Saat ini mempunyai passive income adalah salah satu hal yang diinginkan banyak orang. Bagaimana tidak, kamu bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus terus menerus aktif melakukan pekerjaan.
Ada banyak sumber yang dapat menghasilkan passive income. Namun, bukan berarti penghasilan bisa didapatkan tanpa ada usaha. Kamu tetap membutuhkan modal, aset, serta pengelolaan yang tepat agar sumber penghasilan tersebut bisa terus memberikan hasil.
Artikel ini akan membahas berbagai hal yang perlu kamu ketahui tentang passive income, sebelum mulai mencobanya. Ikuti pembahasannya, ya!
BACA JUGA: Mau Dapat Cuan dan Passive Income? Investasi di 12 Jenis Instrumen Ini
Apa Itu Passive Income?
Passive income adalah penghasilan yang bisa didapatkan tanpa melakukan pekerjaan aktif selama terus menerus. Sederhananya, penghasilan bisa kita dapatkan tanpa harus terus aktif terlibat pada kegiatan dalam sumber penghasilan tersebut.
Sumber dari passive income adalah hasil investasi seperti hasil sewa properti, royalti karya, investasi saham, dan bunga deposito. Untuk memiliki sumber penghasilan tersebut kamu perlu mengeluarkan modal di awal baik biaya maupun tenaga.
Kemudian, baru setelah sumber penghasilan tersebut berjalan, keterlibatan aktif yang dibutuhkan berkurang. Selain itu, agar penghasilan tetap profit, kamu juga harus mengetahui cara mengelola sumber penghasilan yang dimiliki.
Perbedaan Passive Income dan Active Income
Supaya semakin memahami passive income artinya dalam kehidupan sehari-hari, kamu juga perlu mengetahui perbedaannya dengan active income.
Keduanya sama-sama bisa menjadi sumber penghasilan, tetapi cara mendapatkan dan hal lainnya cukup berbeda. Berikut beberapa perbedaannya.
1. Sumber Penghasilan
Active income umumnya berasal dari pekerjaan atau aktivitas yang kamu lakukan secara langsung. Contohnya gaji sebagai karyawan, honorarium, biaya jasa, komisi, atau keuntungan dari bisnis yang masih kamu jalankan secara aktif.
Sementara itu, sumber passive income adalah berasal dari suatu aset atau karya yang telah dibangun atau dimiliki. Contohnya penghasilan dari sewa properti, royalti karya, bunga deposito, atau hasil dari investasi tertentu.
2. Cara Mendapatkannya
Active income umumnya mengharuskan kamu melakukan pekerjaan terlebih dahulu untuk mendapatkan penghasilan. Jika aktivitas tersebut berhenti, penghasilan yang berasal langsung dari aktivitas itu juga berpotensi berhenti.
Sebaliknya, cara mendapatkan passive income adalah dengan memanfaatkan aset atau sumber penghasilan agar tetap menghasilkan penghasilan meskipun kamu tidak terlibat secara aktif setiap saat.
3. Risiko yang Akan Dihadapi
Active income dapat dipengaruhi oleh kondisi pekerjaan, bisnis, perusahaan, atau jumlah klien. Sementara itu, passive income yang berasal dari investasi dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar, perubahan suku bunga, nilai aset, serta faktor ekonomi lainnya.
Karena itu, jangan menganggap passive income adalah cara mendapatkan penghasilan yang 100% aman atau pasti menguntungkan. Kamu tetap perlu memahami sumber penghasilan, potensi keuntungan, serta risikonya sebelum menempatkan modal.
4. Pajak
Passive income juga memiliki ketentuan pajak yang perlu kamu pahami. Jenis dan besaran pajak ditentukan sesuai dengan sumber penghasilan, bukan sifat aktif atau pasifnya saja.
Misalnya, bunga deposito termasuk penghasilan yang dikenai PPh Pasal 4 ayat (2) bersifat final. Sementara itu, penghasilan seperti gaji, tunjangan, dan honorarium tertentu dapat dikenai PPh Pasal 21 sesuai ketentuan yang berlaku.
Cara Mendapatkan Passive Income dari Nol yang Bisa Kamu Coba
Ada berbagai cara yang bisa dipelajari untuk membangun passive income. Namun, tingkat keterlibatan dan modal yang dibutuhkan setiap metode tentu berbeda. Berikut beberapa pilihannya.
1. Menjual Karya Digital
Kamu bisa membuat buku elektronik, foto, ilustrasi, musik, template, atau karya digital lainnya yang dapat dijual berkali-kali.
Keuntungannya, satu karya dapat menghasilkan penghasilan berulang tanpa kamu harus membuat produk baru setiap kali ada transaksi. Namun, kamu tetap perlu melakukan promosi dan memperbarui karya jika diperlukan.
2. Mengembangkan Aplikasi
Jika memiliki kemampuan pemrograman, kamu bisa mengembangkan aplikasi yang menawarkan fitur berbayar, iklan, atau sistem berlangganan.
Pekerjaan terbesar biasanya dilakukan pada tahap pengembangan. Setelah aplikasi berjalan, kamu tetap perlu melakukan pemeliharaan dan pembaruan agar dapat terus digunakan.
3. Menyewakan Barang
Barang fungsional yang sudah jarang dipakai juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Contohnya kamera, perlengkapan acara, kendaraan, atau peralatan tertentu.
4. Sewa Properti
Properti seperti rumah, apartemen, kamar, atau bangunan komersial dapat disewakan untuk menghasilkan penghasilan. Namun, metode ini membutuhkan modal yang relatif besar dan tetap memerlukan pengelolaan lebih lanjut.
5. Menjadi Afiliator
Program afiliasi memungkinkan kamu mendapatkan komisi dari pembelian melalui tautan atau kode referral yang dibagikan. Namun, kamu tetap perlu membuat konten, membangun audiens, atau melakukan promosi agar ada orang tertarik.
6. Investasi Emas
Emas dapat menjadi salah satu aset yang dipertimbangkan untuk tujuan jangka panjang. Keuntungan dapat berasal dari kenaikan nilai emas ketika dijual.
Namun, emas tidak menghasilkan penghasilan rutin seperti bunga deposito. Karena itu, keuntungan dari emas lebih bergantung pada perubahan harga aset.
7. Investasi Saham
Saham dapat memberikan potensi keuntungan melalui kenaikan harga dan pembagian dividen. Karena harga saham dapat bergerak mengikuti kondisi perusahaan dan pasar, kamu perlu memahami risikonya sebelum berinvestasi.
8. Deposito
Deposito merupakan instrumen yang dapat menghasilkan pendapatan bunga dari dana yang ditempatkan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu juga dapat kamu pilih dan dapat disepakati dengan penyimpan dana.
Deposito dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan jika kamu ingin membangun sumber passive income dari dana yang sudah tersedia. Selain itu, risiko yang dimiliki juga lebih rendah dibanding investasi lainnya dan cara kerjanya juga cukup mudah.
BACA JUGA: Apa Itu Uang Dingin? Begini Cara Mengelolanya dengan Bijak
Mulai Bangun Passive Income secara Lebih Terencana dengan Deposito Reguler atau Busposito Bank Saqu
Membangun passive income artinya bukan mencari cara agar uang datang tanpa usaha sama sekali. Justru, kamu perlu menyiapkan modal, memahami risikonya, lalu memilih sumber penghasilan yang sesuai dengan kondisi finansial dan tujuanmu.
Jika kamu tertarik menggunakan deposito untuk membangun passive income, Bank Saqu menyediakan beberapa pilihan deposito yang bisa kamu pertimbangkan.
Salah satunya adalah Deposito Reguler Bank Saqu. Produk ini dapat dibuka melalui aplikasi Bank Saqu mulai dari Rp1 juta, dengan pilihan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan tujuanmu.
Ada pula Busposito, yaitu deposito yang bisa dibangun bersama teman. Kamu dan temanmu bisa bergabung dengan penempatan dana mulai dari Rp100 ribu.
Pendapatan bunga Busposito ditentukan berdasarkan jumlah peserta. Semakin banyak peserta yang bergabung, semakin tinggi tingkat bunga yang berlaku untuk semua peserta sesuai ketentuan produk.
Keduanya bisa menjadi bagian dari pilihanmu untuk mengelola dana dan membangun sumber passive income. Kenali dulu kebutuhan finansialmu, lalu download aplikasi Bank Saqu untuk dapatkan solusi sesuai kebutuhanmu.






