Jadi Solopreneur

Apa Itu Entrepreneur? Ini Jenis, Ciri-ciri, dan Cara Memulainya

14 Okt 2026

thumbnail

Entrepreneur adalah seseorang yang membangun dan mengelola bisnis sendiri sambil menanggung risiko finansial atas usaha tersebut.

Istilah ini berasal dari bahasa Prancis "entreprendre" yang berarti "melakukan" atau "menjalankan". Secara harfiah, entrepreneur berarti orang yang melaksanakan atau menjalankan sesuatu. 

Artikel ini membahas arti, jenis, ciri-ciri, dan cara menjadi seorang entrepreneur. Yuk, simak sampai akhir!

BACA JUGA: 15 Ide Bisnis Modal Kecil Untung Besar, Cocok untuk Pemula

Arti dan Definisi Entrepreneur

Kata "entrepreneur" pertama kali digunakan secara formal oleh ekonom Richard Cantillon pada tahun 1730-an. 

Cantillon mendefinisikan entrepreneur sebagai individu yang membeli barang dengan harga tertentu, lalu menjualnya kembali dengan harga yang belum pasti. 

Sejak awal kemunculannya, risiko finansial memang merupakan elemen utama dalam konsep entrepreneur.

Seiring waktu, definisi entrepreneur terus berubah sesuai konteks ekonomi yang berlaku. Berikut tiga definisi entrepreneur yang sering dirujuk dalam dunia bisnis.

1. Definisi Entrepreneur Menurut Peter Drucker

Peter Drucker menyatakan bahwa entrepreneur adalah orang yang selalu mencari perubahan, meresponsnya, dan memanfaatkannya sebagai peluang bisnis. 

Menurut Drucker, seorang entrepreneur menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang sudah ada dengan cara dan inovasi yang baru.

2. Definisi Entrepreneur Menurut Thomas W. Zimmerer

Thomas W. Zimmerer mengartikan entrepreneur sebagai seseorang yang menciptakan bisnis baru sambil menghadapi ketidakpastian. 

Tentu, tujuannya adalah memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang serta mengelola sumber daya.

3. Definisi Entrepreneur Menurut Jean-Baptiste Say

Menurut Jean-Baptiste Say, entrepreneur adalah agen ekonomi yang mengalihkan sumber daya dan modal dari sektor berproduktivitas rendah (tidak efisien) ke sektor yang produktivitas dan hasilnya lebih tinggi.

Baginya, seorang entrepreneur adalah penghubung antara ilmu pengetahuan (teori) dan praktik produksi. Ia pun membedakan pengusaha dari sekadar pemilik modal (kapitalis) atau pekerja biasa.

Ciri-ciri Seorang Entrepreneur

Seorang entrepreneur memiliki sejumlah sifat yang membedakannya dari pekerja pada umumnya. Berikut beberapa karakteristik seorang entrepreneur.

1. Berani Mengambil Risiko

Entrepreneur menghadapi ketidakpastian setiap kali membuat keputusan bisnis. Ketika memulai usaha baru, mereka mempertaruhkan modal, waktu, dan tenaga tanpa jaminan keberhasilan. 

Namun, risiko yang diambil biasanya sudah diperhitungkan berdasarkan riset pasar dan analisis kelayakan.

2. Berpikir Kreatif dan Inovatif

Entrepreneur mencari solusi baru atas masalah yang sudah ada di pasar. Misalnya, seorang entrepreneur di bidang logistik bisa membuat aplikasi pelacakan pengiriman real-time agar pelanggan mengetahui posisi barang mereka secara akurat. 

Selain itu, inovasi juga diterapkan pada model bisnis, strategi pemasaran, atau proses produksi.

3. Memiliki Ketahanan Mental

Proses membangun bisnis dari nol tidak selalu berjalan lancar. Entrepreneur sering menghadapi penolakan dari calon investor, kegagalan produk, atau persaingan ketat. 

Oleh sebab itu, ketahanan mental menjadi bekal agar mereka tetap konsisten menjalankan usahanya meskipun situasi sedang sulit.

4. Mampu Melihat Peluang

Entrepreneur terlatih mengenali celah di pasar yang belum digarap oleh bisnis lain. Kemampuan ini biasanya diasah melalui kebiasaan mengamati tren konsumen, membaca data penjualan, dan memahami kebutuhan target pasar. 

Dengan demikian, produk atau layanan yang mereka tawarkan memiliki daya tarik bagi calon pelanggan.

Jenis-Jenis Entrepreneur

Entrepreneur tidak hanya bergerak di satu bidang saja. Berdasarkan fokus dan pendekatan bisnisnya, entrepreneur terbagi menjadi beberapa jenis berikut.

1. Technopreneur

Technopreneur adalah entrepreneur yang memanfaatkan teknologi sebagai basis bisnisnya. Contohnya adalah pendiri startup yang membuat aplikasi, platform e-commerce, atau layanan berbasis kecerdasan buatan. 

Di Indonesia, banyak technopreneur bermunculan seiring dengan adopsi teknologi digital di berbagai sektor.

2. Sociopreneur

Sociopreneur menjalankan bisnis dengan tujuan memberikan dampak sosial. Keuntungan finansial tetap menjadi target, tapi model bisnisnya dirancang agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Contohnya adalah usaha yang mempekerjakan perempuan dari komunitas marginal sambil menghasilkan produk kerajinan tangan untuk dijual secara online.

3. Ecopreneur

Ecopreneur membangun bisnis dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Produk atau layanan yang ditawarkan biasanya ramah lingkungan, seperti kemasan biodegradable, energi terbarukan, atau sistem pengelolaan limbah. 

Selain itu, proses produksinya juga memperhatikan efisiensi sumber daya alam.

4. Foodpreneur

Foodpreneur fokusnya di industri makanan dan minuman. Jenis entrepreneur ini menciptakan produk kuliner baru atau memperluas merek makanan yang sudah ada ke pasar yang lebih luas. 

Di Indonesia, foodpreneur tumbuh pesat lewat platform pesan-antar makanan dan media sosial.

5. Intrapreneur

Intrapreneur adalah seseorang yang menerapkan pola pikir kewirausahaan di dalam perusahaan (tempat ia bekerja). 

Mereka bertugas membuat produk baru, memperbaiki proses internal, atau membuka lini bisnis baru bagi perusahaan tersebut. 

Jadi, seorang intrapreneur tetap berstatus karyawan, tapi memiliki kebebasan untuk berinovasi layaknya seorang entrepreneur.

Cara Memulai Menjadi Entrepreneur

Memulai perjalanan sebagai entrepreneur membutuhkan persiapan yang matang. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

  1. Identifikasi masalah yang ingin kamu selesaikan. Amati lingkungan sekitarmu dan cari tahu kebutuhan yang belum terpenuhi. Kamu bisa memulai dari masalah sehari-hari yang sering kamu atau orang lain hadapi.
  2. Lakukan riset pasar. Setelah menemukan masalah, validasi apakah ada cukup banyak orang yang membutuhkan solusi tersebut. Kamu bisa melakukan survei sederhana, wawancara calon pelanggan, atau menganalisis data pencarian di internet.
  3. Susun model bisnis. Tentukan bagaimana bisnismu akan menghasilkan pendapatan. Pertimbangkan target pasar, proposisi nilai, saluran distribusi, dan struktur biaya. Kamu bisa menggunakan kerangka Business Model Canvas agar perencanaannya lebih terstruktur.
  4. Siapkan modal awal. Hitung kebutuhan dana untuk memulai bisnis, mulai dari biaya produksi, pemasaran, sampai operasional. Jika tabungan pribadi belum mencukupi, kamu bisa mencari sumber pendanaan lain, seperti pinjaman usaha atau investor.
  5. Bangun produk atau layanan minimum (MVP). Buat versi awal produk dengan fitur dasar yang sudah bisa menjawab kebutuhan pelanggan. Cara akan ini menghemat biaya dan waktu, karena kamu bisa menguji respons pasar sebelum menyempurnakan produk.
  6. Uji dan evaluasi. Setelah produk diluncurkan, kumpulkan umpan balik dari pelanggan pertamamu. Pakai data tersebut untuk memperbaiki produk, menyesuaikan strategi pemasaran, atau mengubah model bisnis.
  7. Perluas bisnis secara bertahap. Setelah model bisnismu sudah berjalan, perluas jangkauan pasar dan tambah kapasitas produksi. Di tahap ini, kamu mungkin membutuhkan tambahan modal kerja agar operasional bisnis tetap lancar.

BACA JUGA: Model Bisnis: Jenis dan Panduan Memilih Strategi yang Tepat

Mulai Bisnismu dengan Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu!

Nah, apabila kamu sudah siap membangun bisnis sendiri, pastikan kebutuhan modalmu terpenuhi dengan baik. 

Bank Saqu menyediakan Kredit Modal Kerja untuk membantu para pelaku usaha membiayai operasional bisnisnya. 

Dengan proses pengajuan yang mudah dan suku bunga kompetitif, kamu bisa fokus menjalankan usaha tanpa terkendala masalah pendanaan.

Yuk, ajukan Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu sekarang!

Referensi

  1. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/39653/uu-no-20-tahun-2008
  2. Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/161837
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.