Saat kamu mengajukan pinjaman KPR, fixed rate adalah istilah yang sering muncul. Pemahaman tentang istilah ini sangat penting karena nantinya akan berpengaruh terhadap pembayaran cicilan setiap bulannya hingga jatuh tempo.
Lantas, sebenarnya apa itu istilah fixed rate? Temukan penjelasan selengkapnya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Kenali Jenis Pinjaman dan Strategi Memilih yang Sesuai Budget
Apa Itu Fixed Rate?
Fixed rate adalah sistem perhitungan suku bunga pinjaman di mana persentase bunganya ditetapkan pada angka yang pasti dan tidak akan berubah selama periode waktu yang telah disepakati sejak awal.
Dengan skema ini, nominal cicilan bulananmu akan selalu sama tanpa terpengaruh oleh fluktuasi kondisi ekonomi atau kebijakan suku bunga acuan bank sentral.
Misalnya, dalam pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kamu melihat penawaran perbankan yang bertuliskan "KPR Bunga Fixed 8% selama 3 Tahun", hal tersebut memiliki arti yang sangat jelas.
Bank mengikat perjanjian denganmu bahwa selama 36 bulan (3 tahun) pertama sejak pinjaman cair, persentase bunga yang dibebankan pada sisa pokok utangmu adalah mutlak 8%.
Keuntungan dan Manfaat Fixed Rate
Bagi sebagian besar masyarakat, ketidakpastian adalah musuh terbesar dalam merencanakan masa depan. Skema suku bunga tetap hadir sebagai perisai pelindung yang menawarkan serangkaian manfaat psikologis dan finansial, di antaranya:
1. Kepastian Arus Kas Bulanan (Budgeting)
Kamu bisa dengan mudah menyusun budgeting setiap awal bulan karena nominal tagihanmu selalu konstan. Dengan kata lain, kamu tahu persis berapa besar nominal yang harus disisihkan untuk utang, sehingga sisa gajimu bisa dialokasikan dengan tenang untuk kebutuhan pokok, tabungan, maupun investasi.
2. Terlindung dari Kenaikan Suku Bunga
Kondisi makroekonomi tidak selalu stabil. Jika terjadi inflasi yang memaksa bank sentral menaikkan suku bunga, debitur lain mungkin akan menjerit karena cicilannya ikut naik. Namun dengan fixed rate, cicilanmu akan tetap aman dan terkunci pada persentase awal kesepakatan.
3. Ketenangan Pikiran
Aspek psikologis tentu tidak boleh diremehkan. Bebas dari rasa cemas atau "deg-degan" setiap kali menanti lembar tagihan bulan depan akan membuat kualitas hidupmu jauh lebih baik. Kamu bisa fokus bekerja dan mengurus keluarga tanpa dihantui ketakutan cicilan membengkak.
4. Ideal untuk Pemula
Bagi kamu yang baru pertama kali mengambil utang dalam nominal besar dengan jangka waktu panjang, seperti KPR, skema ini memberikan waktu untuk beradaptasi dengan rutinitas membayar kewajiban secara disiplin.
Risiko dari Sistem Fixed Rate
Meski menawarkan banyak keuntungan, penerapan sistem fixed rate juga memiliki sejumlah risiko. Berbagai risiko dari sistem fixed rate adalah sebagai berikut.
1. Tidak Selalu Mendapatkan Bunga Terendah
Jika ekonomi sedang sangat stabil dan bank sentral memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan, cicilan pinjamanmu tidak akan ikut turun. Kamu akan terpaksa terus membayar dengan bunga yang lebih mahal dibandingkan harga pasar saat itu.
2. Masa Berlaku Terbatas
Banyak perbankan yang memberlakukan denda penalti yang cukup besar jika kamu bermaksud melunasi seluruh sisa utang KPR-mu saat masih berada di dalam masa periode fixed rate. Hal ini dilakukan bank untuk mengamankan proyeksi keuntungan mereka.
3. Pilihan Produk Bisa Lebih Terbatas
Sebagai bentuk kompensasi atas jaminan "keamanan" yang diberikan bank kepadamu, biasanya pihak bank akan mematok persentase bunga fixed sedikit lebih tinggi di awal dibandingkan dengan bunga floating pada saat yang bersamaan.
BACA JUGA: Saku Kredit Selalu Ready untuk Berbagai Kebutuhanmu
Perbedaan Fixed Rate dan Floating Rate
Agar lebih paham dan menentukan pilihan yang tepat, berikut adalah perbedaan fixed rate dan floating rate yang perlu kamu ketahui.
1. Persentase Bunga
- Fixed Rate: Terkunci di satu angka pasti sesuai kontrak awal.
- Floating Rate: Fleksibel, sehingga bisa naik atau turun bergantung pada kondisi pasar.
2. Nominal Cicilan Bulanan
- Fixed Rate: Selalu sama persis setiap bulannya.
- Floating Rate: Berubah-ubah, di mana kadang murah dan kadang bisa sangat mahal.
3. Risiko Finansial
- Fixed Rate: Sangat rendah karena bebas dari ancaman kenaikan suku bunga pasar.
- Floating Rate: Relatif tinggi, sehingga rentan terhadap lonjakan bunga jika ekonomi memburuk.
4. Potensi Keuntungan
- Fixed Rate: Terlindungi saat suku bunga acuan BI naik.
- Floating Rate: Menguntungkan jika tren suku bunga acuan BI sedang turun.
5. Profil Debitur yang Cocok
- Fixed Rate: Debitur berprofil konservatif dengan pendapatan gaji tetap.
- Floating Rate: Debitur agresif yang siap dengan fluktuasi dan memiliki sisa gaji (idle cash) besar.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Fixed Rate
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu memilih fixed rate adalah sebagai berikut.
- Lama Periode Fixed Rate: Pastikan kamu mengetahui berapa lama bunga tetap akan berlaku.
- Jenis Bunga Setelah Periode Berakhir: Cari tahu apakah bunga akan berubah menjadi floating rate atau menggunakan mekanisme lain.
- Total Biaya Pinjaman: Jangan hanya melihat persentase bunga. Perhatikan juga biaya administrasi, provisi, asuransi, maupun biaya lainnya agar mengetahui total biaya pinjaman secara keseluruhan.
- Kemampuan Membayar: Pastikan jumlah cicilan tetap sesuai dengan kondisi keuanganmu, sehingga pembayaran dapat dilakukan tepat waktu.
BACA JUGA: Antiboncos, Cek Cara Hitung Simulasi Kredit Mobil dan Tips untuk Pemula!
Raih Solusi Pendanaan Fleksibel dan Terjangkau Bersama Saku Kredit dari Bank Saqu
Dari penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa fixed rate adalah sistem bunga tetap yang memberikan kepastian jumlah cicilan selama periode tertentu. Skema ini banyak dipilih karena memudahkan perencanaan keuangan, menjaga stabilitas pembayaran, serta melindungi nasabah dari risiko kenaikan suku bunga selama masa bunga tetap berlaku.
Adapun saat membutuhkan tambahan dana, pilihlah fasilitas pinjaman yang memberikan kemudahan sekaligus sesuai dengan kemampuan finansialmu.
Saku Kredit dari Bank Saqu hadir sebagai solusi praktis yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan mendesak hingga rencana finansial jangka pendek maupun menengah.
Dengan Saku Kredit, kamu bisa memperoleh limit pinjaman tunai mulai dari Rp500.000 hingga Rp30.000.000, dengan pilihan tenor cicilan hingga 24 bulan dan bunga mulai dari 2%. Yuk, temukan solusi pembiayaan yang fleksibel sesuai kebutuhanmu dengan Bank Saqu!











