Kamu pasti sering dengar pepatah "siapkan payung sebelum hujan", kan? Nah, prinsip ini juga berlaku untuk mempersiapkan tabungan hari tua. Mau tidak mau, masa pensiun akan datang dan kalau tidak dipersiapkan sejak dini, bisa jadi nanti malah kesulitan.
Di Indonesia, usia pensiun saat ini 57 tahun dan akan naik 1 tahun setiap 3 tahun hingga 65 tahun. Kebijakan ini sejalan dengan meningkatnya harapan hidup, yaitu 70 tahun untuk laki-laki dan 72 tahun untuk perempuan.
Kalau sekarang kamu masih di usia 20-an, kamu punya sekitar 30-40 tahun untuk menabung. Terdengar lama? Mungkin.
Namun waktu berlalu lebih cepat dari yang kamu kira! Jadi, lebih baik mulai dari sekarang daripada menyesal nanti.
Lalu, bagaimana cara mulai menabung untuk hari tua? Yuk, baca artikel ini sampai habis biar kamu bisa menyiapkan masa depan dengan lebih baik!
Manfaat Memiliki Tabungan Hari Tua
Tabungan hari tua itu sama saja seperti kamu menyimpan uang untuk masa depan, terutama setelah kamu berhenti bekerja. Nah, ini manfaatnya:
- Punya uang saat pensiun: Kalau sudah tidak bekerja, tetap ada uang untuk makan, bayar listrik, dan kebutuhan lainnya.
- Hidup lebih tenang: Tidak perlu stres mikirin uang di masa tua.
- Tidak merepotkan keluarga: Tidak harus bergantung pada anak atau saudara untuk biaya hidup.
- Bisa bayar biaya rumah sakit: Kalau sakit di usia tua, sudah ada uang untuk berobat.
- Bisa menikmati hidup: Mau jalan-jalan atau punya hobi? Bisa dilakukan tanpa khawatir soal uang.
- Harga barang makin mahal: Uang yang ditabung bisa bantu beli kebutuhan walaupun harga naik.
- Uang bisa bertambah: Kalau ditabung atau diinvestasikan sejak muda, uangnya bisa bertambah banyak.
Intinya, punya tabungan hari tua bisa membuat masa depan lebih aman dan nyaman. Makanya, lebih baik mulai menabung dari sekarang.
Cara Menyiapkan Tabungan Hari Tua
Nah, ini dia cara menyiapkan tabungan hari tua:
1. Mulai Sedini Mungkin
Semakin cepat kamu mulai menabung, semakin besar dana yang bisa terkumpul. Bunga majemuk bekerja lebih optimal kalau kamu memberi waktu lebih lama untuk uangmu berkembang.
Misalnya, kalau kamu mulai menabung Rp500.000 per bulan sejak usia 25 tahun dengan imbal hasil rata-rata 8% per tahun, di usia 60 tahun tabunganmu bisa mencapai sekitar Rp1,7 miliar.
Namun, kalau baru mulai di usia 35 tahun, dengan jumlah dan imbal hasil yang sama, hanya akan terkumpul sekitar Rp731 juta. Beda jauh, kan?
2. Hitung Kebutuhan Dana Pensiun
Berapa sih dana yang sebetulnya kamu butuhkan untuk masa pensiun? Ini rumus sederhananya:
- Tentukan usia pensiun (misalnya 60 tahun)
- Perkirakan berapa lama masa pensiunmu (misalnya 15-20 tahun)
- Hitung kebutuhan bulanan di masa pensiun dengan mempertimbangkan inflasi
Misalnya, kalau sekarang kamu butuh Rp5 juta per bulan, dengan inflasi rata-rata 6% per tahun, dalam 30 tahun kebutuhan bulananmu bisa jadi sekitar Rp28,7 juta. Kalikan dengan durasi pensiun (misalnya 180 bulan), total yang dibutuhkan sekitar Rp5,17 miliar.
Angka ini memang besar, tapi dengan perencanaan yang baik, bukan hal yang mustahil, kok.
3. Tetapkan Target Menabung yang Konsisten
Setelah mengetahui berapa dana yang kamu butuhkan, langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah yang harus kamu tabung secara rutin.
Idealnya, sisihkan 10-15% dari penghasilan untuk tabungan hari tua. Misalnya, kalau penghasilanmu Rp10 juta per bulan, minimal Rp1-1,5 juta harus dialokasikan untuk pensiun.
Agar lebih disiplin, coba deh manfaatkan fitur auto debit dari rekening gaji ke rekening investasi supaya kamu nggak tergoda buat pakai uangnya ke hal lain.
4. Diversifikasi Instrumen Investasi
Jangan hanya mengandalkan tabungan di bank karena nilai uang bisa tergerus inflasi. Pilih instrumen investasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi, seperti:
- Reksa Dana: Cocok buat pemula karena dikelola profesional dan bisa mulai dari Rp100.000.
- Saham Blue Chip: Potensi capital gain dan dividen jangka panjang, tapi butuh pemahaman lebih.
- Obligasi atau Sukuk: Pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah dibanding saham.
- Emas: Anti inflasi dan mudah dicairkan.
- Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK): Ada insentif pajak dan cocok buat perencanaan jangka panjang.
- Properti atau DIRE (Dana Investasi Real Estat): Bisa jadi sumber passive income dari sewa atau capital gain.
Jangan taruh semua uangmu di satu tempat, ya. Ingat, semakin muda usiamu, semakin besar alokasi yang bisa kamu tempatkan di instrumen berisiko tinggi seperti saham.
5. Manfaatkan Program Pensiun dari Tempat Kerja
Kalau perusahaanmu menyediakan program pensiun seperti BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK, manfaatkan seoptimal mungkin, ya.
Beberapa perusahaan bahkan menawarkan matching contribution, di mana mereka akan menyamakan kontribusimu hingga persentase tertentu. Ini sama saja dengan "uang gratis" yang sayang kalau nggak dimanfaatkan.
6. Tingkatkan Literasi Keuangan
Semakin kamu paham soal investasi dan keuangan, semakin cerdas kamu mengelola tabungan hari tua. Saat ini, sudah banyak sumber untuk belajar soal keuangan yang bisa kamu manfaatkan, seperti:
- Buku keuangan seperti Rich Dad Poor Dad atau Finansialku
- Platform edukasi investasi
- Channel YouTube atau podcast tentang keuangan
- Seminar dan webinar tentang perencanaan pensiun
7. Jaga Kesehatan Keuangan Secara Keseluruhan
Agar bisa menabung dengan konsisten, pastikan kondisi keuanganmu sehat dulu:
- Kendalikan utang: Hindari utang konsumtif dan jaga rasio utang di bawah 30% dari penghasilan.
- Siapkan dana darurat: Minimal 6 kali pengeluaran bulanan supaya nggak mengganggu tabungan hari tua saat ada kebutuhan mendesak.
- Kelola cash flow dengan bijak: Catat pengeluaran dan atur anggaran dengan cermat.
8. Evaluasi dan Perbarui Rencana Secara Berkala
Evaluasi setidaknya setahun sekali atau ketika ada perubahan besar dalam hidup kamu, seperti:
- Kenaikan gaji
- Pindah kerja
- Menikah atau punya anak
- Membeli rumah atau aset besar lainnya
Pastikan kamu tetap on track dengan target pensiunmu dan sesuaikan strategi kamu kalau diperlukan, ya.
Menyiapkan tabungan hari tua itu penting banget, lho! Selain manfaat yang udah kita bahas, ada fakta menarik, nih. Melansir Market Watch, di Amerika Serikat, jumlah pekerja yang punya tabungan pensiun di atas 1 juta dolar meningkat 27% pada tahun 2024.
Nah, kalau mereka bisa, kenapa kita nggak?
Selain nabung, penting juga punya akses dana darurat yang fleksibel buat jaga-jaga. Nah, Saku Kredit dari Bank Saqu bisa jadi pilihan buat kamu, nih. Limitnya bisa disesuaikan, gampang dipakai, dan bisa bantu kamu tetap on track tanpa ganggu tabungan hari tua.
Yuk, cek info lengkapnya dan kelola keuanganmu dengan lebih cerdas!