Hi Warga Bank Saqu,
Instagram sekarang bukan cuma tempat upload foto, Reels, atau stalking akun orang. Buat sebagian orang, Instagram juga bisa menjadi tempat membangun personal brand, mencari pelanggan, sampai mendapatkan penghasilan.
Bahkan, Instagram memang menyediakan berbagai fitur yang membantu creator mendapatkan penghasilan, mulai dari kerja sama dengan brand, affiliate, subscription, sampai dukungan langsung dari followers.
Tapi ada satu hal yang perlu diluruskan, satu di antaranya adalah punya banyak followers belum tentu otomatis menghasilkan uang.
Hal penting adalah bagaimana kamu membangun audience yang tepat, membuat konten yang punya nilai, lalu memilih cara monetisasi yang sesuai.
Kalau kamu penasaran cara mendapatkan uang dari Instagram, berikut beberapa strategi yang bisa dicoba.
Baca juga: Apa Itu Passive Income? Ini Cara Membangunnya dari Nol
1. Ikut Affiliate Marketing
Affiliate marketing menjadi salah satu cara yang cukup populer untuk mendapatkan uang dari Instagram.
Cara kerjanya sederhana. Kamu membagikan atau merekomendasikan produk melalui konten, kemudian mendapatkan komisi ketika ada orang yang melakukan pembelian melalui link atau mekanisme affiliate yang berlaku.
Misalnya kamu punya akun yang membahas skincare. Kamu bisa membuat konten review produk, memberikan rekomendasi, lalu mengarahkan audience ke produk yang kamu promosikan.
Tapi jangan asal memasukkan produk ke setiap postingan. Kalau semua konten terasa seperti jualan, followers justru bisa kehilangan kepercayaan.
Pilih produk yang memang relevan dengan niche dan audience-mu.
Perlu diperhatikan juga, konten affiliate termasuk branded content menurut kebijakan Instagram dan perlu menggunakan paid partnership label dalam kondisi yang memenuhi ketentuan tersebut.
2. Mendapatkan Endorsement dari Brand
Kalau akunmu sudah memiliki audience yang cukup kuat, endorsement bisa menjadi sumber penghasilan lainnya.
Brand bisa membayar creator untuk membuat konten yang memperkenalkan produk atau layanan mereka kepada audience.
Menariknya, kamu nggak harus punya jutaan followers untuk mendapatkan kerja sama.
Akun dengan followers yang lebih kecil tetapi punya niche yang spesifik dan engagement yang bagus juga bisa menarik perhatian brand. Misalnya akun yang fokus membahas kopi, olahraga, parenting, fashion, atau traveling.
Instagram sendiri memiliki Creator Marketplace yang membantu brand menemukan creator yang sesuai dengan kebutuhan kampanye mereka di sejumlah pasar.
Jadi, daripada hanya mengejar angka followers, lebih baik bangun audience yang memang sesuai dengan topik yang kamu kuasai.
3. Jual Produk Sendiri
Instagram juga bisa menjadi etalase digital untuk bisnis.
Kamu bisa menjual berbagai produk seperti makanan, pakaian, aksesori, produk kecantikan, sampai barang handmade.
Contohnya, kamu punya usaha cookies rumahan. Daripada hanya menunggu pelanggan datang dari orang-orang terdekat, kamu bisa menggunakan Instagram untuk menunjukkan proses pembuatan, varian produk, testimoni, dan cara pemesanan.
Konten seperti ini bukan sekadar promosi. Audience juga bisa melihat kualitas dan cerita di balik produk yang kamu jual.
4. Tawarkan Jasa yang Kamu Kuasai
Nggak punya produk untuk dijual? Nggak masalah. Skill yang kamu punya juga bisa menjadi sumber penghasilan.
Misalnya kamu jago desain grafis, editing video, fotografi, menulis, mengelola media sosial, atau membuat website. Kamu bisa menggunakan Instagram sebagai portfolio sekaligus tempat mencari calon klien.
Contohnya, seorang freelance graphic designer bisa mengunggah hasil desainnya secara rutin. Ketika ada bisnis yang membutuhkan jasa desain, mereka bisa langsung menghubungi akun tersebut.
Dalam model ini, Instagram berfungsi sebagai etalase kemampuanmu.
5. Jadi Content Creator
Kalau kamu memang senang membuat konten, menjadi content creator bisa menjadi pilihan.
Topiknya bisa macam-macam. Mulai dari kuliner, olahraga, gaming, edukasi, lifestyle, traveling, sampai finansial. Tentukan dulu kira-kira kamu ingin dikenal karena apa.
Setelah audience mulai terbentuk, peluang penghasilan bisa datang dari berbagai sumber, seperti kerja sama dengan brand, affiliate, produk sendiri, atau fitur monetisasi yang tersedia untuk akun yang memenuhi syarat.
Instagram juga memiliki fitur seperti Subscriptions yang memungkinkan creator menawarkan konten eksklusif kepada subscriber dan memperoleh pendapatan berulang dari mereka. Ketersediaan fitur dan persyaratannya dapat berbeda berdasarkan akun dan wilayah.
6. Jual Produk Digital
Punya ilmu atau keahlian tertentu? Coba ubah menjadi produk digital.
Misalnya, kamu jago fotografi. Kamu bisa membuat preset foto. Kalau kamu ahli budgeting, kamu bisa membuat template pencatatan keuangan.
Produk digital menarik karena bisa dibuat sekali lalu dijual berkali-kali, meskipun tentu tetap membutuhkan proses pemasaran dan pengelolaan.
Instagram bisa digunakan untuk memperkenalkan produk tersebut melalui konten edukasi, tutorial, atau contoh penggunaannya.
Jadi, kontennya tetap memberikan manfaat kepada audience, sementara produk digital menjadi solusi lanjutan bagi mereka yang membutuhkan.
7. Arahkan Instagram ke Bisnis yang Sudah Kamu Punya
Sebenarnya, mendapatkan uang dari Instagram nggak selalu berarti Instagram harus membayar kamu secara langsung.
Kalau kamu sudah punya bisnis, Instagram bisa digunakan untuk mendatangkan calon pelanggan.
Misalnya kamu punya usaha katering. Konten Instagram bisa digunakan untuk memperlihatkan menu, proses memasak, review pelanggan, sampai promo terbaru. Orang yang tertarik kemudian diarahkan ke WhatsApp atau channel pemesanan.
Dalam kasus seperti ini, uangnya datang dari transaksi bisnis, sedangkan Instagram berfungsi sebagai salah satu sumber traffic dan pelanggan.
Baca juga: Cara Dapat Uang 10 Juta Sehari, Ini Pilihan Realistisnya
Berapa Followers agar Bisa Menghasilkan Uang dari Instagram?
Ini pertanyaan yang sering muncul.
Jawabannya, enggak ada satu angka followers yang otomatis membuat akun bisa menghasilkan uang.
Misalnya, akun A punya 100.000 followers, tetapi engagement rendah dan audience-nya tidak terlalu jelas.
Sementara itu, akun B hanya punya 5.000 followers, tetapi hampir seluruh audience-nya memang tertarik dengan topik tertentu dan aktif berinteraksi.
Untuk brand tertentu, akun B justru bisa lebih menarik. Jadi, jangan hanya melihat jumlah followers. Perhatikan juga engagement, kualitas konten, karakter audience, niche, dan seberapa besar kepercayaan followers terhadap akunmu.
Tips agar Instagram Bisa Menghasilkan Uang
Kalau baru mulai, jangan langsung berpikir untuk langsung mendapatkan endorse. Kamu terlebih dulu harus membangun fondasinya.
1. Tentukan niche
Pilih topik yang memang kamu pahami dan bisa dibahas secara konsisten.
2. Kenali audience
Cari tahu siapa yang mengikuti akunmu, apa yang mereka butuhkan, dan jenis konten seperti apa yang mereka sukai.
3. Buat konten secara konsisten
Nggak harus posting setiap hari. Yang lebih penting adalah punya ritme yang bisa kamu pertahankan.
4. Jangan cuma mengejar followers
Followers penting, tapi bukan satu-satunya ukuran. Engagement dan kualitas audience juga berpengaruh.
5. Bangun kepercayaan
Kalau kamu merekomendasikan produk, pastikan memang relevan. Jangan sampai audience merasa setiap postingan hanya dibuat untuk jualan.
6. Pelajari performa konten
Gunakan insight yang tersedia untuk melihat konten mana yang paling banyak mendapatkan perhatian. Dari sana, kamu bisa menentukan strategi berikutnya.
Baca juga: 7 Cara Menghasilkan Uang dari TikTok 2026, Auto Cuan!
Sudah Dapat Uang dari Instagram, Terus Diapain?
Nah, ini juga nggak kalah penting. Misalnya, bulan ini kamu mendapatkan Rp500 ribu dari affiliate. Bulan berikutnya dapat Rp1 juta dari endorsement. Lalu bulan berikutnya belum ada pemasukan sama sekali.
Karena sifatnya bisa tidak tetap, penghasilan dari Instagram sebaiknya jangan langsung dianggap sebagai uang belanja.
Kamu bisa memisahkan sebagian penghasilan tersebut untuk ditabung atau dikembangkan.
Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah Saku Booster Bank Saqu. Saku Booster memang dirancang sebagai saku untuk mengumpulkan reward dari berbagai program di aplikasi Bank Saqu. Saat ini, halaman produknya menyebutkan bahwa reward atau cashback yang masuk ke Saku Booster bisa mendapatkan bunga 10% p.a., sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain reward dan cashback, kamu juga bisa mengaktifkan Tabungmatic. Fitur ini akan membulatkan transaksi ke nominal yang dipilih, kemudian selisih pembulatannya otomatis masuk ke Saku Booster. Pilihan pembulatannya saat ini mulai dari Rp5.000, Rp10.000, atau Rp50.000.
Jadi, kalau penghasilan dari Instagram mulai masuk, kamu bisa punya kebiasaan sederhana: sebagian dinikmati, sebagian disimpan.
Lumayan, kan? Penghasilan dari konten nggak cuma numpang lewat di rekening. Yuk, download Bank Saqu sekarang dan nikmati fitur Saku Booster dan Tabungmatic.






