Inspirasi Warga

7 Tips Memilih Tabungan Anak Terbaik

19 Okt 2026

thumbnail

Tabungan anak adalah rekening simpanan yang dananya dialokasikan khusus untuk kebutuhan anak. Misalnya, kebutuhan jangka pendek seperti perlengkapan sekolah atau kebutuhan jangka panjang seperti biaya kuliah. 

Produknya pun tidak bisa dipilih asal-asalan. Hal ini karena setiap bank punya aturan setoran awal, biaya bulanan, dan ketentuan penarikan yang berbeda. 

Artikel ini merangkum tujuh hal yang perlu kamu cek sebelum membuka tabungan untuk anak, mulai dari legalitas bank sampai kemudahan memantau saldo dari smartphone.

BACA JUGA: Tabungan Dollar Terbaik 2026: Cara Memilih dan Keuntungannya

Mengenal Tabungan Anak dan Siapa yang Mengelolanya

Tabungan anak terbagi menjadi dua model. Model pertama berupa rekening atas nama anak dengan orang tua sebagai pendamping. Sementara, model kedua berupa rekening atas nama orang tua yang dananya dipisahkan khusus untuk anak.

Otoritas Jasa Keuangan sendiri menerbitkan program Simpanan Pelajar atau SimPel, yaitu tabungan bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA, yang diluncurkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia dengan persyaratan sederhana. 

Selain itu, banyak bank digital menyediakan fitur saku atau kantong terpisah, sehingga orang tua bisa memisahkan dana anak tanpa membuka rekening baru. 

Dua pilihan tersebut sama-sama sah, tinggal kamu sesuaikan dengan usia anak dan kebiasaan mengelola uang di rumah.

Tips Memilih Tabungan Anak Terbaik

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih dan mendaftar produk keuangan, khususnya terkait keamanan dan kenyamanan.

1. Cek Izin Bank di OJK dan Status Penjaminan LPS

Langkah pertama adalah memastikan bank penerbit produk tersebut berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan serta terdaftar sebagai peserta Lembaga Penjamin Simpanan. Informasi ini biasanya tercantum di bagian bawah situs resmi bank. Kamu bisa memeriksanya dalam hitungan detik.

LPS menjamin simpanan nasabah sampai Rp2 miliar per nasabah per bank. Besaran ini ditetapkan lewat Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Dengan demikian, dana tabungan anak kamu tetap terlindungi apabila bank mengalami masalah operasional, asalkan simpanan tersebut memenuhi syarat penjaminan.

Syarat tersebut dikenal sebagai kriteria 3T, yaitu simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

2. Bandingkan Bunga dengan Tingkat Bunga Penjaminan LPS

LPS menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan sebagai batas maksimum bunga simpanan, agar dana nasabah tetap masuk dalam program penjaminan.

Untuk periode 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027, batas tersebut berada di 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum. 

Angka tersebut ditetapkan oleh LPS dalam Rapat Dewan Komisioner pada 28 September 2026 dan tidak berubah dari periode sebelumnya. 

Pastikan kamu mengecek angka terbarunya di situs resmi LPS, karena Tingkat Bunga Penjaminan ditinjau oleh LPS setiap empat bulan.

Intinya, pilih produk yang bunganya berada di bawah angka tersebut, bukan yang menjanjikan imbal hasil di luar kewajaran.

3. Hitung Setoran Awal dan Saldo Minimum

Setoran awal menentukan seberapa cepat kamu mulai, sedangkan saldo minimum menentukan seberapa leluasa kamu memakai dananya. 

Beberapa produk tabungan anak mensyaratkan saldo mengendap, sehingga sebagian uang kamu tidak bisa disentuh selama rekening aktif.

Jika anggaran bulanan kamu masih ketat, pilih produk tanpa minimum dana agar kamu bisa menabung Rp50.000 hari ini dan Rp200.000 bulan depan tanpa dikenakan penalti.

Sebaliknya, produk dengan saldo mengendap besar lebih efektif ketika kamu sudah punya dana awal yang menganggur.

4. Periksa Biaya Administrasi dan Biaya Lain

Biaya administrasi bulanan sebesar Rp10.000 akan memotong Rp120.000 dari tabungan anak kamu dalam setahun. Angka itu bisa lebih besar daripada bunga yang kamu terima jika saldonya masih kecil.

Selain biaya bulanan, cek juga biaya penutupan rekening, biaya transfer antarbank, dan biaya penggantian kartu. Semua angka tersebut biasanya tercantum di halaman biaya dan tarif di situs resmi bank, bukan di halaman promosi produk.

5. Pastikan Dana Bisa Ditarik Kapan Saja 

Sebagian produk tabungan pendidikan mengunci dana sampai jangka waktu tertentu berakhir. Skema ini tentu membuat kamu disiplin. Namun, akan sulit ketika anak tiba-tiba butuh biaya berobat atau biaya daftar ulang.

Oleh sebab itu, baca ketentuan penarikan sebelum setuju. Bila kamu belum yakin dengan kondisi arus kas keluarga, produk yang dananya bisa dipindahkan kapan saja lebih aman daripada produk berjangka dengan denda penarikan dini.

6. Pilih Produk yang Bisa Memisahkan Dana per Tujuan

Hindari membuat satu rekening untuk semua tujuan, seperti dana sekolah, liburan, dan belanja bulanan. Ketika seluruh dana tercampur, uang yang sudah disisihkan cenderung mudah terpakai untuk keperluan lain. 

Nah, ada produk yang menyediakan beberapa saku atau kantong terpisah dan tidak perlu membuka rekening tambahan. Salah satunya adalah Saku Nabung, fitur kantong tabungan di aplikasi Bank Saqu. 

Dengan Saku Nabung dari Bank Saqu, kamu bisa membuat sampai 20 saku dan memberi nama sendiri, seperti "SPP Kakak" atau "Laptop Adik". Dengan begitu, dana untuk setiap tujuan tetap terpisah dan progres tabungan akan mudah dipantau setiap kali membuka aplikasi. 

Saku Nabung juga menawarkan bunga 3,00% per tahun efektif per 1 Agustus 2026, tanpa saldo minimum dan biaya administrasi bulanan. Dana tetap fleksibel karena bisa ditarik atau dipindahkan ke saku lain kapan saja.

7. Pastikan Kamu Bisa Memantau Saldo lewat Aplikasi

Buku tabungan fisik mengharuskan kamu datang ke kantor cabang hanya untuk mencetak mutasi. Nah, dengan aplikasi mobile banking Bank Saqu, kamu bisa memantau perkembangan tabungan dari smartphone dan menunjukkannya kepada anak.

Anak usia sekolah dasar pun bisa memahami perubahan saldo dari bulan ke bulan. Artinya, proses menabung pun akan terasa menyenangkan, karena anak bisa melihat hasil dari uang yang disisihkan. 

Selain itu, menabung tidak hanya melibatkan urusan administrasi orang tua, tetapi juga merupakan sarana bagi anak untuk belajar mengelola uang.

Langkah Menyiapkan Tabungan Anak Setelah Produknya Dipilih

Setelah produknya ketemu, ikuti langkah-langkah berikut agar tabungan anak tetap konsisten.

  1. Tentukan satu tujuan konkret, misalnya biaya masuk SMP atau biaya kursus tahunan.
  2. Cari tahu perkiraan biayanya dari sekolah atau lembaga terkait, lalu catat angkanya.
  3. Bagi angka tersebut dengan jumlah bulan yang tersedia sampai dana itu dibutuhkan.
  4. Buka rekening atau saku khusus, lalu beri nama sesuai tujuan tadi.
  5. Atur transfer rutin setiap tanggal gajian, supaya setorannya tidak bergantung sisa uang akhir bulan.
  6. Tinjau saldo setiap enam bulan, lalu naikkan setorannya jika biaya sekolah ternyata naik lebih cepat dari perkiraan.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari ketika Memilih Tabungan Anak

Beberapa hal berikut kerap terlewat ketika orang tua membandingkan produk tabungan untuk anak.

  • Tergiur bunga tinggi tanpa memeriksa apakah angkanya masih di bawah Tingkat Bunga Penjaminan LPS.
  • Menyamakan tabungan anak dengan asuransi pendidikan, padahal keduanya punya mekanisme dan biaya yang berbeda.
  • Mencampur dana pendidikan dengan dana belanja rumah tangga.
  • Mengabaikan biaya administrasi bulanan karena nominalnya terlihat kecil.
  • Memilih produk berjangka panjang ketika dana darurat keluarga belum terbentuk.

BACA JUGA: Perbedaan Tabungan dan Giro dari Arti hingga Fungsinya!

Mulai Tabungan Anak Kamu di Saku Nabung Bank Saqu!

Jika kriteria yang kamu cari adalah bunga yang wajar, dananya bisa diambil kapan saja, dan punya fitur pemisahan tujuan, Saku Nabung dari Bank Saqu bisa dipertimbangkan. 

Saku Nabung dari Bank Saqu memberikan bunga 3% p.a. tanpa minimum dana, sehingga angkanya masih berada di bawah batas penjaminan LPS sekaligus tidak memaksa kamu menahan saldo tertentu.

Kamu juga bisa membuat sampai 20 saku di satu aplikasi, lalu memberi nama serta ikon berbeda untuk tiap kebutuhan anak. 

Selain itu, dananya bisa dipindahkan ke saku lain kapan saja, dan transfer dari bank lain bisa langsung masuk ke Saku Nabung. Bank Saqu sendiri berizin serta diawasi OJK dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan LPS.

Yuk, mulai nabung dana anak di Saku Nabung dari Bank Saqu!

Referensi

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Generic Model Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB). Diakses dari https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Documents/Pages/Upaya-Meningkatkan-Inklusi-Keuangan-Melalui-Pembuatan-Generic-Model-Pembiayaan-Melawan-Rentenir-dan-Simpanan-Pelajar/Generic%20Model%20SimPel%202020.pdf 
  2. Database Peraturan BPK. Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/350166/uu-no-4-tahun-2026 
  3. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tingkat Bunga Penjaminan periode 1 Oktober 2026 – 31 Januari 2027 (3,75% simpanan rupiah bank umum). Diakses dari https://apps.lps.go.id/lpsrate/periode 
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.