Membeli barang atau memenuhi kebutuhan dengan pembayaran bertahap kini menjadi hal yang semakin umum. Mulai dari membeli smartphone hingga mengajukan pinjaman tunai, banyak produk keuangan menawarkan sistem pembayaran yang fleksibel melalui cicilan. Namun, sebenarnya apa itu cicilan?
Untuk kamu yang tertarik ingin tahu banyak tentang istilah keuangan tersebut, simak artikel ini sampai akhir!
BACA JUGA: 6 Cara Membersihkan BI Checking dan Menaikkan Skor Kredit, Super Efektif, lho!
Apa Itu Cicilan?
Cicilan adalah metode pembayaran yang dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tertentu hingga seluruh kewajiban pembayaran lunas.
Dalam praktiknya, cicilan memungkinkan seseorang membayar suatu barang, jasa, atau pinjaman dengan nominal yang dibagi menjadi beberapa kali pembayaran sesuai tenor yang telah disepakati.
Biasanya, besaran cicilan terdiri dari pokok pinjaman atau harga barang, bunga (jika ada), serta biaya administrasi atau biaya lain sesuai ketentuan produk. Oleh karena itu, sebelum mengambil cicilan, penting untuk memahami seluruh komponen biaya yang akan dibayarkan.
Jenis-Jenis Cicilan
Secara umum, jenis-jenis cicilan yang ada di pasaran adalah sebagai berikut.
- Cicilan Kartu Kredit: Kartu kredit memungkinkan transaksi diubah menjadi pembayaran bertahap sesuai tenor yang tersedia. Jenis cicilan ini banyak digunakan untuk pembelian barang elektronik, furnitur, maupun kebutuhan lainnya.
- Cicilan Kendaraan: Digunakan untuk pembelian mobil atau motor melalui lembaga pembiayaan maupun bank. Tenornya umumnya berkisar antara satu hingga lima tahun, bahkan lebih tergantung jenis kendaraan dan kebijakan penyedia pembiayaan.
- Cicilan Rumah (KPR): Jenis cicilan ini memungkinkan pembelian rumah dengan pembayaran bertahap dalam jangka waktu panjang.
- Cicilan Pinjaman Tunai: Beberapa produk pinjaman memberikan dana tunai yang dapat dicicil sesuai tenor yang dipilih. Jenis ini sering dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan, renovasi rumah, modal usaha, atau kebutuhan mendesak lainnya.
- Cicilan PayLater: Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) memungkinkan pengguna melakukan pembelian terlebih dahulu, kemudian membayarnya secara bertahap sesuai pilihan tenor.
Manfaat Menggunakan Sistem Cicilan
Manfaat utama mengambil cicilan adalah membantu menjaga likuiditas arus kas bulananmu. Kamu tidak perlu menghabiskan seluruh uang tabungan di satu waktu, sehingga sisa dana yang ada bisa dialokasikan untuk kebutuhan darurat, investasi, atau biaya operasional sehari-hari.
Beberapa manfaat menggunakan sistem cicilan adalah sebagai berikut.
- Mempertahankan Daya Beli (Purchasing Power): Kamu bisa segera memiliki barang produktif yang bisa langsung menghasilkan uang bagimu, tanpa harus menunggu berbulan-bulan untuk menabung terlebih dahulu.
- Manajemen Arus Kas yang Fleksibel: Alih-alih menghabiskan dana besar secara tunai, mengeluarkan nominal dalam jumlah kecil per bulan selama setahun akan membuat napas keuanganmu jadi lebih panjang. Sedangkan sisa uang tunainya bisa kamu putar kembali atau didepositokan.
- Membangun Rekam Credit Score: Jika kamu selalu disiplin membayar angsuran bulanan tepat waktu, bank akan mencatatmu sebagai nasabah yang berisiko rendah di sistem SLIK OJK (dulu BI Checking), sehingga akan lebih mudah saat ingin mengajukan pinjaman besar.
- Mempermudah Memenuhi Kebutuhan: Cicilan memungkinkan pembelian barang atau penggunaan layanan yang dibutuhkan tanpa harus menunggu dana terkumpul seluruhnya.
- Memberikan Fleksibilitas Pembayaran: Berbagai produk pembiayaan menawarkan pilihan tenor sehingga kamu dapat menyesuaikan besaran cicilan dengan kemampuan finansial.
BACA JUGA: Apa Itu Over Kredit Mobil dan Bagaimana Cara Kerjanya, Yuk Simak!
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Cicilan
Sebelum memutuskan untuk mengambil cicilan, sangat penting untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
- Hitung Rasio Utangmu: Aturan emas dalam perencanaan keuangan adalah total seluruh tagihan utangmu tidak boleh melebihi 30% dari gaji atau pendapatan kotor bulananmu. Jika sudah melebihi batas ini, tunda dulu keinginanmu menambah utang baru.
- Cek Biaya Tersembunyi: Jangan hanya melihat nominal angsuran per bulan. Tanyakan atau baca syarat dan ketentuannya. Apakah ada biaya administrasi, biaya provisi, biaya penanganan (handling fee), atau biaya asuransi tambahan?
- Pahami Denda Keterlambatan: Cari tahu apa risikonya jika kamu telat membayar 1 atau 2 hari. Beberapa lembaga keuangan mematok denda harian yang sangat agresif. Kedisiplinan mencatat tanggal jatuh tempo adalah kunci utamanya.
- Bedakan Kebutuhan vs Keinginan: Mencicil barang produktif seperti mesin jahit untuk usaha adalah investasi. Namun, memaksakan diri mencicil tiket konser VIP demi eksistensi di media sosial adalah langkah yang berpotensi merusak kesehatan finansialmu.
Cara Mengelola Cicilan dengan Baik
Jika kamu ingin melakukan cicilan tertentu, bisa coba terapkan beberapa cara berikut ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
- Sesuaikan dengan Pendapatan: Idealnya, total cicilan tidak mengambil porsi terlalu besar dari penghasilan bulanan sehingga masih tersedia dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan investasi.
- Bayar Tepat Waktu: Pembayaran tepat waktu membantu menghindari denda maupun bunga keterlambatan.
- Hindari Mengambil Terlalu Banyak Cicilan: Semakin banyak kewajiban pembayaran, semakin besar pula risiko terganggunya kondisi keuangan.
- Buat Anggaran Bulanan: Masukkan cicilan sebagai salah satu pos pengeluaran tetap agar pembayaran selalu menjadi prioritas.
- Sisihkan Dana Darurat: Dana darurat dapat membantu menjaga kelancaran pembayaran cicilan apabila terjadi kondisi yang tidak terduga.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Cicilan?
Dalam realitanya, menggunakan cicilan dapat menjadi keputusan yang tepat apabila:
- Membeli aset produktif
- Membiayai pendidikan
- Melakukan renovasi rumah
- Memenuhi kebutuhan mendesak
- Membantu menjaga arus kas tetap stabil
Sebaliknya, sebaiknya hindari mengambil cicilan hanya untuk memenuhi keinginan konsumtif yang tidak terlalu penting.
BACA JUGA: Kenalan sama Mimpi Buruk Milenial dan Gen Z, Kredit Macet!
Dapatkan Solusi Pembiayaan yang Fleksibel Bersama Saku Kredit dari Bank Saqu
Cicilan adalah metode pembayaran secara bertahap yang memungkinkan kamu memenuhi berbagai kebutuhan tanpa harus membayar seluruh nominal sekaligus.
Sebelum mengambil cicilan, selalu pastikan jumlah pembayaran sesuai kemampuan finansial, pahami seluruh biaya yang dikenakan, dan pilih produk yang menawarkan skema pembayaran yang transparan.
Saat kamu membutuhkan dana untuk mewujudkan berbagai rencana, memilih fasilitas kredit yang sesuai dengan kondisi keuangan menjadi langkah yang penting. Saku Kredit dari Bank Saqu hadir untuk memberikan fleksibilitas pembiayaan dengan proses yang praktis melalui aplikasi.
Kamu bisa mengajukan limit pinjaman tunai mulai dari Rp500.000 hingga Rp30.000.000, dengan pilihan tenor cicilan hingga 24 bulan dan bunga mulai dari 2%.
Fleksibilitas ini membantumu menyesuaikan pembayaran dengan kemampuan finansial, sehingga berbagai kebutuhan dapat dipenuhi tanpa mengabaikan pengelolaan keuangan yang sehat.
Cari tahu lebih lanjut mengenai Saku Kredit dari Bank Saqu dan pilih solusi pembiayaan yang mendukung setiap langkah finansialmu secara lebih nyaman!








