SBN adalah surat utang yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia untuk mendanai APBN dan proyek pembangunan. Saat membelinya, kamu bisa dikatakan meminjamkan uang ke negara. Sebagai imbalannya, kamu menerima kupon rutin ditambah pengembalian pokok saat jatuh tempo.
SBN termasuk salah satu jenis investasi paling aman karena pembayarannya dijamin undang-undang. Kalau kamu tertarik untuk berinvestasi pada instrumen ini, kamu ada di tempat yang tepat. Di artikel ini, kamu akan memahami apa itu SBN, termasuk cara beli dan keuntungannya. Yuk, baca sampai tuntas!
BACA JUGA: Saham dan Obligasi, Mana yang Cocok Buatmu? Ini Perbedaannya!
Apa Itu SBN?
Surat Berharga Negara atau yang disingkat SBN adalah instrumen yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang bertujuan untuk membiayai APBN, menutup kekurangan kas jangka pendek, dan mengelola portofolio utang negara.
Di pihak lain, surat berharga negara bisa menjadi instrumen investasi bagi pemegangnya karena menjamin adanya keuntungan atau imbal hasil. Yang membuatnya menarik, risiko gagal bayar SBN sangat kecil mengingat penerbitnya adalah negara.
Bentuk kepemilikan surat berharga negara sudah scripless alias tanpa warkat. Semua pencatatan dilakukan secara elektronik oleh sub registry. Setelah pembelian selesai, kamu sebagai investor akan menerima Nomor Tanda Penerimaan Negara sebagai konfirmasi kepemilikan.
Jenis-jenis SBN
Sebelum masuk ke cara membelinya, ada baiknya kamu tahu ragam produk surat berharga negara yang tersedia untuk ritel. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda, mulai dari sistem kupon hingga bisa tidaknya dijual di pasar sekunder. Berikut ini masing-masing penjelasannya.
1. Obligasi Negara Ritel (ORI)
Obligasi Negara Ritel atau ORI adalah SBN konvensional dengan kupon tetap setiap bulan. Tenornya biasanya 3 atau 6 tahun. Kamu bisa menjualnya di pasar sekunder sebelum jatuh tempo apabila butuh dana lebih cepat.
2. Sukuk Ritel (SR)
Sukuk Ritel atau SR mirip dengan ORI, tapi mengikuti prinsip syariah. Imbal hasilnya disebut kupon tetap dan bersih dari unsur riba. Tenor SR umumnya 3 atau 5 tahun. Sama seperti ORI, SR juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
3. Savings Bond Ritel (SBR)
Savings Bond Ritel atau SBR memiliki kupon mengambang dengan batas minimum (floor). Artinya, kupon bisa naik jika suku bunga acuan naik, tapi tidak akan turun di bawah batas awal. Tenornya sendiri biasanya 2 atau 4 tahun.
Berbeda dengan dua jenis SBN sebelumnya, SBR tidak bisa dijual di pasar sekunder. Sebagai gantinya, tersedia fitur early redemption bila kamu perlu mencairkan sebagian dana sebelum jatuh tempo.
4. Sukuk Tabungan (ST)
Sukuk Tabungan atau ST sederhananya adalah versi syariah dari SBR. Skema kupon mengambang dengan batas minimum tetap berlaku, dengan tenor 2 atau 4 tahun. Fitur early redemption juga tersedia bila kamu menginginkan pencairan lebih awal.
Keuntungan Investasi di SBN
Setelah tahu jenis-jenisnya, mari lihat apa saja keunggulan menaruh dana di SBN. Ada beberapa alasan kenapa produk ini banyak dipilih investor pemula. Berikut ini di antaranya.
1. Dijamin Langsung oleh Negara
Pembayaran pokok dan kupon SBN dijamin 100% oleh undang-undang. Dengan begini, kamu tidak perlu khawatir soal gagal bayar karena negara yang menerbitkannya. Risiko investasinya pun jauh lebih rendah dibanding saham atau reksa dana saham.
2. Modal Mulai dari Rp1 Juta
Kamu bisa memulai investasi SBN dari nominal Rp1 juta saja. Nominal ini membuat SBN cocok apabila kamu masih pemula yang belum punya modal besar. Kelipatan pembeliannya pun biasanya juga Rp1 juta.
3. Pajak Kupon Lebih Ringan
Pajak penghasilan (PPh) final atas imbal hasil SBN hanya 10% saja. Angka ini lebih rendah dibanding pajak bunga deposito yang mencapai 20%. Selisih pajak tersebut lumayan besar jika dana yang kamu investasikan cukup besar.
4. Imbal Hasil Rutin Tiap Bulan
Kupon SBN dibayarkan setiap bulan ke rekening kamu. Kamu bisa menikmati arus kas rutin tanpa perlu menunggu jatuh tempo. Skema ini cocok jika kamu mencari passive income tambahan.
5. Ikut Berkontribusi untuk Pembangunan
Dana yang kamu tanam di SBN digunakan pemerintah untuk membiayai proyek nasional. Contohnya pembangunan infrastruktur, fasilitas pendidikan, dan program kesejahteraan. Jadi, selain untung finansial, kamu juga ikut berkontribusi bagi negeri sendiri.
Cara Beli SBN dengan Mudah dan Aman
Melihat berbagai keuntungannya, apa kamu makin tertarik membeli surat berharga negara? Buat kamu yang masih pemula, tenang saja. Proses pembelian SBN saat ini sudah bisa dilakukan sepenuhnya secara digital, sehingga kamu tidak perlu datang ke kantor bank atau sekuritas.
Berikut langkah-langkah lengkapnya.
1. Pilih Mitra Distribusi Resmi
Mitra distribusi (Midis) adalah lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk menjual SBN, contohnya meliputi bank persepsi, perusahaan sekuritas, dan platform investasi digital. Pastikan Midis pilihan kamu terdaftar serta diawasi OJK.
2. Registrasi Akun Investor
Buka aplikasi atau situs Midis lalu lakukan pendaftaran. Kamu perlu menyiapkan KTP, NPWP, dan nomor rekening bank aktif. Proses verifikasi biasanya selesai dalam hitungan jam saja.
3. Tentukan Produk SBN yang Sedang Ditawarkan
Cek jadwal penawaran SBN di situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). Setelah masa penawaran dibuka, pilih produk sesuai kebutuhan kamu, apakah ORI, SR, SBR, atau ST. Perhatikan tenor dan kupon yang ditawarkan.
4. Masukkan Nominal Pemesanan
Isi jumlah dana yang ingin kamu investasikan. Nominal minimal biasanya Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta. Ada juga batas maksimum pemesanan per investor.
5. Bayar Sesuai Kode Billing
Setelah pemesanan tercatat, kamu akan mendapat kode billing. Lakukan pembayaran melalui mobile banking, ATM, atau virtual account sebelum batas waktu. Pasalnya, bila pembayaran melewati batas, pemesanan otomatis dibatalkan.
6. Terima Konfirmasi Kepemilikan
Setelah pembayaran diverifikasi, kamu bakal menerima Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN). Nomor ini menjadi tanda resmi kepemilikan SBN atas namamu.
BACA JUGA: Investasi Jangka Pendek: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya
Tetap Cuan Sebelum Penawaran SBN Dibuka dengan Deposito Reguler dari Bank Saqu!
Sampai di sini, kamu sudah paham, kan, kalau surat berharga negara atau SBN adalah salah satu produk investasi dari pemerintah yang menawarkan imbal hasil menjanjikan?
Dengan pendapatan keuntungan tiap bulan, modal awal yang relatif rendah, dan jaminan 100% oleh negara, SBN bisa jadi opsi menanam uang yang menarik, terutama untuk investor pemula.
Namun perlu dicatat, masa penawaran setiap jenis SBN terbatas hanya beberapa kali dalam setahun. Nah, sambil menunggu seri berikutnya dibuka, kamu tetap bisa menyimpan dana di instrumen keuangan lainnya yang tak kalah aman dan menguntungkan. Salah satu pilihannya adalah Deposito Reguler dari Bank Saqu.
Bank Saqu memberikan suku bunga kompetitif 5,50% sampai 6,25% per tahunnya, dengan penempatan awal mulai dari Rp1 juta saja. Tenornya fleksibel hingga 12 bulan, ada opsi perpanjangan otomatis, dan dana tetap bisa kamu tarik saat butuh tanpa biaya tambahan.
Langsung dari aplikasi, kamu bisa membuka rekening deposito hingga 20 kantong, lho. Praktis dan pas banget kalau tujuan keuanganmu beragam.
Yuk, cobain Deposito Reguler dari Bank Saqu untuk jadi tempat parkir dana sembari menunggu produk investasi berikutnya! Buruan download aplikasi Bank Saqu sekarang dan mulai tumbuhkan uangmu dengan aman tanpa kendala!






