Investasi emas merupakan salah satu opsi bagi orang-orang di Indonesia, karena nilainya cenderung bertahan terhadap inflasi dan mudah dicairkan kapan saja.
Bagi kamu yang baru mau investasi emas, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami lebih dulu, mulai dari cara memulai, tempat pembelian, sampai pajak yang dikenakan.
Artikel ini membahas langkah-langkah memulai investasi emas, keuntungan dan risikonya, serta waktu yang tepat untuk membeli dan menjualnya.
BACA JUGA: Apakah Investasi Emas Menguntungkan? Ini Faktanya
Apa Itu Investasi Emas?
Investasi emas berarti kamu membeli emas untuk disimpan, lalu menjualnya kembali saat harganya lebih tinggi dari harga beli.
Bentuknya pun bisa bermacam-macam, mulai dari emas batangan, perhiasan, koin, sampai emas digital yang bisa dibeli lewat aplikasi.
Emas dipilih karena nilainya relatif bertahan saat kondisi ekonomi tidak menentu, sehingga sering disebut sebagai aset safe haven.
Selain itu, emas juga diakui secara global, sehingga kamu tetap bisa menjualnya di mana pun kamu berada.
Cara Memulai Investasi Emas bagi Pemula
Setelah memahami pengertiannya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut supaya investasimu terarah.
1. Tentukan Tujuan Investasimu
Tetapkan dulu untuk apa kamu berinvestasi emas, apakah untuk dana darurat, tabungan jangka panjang, atau persiapan pensiun.
Tujuan ini menentukan strategimu, sebab investasi jangka panjang lebih cocok menggunakan emas batangan, sedangkan emas digital lebih pas jika kamu ingin menabung sedikit demi sedikit.
2. Tetapkan Anggaran dengan Dana Dingin
Tentukan berapa dana yang bisa kamu alokasikan setiap bulan atau setiap tahun untuk membeli emas.
Pakai dana dingin, yaitu uang yang tidak kamu butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, dan tidak disarankan mengorbankan dana darurat atau kebutuhan pokokmu.
3. Pilih Jenis Emas yang Sesuai
Sesuaikan pilihan emas dengan gaya hidup dan rencana investasimu. Kalau memilih emas fisik, perhatikan kadar kemurnian dan sertifikasinya. Sedangkan kalau kamu mengutamakan kepraktisan, platform emas digital lebih memudahkan.
4. Beli dari Tempat yang Resmi
Hindari membeli emas dari penjual yang asal-usulnya tidak jelas. Nah, beberapa tempat pembelian yang resmi antara lain:
- Butik Emas Logam Mulia Antam dan reseller resminya
- PT Pegadaian, baik untuk emas fisik maupun Tabungan Emas
- Bank atau platform emas digital yang terdaftar dan diawasi OJK
5. Pantau Harga Sebelum Membeli
Harga emas bergerak setiap hari, jadi cek dulu harga terbaru di situs resmi Logam Mulia, Pegadaian, atau aplikasi emas digital yang kamu pakai.
Sebagai gambaran, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.750.000 pada 24 Agustus 2026, sedangkan harga buyback-nya Rp2.610.000 per gram.
6. Hitung Pajak dan Selisih Harga Beli-Jual
Perhatikan bahwa transaksi emas batangan dikenakan pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenai PPh Pasal 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi yang tidak punya NPWP.
Sementara penjualan kembali ke Antam di atas Rp10 juta dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP.
Selain pajak, perhitungkan juga selisih antara harga beli dan harga buyback, sebab selisih inilah yang harus tertutup lebih dulu sebelum kamu benar-benar untung.
7. Simpan Emas dengan Aman
Jika kamu membeli emas fisik, siapkan tempat penyimpanan yang memadai. Beberapa opsinya, yaitu brankas di rumah untuk jumlah yang masih sedikit, safe deposit box di bank yang lebih aman meskipun ada biaya sewanya, atau jasa penyimpanan dari Pegadaian dan platform emas digital.
8. Jangan Berutang untuk Membeli Emas
Beli emas sesuai kemampuan finansialmu saja. Apabila kamu berutang untuk membeli emas, bunga pinjamannya bisa menggerus potensi keuntungan yang kamu harapkan, terlebih jika harga emas sedang turun saat kamu perlu menjualnya.
9. Konsisten dan Bersabar
Investasi emas umumnya membuahkan hasil dalam jangka panjang. Daripada berspekulasi mengejar keuntungan cepat, tambah portofoliomu sedikit demi sedikit secara rutin, lalu tahan minimal 3 sampai 5 tahun.
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas
Sebelum menempatkan dana, timbang dulu sisi untung dan risikonya berikut ini.
1. Keuntungan Investasi Emas
- Nilainya relatif bertahan terhadap inflasi, sehingga daya beli uangmu lebih terjaga dibandingkan menyimpannya dalam bentuk tunai.
- Likuiditas tinggi, sebab emas bisa langsung dijual di toko emas, Pegadaian, atau lewat aplikasi, tanpa proses panjang seperti properti.
- Cocok untuk diversifikasi, karena harga emas kerap bergerak berbeda arah dari saham atau kripto, sehingga membantu menyeimbangkan portofoliomu.
- Bisa dimulai dari nominal kecil, terutama lewat emas digital yang setorannya fleksibel.
2. Risiko Investasi Emas
- Harga bisa turun dalam jangka pendek, sehingga kamu berpotensi rugi jika terpaksa menjual saat harganya sedang rendah.
- Tidak menghasilkan pendapatan pasif, sebab emas tidak memberi dividen seperti saham atau uang sewa seperti properti. Keuntungan hanya kamu peroleh saat menjualnya.
- Butuh tempat penyimpanan yang aman, dan opsi penyimpanan yang lebih aman biasanya berbiaya.
- Nilai emas perhiasan menyusut karena dipotong biaya pembuatan saat dijual kembali.
- Ada risiko emas palsu jika kamu membeli dari penjual yang tidak resmi.
Kapan Waktu yang Tepat Membeli dan Menjual Emas?
Menentukan waktu transaksi memang tidak bisa presisi, tapi beberapa pedoman berikut bisa kamu pakai.
- Pertimbangkan membeli ketika harga sedang terkoreksi, misalnya saat kondisi ekonomi relatif stabil dan permintaan aset aman melemah.
- Pertimbangkan menjual ketika harga sedang tinggi, sebab harga emas cenderung naik saat muncul gejolak ekonomi global.
- Hindari menjual dalam waktu singkat setelah membeli, sebab selisih harga beli dan buyback ditambah pajak berpotensi membuatmu rugi.
Investasi emas relatif sederhana asalkan kamu memahami langkah dasarnya, mulai dari menetapkan tujuan, memilih jenis emas, membeli di tempat resmi, sampai menyimpannya dengan aman. Pantau pergerakan harganya secara berkala, lalu sesuaikan keputusanmu dengan kondisi keuanganmu sendiri.
BACA JUGA: 8 Jenis-Jenis Emas dan Fungsinya dalam Investasi
Butuh Dana Tambahan? Cek Saku Kredit dari Bank Saqu!
Investasi emas sebaiknya kamu lakukan dengan dana dingin. Jika ada kebutuhan lain di luar itu, misalnya kebutuhan mendesak atau biaya yang tidak bisa ditunda, Saku Kredit dari Bank Saqu bisa juga kamu pertimbangkan.
Lewat Saku Kredit, kamu bisa menarik pinjaman tunai atau mengubah transaksi yang sudah selesai menjadi cicilan, dengan limit sampai Rp30 juta, tenor sampai 24 bulan, dan bunga mulai dari 2% p.a. Semuanya bisa kamu akses langsung dari aplikasi tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Bank Saqu berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), sehingga bunga dan biayanya disampaikan secara terbuka sejak awal.
Yuk, cek Saku Kredit lewat aplikasi Bank Saqu di Android atau iOS!
Referensi:
Database Peraturan BPK. Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang Dan Kegiatan Di Bidang Impor Atau Kegiatan Usaha Di Bidang Lain










