Inspirasi Warga

Apa Itu Amortisasi? Arti, Rumus, dan Cara Menghitungnya

12 Okt 2026

thumbnail

Istilah amortisasi cukup sering muncul ketika membahas pinjaman, kredit, maupun akuntansi. Dalam konteks pinjaman, amortisasi berkaitan dengan proses pembayaran utang secara bertahap sampai seluruh kewajiban tersebut lunas.

Karena itu, memahami amortisasi bisa membantu kamu melihat bagaimana cicilan terbentuk, berapa sisa pinjaman setelah beberapa kali pembayaran, dan bagaimana bunga serta pokok pinjaman diperhitungkan.

Baca juga: Apa Itu Fixed Rate? Kenali Suku Bunga Tetap dalam Pinjaman

Apa Itu Amortisasi?

Amortisasi adalah proses mengalokasikan pembayaran atau biaya secara bertahap selama periode tertentu.

Istilah ini memiliki penggunaan yang berbeda tergantung konteksnya. Dalam akuntansi, amortisasi dapat digunakan untuk mengalokasikan biaya aset tidak berwujud selama masa manfaatnya. 

Sementara dalam pinjaman, amortisasi menggambarkan pembayaran utang secara berkala sampai pinjaman tersebut lunas.

Pada pinjaman yang menggunakan skema amortisasi, setiap pembayaran biasanya terdiri dari bagian pokok dan bunga. Seiring pembayaran dilakukan, jumlah pokok yang masih harus dibayar akan semakin berkurang.

Bagaimana Amortisasi Pinjaman Bekerja?

Misalnya kamu memiliki pinjaman dengan tenor beberapa tahun dan pembayaran dilakukan setiap bulan.

Setiap kali membayar cicilan, sebagian uang digunakan untuk membayar bunga dan sebagian lainnya mengurangi pokok pinjaman. Setelah pembayaran berjalan, sisa pokok menjadi lebih kecil.

Besarnya bagian pokok dan bunga pada setiap periode dapat berbeda, tergantung metode perhitungan yang digunakan oleh pemberi pinjaman.

Inilah alasan mengapa melihat nominal cicilan saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami berapa bagian pembayaran yang digunakan untuk mengurangi utang pokok dan berapa yang menjadi biaya bunga.

Rumus Amortisasi Pinjaman

Untuk menghitung pembayaran berkala dengan skema cicilan tetap, salah satu rumus yang umum digunakan adalah:

Cicilan = P × [r(1+r)ⁿ] ÷ [(1+r)ⁿ − 1]

Keterangan:

  • P = jumlah pokok pinjaman 
  • r = tingkat bunga per periode 
  • n = jumlah total periode pembayaran 

Sebagai contoh, jika bunga dinyatakan per tahun tetapi cicilan dibayar setiap bulan, tingkat bunga perlu disesuaikan menjadi tingkat bunga bulanan sebelum dimasukkan ke dalam rumus.

Perlu diperhatikan bahwa rumus tersebut merupakan salah satu metode perhitungan. Skema kredit yang berbeda dapat menggunakan metode dan ketentuan perhitungan yang berbeda pula.

Contoh Perhitungan Amortisasi

Misalkan seseorang mengambil pinjaman sebesar Rp12 juta dengan tenor 12 bulan dan menggunakan asumsi bunga 1% per bulan.

Dengan rumus cicilan tetap, besarnya cicilan bulanan dapat dihitung dari pokok pinjaman, bunga per bulan, dan jumlah periode pembayaran.

Hasil perhitungannya sekitar Rp1,067 juta per bulan.

Pada awal periode, bagian bunga masih dihitung dari saldo pokok yang relatif besar. Setelah beberapa kali pembayaran, saldo pokok berkurang sehingga komponen bunga juga ikut berubah.

Karena itu, dalam jadwal amortisasi biasanya terdapat rincian setiap periode yang menunjukkan pembayaran, bagian bunga, bagian pokok, dan sisa pinjaman.

Baca juga: Apa Itu Take Over Pinjaman? Kenali Manfaat dan Prosesnya

Apa Manfaat Mengetahui Amortisasi?

Memahami amortisasi bukan cuma berguna bagi pihak yang menghitung kredit. Sebagai calon debitur, konsep ini juga bisa membantu kamu memahami kewajiban yang akan muncul selama masa pinjaman.

  • Mengetahui perkembangan utang. Kamu bisa melihat bagaimana saldo pinjaman berkurang dari waktu ke waktu.
  • Memahami komposisi cicilan. Kamu dapat mengetahui bagian pembayaran yang digunakan untuk bunga dan bagian yang mengurangi pokok.
  • Membantu mengatur keuangan. Informasi mengenai cicilan dan sisa kewajiban bisa dimasukkan ke dalam perencanaan cash flow bulanan.
  • Memperkirakan total pembayaran. Dengan mengetahui skema perhitungan, kamu bisa memperkirakan berapa dana yang perlu disiapkan selama tenor kredit.

Apa Bedanya Amortisasi dan Depresiasi?

Amortisasi dan depresiasi sama-sama berkaitan dengan pengalokasian nilai atau biaya secara bertahap, tetapi penggunaannya berbeda.

Amortisasi umumnya digunakan untuk aset tidak berwujud, seperti hak paten atau lisensi, serta dapat digunakan untuk menggambarkan pelunasan pinjaman secara bertahap.

Sementara itu, depresiasi lebih umum digunakan untuk mengalokasikan biaya aset berwujud seperti kendaraan, mesin, atau peralatan selama masa manfaatnya.

Jadi, meskipun kedua istilah tersebut sama-sama berkaitan dengan alokasi nilai dari waktu ke waktu, konteks penggunaannya tidak selalu sama.

Baca juga: Apa Itu Loan to Value (LTV)? Ini Penjelasannya dalam KPR dan Pinjaman

Amortisasi dalam KPR dan Kredit

Konsep amortisasi juga relevan ketika membahas kredit rumah atau pinjaman lainnya. Dengan memahami cara pembayaran dihitung, calon debitur dapat melihat hubungan antara jumlah pinjaman, bunga, tenor, dan cicilan.

Untuk pembiayaan rumah, misalnya, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) memiliki tenor yang lebih panjang sehingga perhitungan pembayaran perlu diperhatikan sejak awal. Bank Saqu menyediakan fasilitas KPR sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku.

Sementara untuk kebutuhan dana lainnya, Saku Kredit Bank Saqu dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan. Saku Kredit tersedia melalui aplikasi Bank Saqu dengan limit awal hingga Rp30 juta dan pilihan tenor sampai 24 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum mengambil kredit, jangan hanya melihat apakah nominal cicilannya terasa ringan. Perhatikan juga tenor, bunga, biaya, total kewajiban, serta kemampuan keuangan untuk membayarnya sampai selesai.

Yuk, download Bank Saqu sekarang dan kenali pilihan pembiayaan yang tersedia sesuai kebutuhanmu sehari-hari.

Simulasikan Pinjamanmu

Loading...
Bank Saqu

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia adalah layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab yang berperan sebagai katalisator bagi Solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.