Bayar di kafe cukup dengan mendekatkan smartphone ke mesin EDC, scan kode QR untuk beli makan di kantin, atau tap kartu ke terminal transportasi merupakan contoh bentuk pembayaran contactless yang makin populer di Indonesia.
Tanpa perlu masukkan PIN, tanpa perlu gesek kartu, transaksi kamu bisa selesai dalam hitungan detik.
Contactless merupakan metode pembayaran nirsentuh yang memungkinkan transaksi dilakukan hanya dengan mendekatkan alat bayar (kartu, smartphone, atau smartwatch) ke mesin pembaca. Sistem ini didukung berbagai teknologi seperti NFC (Near Field Communication), RFID, atau QR code.
Buat warga Bank Saqu yang ingin lebih paham soal pembayaran nirsentuh dan bagaimana cara kerjanya, artikel ini akan merangkum arti, jenis, cara kerja, hingga manfaat contactless payment. Simak ulasannya supaya kamu jadi makin paham!
BACA JUGA: Apa Itu Pembayaran Digital? Pahami Dulu Jenis dan Kelebihannya
Apa Itu Contactless Payment?
Contactless payment atau pembayaran nirsentuh adalah metode transaksi yang memungkinkan konsumen membayar tanpa memasukkan kartu ke mesin, tanpa gesek, atau tanpa memasukkan PIN untuk nominal tertentu.
Cukup dengan mendekatkan atau scan alat bayar ke terminal pembayaran, transaksi bisa selesai dalam hitungan detik.
Teknologi ini sebenarnya sudah ada sejak awal 1990-an, dengan Korea Selatan menjadi salah satu pelopor lewat sistem tap untuk transportasi umum pada 1995.
Namun, adopsi pembayaran contactless di seluruh dunia baru meledak pesat pasca-pandemi COVID-19, ketika masyarakat semakin sadar akan pentingnya transaksi minim kontak fisik.
Jenis-Jenis Contactless Payment
Ada beberapa bentuk pembayaran contactless yang umum digunakan:
1. Kartu Debit dan Kredit Berteknologi NFC
Kartu debit atau kredit yang punya logo gelombang (mirip logo WiFi tapi menyamping) mendukung teknologi NFC. Cukup tap atau dekatkan kartu ke mesin EDC yang kompatibel, transaksi langsung terproses. Untuk nominal kecil (biasanya di bawah Rp1 juta), kamu bahkan tidak perlu memasukkan PIN.
2. Dompet Digital di Smartphone dan Smartwatch
Aplikasi seperti Apple Pay, Google Pay, dan Samsung Wallet memungkinkan kamu menyimpan kartu debit/kredit di smartphone atau smartwatch.
Cukup dekatkan perangkat ke mesin EDC berteknologi NFC dan otentikasi lewat Face ID atau sidik jari, transaksi selesai. Metode ini populer di negara-negara maju dan mulai diadopsi di Indonesia.
3. QR Code (QRIS)
Di Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) jadi bentuk contactless payment yang paling populer.
Meski secara teknologi berbeda dari NFC (berbasis scan kode QR, bukan sinyal radio), QRIS tetap masuk kategori nirsentuh karena tidak ada kontak fisik antara alat bayar dan mesin merchant.
4. Kartu Prabayar untuk Transportasi
Kartu e-money seperti Flazz BCA, e-Money Mandiri, Brizzi BRI, hingga Kartu Multi Trip untuk transportasi juga masuk kategori contactless. Cukup tap di mesin pembaca, saldo otomatis terpotong.
Bagaimana Cara Kerja Contactless Payment?
Meski bentuknya beragam, cara kerja contactless payment secara umum bisa dijelaskan dalam beberapa tahap:
- Inisiasi transaksi: Kamu mendekatkan alat bayar (kartu, ponsel) ke mesin EDC, atau scan kode QR di merchant.
- Pertukaran data terenkripsi: Alat bayar mengirim data transaksi ke terminal lewat sinyal radio jarak dekat (biasanya kurang dari 5 cm untuk NFC) atau lewat scan kode QR.
- Verifikasi ke bank/penyedia: Data transaksi diteruskan ke bank penerbit kartu atau e-wallet untuk verifikasi.
- Konfirmasi transaksi: Setelah dana tersedia dan verifikasi berhasil, saldo langsung terpotong. Kamu menerima notifikasi keberhasilan lewat bunyi beep, lampu hijau, atau checkmark di layar.
Setiap transaksi contactless menghasilkan kode enkripsi satu kali pakai (one-time cryptographic code), sehingga data pembayaran tidak bisa direplikasi untuk membuat kartu duplikat.
Manfaat Contactless Payment
Di bawah ini adalah alasan kenapa banyak orang beralih ke pembayaran contactless:
- Cepat dan efisien: Transaksi selesai dalam hitungan detik, cocok untuk situasi high-volume seperti kasir restoran atau transportasi umum.
- Praktis: Tidak perlu keluarkan uang tunai, gesek kartu, atau ingat PIN (untuk nominal kecil).
- Aman: Enkripsi one-time code membuat data sulit disadap atau dipalsukan.
- Higienis: Meminimalkan kontak dengan permukaan yang mungkin terkontaminasi.
- Terintegrasi dengan gaya hidup digital: Bisa dilakukan langsung dari ponsel yang sudah selalu di tangan.
Namun, karena beberapa transaksi tidak butuh PIN, penting untuk berhati-hati kalau kartu atau ponsel hilang — segera blokir supaya tidak disalahgunakan.
BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Pembayaran Cashless, Wajib Tahu agar Tak Rugi!
Nikmati Mudahnya Transaksi Pembayaran Contactless dengan QRIS Bank Saqu
Sebagai warga Bank Saqu, kamu bisa langsung menikmati pengalaman pembayaran contactless lewat fitur QRIS di aplikasi Bank Saqu.
Cukup pilih Saku sebagai sumber dana, scan kode QRIS di merchant, masukkan nominal (untuk QRIS statis), lalu konfirmasi dengan PIN. Transaksi selesai dalam hitungan detik, tanpa perlu keluarkan dompet atau kartu fisik.
Yang bikin makin praktis, QRIS Bank Saqu bisa dipakai di jutaan merchant di seluruh Indonesia dengan limit maksimal hingga Rp10 juta per transaksi. Semua transaksi tercatat otomatis di aplikasi, jadi pengeluaran kamu tetap terpantau dengan rapi.
Yuk, download aplikasi Bank Saqu sekarang dan mulai perjalanan transaksi contactless kamu bersama Bank Saqu!







