Salah transfer adalah momen yang bisa dialami siapa saja. Sudah teliti sebelum tap konfirmasi, tapi ternyata satu digit nomor rekening keliru, dan uang kamu malah masuk ke rekening orang yang tidak dikenal. Detik itu juga, rasanya seperti dunia berhenti sesaat, panik, rasanya ingin menangis karena ketidak telitian diri sendiri.
Walaupun begitu, salah transfer bukan akhir dari segalanya, kok. Ada prosedur resmi yang bisa kamu tempuh untuk melacak dan menarik kembali dana, asalkan dilakukan dengan cepat dan mengikuti mekanisme perbankan yang berlaku.
Buat warga Bank Saqu yang mengalami hal serupa atau sekadar ingin mewaspadai kalau suatu saat terjadi salah transfer, artikel ini akan rangkum 5 cara melacak uang salah transfer plus tips pencegahannya. Langsung simak ulasan berikut sampai akhir, ya!
BACA JUGA: 9 Jenis-Jenis Transaksi yang Paling Umum di Indonesia
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Sadar Salah Transfer?
Langkah paling pertama yang harus kamu lakukan saat sadar salah transfer adalah tetap tenang. Panik hanya akan membuat kamu bertindak ceroboh, misalnya menghubungi pemilik rekening penerima langsung tanpa lewat bank, yang justru bisa memperumit situasi.
Perlu kamu tahu, sesuai UU No. 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, uang yang salah transfer secara hukum tetap milik pengirim. Penerima yang dengan sengaja menguasai atau menggunakan dana tersebut bisa dijerat pidana dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun atau denda Rp5 miliar.
Jadi, uang kamu punya perlindungan hukum, yang perlu kamu lakukan hanyalah mengikuti prosedur resmi lewat bank.
5 Cara Melacak Uang Salah Transfer
Berikut adalah lima langkah yang harus dilakukan segera setelah kamu menyadari salah transfer:
1. Kumpulkan Bukti Transaksi
Sebelum menghubungi bank, pastikan kamu punya bukti lengkap. Siapkan:
- Tanggal dan waktu transaksi
- Nama bank dan nomor rekening tujuan yang salah
- Nominal yang salah ditransfer
- Screenshot atau struk transfer dengan nomor referensi transaksi
- KTP dan data rekening kamu
Bukti-bukti di atas akan jadi dasar verifikasi yang diperlukan bank untuk memproses laporan kamu.
2. Segera Hubungi Call Center Bank Pengirim
Semakin cepat kamu melapor, semakin besar peluang dana bisa dikembalikan; idealnya dalam hitungan jam setelah kejadian.
Hubungi call center bank tempat kamu melakukan transfer lewat telepon resmi, live chat di aplikasi, atau datang langsung ke kantor cabang.
3. Jelaskan Kronologi dan Kirim Bukti
Setelah tersambung dengan customer service, jelaskan kronologi kejadian secara detail. Petugas biasanya akan menanyakan channel yang digunakan (mobile banking, ATM, dll.), nomor rekening seharusnya dan yang salah, nominal transfer, dan nomor referensi transaksi.
Kirim bukti-bukti pendukung sesuai instruksi petugas, biasanya lewat email dengan menyertakan nomor laporan.
4. Tunggu Proses Verifikasi dan Mediasi Bank
Setelah laporan diterima, bank akan memverifikasi kebenaran laporan kamu. Kalau terbukti ada kesalahan dan dana masih tersedia di rekening tujuan, bank akan melakukan pemblokiran sementara (hold) pada dana tersebut.
Selanjutnya, bank akan bertindak sebagai mediator untuk menghubungi pemilik rekening penerima. Perlu diingat, bank tidak punya wewenang untuk langsung menarik dana tanpa persetujuan penerima. Kalau penerima kooperatif dan menandatangani surat persetujuan, dana akan ditransfer balik ke rekeningmu.
Proses ini umumnya memakan waktu sekitar 14 hari kerja atau lebih, tergantung SOP bank.
5. Tempuh Jalur Hukum Jika Penerima Tidak Kooperatif
Kalau penerima menolak mengembalikan dana atau tidak bisa dihubungi setelah beberapa upaya, kamu bisa menempuh jalur hukum.
Minta surat keterangan salah transfer dari bank sebagai bukti, lalu buat laporan ke pihak kepolisian dengan dasar UU No. 3 Tahun 2011 Pasal 85. Kamu juga bisa mengajukan gugatan perdata untuk klaim ganti rugi.
Tips Mencegah Salah Transfer di Kemudian Hari
Mencegah lebih baik daripada mengurus pengembalian dana kamu yang salah transfer. Berikut adalah beberapa tips supaya salah transfer tidak terulang:
- Selalu cek nama penerima: Sistem bank biasanya menampilkan nama penerima sebelum konfirmasi. Cocokkan dengan tujuan sebelum tap "Kirim".
- Manfaatkan fitur Favorit: Simpan rekening yang sering ditransfer sebagai favorit untuk hindari salah ketik.
- Test dulu dengan nominal kecil: Untuk transfer besar, coba kirim Rp10.000 dulu sebagai verifikasi.
- Gunakan QR Code atau transfer link: Meminimalkan risiko salah ketik nomor rekening.
- Hindari transaksi tergesa-gesa: Luangkan waktu untuk fokus, terutama saat mengetik nomor rekening.
BACA JUGA: 6 Cara Transfer ke DANA dengan Praktis, Cepat, dan Aman
Transfer Aman dan Bantuan Cepat dari Bank Saqu
Meski salah transfer bisa terjadi ke siapa saja, warga Bank Saqu bisa meminimalkan risikonya lewat fitur-fitur di aplikasi, nih.
Lewat Kirim & Bayar, kamu bisa menyimpan rekening tujuan yang sering ditransfer ke daftar Favorit, jadi tidak perlu ketik ulang nomor rekening setiap kali transaksi. Nama penerima juga otomatis muncul sebelum konfirmasi, sehingga kamu bisa cek ulang sebelum tap "Kirim".
Kalau kamu sudah terlanjur salah transfer atau butuh bantuan lain seputar transaksi, tim Contact Center Bank Saqu siap membantu lewat berbagai channel:
- Telepon: 021-30003388
- Email: dibantu@banksaqu.co.id
- Instagram, Facebook, TikTok: @banksaqu
- X (Twitter): @dibantubanksaqu
Yuk, download aplikasi Bank Saqu sekarang dan rasakan pengalaman transfer yang lebih aman plus bantuan cepat kapan pun kamu butuh!






