Inspirasi Warga

4 Daftar Perlengkapan Lari dan Estimasi Budgetnya!

16 Okt 2026

thumbnail

Lari menjadi salah satu olahraga yang praktis karena bisa dilakukan di berbagai tempat tanpa memerlukan banyak peralatan. Meski begitu, memiliki outfit lari dan perlengkapan yang tepat bisa membuat aktivitas lari terasa lebih nyaman, mendukung performa, serta membuat latihan lebih terarah. Sesuaikan perlengkapan yang kamu butuhkan dengan intensitas dan anggaran yang kamu miliki. 

Bagi pemula, kamu tidak harus langsung membeli semua perlengkapan dengan harga mahal. Sebagai permulaan, kamu bisa membeli pakaian olahraga yang nyaman, dan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan. Seiring meningkatnya intensitas latihan, kamu bisa mempertimbangkan perlengkapan tambahan, seperti jaket lari dan jam tangan dengan fitur pelacakan GPS.

Lantas, apa saja perlengkapan lari yang perlu disiapkan dan berapa estimasi biayanya? Simak daftar berikut untuk membantu menyusun anggaran sebelum mulai rutin berlari.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop untuk Kerja, Bisa Dicicil Tanpa Ribet

1. Outfit Lari: Pilih Pakaian yang Nyaman dan Bebas Bergerak

Outfit lari bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan selama berolahraga. Ada beberapa pilihan bahan yang bisa kamu pertimbangkan dengan berbagai keunggulannya. Salah satu kualitas bahan yang wajib dimiliki oleh pakaian lari adalah bahan yang ringan, cepat kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik supaya keringatmu tidak menumpuk di bahan pakaian. Modelnya bisa disesuaikan dengan preferensi, cuaca, dan kebutuhan masing-masing pelari.

Berikut beberapa pilihan outfit lari beserta estimasi budget yang bisa dipertimbangkan.

A. Sport Bra dan Celana Pendek

Outfit lari

Source: Unsplash

Kombinasi sport bra dan celana pendek cocok untuk pelari yang mengutamakan kebebasan bergerak dan sirkulasi udara. Pilihan ini ideal untuk lari santai atau latihan di cuaca panas. Untuk sport bra, pastikan tingkat dukungannya sesuai dengan kebutuhan agar tetap nyaman selama bergerak.

Beberapa merk yang bisa masuk radar pencarianmu adalah Trijee Sportswear dan Atalon untuk pilihan lokal, serta Decathlon melalui lini Kalenji atau Kiprun. Celana pendek dengan lapisan inner tights juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi gesekan antarpaha.

Estimasi budget:

  • Sport bra lokal atau kelas menengah: Rp150.000–Rp250.000.
  • Celana pendek lari: Rp180.000–Rp300.000.
  • Total: Rp330.000–Rp550.000.

Jika mengincar produk premium dari merek seperti Nike atau Adidas, siapkan budget sekitar Rp1.200.000–Rp1.800.000 atau lebih untuk satu set, tergantung model dan promo.

B. Oversized T-Shirt dan Legging

Outfit lari

Source: Unsplash

Kamu suka berolahraga dengan gaya kasual? Kamu bisa mengenakan oversized T-shirt dan legging sebagai kombinasi yang fungsional sekaligus modis. Kaos berpotongan longgar memberikan ruang gerak pada tubuh bagian atas, sedangkan legging dapat membantu mengurangi gesekan dan memberikan rasa nyaman selama berlari.

Kamu bisa mempertimbangkan legging dari Miniletics atau Happyfit, terutama jika membutuhkan kantong untuk menyimpan ponsel dan kunci. Untuk atasan, pilih kaos khusus olahraga dari Asics atau merek lain yang menggunakan bahan ringan dan cepat kering, bukan katun tebal yang mudah menahan keringat.

Estimasi budget:

  • Kaos lari: Rp180.000–Rp250.000.
  • Legging: Rp250.000–Rp450.000.
  • Total: Rp430.000–Rp700.000.

C. Long Jacket atau Windbreaker

Outfit lari

Source: Unsplash

Long jacket atau windbreaker bisa menjadi pilihan untuk pelari yang ingin menambah perlindungan dari angin dan cuaca yang lebih sejuk. Model yang lebih panjang juga dapat menjadi alternatif bagi pelari berhijab yang menginginkan pakaian dengan cakupan lebih luas.

Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah jaket ringan dari Uniqlo, lini perlengkapan outdoor Eiger, atau Nike untuk opsi premium. Jika sering berlari di luar ruangan, perhatikan bobot jaket, kemampuan sirkulasi udara, dan perlindungan terhadap angin. Jaket yang terlalu tebal bisa membuat tubuh lebih cepat kepanasan.

Estimasi budget:

  • Jaket lokal atau model ringan: Rp250.000–Rp450.000.
  • Jaket premium: Rp900.000–Rp1.500.000.

D. Crop Top dan Celana Pendek

Outfit lari

Source: Unsplash

Untuk pelari yang menyukai gaya sporty, crop top dan celana pendek bisa menjadi pilihan yang ringan dan praktis. Kombinasi ini cocok untuk lari santai, latihan di lintasan, atau mengikuti kegiatan fun run.

Laica Active dan Fitwear bisa menjadi pilihan untuk mencari pakaian olahraga lokal. Sementara itu, Adidas menyediakan koleksi atasan lari dengan berbagai potongan dan teknologi bahan olahraga.

Pastikan crop top memiliki tingkat dukungan yang sesuai apabila digunakan untuk berlari. Desain yang lucu memang bisa menjadi alasanmu dalam membeli, tapi cek kembali apakah bahan dan ukuran baju nyaman serta bisa mengelola keringat dengan baik. 

Estimasi budget:

  • Crop top olahraga: Rp130.000–Rp220.000.
  • Celana pendek: Rp150.000–Rp300.000.
  • Total: Rp280.000–Rp520.000.

Secara keseluruhan, budget outfit lari bisa dimulai dari sekitar Rp280.000 untuk kombinasi sederhana. Jika kamu membutuhkan beberapa set pakaian ataupun produk yang lebih premium, kamu bisa alokasikan anggaran lebih besar. 

2. Sepatu Lari: Sesuaikan dengan Jenis dan Intensitas Latihan

Sepatu merupakan salah satu perlengkapan terpenting dalam berlari. Sepatu yang tepat dapat membantu memberikan kenyamanan, traksi, dan dukungan sesuai dengan permukaan serta jenis latihan. Karena itu, memilih sepatu lari terbaik bukan berarti harus membeli model termahal, melainkan menemukan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan kaki dan aktivitasmu.

Sebelum membeli, kenali terlebih dahulu beberapa jenis sepatu lari berikut.

  • Daily trainer: Dirancang untuk penggunaan rutin, termasuk lari santai dan latihan harian.
  • Long-run shoes: Mengutamakan kenyamanan untuk jarak yang lebih panjang. Banyak daily trainer juga dapat digunakan untuk kebutuhan ini.
  • Tempo shoes: Cocok untuk latihan dengan pace lebih cepat, biasanya dengan karakter yang lebih responsif.
  • Trail running shoes: Memiliki pola outsole dengan daya cengkeram yang dirancang untuk jalur tanah, kerikil, atau medan tidak rata.
  • Race shoes: Dirancang untuk kompetisi dengan karakter yang mengutamakan efisiensi dan kecepatan.

Untuk pemula, sepatu kategori daily trainer biasanya sudah memadai. Pastikan ukuran tidak terlalu sempit, terdapat ruang yang cukup di bagian jari kaki, dan sepatu terasa stabil ketika digunakan untuk berjalan maupun berlari.

A. Entry-Level dan Merek Lokal

Estimasi budget: Rp300.000–Rp750.000

Outfit lari

Ortuseight Hyperblast 2.1

Source: Sporti

Pilihan ini cocok bagi pemula yang ingin mulai berlari tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar. Sejumlah merek lokal telah menawarkan sepatu dengan bantalan yang nyaman untuk latihan harian.

Beberapa rekomendasi sepatu lari yang bisa masuk daftar pertimbangan adalah:

  • Mills Specter: Alternatif untuk pelari yang mencari sepatu dengan harga terjangkau, dengan kisaran Rp320.000–Rp350.000.
  • 910 (Nineten) Haze Tempo: jika kamu ingin mencoba produk lokal, kamu bisa mencoba 910 Haze Tempo dengan kisaran harga Rp350.000–Rp400.000.
  • Ortuseight Hyperblast 2.1: Pilihan lain yang dapat dipertimbangkan untuk latihan harian, dengan harga retail sekitar Rp749.000 dan kemungkinan harga promo yang lebih rendah.

Harga tersebut merupakan perkiraan dan dapat berbeda menurut seri, ukuran, serta penjual. Periksa spesifikasi setiap model untuk memastikan karakter sepatu sesuai dengan kebutuhan latihanmu.

B. Mid-Tier dan Merek Internasional

Estimasi budget: Rp900.000–Rp1.500.000

Outfit lari

Nike Pegasus 41

Source: Nike

Jika ingin mencoba merek internasional, kategori ini menawarkan sejumlah pilihan yang bisa ditemukan saat promo atau ketika generasi produk sebelumnya mendapat potongan harga.

Berikut beberapa model yang dapat dipertimbangkan:

  • Adidas Duramo SL atau Response: Pilihan untuk penggunaan sehari-hari dengan kisaran harga sekitar Rp800.000–Rp1.100.000.
  • Nike Pegasus 41: Model daily trainer yang bisa dicari saat diskon, dengan perkiraan harga promo Rp840.000–Rp1.400.000.
  • Asics Novablast 4: Alternatif sepatu dengan karakter bantalan yang responsif, yang bisa ditemukan di kisaran Rp1.190.000–Rp1.300.000 saat promo tertentu.

Perhatikan bahwa harga promo tidak selalu tersedia. Sebelum membeli, cek harga dan ketersediaan di toko resmi atau retailer tepercaya.

C. Premium dan Seri Terbaru

Estimasi budget: Rp1.700.000–Rp2.500.000 atau lebih

Outfit lari

New Balance Fresh Foam  

Source: Run Repeart

Pelari yang sudah rutin berlatih mungkin ingin berinvestasi pada sepatu dengan karakter bantalan, responsivitas, atau fitur tertentu yang sesuai dengan target latihan.

Beberapa model yang bisa masuk pertimbangan antara lain:

  • Nike Pegasus 42: Daily trainer yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan latihan rutin, dengan kisaran harga sekitar Rp1.750.000–Rp2.340.000.
  • Asics Novablast 5: Pilihan untuk pelari yang menyukai bantalan responsif, dengan kisaran harga sekitar Rp2.099.000–Rp2.299.000.
  • New Balance Fresh Foam X 1080: Sepatu dengan fokus pada kenyamanan dan bantalan, dengan kisaran harga sekitar Rp2.200.000–Rp2.500.000.

Pada akhirnya, harga bukan satu-satunya indikator kualitas. Cobalah sepatu jika memungkinkan dan pilih berdasarkan kecocokan, kenyamanan, serta kebutuhan latihan. Untuk pelari yang masih membangun kebiasaan, satu pasang sepatu daily trainer yang tepat biasanya lebih berguna daripada membeli beberapa pasang sepatu dengan fungsi serupa.

3. Jam Tangan Lari: Pantau Performa dan Progres Latihan

Jam tangan lari (running watch) merupakan perlengkapan tambahan untuk pelari yang ingin memantau latihan secara lebih terstruktur. Perangkat ini dapat membantu mencatat jarak, pace, durasi, dan detak jantung, tergantung pada fitur yang tersedia pada modelnya.

Berbeda dengan aplikasi smartphone, jam tangan lari tertentu memiliki GPS bawaan sehingga dapat merekam rute tanpa perlu membawa ponsel. Namun, akurasi GPS, pemantauan detak jantung, dan kelengkapan metrik tetap bergantung pada perangkat serta kondisi penggunaan.

Manfaat Jam Tangan Lari

Kamu perlu mengecek beberapa fungsi yang wajib ada dalam jam tangan lari yang kamu incar:

  • Pelacakan GPS: membantu mencatat jarak, rute, dan pace saat berlari.
  • Pemantauan detak jantung: membantu mengevaluasi intensitas latihan dan berlatih berdasarkan zona detak jantung.
  • Analisis pemulihan: pada model tertentu, fitur ini memberikan perkiraan kebutuhan istirahat sebelum latihan berikutnya.
  • Panduan latihan: beberapa perangkat menyediakan program latihan untuk target 5K, 10K, hingga maraton.

Meskipun bermanfaat, jam tangan lari bukan perlengkapan wajib bagi pemula. Kamu tetap bisa mulai dengan aplikasi lari di smartphone sebelum memutuskan untuk membeli perangkat khusus.

Rekomendasi Jam Tangan Lari Berdasarkan Budget

A. Pemula: Rp800.000–Rp1.500.000

Outfit lari

Amazfit Bip 5

Source: Tempo

Amazfit Bip 5 bisa dipertimbangkan jika kamu mencari smartwatch dengan GPS bawaan. Sementara itu, Huawei Band 9 menawarkan fitur pemantauan aktivitas dalam bentuk gelang pintar, tetapi tidak memiliki GPS bawaan sehingga umumnya mengandalkan GPS ponsel untuk merekam rute.

Sebelum membeli, periksa fitur GPS dan kompatibilitas aplikasi sesuai kebutuhanmu.

B. Mid-Tier: Rp2.500.000–Rp4.500.000

Outfit lari
Coros Pace 3 

Source: WIA

Jam ini cocok untuk kamu yang ingin memantau latihan dengan lebih detail. Perangkat ini dikenal ringan dan menyediakan fitur GPS serta berbagai metrik latihan. Harga yang perlu disiapkan sekitar Rp3.700.000–Rp4.300.000, bergantung pada penjual dan ketersediaan.

C. Premium: Rp4.500.000–Rp8.000.000 atau lebih

Outfit lari

Garmin Forerunner 165

Source: Garmin

Garmin Forerunner 165 dan Forerunner 265 dapat dipertimbangkan jika kamu membutuhkan fitur latihan yang lebih lengkap. Keduanya menawarkan layar AMOLED dan berbagai fitur pemantauan olahraga, sementara kelengkapan metrik berbeda menurut model.

Estimasi harga berada di kisaran Rp4.200.000–Rp7.999.000. Sebelum membeli, bandingkan spesifikasi dan pastikan fitur yang ditawarkan memang relevan dengan tujuan latihanmu.

4. Aksesori Tambahan untuk Mendukung Aktivitas Lari

Selain pakaian, sepatu, dan jam tangan, beberapa aksesori dapat membuat aktivitas lari lebih praktis. Namun, tidak semuanya perlu dibeli sejak awal.

Berikut beberapa perlengkapan tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam anggaran.

  • Kaos kaki olahraga: Membantu mengurangi gesekan dan menjaga kenyamanan kaki. Estimasi budget Rp30.000–Rp150.000 per pasang.
  • Topi atau visor: Berguna untuk membantu melindungi kepala dan wajah dari paparan matahari. Estimasi budget Rp50.000–Rp250.000.
  • Sabuk lari (running belt): Membantu membawa ponsel, kunci, atau barang kecil tanpa harus menggenggamnya. Estimasi budget Rp50.000–Rp250.000. 
  • Botol minum atau hydration vest: Bisa dipertimbangkan untuk lari jarak jauh atau ketika akses air terbatas. Estimasi budget Rp50.000–Rp1.000.000 atau lebih, bergantung pada jenis dan kapasitas.
  • Tabir surya: Melindungi kulit dari paparan sinar UV, terutama ketika berlari outdoor. Budget bergantung pada merek dan ukuran produk.

Kamu bisa memilih aksesori berdasarkan durasi, jarak, dan kondisi lari. Untuk latihan singkat, kaos kaki yang sesuai dan tempat menyimpan kunci mungkin sudah cukup. Sementara itu, pelari jarak jauh bisa membutuhkan perlengkapan hidrasi tambahan.

5. Total Estimasi Budget Perlengkapan Lari

Setelah mengetahui kebutuhan setiap kategori, kamu bisa menyusun anggaran sesuai prioritas. Sebagai gambaran, berikut simulasi budget untuk tiga tingkat kebutuhan.

PerlengkapanHematMenengahPremium
Outfit lariRp300.000Rp500.000Rp1.200.000
Sepatu lariRp350.000Rp1.200.000Rp2.300.000
Jam tangan lariRp0Rp3.000.000Rp5.000.000
Aksesori tambahanRp100.000Rp250.000Rp500.000
Total estimasiRp750.000Rp4.950.000Rp9.000.000

Catatan: Simulasi ini menggunakan asumsi anggaran untuk masing-masing kategori, bukan harga paket dari merek tertentu. Skenario hemat tidak memasukkan pembelian jam tangan lari, sedangkan skenario menengah dan premium mengalokasikan dana untuk perangkat tersebut.

Jika baru mulai berlari, kamu tidak harus membeli semuanya sekaligus. Utamakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang sesuai, kemudian tambahkan aksesori setelah mengetahui kebutuhan latihanmu.

6. Tips Menyiapkan Budget Perlengkapan Lari

Agar pengeluaran tetap terkontrol, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum berbelanja.

  1. Tentukan prioritas pembelian. Mulai dari perlengkapan yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan, terutama sepatu yang sesuai dengan kebutuhan lari.
  2. Sesuaikan perlengkapan dengan target latihan. Jika kamu hanya ingin lari sejauh 5 km, jangan membeli perangkat yang sifatnya over power dengan alasan gengsi. 
  3. Bandingkan harga dan spesifikasi. Jangan hanya terpaku pada merek. Periksa material, ukuran, fitur, kebijakan pengembalian, dan harga dari penjual tepercaya.
  4. Manfaatkan promo dengan bijak. Diskon bisa membantu menghemat pengeluaran, tetapi pastikan barang yang dibeli memang dibutuhkan. Harga murah tidak selalu berarti pilihan paling sesuai.
  5. Sisihkan dana secara bertahap. Jika ingin membeli jam tangan lari atau sepatu premium, kamu bisa menetapkan target tabungan bulanan agar pengeluaran olahraga tidak mengganggu kebutuhan utama.

Baca Juga: Budget Umroh Berapa? Simak Estimasi Biaya dan Tipsnya!

Mulai Hobi Lari dengan Budget yang Terencana

Menyiapkan perlengkapan olahraga tidak harus menghabiskan banyak uang. Kamu bisa mulai dengan kebutuhan dasar, kemudian meningkatkan kualitas perlengkapan seiring perkembangan kemampuan dan intensitas latihan. Dengan menentukan prioritas, kamu juga bisa menghindari pembelian aksesori yang belum benar-benar dibutuhkan.

Jika ingin membeli perlengkapan secara bertahap, pertimbangkan kemampuan finansial dan sesuaikan metode pembayaran dengan anggaran bulanan. Saku Kredit dari Bank Saqu bisa menjadi salah satu opsi pembiayaan untuk kebutuhan yang memenuhi ketentuan produk, dengan cicilan hingga 24 bulan limit hingga Rp30 juta. Download Bank Saqu 

Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.