembali mengakses fasilitas keuangan, seperti KPR, pinjaman usaha, atau kartu kredit.
Prosesnya tidak instan, tetapi sangat mungkin dilakukan jika kamu mengetahui status kredit dan menyelesaikan tunggakan dengan baik. Jika sudah pulih, pastikan untuk menggunakan kredit secara bertanggung jawab.
Nah, jika kamu sedang membutuhkan dana karena ada kebutuhan yang mendesak, tak ada salahnya untuk mengajukan pinjaman di Saku Kredit. Produk pinjaman dari Bank Saqu ini tak ada biaya tersembunyi, sehingga kamu tak perlu khawatir ada tambahan biaya lainnya.
Sudah diawasi oleh OJK sehingga pasti aman. Jadi, jangan ragu lagi untuk mencoba Saku Kredit dari Bank Saqu, ya!






