Inspirasi Warga

Jangan Tertipu! Ini 4 Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu

01 Okt 2026

thumbnail

Memahami cara membedakan uang asli dan palsu secara cepat dan akurat merupakan keahlian penting agar kamu terhindar dari kerugian saat bertransaksi tunai. 

Sebagai warga Bank Saqu yang cerdas dan melek finansial, menjaga keamanan setiap uang yang kamu pegang tentu jadi prioritas harian. Risiko menerima kembalian berupa uang kertas tiruan memang masih sering terjadi lho, terutama pada pecahan bernominal besar.

Bank Indonesia sendiri telah melengkapi uang kertas Rupiah dengan berbagai fitur pengaman tingkat tinggi. Biar kamu makin teliti dan tidak gampang terkecoh saat bertransaksi harian, yuk simak artikel ini!

BACA JUGA: E-Budgeting: Fungsi, Tujuan, dan Keunggulannya

Ciri-Ciri Uang Asli Menurut Bank Indonesia

Merujuk pada Buku Panduan Uang Rupiah Tahun Emisi 2022, ciri keaslian uang Rupiah dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu unsur pengaman yang tertanam pada bahan kertas serta unsur pengaman dari teknik cetaknya.

1. Unsur Pengaman pada Bahan Uang Kertas

  • Tanda Air (Watermark) dan Electrotype

Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar pahlawan serta electrotype (logo BI) yang akan terlihat jelas saat diterawangkan ke arah sumber cahaya.

  • Benang Pengaman (Security Thread)

Benang pengaman ditanam atau dianyam langsung pada bahan kertas sehingga tampak seperti garis melintang dari atas ke bawah. Pada pecahan tertentu, benang ini akan memendar saat dilihat menggunakan sinar ultraviolet.

2. Unsur Pengaman dari Teknik Cetak

  • Cetak Dalam (Intaglio)

Teknik cetakan khusus yang menghasilkan tekstur timbul dan terasa kasar saat kamu meraba permukaan uang, seperti pada gambar pahlawan dan angka nominal.

  • Gambar Saling Isi (Rectoverso)

Pencetakan ragam bentuk yang presisi antara bagian depan dan belakang kertas, sehingga akan membentuk logo BI utuh saat diterawangkan ke cahaya.

  • Tulisan Mikro (Microtext)

Teks atau tulisan berukuran sangat kecil yang hanya bisa dibaca dengan jelas jika menggunakan kaca pembesar.

  • Gambar Tersembunyi (Latent Image)

Hasil cetakan berupa gambar atau tulisan tersembunyi yang baru bisa terlihat saat kamu melihat uang dari sudut pandang tertentu.

  • Kode Tunanetra (Blind Code)

Pasangan garis atau kode khusus yang dicetak timbul di tepi uang agar rekan-rekan tunanetra dapat mengenali nilai pecahan secara mandiri.

  • Optically Variable Magnetic Ink

Tinta khusus pada gambar bunga di pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 yang dapat berubah warna sekaligus memberikan efek gerak dinamis saat dilihat dari sudut berbeda.

  • Optically Variable Ink

Fitur tinta khusus berupa gambar bunga anggrek hitam pada pecahan Rp20.000 yang akan berubah warna saat posisi uang dimiringkan.

  • UV Features

Fitur hasil cetak khusus yang akan memendar dalam satu atau beberapa warna terang saat disinari lampu ultraviolet.

  • Gambar Raster

Hasil cetakan tulisan sangat kecil berupa tulisan "NKRI" yang disematkan pada bagian tertentu uang kertas dan dapat dibaca menggunakan bantuan kaca pembesar.

4 Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu

Setelah memahami seluruh fitur pengamannya, kamu bisa menerapkan cara membedakan uang asli dan palsu berikut untuk memastikan keaslian lembaran uangmu.

1. Menerapkan Metode 3D 

Langkah paling praktis yang dikampanyekan Bank Indonesia adalah teknik 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). 

Kamu cukup melihat kecerahan warna serta pergeseran warna bunganya, meraba tekstur timbul yang kasar pada gambar pahlawan atau angka nominal, lalu menerawangnya ke arah sumber cahaya untuk memastikan keutuhan tanda air dan logo BI.

2. Memeriksa Reaksi Sinar Ultraviolet (UV)

Kamu juga bisa menguji keaslian uang dengan menyinarinya menggunakan lampu ultraviolet. Pada uang asli, hanya bagian benang pengaman dan pendaran cetakan khusus tertentu saja yang akan menyala. 

Sebaliknya, uang palsu umumnya memakai kertas biasa yang mengandung pencerah optik sehingga seluruh permukaan kertasnya akan memantulkan pendaran putih terang.

3. Mengamati Detail Teks dengan Kaca Pembesar

Pemeriksaan tingkat lanjut bisa dilakukan dengan bantuan kaca pembesar. Arahkan alat ke bagian garis tepi atau latar belakang uang untuk membuktikan keberadaan tulisan mikro serta frasa "NKRI" pada gambar raster. 

Pada uang buatan pemalsu, detail teks kecil ini biasanya tampak kabur, pecah, atau hanya berupa garis biasa.

4. Merasakan Kelenturan dan Ketebalan Bahan Kertas

Cobalah meremas pelan atau menekuk lembaran uang menggunakan jarimu. Uang asli yang diproduksi dari serat kapas berkualitas tinggi akan terasa lentur, padat, dan mudah kembali ke bentuk semula. 

Berbeda dengan uang tiruan dari kertas cetak biasa yang cenderung terasa kaku, gampang sobek, atau justru terlalu tipis dan licin saat dipegang.

BACA JUGA: Apa Itu Contactless? Ini Cara Kerja Pembayaran Tanpa Sentuh

Bebas Khawatir Uang Palsu, Saatnya Pakai Kartu Debit Bank Saqu

Mengetahui cara membedakan uang asli dan palsu memang penting saat kamu perlu bertransaksi dengan uang tunai. Namun, beralih ke pembayaran cashless adalah cara paling ampuh agar terhindar dari risiko uang palsu secara total.

Supaya transaksi harianmu makin praktis dan aman, Bank Saqu hadir membawa solusi lewat Kartu Debit Bank Saqu. Kartu berlogo GPN ini siap dipakai belanja di berbagai mesin EDC maupun tarik tunai di ATM.

Menariknya, kartu ini dibekali fitur Tabungmatic yang otomatis mengubah sisa kembalian belanjaanmu menjadi tabungan di saku khusus. Keamanan penuh pun ada dalam genggamanmu kamu bisa dengan mudah mengunci kartu untuk sementara waktu atau langsung memblokirnya untuk selamanya jika kartumu hilang lewat aplikasi.

Yuk, download aplikasi Bank Saqu sekarang dan nikmati cara bertransaksi yang serbapraktis, dan aman!

Referensi

Bank Indonesia. Buku Panduan Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 
https://www.bi.go.id/id/edukasi/Pages/Buku-Panduan-Uang-Rupiah-Tahun-Emisi-2022.aspx

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.