Jadi Solopreneur

Apa Itu Bisnis Retail? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

22 Okt 2026

thumbnail

Pernah mampir ke Indomaret atau Alfamart untuk membeli suatu barang? Ternyata, di balik rak yang tertata rapi itu, ada bisnis retail yang berjalan setiap hari.

Bisnis retail adalah usaha yang menjual produk langsung kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran. Skalanya beragam, mulai dari warung kelontong sampai toko online.

Supaya warga Bank Saqu semakin paham cara kerja bisnis retail sebelum memulai atau mengembangkan usaha, simak terlebih dahulu pengertian, jenis, dan alurnya berikut ini.

Baca juga: 10 Usaha Modal Kecil yang Menguntungkan dan Cocok untuk Pemula

Apa Itu Bisnis Retail?

Bisnis retail atau ritel adalah kegiatan menjual barang secara eceran kepada konsumen akhir untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual kembali. Pelaku usaha membeli produk dalam jumlah besar dari pemasok atau produsen, lalu menjualnya dalam jumlah kecil dengan harga yang sudah memuat keuntungan.

Pemerintah mengatur bentuk usaha ritel modern dalam PP Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan. Dalam regulasi tersebut, toko swalayan didefinisikan sebagai toko dengan sistem pelayanan mandiri yang menjual berbagai jenis barang secara eceran.

Jenis-Jenis Bisnis Retail

Ada beberapa cara mengelompokkan usaha retail. Salah satu yang paling umum digunakan adalah berdasarkan tempat penjualannya.

1. Ritel Tradisional

Contohnya warung kelontong, toko sembako, dan pedagang pasar. Biasanya dikelola langsung oleh pemilik dan melayani pembeli di sekitar lokasi usaha.

2. Toko Modern

Menurut PP Nomor 29 Tahun 2021, toko swalayan dibedakan berdasarkan luas lantai penjualan sebagai berikut.

  • Minimarket memiliki luas lantai penjualan sampai dengan 400 m².
  • Supermarket memiliki luas lantai penjualan di atas 400 m² sampai dengan 5.000 m².
  • Hypermarket memiliki luas lantai penjualan di atas 5.000 m².
  • Department store memiliki luas lantai penjualan di atas 400 m².

3. Ritel Online

Penjualan barang di ritel online dilakukan lewat marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, media sosial, atau website sendiri. 

Pada ritel jenis ini, pemilik usaha tidak harus menyewa tempat, tetapi tetap perlu mengelola stok dan pengiriman.

4. Toko Khusus

Ritel yang fokus menjual satu kategori produk, seperti pakaian, elektronik, atau perlengkapan bayi.

Cara Kerja Bisnis Retail

Secara umum, alur bisnis retail berjalan dari memilih produk sampai mengevaluasi hasil penjualan.

1. Menentukan Produk dan Target Pembeli

Pebisnis ritel memilih barang yang sesuai kebutuhan calon pelanggan di sekitar.

2. Mencari Pemasok

Untuk menemukan pemasok yang tepat, bandingkan harga beli, kualitas barang, dan ketepatan pengiriman dari beberapa pemasok.

3. Membeli dan Menyimpan Stok

Barang dibeli dalam jumlah tertentu, lalu disimpan sebelum dijual. Di tahap ini, penting untuk menyesuaikan jumlah stok dengan kemampuan modal kerja dan kecepatan barang terjual.

4. Menentukan Harga Jual

Harga jual dihitung dari harga beli, biaya operasional, dan keuntungan yang kamu inginkan. Jumlahkan dulu semua biaya per produk, lalu tambahkan keuntungan yang kamu targetkan. 

Untuk menghitungnya kamu dapat menggunakan rumus:

Harga jual = harga beli + biaya operasional per produk + keuntungan yang diinginkan

5. Menjual ke Konsumen

Penjualan bisa dilakukan melalui toko fisik, marketplace, atau keduanya sekaligus.

6. Mencatat dan Mengevaluasi

Catat penjualan setiap hari, lalu pantau produk mana yang cepat laku dan produk mana yang penjualannya tertahan.

Berikut adalah gambaran keseluruhan alur kerja bisnis retail:

Sebuah toko membeli produk seharga Rp40.000. Biaya kemasan dan operasional per produk sekitar Rp5.000, lalu produk dijual Rp55.000. Berarti keuntungan per produk Rp10.000.

Jika terjual 300 produk dalam sebulan, omzetnya Rp16,5 juta dan keuntungannya Rp3 juta. Selisih inilah yang perlu dijaga agar bisnis tetap sehat.

Tips Mengelola Bisnis Retail agar Lebih Sehat

  1. Catat transaksi secara rutin
    Buat data penjualan dan pembelian untuk membantu membaca perputaran barang.
  2. Atur stok sesuai permintaan
    Hindari menumpuk barang yang lambat terjual. Sesuaikan pembelian stok dengan tren permintaan.
  3. Pisahkan uang usaha dan pribadi
    Dengan memisahkan kas usaha dengan kas pribadi, arus kas bisnis jadi lebih mudah dipantau.
  4. Siapkan dana cadangan
    Dana ini berguna untuk modal kerja saat permintaan sedang naik.

BACA JUGA: Apa Itu Omzet? Begini Cara Menghitungnya dengan Benar!

Jaga Stok dan Arus Kas Usahamu dengan Kredit Modal Kerja Bank Saqu

Itulah penjelasan mengenai apa itu bisnis retail. Ketika penjualan naik, kebutuhan stok ikut naik. Uang untuk membeli barang dari pemasok seringkali harus keluar lebih dulu sebelum hasil penjualan masuk. 

Di titik ini, kamu membutuhkan modal kerja untuk menjaga bisnis retail tetap berjalan lancar.

Untuk itu, Kredit Modal Kerja Bank Saqu bisa menjadi solusi yang jitu!

Fasilitas pinjaman fleksibel jangka pendek untuk kebutuhan operasional dan modal kerja usaha ini hadir dengan tenor maksimal satu tahun dan jumlah pinjaman mulai dari Rp100 juta.

Tenor dan plafon juga bisa diperpanjang setelah periode berakhir melalui proses yang cepat, sehingga stok toko tetap terjaga saat permintaan sedang tinggi.

Dengan suku bunga efektif sekitar 11% per tahun, dengan provisi 1% per tahun dan biaya administrasi Rp1 juta. 

Siapkan langkah usahamu dengan download aplikasi Bank Saqu dan kenali layanan yang bisa membantu mengelola keuangan bisnismu.

Referensi

  1. Database Peraturan BPK. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 3 Tahun 2026. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/161870/pp-no-29-tahun-2021
  2. JDIH Kemendag. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan. Diakses dari https://jdih.kemendag.go.id/peraturan/peraturan-pemerintah-republik-indonesia-nomor-3-tahun-2026-tentang-perubahan-atas-peraturan-pemerintah-nomor-29-tahun-2021-tentang-penyelenggaraan-bidang-perdagangan-1
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.