Jadi Solopreneur

Rumus HPP: Ini Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

15 Jul 2026

thumbnail

Mulai berbisnis, tapi bingung menentukan harga jual yang ideal untuk produkmu? Sebelum menentukan harga jual, kamu perlu menghitung dulu berapa HPP (Harga Pokok Penjualan) menggunakan rumus HPP.

Menghitung HPP akan memudahkan kamu menetapkan berapa keuntungan. Dalam jangka panjang, kamu juga bisa menggunakan HPP sebagai patokan apakah modal untuk produksi sudah cukup efisien atau belum.

Selagi belum menjual produk, yuk, tetapkan dulu berapa harga produk yang tepat dengan mengenal HPP hingga cara hitung HPP di artikel kali ini. Catat baik-baik, ya!

BACA JUGA: 4 Cara Membuat QRIS untuk Usaha, Bisa Langsung Dipakai!

Apa Itu HPP?

HPP adalah total biaya yang kamu keluarkan untuk memproduksi barang atau jasa yang akan kamu jual. Angka ini jadi patokan supaya harga jual produk bukan hasil mengira-ngira. 

HPP juga memastikan setiap produk yang terjual benar-benar mendatangkan laba dan bukan hanya menutup modal. 

Contohnya, misalnya kamu berjualan minuman dan HPP satu botolnya adalah Rp7.000. Artinya kamu harus menjual di atas angka HPP tersebut. 

Jika kamu tidak mengetahui berapa HPP setiap produk, bisa aja kamu merasa sudah mencapai omzet besar tiap bulan, sementara kenyataannya keuntungan bersih yang masuk ke kantong jauh lebih kecil dari yang kamu kira.

Rumus HPP yang Perlu Kamu Tahu

Ada dua versi rumus yang bisa kamu pakai, tergantung kebutuhan bisnis kamu. Pertama, adalah rumus yang menghitung secara umum, sementara rumus kedua akan membantu kamu menghitung HPP per unit produk.

1. Rumus HPP Umum

Jika skala bisnismu adalah kecil atau menengah, ini dia rumus menghitung HPP yang tepat.

HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir 

2. Rumus HPP per Porsi atau Unit

Kalau kamu cuma mau tahu biaya produksi satu produk aja, kamu bisa pakai rumus HPP per porsi berikut ini:

HPP per Porsi = Total Biaya Produksi ÷ Jumlah Produk yang Dihasilkan

Total biaya produksi mencakup semua biaya yang kamu keluarkan untuk memproduksi produk di batch tersebut. Begitu juga dengan jumlah produk, kamu bisa catat berapa unit produk yang dihasilkan dalam batch tersebut.

Jika bisnismu masih memproduksi barang dalam jumlah satuan, rumus ini adalah opsi yang paling praktis. 

Komponen dalam HPP 

Rumus HPP umum memiliki 3 komponen yang perlu dicatat terlebih dulu sesuai kondisi riil, antara lain:

1. Persediaan Awal

Catat semua nilai barang yang tersedia di awal periode. Pastikan semuanya ikut terhitung dan tidak ada yang terlewat.

2. Pembelian Bersih

Jumlahkan semua pembelian bahan baku dengan ongkos pengangkutan pembelian barang selama periode berjalan, lalu kurangi dengan retur dan/atau potongan harga dari supplier.

3. Persediaan Akhir

Di akhir periode, kamu wajib mengecek stok barang dagang yang tersisa dan mencatat berapa nilainya. Nilai ini akan menjadi pengurang final yang menentukan nilai HPP.

Urutan Cara Hitung HPP

Setelah mengetahui apa saja komponennya, ini saatnya coba lakukan penghitungan menggunakan urutan cara hitung HPP ini.

1. Lakukan Pencatatan Semua Komponen

Pastikan dulu data dari semua komponen di atas sudah kamu miliki agar proses penghitungannya lebih mudah dan cepat, contohnya sepertini ini:

  • Persediaan awal: Rp7.500.000
  • Pembelian barang dagang: Rp15.000.000
  • Ongkos pengangkutan pembelian: Rp1.500.000
  • Retur pembelian: Rp2.000.000
  • Potongan pembelian dari supplier: Rp1.500.000
  • Persediaan akhir: Rp4.000.000

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan proses ke penghitungan nilai pembelian bersih.

2. Hitung Pembelian Bersih

Dengan data tersebut, masukkan nilai-nilai yang relevan ke dalam rumus berikut:

Pembelian bersih = (Pembelian Barang Dagang + Ongkos Pengangkutan Pembelian) - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian dari Supplier)

Pembelian bersih = (Rp15.000.000 + Rp1.500.000) - (Rp2.000.000 + Rp1.500.000)

Pembelian bersih = Rp16.500.000 - Rp3.500.000

Pembelian bersih = Rp13.000.000

3. Hitung HPP 

Jika nilai pembelian bersih sudah kamu dapatkan, sekarang waktunya menggunakan rumus HPP dan masukkan semua nilai yang relevan. 

HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir 

HPP = (Rp7.500.000 + Rp13.000.000) - Rp4.000.000

HPP = Rp16.500.000

Nah, inilah HPP produk yang bisa kamu tetapkan. Ingat, harga ini belum termasuk margin profit. Mulai dari nilai tersebut, kamu bisa tentukan profit yang ideal, dan menghasilkan harga jual yang siap dipromosikan ke pasar. 

BACA JUGA: Apa Itu Invoice? Simak Cara Membuatnya dengan Benar

Bisnismu Perlu Modal Tambahan? Ajukan Kredit Modal Kerja Bank Saqu, Syaratnya Mudah!

Setelah paham cara hitung HPP, kamu jadi punya dasar yang kuat buat menentukan harga jual yang ideal, bukan? 

Selain membantu mendapatkan keuntungan yang tepat, penghitungan ini juga membuatmu mengerti berapa biaya utama yang harus ditanggung setiap bulan, agar arus kas bisnis tetap terkontrol.

Jika ternyata bisnismu kesulitan menyesuaikan produksi meski perhitungan HPP sudah rapi, langkah penyelamatan pertama adalah mendapatkan modal tambahan, dan Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu dapat menjadi alternatif terbaik untuk melanjutkan operasional usaha.

Kredit bisa kamu dapatkan mulai dari Rp100 juta dengan suku bunga efektif yang menarik, sekitar 11% per tahun. Dengan tenor maksimal 1 tahun, kamu hanya akan dikenakan biaya provisi per tahun sebesar 1%.

Untuk mengajukannya, pastikan bisnismu memiliki rekening giro Bank Saqu. Siapkan juga jaminan kredit yang bersertifikat Hak Milik atau Hak Guna Bangunan dan telah diasuransikan. Modal kerja yang telah disetujui bisa langsung dialokasikan ke berbagai pos biaya produksi, agar kamu bisa fokus mengembalikan kondisi. 

Yuk, pelajari lebih lanjut Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu dan mulai majukan kembali bisnismu!